
;;saya?;; mata Raisha membelalak.;; tidak. tuan. anda kan tahu saya balum pernah tidur dengan siapapun malam itu.;;
;;kamu juga tidak tahu kalau aku balum pernah tidur dengan wanita mana pun. huh. kenapa wanita ini menyebalkan sekali?;; gerutuh panjang itu hanya diucapkan dalam hati Rayzel.
;;dan setelah malam itu bagaimana?;; kelopak mata Rayzel berkerut penuh selidik.
Raisha kembali menggeleng kepala sebagai jawapan.
sebenarnya tanpa bertanya pun Rayzel yakin bahwa Raisha tidak pernah macam-macam setelah malam itu. ia telah membuktikan sendiri melalui Roni. bisa saja uang yang ditawarkan Roni diterima Raisha. namun. wanita itu menolak dan membuat Roni gelap mata.
suara keroncongan yang berasal dari perut Raisha menjadi pemutus pembicaraan itu. Raisha menyentuh perut yang terasa kosong. membuat Rayzel melirik ke arahnya. lelaki itu baru tersedar bahwa Raisha mungkin balum makan apapun seharian ini.
;;kamu lapar?;;
Raisha mengangguk malu-malu.
;; kenapa tidak bilang dari tadi? mau makan apa? biar aku pesankan.;;
;; Apa saja. tuan.;; jawabnya pasrah.
Rayzel mengeluarkan ponsel dari saku celana. jemarinya bergerak naik turun pada layar ponsel. kemudian menghubungi restoran favoritnya untuk meminta dikirim kan daftar menu.
kurang dari lima minit. nada pengingat pesan sudah berbunyi. Rayzel segera membuka pesan yang berasal dari salah satu karyawan restoran. yang mengirimkan daftar menu andalan. Rayzel terdiam sebentar dengan mata terfokus pada daftar menu ingin memilihkan untuk Raisha. tetapi tak tahu wanita itu suka yang mana.
;;ini. pilih sendiri!;; lalaki itu menyodorkan ponselnya.
Ragu-ragu Raisha merai ponsel milik Rayzel. begitu melihat deretan gambar menu yang menggugah selera. Raisha pun menelan saliva. pasti semua menu yang tertera memiliki rasa yang sengat lezat.
tetapi kemudian sepasang mata wanita itu membeliak saat melihat harga yang tertera. jarinya terus bergerak pada layar. menggeser deretan menu demi menamukan harga termurah. namun. semuanya berada di angka yang fantastis bagi Raisha. satu porsi kangkung adalah menu termurah yang dibanderol dengan harga puluhan ribu rupiah. setara dengan biaya makan Raisha 10 hari.
;; kenapa? kamu tidak suka menu-nya?;; tanya Rayzel Karna sudah belasan minit Raisha memilih dan tak kunjung menjatuhkan pilihan.
;; suka. tuan. tapi.....;;
;;tapi. apa?;;
Raisha bingung harus jawab apa. biasanya untuk makan sehari-hari ia akan memilih bahan makanan yang bisa berhemat. terkadang ia harus makan Mie instan. itu pun yang harganya paling murah. ia itu dibawah 3ribu. dan sekarang ia malah di hadapkan dengan harga paling mahal.
;;Apa tidak ada menu yang harganya lebih murah? yang ada disini mahal semua tuan.;;
hati Rayzel seperti tercubit rasanya. kantongan plastik berisi mie instan di kontrakan lagi-lagi muncul dalam pikirannya.;;pesan apa saja yang kamu inginkan. tidak usah lihat harganya.;;
;;baik. tuan.;;mata Raisha kembali tertuju pada deretan menu.
tidak biasa dengan santapan ala orang kaya membuatnya bingung. mau pesan sayang uangnya.
intuisi Rayzel pun memerintahkan agar lelaki itu mengambil ponsel dari tangan Raisha. biar dirinya saja yang memilihkan. Rayzel sedang menebak bahwa Raisha tidak terbiasa dengan makanan seperti ini.
__ADS_1
;;kamu suka makanan dari daging atau sayuran?;;
;; suka semuanya.;; jawab Raisha.
;;suka beef steak?;;
;;saya balum pernah makan Yang seperti itu. tuan. memangnya beef steak. itu dari apa?;;
;; daging. sapi.;; jawab Rayzel singkat.;; kalau teriyaki chicken?;;
;;balum pernah juga.;;
;;Hemm.;; Rayzel hanya berdehem sembil mengetikkan sebuah pesan dari ponselnya. ia sengaja memilih menu apa saja yang katanya balum pernah di makan Raisha..
********
suara tangisan baby boy terdengar dari dalam kamar. Raisha hendak bangkit meninggalkan tempat duduknya. namun Rayzel menghalangi.
;;biar aku saja. kaki mu masih sakit. kan?;;tawar Rayzel. kemudian tergesa-gesa masuk ke kamar. dalam satu menit ia sudah keluar dari kamar dengan membawa bayi kecil itu dalam gendongannya.
;;Anak papa lapar. ya?;; ucapnya lembut seraya berjalan kearah Raisha. ia kecup pipi bayi kecil itu sebalum meletakkan kepangkuan mamanya.
ketika Rayzel memilih kembali duduk di dekat jendela. Raisha diam-diam menatapnya. dalam pikiran Raisha. lalaki satu ini cukup langka di dunia. ia memang kaku. galak. dan pemarah. tetapi dengan anaknya sendiri sengat lembut. bahkan ketika Raisha membantah bahwa boy adalah benih Rayzel.
;;tapi hasil tes DNA nya pasti sudah keluar.;; batin.
*****
Raisha menatap beberapa menu yang tersedia di meja. otaknya sedang menebak berapa uang yang dikeluarkan Rayzel untuk membeli menu ini.
;; berikan boy padaku. kamu makan saja dulu!;; ucap Rayzel.
;; anda tidak makan?;;
;;aku tidak suka makan yang berlemak.;;
;;tapi makanan ini banyak sekali. saya tidak akan bisa menghabiskan semua ini.;; Raisha kembali menatap menu. porsi ini bahkan cukup untuk tiga orang.
;;kamu harus makan yang banyak kerana sedang menyusui. aku tidak mau anakku kurang ASI.;;
;;baik. tuan. terima kasih untuk semuanya.;;
Raisha memindahkan baby boy dari pangkuannya ke tangan Rayzel. laki-laki itu membawa bayi kecilnya untuk duduk disebuah sofa panjang dekat jendela. disana Rayzel duduk berselonjor dengan membaringkan baby boy di dadanya.
;;Hey. cepat makan! kenapa diam saja?;;
;;iya. tuan.;;
__ADS_1
Raisha mulai bersantap ria. harga memang tidak bisa di bohongi. menu mewah ini sukses menggoyang lidah dan nikmat turut kerongkongan. seumur hidupnya. Pertama kali Raisha menikmati makanan selezat ini.
tiba-tiba bayangan Raihana dengan ibunya kembali muncul dalam ingatan Raisha. semasa kecil hingga remaja dulu. Raisha hanya boleh makan sesuatu jika Raihana menyisakan sedikit untuknya. Raisha bahkan pernah tidak makan semalaman kerana mendapat hukuman dari ibunya. tekanan itulah yang menyiksa batinnya bertahun-tahun menjadikan Raisha sosok yang pendiam dan tertutup.
namun. tak disangkah. bersama Rayzel ia mendapatkan banyak hal. lalaki yang sengat diincar Raihana. justru mengajaknya menikah.
sementara Rayzel yang masih betah dengan posisinya sesekali melirik Raisha. bibirnya melukis senyum tipis. tetapi matanya berkaca-kaca entah mengapa sejak mengenal Raisha. matanya sengat mudah berair.
;; kenapa melihatnya makan seperti orang kelaparan rasanya sakit sekali?;; ucapnya dalam hati. sembil mendekap baby boy.
*******
Raisha merapikan meja yang masih menyisakan banyak makanan. semua akan ia masukkan ke dalam lemari pendingin. lumayan untuk makan esok hari.
ketika hendak bangkit. ia melirik sebentar kearah Rayzel. baru 10 minit lalu ia mendengar suara lalaki itu berbicara dengan putranya. namun kini suaranya tidak terdengar lagi.
perlahan Raisha mendekat. Rayzel berbaring di sofa panjang sembil mendekap bayi kecil itu di dadanya. diam-diam Raisha duduk dan menatap dua wajah itu secara teliti. tak dapat di pungkiri. baby boy memiliki kemiripan sempurna dengan papanya. boy seperti Rayzel dalam bentuk sachet.
;; Tuan.....;; hujung jari Raisha menyentuh lengan Rayzel. membuat lalaki itu perlahan membuka mata.
;; hemm.;; Rayzel melirik baby boy yang tampak sengat lelap di dadanya. kemudian melirik Raisha.;;kamu sudah selasai makan?;;
;; sudah. terima kasih untuk semuanya. makanannya enak sekali.;;
;;lain kali kalau mau makan sesuatu beritahu aku saja. atau nanti aku akan tinggalkan nombor telefon restorannya. jadi kamu bisa pesan sendiri kalau mau makan.;;
Raisha mengangguk malu-malu. sekarang perhatiannya tertuju pada baby boy yang begitu lelap dalam belain papanya.
;;dia sudah tidur. saya akan pindahkan ke kamar.;;
;;biar aku saja. kamu juga istirahat. pasti sengat lelah hari ini.;;
Raisha mengangguk pelan.;; terima kasih sekali lagi. tuan.;;
pelan-pelan Rayzel bangkit dari sofa. kemudian berjalan menuju kamar membawa boy bersamanya. Raisha masih duduk sembil menatap punggung tegap lalaki itu.
sementara di kamar Rayzel membaringkan baby boy di tempat tidur. dengan sengat hati-hati agar tidak sampai membangunkannya. senyum terlukis di bibirnya memandangi wajah menggemaskan itu. kemudian ia kecup berulang-ulang. tak peduli boy lahir dari rahim siapa. ia tetaplah darah daging Rayzel.
;; jangan kabur lagi. ya. papa susah carinya.;;
tiba-tiba lampu padam. membuat sekaliling ruangan di selimuti kegelapan.
;;AAAA!!;;
__ADS_1