
Rayzel pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. marah. kesal. gelisah dan cemas menjadi satu. marah dan kesal jika benar mama vina datang menemui Raisha. dan gelisah. cemas. mengancamnya. kemudian gelisah dan juga cemas memikirkan nasib Raisha dan juga baby boy yang sampai detik ini belum juga diketahui keberadaannya..
Rayzel begitu sengat cemas memikirkan Raisha yang balum pulih sepenuhnya. setelah pergi dari rumah sakit ia juga cemas dengan putranya bagaimana jika sekarang putranya berada ditempat yang tidak layak..
;;Cepat;; pekik Rayzel.
j-hope tidak menjawab. ia semakin menekan pedal gas melajukan hampir diatas rata-rata
sepanjang jalan suasana mencekam mendominasi. kerana j-hope merasa dibawa tekanan Rayzel. seumur hidup belum pernah sekalipun ia melihat Rayzel dalam keadaan semarah ini..
sesampainya dirumah. Rayzel Segara mencari. mamanya. dilihat mama vina yang duduk bersantai di sofa ruang keluarga dengan mata kearah TV. yang menyala.
;; Raisha pergi dari rumah sakit. apa itu Karna mama?;; (tanpa basa-basi Rayzel pada sang mama);; apa mama menamui Raisha dan mengancam dia;; tanyanya lagi.
Rayzel menunggu jawapan dari mama vina. dan awas saja jika benar bahwa mama vina menamui Raisha dan menjadi penyebab kepergiannya. demi apapun Rayzel tidak akan pernah memaafkan dan akan membuat perhitungan..
baby boy kini adalah prioritasnya. siapapun yang berani mengusiknya. ia akan melawannya. tidak peduli jika orang itu adalah ibunya sendiri.
mama vina terlihat terkejut. mendengar kabar kepergian Raisha. ia langsung beranjak dari duduknya dan berdiri tegak didepan Rayzel..
ada rasa senang dan juga lega yang terbesit di dalam hatinya mendengar kepergian Raisha. Rayzel akan terbebas dari wanita yang ia anggap sebagai wanita murahan itu. demi apapun mama vina tidak sudi jika harus menarima Raisha sebagai menantunya dan menerima anak yang berasal dari rahim wanita yang kotor itu sebagai cucunya..
;;mama tidak sama sekali menamuinya. Ray.;;(sangkal mama vina);;lagi pula kalau dia pergi ya sudah biarkan saja dia pergi. itu bagus. kan? kamu jadi tidak perlu bertanggung jawab atas sesuatu yang belum tentu perbuatan kamu;;
gigi Rayzel menggertak kesal. sorot matanya tajam menghujam..
;;kamu jangan bodoh Ray! untuk Apa sibuk mengurusi wanita itu? belum tentu anak yang dia lahirkan itu anak kamu! sudahlah. biarkan saja dia pergi. mama akan mencari perempuan berkelas yang sepadan dengan kita. tidak seperti wanita murahan itu!;;
;; berhenti menyebut Raisha wanita murahan! harus berapa kali aku mengatakan kalau dia bukan wanita seperti itu! Raisha wanita baik-baik!;; sarkas Rayzel pada sang mama.
__ADS_1
ia mulai naik pitam. hatinya meradang setiap kali mendengar seseorang menghina Raisha..
mama vina menelan saliva. seumur hidup belum pernah satu kali pun Rayzel membentaknya. dan sekarang ia mendengar sendiri saat Rayzel berbicara sarkas padanya.;; hanya karna membela perampuan itu kamu berani berteriak pada mama seperti ini. huh? mama tidak mau tahu. kamu tidak boleh berurusan dengan perampuan murahan itu lagi!;;
;;aku tidak mungkin membiarkan Raisha dan anakku hidup dengan kesulitan mah!;;
;;anak itu belum tentu anak kamu. Rayzel! bisa saja itu anak dari benih laki-laki lain,;; pekik mama vina tidak mau kala.
Rayzel memejam mata. gerah terus berdebat dengan sang mama berbicara dan menjelaskan panjang lebar jika baby boy adalah putranya tanpa ada bukti tertulis dirasa akan percuma saja. hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga mama vina pasti akan tetap pada pendiriannya. dengan beranggapan jika Raisha bukan wanita baik dan anak yang baru saja Raisha lahirkan bukanlah cucunya..
Rayzel enggan berlama-lama membuang waktu dengan terus menanggapi sang mama. sedangkan ia harus mencari keberadaan Raisha dan juga putranya yang saat ini mungkin dalam kesulitan..
tanpa menjawab mama vina. Rayzel langsung berbalik melangkahkan kaki pergi.
;;mau kemana kamu?;; tanya mama vina mengikuti langkah kaki Rayzel yang berjalan cepat.
;; tidak perlu menjawab. aku rasa mama tahu aku akan kemana aku?;; jawab Rayzel.
Rayzel menghentikan langkah sejenak. saat mama vina kembali menghina Raisha. amarah terasa membuncah di ubun-ubun. tetapi kerana enggan berdebat lagi. Rayzel membuang muka dan kembali berjalan meninggalkan mama vina. bibirnya merapat. giginya menggertak menahan amarah di dada..
;; Rayzel!;; pekik mama vina saat Rayzel masuk ke dalam mobil dan tak mempedulikannya.
;; jalan!;; ucap Rayzel pada j-hope yang duduk di kursi kemudi.
;;aku bilang jalan!;; bentaknya dengan keras. mau tak mau j-hope menuruti keinginan sang bos. meninggikan mama vina yang berdiri di ambang pintu dengan amarah meledak-ledak.
*****
sinar matahari pagi. mulai memasuki celah-celah jendela rumah kontrakan yang kini Raisha tinggali.
__ADS_1
pagi tadi sebalum langit berubah warna. Raisha sudah sibuk mengumpulkan baju-baju bayi dan mencucinya. ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bayinya. terlebih kerana bayinya terlahir prematur. beruntung Rayzel sempat membeli pelangkapan untuk baby boy dan menyimpannya di kamar rumah sakit. kemarin sebelum pergi Raisha sempat mengambilnya..
saat Raisha sedang menjemur pakaian. sepanjang mata tengah memandanginya. Roni. anak bu Rini yang baru pulang setelah sekian minggu diluar kota itu terpaku. ditempat sembil memperhatikan Raisha.
Roni baru tahu jika rumah sebelah yang selama beberapa waktu kosong itu kini sudah mempunyai penyewa baru.ia menyetandarkan motor besarnya di depan rumah. pandangannya tak pernah lepas dari Raisha. wanita berparas ayu itu berhasil menarik perhatiannya.
Raisha yang sedar jika sepanjang mata sedang memerhatikannya. merasa takut dan tidak nyaman. ia langsung berbalik dan masuk kedalam rumah. kemudian mengunci pintu dari dalam. meskipun belum pernah bertemu sebelumnya Raisha tahu itu adalah Roni. anak bu Rini yang sering ia ceritakan. kebatulan Raisha juga pernah melihat fotonya di ruang temu.
kini perhatian Raisha tertujuh pada bayinya yang masih tertidur lelap. ia bersyukur kerana baby boy tidak rewel semalam meskipun kamar yang mereka huni sempit dan pengap.
kebahagiaan Raisha semakin sempurna menjadi seorang ibu. dan memiliki bayi mungil yang sengat menggemaskan. tidak peduli jika bayinya lahir bukan atas desar cinta kedua orang tuanya. Raisha tetap merasa bahwa menjadi ibu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya. dan ia akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk putranya..
memberikan Kasih sayang yang sempurna. terlebih kerana sejak kecil Raisha tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. jadi putranya tidak boleh merasakan hal yang sama.
sedangkan Roni masih mematung ditempat ketika bu Rini datang dari dalam rumah dan menyambutnya..;; sudah pulang Ron.;;pertanyaan itu tak langsung dijawab oleh Roni. ia terfokus pada wanita yang tadi dilihatnya..
;; perampuan disebelah siapa bu? penghuni baru?;;
;;Ah. Raisha ya? iya. dia baru beberapa minggu disini. dia tinggal berdua dengan bayinya yang baru lahir;; jawab Bu Rini.
sudut mata Roni memicing.;; berdua? lalu suaminya?;;
;;ibu tidak tahu;;
;;hemmm..;; Roni mengangguk ia masuk ke dalam rumahnya dengan sudut bibir terangkat keatas bak bulan sabit.
ucapan sang ibu yang menyabut Raisha hanya berdua dengan bayinya membuat Roni menarik kesimpul bahwa Raisha adalah seorang janda muda yang baru saja bercerai dengan suaminya.
ia masuk ke kamar dan membaringkan tubuh lelahnya. membayangkan paras ayu alami Raisha.;; janda muda memang selalu menawan;;gumam Roni tersenyum smirk.
__ADS_1