Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 27


__ADS_3

namanya Roni Amanshah. seorang pria berparas rupawan yang di kenal calm dan tidak banyak tingkah. tidak suka bergaul dan lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di luar kota. ia bahkan menjadi anak kebanggaan ibunya. namun. siapa sangka di balik sikap pendiam itu ada jiwa brutal tersembunyi..


duduk di meja bertender. sudah beberapa gelas minuman haram ia tenggak. membuat sekaliling terasa berputar dalam pandangannya.


;; tambah lagi!;; ucapnya kepada seorang wanita berpakaian terbuka yang duduk di semping.


Roni mengulas senyum tipis. mengeluarkan selembar pecahan 100 ribuan. yang kemudian di berikan kepada wanita tadi.


;; hey. dari mana saja kamu? lama tidak kesini.;; seorang pria tiba-tiba menepuk bahunya.


Roni mendongakkan kepala demi menatap pria itu. itu Rafael seorang teman yang bekerja sebagai petugas keamanan di tempat hiburan malam tersebut..


;; hey. bro! beberapa minggu ini kerajaan ku banyak. makanya baru sempat datang.;;


;; oh..;; (Rafael mengangguk pelan. kemudian duduk di semping temannya itu.);; tidak main lagi? ada banyak barang baru di sini.;; tawarnya. seraya menunjuk beberapa wanita yang duduk berjejeran dengan pakaian kurang bahan. salah satu di antaranya bahkan melambaikan tangan lalu mengelus paha..


;; aku lagi malas sama yang ada di sini. sedang tertarik dengan yang ada di rumah;;


;;siapa?;;


Roni tertawa pelan.;; penyewa di rumah ibuku. masih muda dan cantik sayang sudah punya anak.;;


;; janda?;;


;; bukan. dia masih lajang. tapi punya anak;;


;; tidak masalah punya anak. yang penting layanan memuaskan.;;


;; itu. sih harus;;


keduanya masih menikmati minuman. mengobrol sembil tertawa ketika beberapa pria berpakaian hitam datang. menghampiri beberapa orang sembil bertanya. sebagai kepercayaan pemilik club. yang bertugas menjaga keamanan. tentu saja Rafael langsung maju.


;; Apa tuan din ada disini?;; tanya pria itu.


;; tuan Radin sedang ke luar kota.;;(jawab lalaki itu);; memangnya ada perlu apa?;;


;;saya sedang mencari seorang wanita yang pernah di jual tuan Radin. kepada majikan saya beberapa bulan lalu;;


;; memangnya wanita mana yang dicari?;;

__ADS_1


pria berpakaian hitam itu menujukan layar ponsel yang menampilkan foto seorang gadis. dahi Rafael berkerut tipis. mencuba mengingat wanita itu.


;;oh ini si gadis satu miliyar. namanya Raisha. tapi maaf saya tidak tahu dimana dia. kerana kami hanya bertemu dengannya malam itu. dia juga bukan anggota club ini.;;


;; kapan tuan Radin akan pulang?;;


;; mungkin besok;;


;; baik. kalau begitu besok saja Saya datang lagi.;;


pria misterius itu langsung pergi. tanpa permisi. membuat Rafael mendengus kesal. enak sekali datang cari informasi. lalu pergi tanpa permisi.


tanpa disedari Rafael. raut wajah Roni sudah berubah mendengar nama yang baru saja di sebut temannya itu.


;; bro. memang siapa yang dicari tadi?;;


;; seorang gadis perawan yang pernah di jual bos seharga satu miliyar. yang beli orang kaya raya. entah mereka mau apa lagi dengan gadis itu;;


;; tadi aku dengar kamu menyebut namanya Raisha. memang orangnya secantik apa sampai di beli satu miliyar.;;


Rafael langsung mengeluarkan ponsel dari saku jaket. lalu membuka galeri dan mencari sebuah foto. beruntung foto wanita yang ia maksud masih ada di galerinya..


bola mata Roni sekatika melebar setelah melihat foto tersebut. iya itu benar-benar Raisha. Roni hampir tak percaya dengan temuan mengejutkan ini.


;; berarti benar dugaan ku bahwa anaknya Raisha itu hasil hubungan gelap. seorang pria pernah nekat membayarnya satu miliyar. hemm menarik sekali!;; Roni bergumam dalam hati..


*********


pagi hari Raisha sudah berada di teres rumah. duduk berselonjoran dengan membaringkan baby boy di kakinya. menikmati menteri pagi yang hangat. sebuah kain tipis ia gunakan untuk menutup mata bayi mungil itu.


Raisha tertawa kecil melihat putranya yang bergerak-gerak gelisah akibat matanya ditutup. baby boy yang kini berusia satu bulanan itu sudah bisa melihat objek dari jarak dekat. terkadang ia merespon dengan senyum tipis jika Raisha berbicara dengannya..


;; uh. gentangnya anak mama. mirip siapa ini?;;Raisha sekatika tersedar dengan ucapannya berusan. tentu saja bayi kecil itu mirip sengat dengan papanya.


Raisha membelai punjak kepala putranya. menarik nafas dan meyakinkan diri dalam hati. bahwa ia sanggup membesarkan anaknya seorang diri. mungkin setelah semuanya membaik Raisha akan mulai mencari pekerjaan. beberapa hari lalu. bu Rini telah menawarkan diri untuk menjaga baby boy. sehingga Raisha bisa berkerja. tentunya. jika kondisi fisik Raisha sudah sehat dan siap bekerja.


;; ibu mau kemana?;; tanya Raisha ketika bu Rini keluar dari rumah sembil membawa koper kecil.


wanita itu senyum ramah. menghampiri Raisha yang masih duduk di teres.;; ibu mau keluar daerah dulu. ada acara keluarga. cuma tiga hari kok.;;

__ADS_1


;; ibu perginya sendirian?;;


;; iya. Raisha. Roni tidak bisa ikut. semalam keluar dan baru pulang subuh. makanya sekarang tiduran aja di kamar.;;


;; jadi perginya naik apa bu?;;


;; naik mobil. ini ada saudara yang mau jemput. Paling sebentar lagi sampai.;;


senyum tipis terlukis di sudut bibir Raisha.;; kalau begitu hati-hati di jalan bu.;;


;;kamu juga hati-hati di rumah. kalau mau masak ke sebelah saja. di kulkas ada banyak bahan makanan.;;.


;; terima kasih bu.;;


**********


kantor


;;kamu dimana sih. nak. kenapa susah sekali menamukan kamu?;;Rayzel mendesahkan nafas panjang sembil memandangi foto putranya..


tak tahu harus melakukan apa lagi untuk mencari Raisha. semua cara sudah di lakukan. melibatkan anak buahnya. menggunakan bantuan polisi. menyewa detektif. bahkan Rayzel membayar mahal seorang hacker untuk meretas CCTV tv di jalanan. namun. petunjuk terakhir Raisha turun dari bus menghilang di lautan menusia.


ingin sekali Rayzel melakukan usaha yang menurutnya berhasil. ia itu memasang iklan pencarian dengan imbalan uang banyak. bagi yang menamukannya. namun. ia takut Raisha mengatahui itu dan bersembunyi lebih jauh. tentu saja hal itu akan semakin menyulitkan pencarian. selain itu Raisha dan anaknya bisa saja menjadi target. kejahatan orang-orang tak bertanggung jawab.


;;Ray. ada petunjuk tentang Raisha!;; j-hope tiba-tiba memasuki ruang kerja Rayzel dengan tergesa-gesa.


;; petunjuk apa?;; punggung Rayzel yang tadi bersandar sekatika bangkit.


mengatur nafas yang memburu. lumayan menguras tenaga untuk naik dari lantai 8 ke lantai 11 dengan menggunakan tenaga darurat. sebab left sedang mengalami perbaikan.;;menurut salah satu karyawan ketering. Raisha tinggal di rumah sewa tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja. tapi tempatnya dimana. mereka tidak tahu.;;


ada harapan baru menyala di hati Rayzel. meskipun balum pasti Raisha berada dimana. namun setidaknya ada petunjuk tentang keberadaannya.


;; perintahkan orang-orang mu bergerak sekarang juga dan sisiri daerah itu!;;


;; sekarang?;;


;; tunggu lebaran!;; jawab Rayzel kesal. sembil menyambar jas dan keluar dari ruangannya dengan langkah cepat.


j-hope langsung mengekor dari belakang. sembil merogoh saku dan mengeluarkan ponsel menghubungi anak buahnya yang lain.

__ADS_1



__ADS_2