
Rayzel balum mampu meredam amarah. saat ini ia merasa darahnya seperti mendidih. melihat rakaman CCTV dimana Raisha terguling di eskalator dengan posisi perut mendarat lebih dulu membuat tubuhnya ikut ngilu.
teringat pertemuan malam pertamanya dengan Raisha. kala itu tubuh kurusnya penuh lebam membiru menyerupai bekas penganiayaan. ada luka tak berdarah yang terlukis dalam sorot matanya. Rayzel sempat menanyakan asal-usul lebam tersebut. namun Raisha enggan memberi jawaban..
dan setelah melihat rakaman CCTV tadi. Rayzel dapat menarik kesimpulan bahwa yang memukuli Raisha hingga babak belur malam itu tak lain adalah bik Farah Rayzel pun tak habis pikir. binatang yang tak di bekali akal sekali pun memiliki naluri untuk melindungi anaknya tetapi mengapa bik Farah yang manusia begitu tega menyakiti putrinya sendiri?.
semua bukti yang baru saja ditemukan berhasil merubah sedikit pandangan Rayzel. Raisha tidak terlihat seperti seorang wanita panggilan. justru seperti seseorang yang perlu perlindungan..
;;salin yang bagian yang ini;; Rayzel menyerahkan ponselnya kepada petugas hotel tadi..
;;kamu akan laporkan bik Farah ke polisi;; tanya j-hope..
Rayzel menyeringai penuh makna..;; terlalu nyaman bagi wanita itu kalau langsung masuk penjara. aku akan tunjukkan cara pembalasan lain;;
;; maksudnya pembalasan seperti apa?;;
;; kamu akan tahu nanti;;
j-hope Merinding mendengar nada dingin Rayzel. dirinyalah yang paling tahu seberapa menyeramkannya Rayzel jika sudah benar-benar marah..
;; tunggu-tunggu kamu tidak sedang berencana membunuh orang. kan?;; j-hope tidak tahu mengapa pikiran konyol itu terlintas dalam pikirannya. Yang jelas saat ini ia melihat Rayzel layaknya gunung berapi yang siap memuntahkan lahar panas..
;;aku kan sudah bilang penjara dan mati adalah hukuman yang terlalu muda;;
semakin ketar ketir saja j-hope dibuatnya. memang hukuman apa yang lebih mengerikan dibandingkan penjara dan mati? ia benar-benar tak dapat menebak..
;;mau kemana;; Rayzel berteriak saat masuk ke kamar dan mendapati Raisha hendak turun dari tempat tidur..
Raisha yang terkejut dengan kedatangan Rayzel nyaris terjungkal dan tanpa sengaja menjatuhkan botol cairan infus ke lantai. membuat jarum infus yang menancap di pergelangan tangannya ikut tercabut. beruntung Rayzel dengan cepat menangkap tubuh kecilnya sehingga Raisha tidak sampai mendarat kelantai..
;; kenapa kamu ceroboh sekali;; Rayzel yang panik kembali membentak..
Raisha hanya meringis menahan sakit. menunduk demi menyembunyikan airmata kemudian perlahan mengusap pergelangan tangannya yang amat perih dan mengeluarkan setitik darah akibat jarum infus yang tercabut paksa..
;;saya mau ke kamar mandi;; lirihnya takut dan menyembunyikan airmata yang sudah meleleh di hujung mata..
;; kenapa tidak panggil suster saja;; ada penekanan dari nada Rayzel. membuat sekujur tubuh Raisha gementar. Rayzel terasa sengat galak dan suka membentak.;; memang mau apa ke kamar mandi?;;
;;pipis;; tadi dokter memang membuka keteter yang sempat terpasang pada tubuhnya sehingga mau tidak mau Raisha harus ke kamar mandi buang air kecil..
tanpa banyak bicara Rayzel langsung mengangkat tubuh Raisha dan membawanya ke kamar mandi ia mendudukkan wanita itu di kloset..;; cepat pipis;;
Raisha memberanikan diri mendongakkan kepala demi menatap lalaki itu. kerana Rayzel tidak kunjung keluar dari kamar mandi. malah berdiri dengan percaya diri di sisinya. Pikiran Raisha pun dipenuhi pertanyaan tentang apa yang membuat Rayzel datang lagi bukankah tadi ia sudah mengatakan bahwa anak yang dilahirkannya bukan benih Rayzel. seharusnya jawapan itu sudah cukup bukan?
;;apa lagi;; tanya Rayzel ketika Raisha hanya diam..
;;saya mau pipis tuan;;
;;lalu apa masalahnya pipis saja;;
;;anda tidak keluar dulu? saya malu;; akan sengat memalukan bagi Raisha jika Rayzel menamaninya di kamar mandi. apa lagi jika sampai harus melihat bagian pribadi tubuhnya..
Rayzel membuang napas panjang. tidak mungkin ia meninggalkan Raisha sendirian di kamar mandi. cukup berisiko. terlebih kondisi fisik wanita itu masih terlalu lemah. jangankan untuk berdiri sendiri. bergerak sedikit saja Raisha sudah terlihat cukup kesakitan..
;;aku sudah pernah melihat kamu tanpa sehelai benang pun. lalu sekarang kenapa harus malu;; ucapan frontal Rayzel membuat Raisha kehilangan kata. tak berani lagi menyahut..
Rayzel lalu memilih membalikkan tubuhnya membelakangi Raisha..;;cepat pipis. aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di kamar mandi. kalau kamu jatuh dan bekas jahitanmu terbuka bagaimana?;;
;;iya tuan. maaf sudah merepotkan anda;;
__ADS_1
sebenarnya Rayzel merasa sedikit heran dengan dirinya. jika ini wanita lain ia pasti sudah merasa risih namun. sengat berbeda dengan Raisha. hati kecilnya menolak mengabaikan wanita itu..
;;sudah?;; Raisha menyahut dengan suara pelan..
membuat Rayzel membalikkan tubuhnya.;;mau sekalian cuci muka;;
membuat Raisha menatap pria itu meskipun terkesan sengat galak tetapi sengat peduli. Raisha mengangguk lemah. wajah dan tubuhnya memang terasa sengat lengket sekarang..
setelah Selasai Rayzel kembali mengendong Raisha ke kamar dan membaringkan ke tempat tidur. kemudian keluar dengan tergesa-gesa memanggil dokter untuk memasang kembali jarum infus. selain itu Rayzel khawatir kalau insiden jatuh dari tempat tidur tadi membuat bekas jahitan operasi terbuka..
benar saja bekas jahitan di perut Raisha mengeluarkan darah meskipun tidak banyak. sehingga dokter harus memariksanya..
sepanjang mendapat penanganan dari dokter. Raisha merasakan perih disekitar perut. Rayzel bisa melihat betapa Raisha sedang menahan rasa sakit. tangannya meramas kain seprai. alis dan kelopak matanya berkerut..
Rayzel membungkukkan badan dan memaluk wanita itu membuat sepasang mata Raisha membeliak. mendadak semua rasa sakit dan perih yang ia rasakan seolah menghilang berganti dengan rasa takut. takut jika sikap baik Rayzel sekarang hanya pura-pura demi tujuan tertentu. salah satunya mungkin ingin mengambil bayinya apa lagi Rayzel sudah pernah mengancam akan menghancurkan hidup Raisha jika berani macam-macam..
dokter keluar dari ruangan setelah mengganti perban meninggalkan Rayzel dan Raisha berdua. diruangan itu tak lama berselang seorang pramusaji rumah sakit masuk dengan membawa nampan berisi makanan..
aroma panas dari makanan itu menyeruak disekitar kamar. Raisha menelan siliva. jujur saja usus diperutnya sudah menjerit..
;;kenapa diam saja? ayo makan;; ucap Rayzel ketika Raisha hanya menatap menu yang tersaji dihadapannya..
;;iya tuan;;
perlahan Raisha Merai sendok. jarum infus yang menancap di pergelangan tangan kanan sengat membatasi gerakan. bahkan sekarang ia tak dapat memagang sendok dengan benar..melihat Raisha kesulitan bergerak. Rayzel segera mengambil alih. merai sendok dari tangan Raisha..
;;sini biar ku suap;;
Raisha masih diam. namun. tak menolak niat baik Rayzel untuk menyuapinya makan. sekarang ia sedang merasa sengat lapar saking laparnya setiap suapan seperti tidak dikunya langsung telan..
hati Rayzel pun terasa berdenyut melihat Raisha makan layaknya seseorang yang tengah kelaparan. mie instan yang mengembang di kamar kost masih selalu muncul dalam ingatannya. entah mengapa rasanya ingin memaluk wanita itu. namun sebisa mungkin Rayzel menekan rasa aneh di hatinya..
Raisha hanya menggeleng pelan. tidak ingin dikira memanfaatkan kebaikan Rayzel. terlebih ia harus waspada dengan lalaki itu..
;;kalau mau makan sesuatu kamu pesan saja. dirumah sakit ini ada kafe dengan banyak menu kamu tinggal telefon dan minta mereka antar ke kamar;;
;; terima kasih tuan. tapi tidak usah;;
Rayzel menatap wanita itu. ia bisa melihat betapa Raisha tidak nyaman dan sengat menjaga jarak dengannya..
*******
mobil yang dikemudikan Rayzel memasuki halaman rumahnya yang luas. lalaki itu bersandar sejenak sembil melirik kearah pintu setelah membuat kegaduhan dan tidak pulang beberapa hari. Rayzel sudah menebak apa yang akan terjadi selanjutnya ia harus bersiap menghadapi mamanya..
benar saja baru melangkah meliwati pintu. mama vina sudah menyambut dengan muka super masam. kekacauan yang ditimbulkan Rayzel benar-benar membuat wanita itu malu dan murka. terlebih kejadian itu menjadi bahan perbincangan di grup arisan sosialitanya. mama vina bahkan malu bertemu dengan teman-temannya..
;;kita harus bicara;; ucap sang mama
ruang baca adalah Ruangan yang dipilih mama vina untuk bicara empat mata dengan putranya sebuah ruangan yang dirasa tempat paling aman untuk berbicara hal paling rahsia sekalipun kini keduanya sudah duduk saling berhadapan. Rayzel tak dapat membaca kemarahan yang tersembunyi dalam tetapan mamanya..
;;kamu benar-benar membuat mama kecewa Ray. apa kamu sedar dengan apa yang sudah kamu perbuat;;
;;aku minta maaf mah.;; hanya kelimat singkat yang dapat diucapkan Rayzel.
tetapan menghujam diarahkan mama vina;; maaf setelah semua kekacauan yang kamu buat ini kamu masih berani minta maaf;;
Rayzel diam membiarkan mama vina melupakan semua amarahnya..
;;mama sudah tahu semuanya. mama juga tahu tentang perampuan bernama Raisha. yang membuat kamu meninggalkan acara semalam;;
__ADS_1
meskipun terkejut. namun Rayzel tak menunjukkan reaksi berlebih masih bersikap santai. seolah hal yang membuat mama vina murka. bukan sebuah masalah besar. kini ia sedang berusaha menebak dari mana mama tahu tentang Raisha..
;;kerana mama sudah tahu. jadi sepertinya aku tidak perlu jelaskan lagi;;
mama vina hampir kehilangan akal sehatnya menghadapi Rayzel. bisa-bisanya Rayzel masih bersikap santai ditengah masalah besar seperti ini..
;;aku akan bertanggung jawab atas Raisha dan anaknya;;
;;maksud kamu...kamu akan menikahi wanita itu;; suara mama vina terdengar gementar..
jantung mama vina seperti akan berhenti berdetak. demi apapun ia tak akan rela memiliki menantu bekas wanita malam. ia mengenggam tangan putranya. itu sembil berderai airmata..
;;Ray kamu yakin kalau anak itu anak kamu. wanita itu bisa saja menjebak kamu dengan menggunakan anaknya kan. mungkin dia hamil dengan laki-laki lain dan menuduh kamu;;
;;mah Raisha tidak seperti itu;;
;;lalu wanita seperti apa? wanita yang suka memperdagangkan tubuhnya itu tidak bisa di sebut wanita baik-baik!;;
sudut mata Rayzel menyipit curiga. ucapan mamanya membuatnya mendapatkan jawapan bahwa Raihana lah yang sudah meracuni pikiran mamanya dengan mengatakan hal buruk tentang Raisha..
mama vina mulai terisak-isak. ;;nama baik keluarga kita akan tercoreng kalau sampai hal ini tersebar keluar. mama tidak mau tahu kamu harus tinggalkan wanita itu. mama juga minta kamu kerumah Raihana dan minta maaf bujuk Raihana supaya mau mengulang pertunangan kelian;;
setelah menyelesaikan kelimatnya. mama vina beranjak pergi meninggalkan Rayzel seorang diri..
Rayzel hanya menatap punggung mamanya yang kemudian menghilang di balik pintu. ia tahu mamanya tidak akan menerima keputusannya dengan muda. terlebih mamanya menginginkan seorang menantu dari keluarga terhormat. selain itu Rayzel harus menghadapi keluarga besarnya nanti..
Rayzel membuang napas kasar. lalu menghubungi salah seorang ART dan meminta dibawakan secangkir kopi..
hanya dalam beberapa minit. bik Farah datang dengan membawa pesanan sang majikan sontak kedua tangan Rayzel terkepal. amarah yang sempat hilang kembali naik ke ubun-ubun..
;;ini kopinya tuan;; bik Farah menggeser secangkir kopi hitam ke atas meja..
;; terima kasih bik;; sebisa mungkin Rayzel bersikap biasa meskipun kini hatinya tengah membarah
sama halnya dengan bik Farah bohong jika ia tak marah dengan Ulah Rayzel yang sudah mempermainkan Raihana. namun kini dirinya tak dapat berbuat apa-apa untuk membela Raihana..
;;tuan Rayzel butuh sesuatu yang lain;; tanya wanita itu..
;; tidak terima kasih;;
;; kalau begitu saya permisi balik ke dapur tuan;;
baru saja wanita itu hendak keluar dari ruangan. namun panggilan Rayzel sudah menghentikan langkahnya. wanita itu kembali mendekat sembil membungkukkan kepala sopan
;;oh ya bik anaknya bibi yang katanya waktu itu sakit. dan harus di operasi bagaimana keadaannya;;
bik Farah tampak cukup terkejut mendengar pertanyaan itu. namun kemudian senyum penuh getir terbit di sudut bibirnya..
;; ba-baik tuan keadaannya sudah lebih baik sekarang;;
;;oh.. syukurlah kapan-kapan ajak main kesini saya mau kenalan sama anak bibi;;
ucapan Rayzel membuat sekujur tubuh bi Farah terasa meremang. sekarang ia sedang berpikir apakah sekarang ia juga harus menyewa seorang gadis untuk pura-pura menjadi anak. sama seperti Raihana. menyewa seseorang untuk menjadikan maminya palsunya..
;;baik tuan nanti saya ajak Raiha....em... maksud saya nanti saya akan ajak dia kesini. kebatulan anak saya itu agak pemalu orangnya tidak pernah mau keluar rumah;; bik Farah bernapas lega hampir saja ia keceplosan menyebut nama Raihana..
;;iya sudah kapan-kapan saja kalau ada waktu;;
;;iya tuan saya permisi kebelakang;; kala bik Farah keluar dari ruang baca dengan tergesa-gesa dan gugup Rayzel tersenyum sinis..
__ADS_1
;;aku tidak akan memecat mu semudah itu. mari kita lihat bagaimana reaksi mu nanti kalau tahu bahwa anak yang selama ini kamu siksa dan kamu jual menjadi nyonya di rumah tempatmu berkerja;;(batin)