
ibunya itu memang mempunyai hati yang baik. namun. meski begitu. ia cukup hati-hati untuk mengizinkan seseorang tinggal di rumahnya..
dari sini Roni menarik kesimpulan bahwa Raisha adalah wanita baik-baik. jika tidak. sang ibu pasti tidak akan mengizinkannya tinggal di rumah sewanya tanpa harus membayar. apa lagi ibunya sengat perhatian dan setiap hari membawakan makanan..
Roni melangkah kaki pelan. menarik kursi dan duduk disemping kitchen set..;; bu?;; panggil Roni..
;;hemm...;; bu Rini hanya melirik sebentar. kemudian kembali memotong buah dan memasukkannya ke dalam blender..
;;mau tanya sesuatu.;;
kedua alis bu Rini mengerut;; tanya Apa?;;
;; ibu kenal Raisha dimana. sih?;;
;;Ah...itu? ibu bertemu Raisha di masjid depan komplek. waktu itu ibu lihat dia tidur di masjid beberapa hari. katanya dia hidup sendirian dan sedang mencari kontrakan murah tapi balum dapat. kerana ibu kasihan ya sudah. ibu tawarkan saja dia tinggal dirumah sebelah kebatulan rumah di sebelah kan sudah lama kosong.;;
Roni mengangguk paham.;; ibu tidak pernah tanya di mana ayah dari anaknya gitu?;;(tanya Roni lagi);; atau. dia tidak pernah cerita ke ibu tentang ayah dari anaknya?;;
;; tidak. ibu tidak tanya. dan Raisha juga tidak bercerita. lagi pula ibu tidak mau ikut campur sama masalah rumah tangga orang. itu kan privacy.;; jawab Bu Rini. lagi.
;; Rumah tangga? status dia di KTP masih single.;; batin Roni berucap. ia sengat penasaran. siapa Raisha sebenarnya? kehidupan seperti apa yang Raisha jalani sebelumnya. kenapa Raisha bisa mempunyai anak tanpa suami? apa benar Raisha berhubung gelap dengan seorang pria sampai mempunyai anak? kemudian akhirnya di buang?
;; sebentar ya. ibu mau bawa jus ini untuk Raisha dulu.;; ucap bu Rini setelah memasukkan jus ke dalam gelas.
;; jusnya untuk Raisha?;; tanya Roni.
bu Rini menjawab dengan anggukan kepala..
;; hemm... kalau begitu biar aku saja yang bawakan bu.;; Roni menawarkan diri untuk menghantarkan jus itu..
;; boleh;;
***********
Raisha berkeliling di sekitar rumah sembil melirik ke kanan dan kiri. ia baru sedar tidak menamukan dompetnya di dalam kantongan mie instan tadi. padahal ia ingat betul ketika hendak menyeberang jalan memasukkan dompet itu ke dalam kantong.
;; apa jangan-jangan jatuh dijalan. ya?;;( ia bergumam pelan.);; kalau pun jatuh. dompet itu pasti sudah di ambil orang.;;
akhirnya Raisha memilih untuk tidak terlalu memikirkan. di dalam dompet itu tidak ada selembar pun uang. kondisi dompet pun sudah sobek di beberapa bagian..
suara ketukkan pintu berhasil mengalihkan perhatian Raisha. wanita itu segera beranjak menujuh pintu. mungkin yang datang adalah bu Rini seperti biasa..
namun. sekatika Raisha terperanjat saat melihat Roni. yang ada di ambang pintu dengan sebuah nampan berisi jus dan juga camilan..
;;hai. ibu minta aku bawakan jus untuk kamu.;; ucap lalaki itu dengan tersenyum ramah.
selama beberapa detik. Roni terpaku memandangi wajah Raisha. wanita itu tampak lebih cantik dan manis jika di lihat dari jarak lebih dekat. Roni yakin kulit putih mulus milik Raisha itu balum pernah terpoles skin care kerana terlihat sengat alami.
;; terima kasih mas.;; (balas Raisha sopan. sembil Merai nampan dari tangan Roni.);; saya jadi tidak enak merepotkan ibu terus.;;
__ADS_1
;; tidak apa-apa. namanya juga tetangga.;;
kecanggungan sekatika tercipta di antara kedua orang itu. Roni merasa tidak nyaman kerana Raisha tidak mempersilakannya untuk masuk. malah ia dibiarkan berdiri di ambang pintu. wanita itu meletakkan nampan di meja alisnya saling bertaut ketika melihat Roni masih berdiri di ambang pintu.
;; ada apa mas?;;
Roni baru sedar dari lamunan.;; oh. ini..tadi aku menamukan dompet di pinggir jalan. ini punya kamu. kan?;;
Raisha menatap dompet kecil ditangan Roni benar itu miliknya.;;iya. Mas. ini punya saya. terima kasih. saya pikir sudah hilang.;;
;; sama-sama. kalau begitu. aku ke sebelah dulu.;;
;; silakan mas.;;
kerana tak kunjung dipersilakan masuk. Roni memutuskan pulang saja. sebalumnya pergi. ia sempat melirik kearah bayi kecil yang dibaringkan di kasur busa. pikirannya masih menebak bagaimana bisa Raisha memiliki anak tanpa pernikahan..
setelah kepergian Roni. Raisha menutup pintu. lalu hendak meletakkan dompetnya di atas meja. kening wanita itu berkerut tipis. ia baru menyadari dompetnya sedikit lebih tebal..
begitu kembali membuka dompet. bola mata Raisha membulat sempurna. betapa tidak kagetnya dia dompetnya yang kosong itu. sekarang terisi oleh beberapa lembar pecahan seratus ribuan. Raisha langsung mengeluarkan dan menghitung isinya..
;; satu juta? tapi bagaimana bisa? apa uang ini punya mas Roni?;;
tanpa menunggu. Raisha langsung menyeret kakinya keluar. Roni berjalan cepat kearah rumahnya. membuat Raisha segera menyusul dengan membawa uang satu juta tadi. bermaksud menanyakan sekaligus mengembalikan jika memang uang itu milik Roni..
;; Mas Roni!;; panggil Raisha. membuat langkah Roni terhenti lalaki itu membalikkan tubuhnya dan menatap Raisha yang sedang berusaha mengatur nafas sembil memagang perut bagian bawahnya..
;; maaf. mas. saya menamukan uang di dalam dompet. padahal dompet Saya itu kosong tadinya. apa ini uang mas Roni?;; tanya Raisha sembari memperlihatkan lembaran uang berwarna merah itu..
Roni mengulas senyum tipis.;; iya. saya yang masukkan uang itu.;;
;; kalau begitu. saya kembalikan mas.;;
;; maaf. Raisha jangan tersinggung ya. uang itu bukan untuk kamu. tapi untuk anak kamu. siapa tahu kamu butuh untuk perlengkapan dia.;;
;; tapi. mas. saya tidak enak. saya sudah berterima kasih diizinkan ibu tinggal disini.;;
;; sudah. tidak apa-apa. kalau kamu tidak enak. uangnya bisa kamu kembalikan nanti kalau sudah punya uang lebih.;;
tak tahu harus berkata apa. Raisha hanya menatap lembaran uang di tangannya. sepenuh hatinya tidak enak. namun uang ini memang sengat ia butuhkan untuk keperluan sehari-hari..
;; terima kasih. mas. kalau nanti punya uang. akan saya kembalikan.;;
;; sama-sama Raisha.;;
;; kalau begitu saya permisi. anak saya sendirian di rumah.;;
Roni menatap Raisha yang hendak masuk ke rumahnya. memperhatikan wanita itu dari hujung kepala ke hujung kaki. seringai tipis terbit di sudut bibirnya..;; cantik. dan sengat menantang;; batinnya..
********
__ADS_1
Rayzel duduk bersandar di ruang kerjanya. sedang memandangi foto baby boy yang menghiasi meja kerjanya. foto itu ia ambil diam-diam tanpa sepengatahuan Raisha. hujung jari Rayzel mengusap permukaan foto. kerinduan mengakar semakin dalam ke hati..
;; kamu dimana nak? apa kamu baik-baik saja?;;Rayzel menghirup banyak-banyak udara. setiap kali teringat putranya. ia akan merasa dadanya sesak tak terkira. ingin sekali ia memaluk dan menimang bayi kecil itu..
pencarian yang dilakukan selama berhari-hari tak juga membuahkan hasil. Rayzel tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menamukan Raisha. ia dan anaknya menghilang bak ditelan bumi..
Rayzel masih larut dalam lamunan ketika terdengar suara ketukkan pintu. j-hope datang dengan membawa beberapa berkas di tangannya. yang kemudian ia letakkan di atas meja..
;; simpan disitu dulu. nanti aku tandatangani.;; ucapnya lemas..
j-hope memilih duduk tepat di hadapan sang bos. sudah beberapa hari ini seorang Rayzel yang gila kerja itu tampak tidak bersemangat. raganya ada di kantor. tetapi pikirannya melayang entah kemana.
;; aku mau memberitahu kalau dua hari lagi kita harus ke luar kota.;;
;; kamu saja yang berangkat dengan staf lain. aku tidak bisa kemana-mana.;; jawabnya malas..
;; tapi ini proyek besar. Ray. bukan proyek semberangan. perusahaan kita akan rugi miliyaran kalau sampai proyek ini batal.;;
tetapan menghujam Rayzel menjadi hadiah istimewa bagi j-hope atas ucapannya berusan. ketegangan tercipta. j-hope berusaha mengurai dalam pikirannya sendiri. tentang apa yang salah dari ucapannya. mengapa Rayzel terlihat sengat marah.
;; aku tidak peduli meskipun proyek itu menghasilkan triliunan! aku tidak akan pergi kemana pun sebelum Raisha dan anakku ditemukan!;;
;; tapi. Ray polisi dan orang-orang kita pasti akan terus mencari. lagi pula perjalanan ke luar kota itu hanya dua hari.;; sekali lagi j-hope berusaha membujuk.
;; sudah ku bilang aku tidak peduli. meskipun perusahaan ini akan bangkrut sekalipun!;; bentakkan Rayzel semakin keras..
j-hope diam tak lagi menjawab. ia cukup paham bagaimana perasaan Rayzel sekarang..
Rayzel duduk bersandar di kursi kerjanya. sebisa mungkin menahan amarah yang meledak.
;; oke aku mengarti. biar aku dengan yang lain yang berangkat.;; akhirnya j-hope mengalah..
Rayzel memajam mata. dalam pikirannya ia berusaha menabak ke mana Raisha membawa anak mereka.
detik itu juga pikiran Rayzel seakan terbuka. ia tiba-tiba teringat akan jasa ketering yang di sewa mamanya. di pesta pertunangannya bersama dengan Raihana yang gagal. Rayzel baru sedar Raisha bekerja di ketering itu..
;; kenapa?;; tanya j-hope ketika Rayzel menatapnya serius.
;; kamu ingat ketering yang di sewa mama pada hari pertunangan itu?;;
j-hope mengangguk. tetapi balum dapat menebak kemana arah pembicaraan Rayzel.;;ingat memang kenapa?;;
;; Raisha pernah bekerja di sana kan? cuba cari nombor kontak pemilik ketering itu. mungkin saja ada yang tahu di mana Raisha tinggal sebalumnya!;;
__ADS_1