Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 31


__ADS_3

Tangan Raisha meremas hujung pakaiannya. kepalanya menunduk. sejak mobil melaju meninggalkan kontrakan lima minit lalu. tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya hanya hujung matanya yang sesekali melirik kesemping. Rayzel duduk sembil memangku anaknya. mendekap bayi mungil itu di dadanya.


kalau dilihat dari caranya memperlakukan baby boy. sepertinya dia laki-laki baik dan seorang papa yang penyayang. lihatlah. betapa bayi kecil itu nyaman dalam pelukannya.


;; kenapa?;;


Raisha terlonjak saat tiba-tiba Rayzel bersuara. manik hitam legam lalaki itu. entah mengapa terasa sangat menakutkan baginya. seolah mampu melahap tubuhnya tanpa sisa.


;;Ti-tidak. saya tidak apa-apa;;


;;tapi dari tadi kamu diam-diam terus menatap ku. ada apa? katakan!;;


Raisha tergugu. dari mana lalaki ini tahu bahwa sejak tadi Raisha mencuri pandang kearahnya? apa dia punya indera ke enam?


;;ayo bicara!;;


Raisha menunduk. menggigit bibir bawahnya.


;;Tu-tuan. apa boleh saya tanya sesuatu?;; tanya Raisha tanpa menoleh.


;;Hemm....;;

__ADS_1


tidak hanya sorot matanya yang menakutkan. tetapi sikap dingin dan irit bicara itu juga sanggup membuat Raisha Merinding. sejak mengenal Rayzel. balum pernah satu kali pun Raisha melihatnya tersenyum. wajahnya kaku dan datar.


;;apa anda benar-benar akan memotong lidah orang bernama Rafael itu?;; suara Raisha terdengar gemetar ketika menanyakan hal itu. j-hope yang duduk disemping sopir langsung melirik kebelakang melalui kaca spion.


;;benar. siapapun yang berani bicara semberangan tentang ku akan kehilangan lidahnya. memangnya kenapa?;; Rayzel membalikkan pertanyaan.


Raisha menelan saliva. tangannya terulur menyentuh lutut. tiba-tiba saja ia tak dapat merasakan kakinya sendiri. jika Rafael yang berani bicara semberangan akan di potong lidahnya. lalu apakah kaki Raisha akan di potong jika berani melarikan diri?


;; kalau ada seseorang yang berani melarikan diri dari anda. apa anda juga akan memotong kakinya?;;


tawa kecil menyembur dari mulut j-hope mendengar pertanyaan aneh itu. ia pasti sudah meledakkan tawa jika tidak khawatir bayi dalam pangkuan Rayzel akan terbangun. sedangkan Rayzel masih memasang wajah datar. terdiam sebentar sembil mengusap punggung putranya. tentunya. ia sengat paham kemana arah pembicaraan Raisha.


;; jangankan kaki. nyawanya pun akan ku potong sampai habis;;


dan setelah melihat wajah Raisha yang ketakutan. Rayzel membuang pandangan keluar jendela. menyembunyikan senyum tipis di bibirnya. kali ini tidak akan ia beri celah sedikit pun bagi Raisha untuk melarikan diri darinya.


;; memangnya siapa yang mau melarikan diri dari ku?;;


;; Tidak ada tuan!;; jawab Raisha cepat. kemudian mengambil jurus diam seribu bahasa demi memutuskan pembicaraan tentang potong memotong.


;;oh ya. kita kemana sekarang?;; tanya j-hope menengok kebelakang.

__ADS_1


;;ke apartemen saja. untuk saat ini apartemen adalah tempat paling aman untuk Raisha.;; Rayzel tidak mungkin membawanya pulang kerumah keluarga alixmawan. ia khawatir mamanya akan menyakiti atau mengusir Raisha lagi. meskipun sudah berulang-ulang mama vina memohon maaf atas perbuatannya dan berjanji akan menerima Raisha dan anaknya.


;;langsung saja atau mau mampir ke tempat lain dulu?;; tanya j-hope lagi.


;; langsung saja!;;


;;oke;;


keheningan melanda selama beberapa saat. hingga tangisan baby boy kembali terdengar. ia tampak membuka mata dan mulut menggesekkan wajahnya pada permukaan dada Rayzel seperti sedang mencari sesuatu.


;; sepertinya dia lapar;; Raisha menghulur tangan untuk meraih putranya. Rayzel lalu melapas pelukan dari tubuh mungil itu. kemudian ia pindahkan ke pangkuan Raisha. tangisan baby boy yang mulai melengking menandai bahwa ia sudah tidak sabar lagi. jemari kecilnya bahkan sudah masuk ke dalam mulut.


;;sabar ya. sayang.;; Raisha membenarkan posisi duduknya agar menyamping. sehingga sekarang duduk membelakangi Rayzel. posisi yang tampak tidak begitu nyaman baginya. ia membuka Kancing kemeja di bagian dada. membuat sudut mata Rayzel berkerut semberi melirik j-hope dan sopirnya. dua lelaki yang duduk di depan terkadang menengok kebelakang demi memastikan semuanya baik-baik saja. bukankah ini berbahaya?


;; sebentar-sebentar!;; sambar Rayzel. melepas jas miliknya lalu digunakan untuk menutupi bagian depan tubuh Raisha.;;hey. kelian! jangan menengok kebelakang kalau tidak di minta!;;


;;Ba-baik. tuan;; ucap sang sopir tanpa berani lagi melirik kaca spion. sementara j-hope menyandarkan punggung sembil memainkan ponselnya.


;; positif sekali bapak yang satu ini;; batin j-hope.


__ADS_1



__ADS_2