
Maira kini duduk di kursi yg ada disana dan membaca buku dengan mengenakan kaca mata
ia tak menyadari jika ada sepasang mata sedang menatap ke arahnya
**
Hari semakin sore sebentar lg adzan ashar akan berkumandang, saat Maira hendak masuk kedalam dia dikagetkan melihat penampakan di depannya "Siapa orang yang bergamis putih itu? bukankah tidak ada siapapun di rumah ini selain aku dan mas Abi?" maira sibuk dengan pikirannya hingga dia tak menyadari kini fabian ada di hadapannya.
"Astaghfirullah.." maira terkejut dan jantungnya hampir saja jatuh ke perutnya..
"Kenapa?" tanya Fabian yg terheran-heran melihat istrinya sedari tadi menatapnya seperti patung
"Eeuuh... anu mas, tidak ada apa-apa, permisi saya mau ke atas" ucapnya kikuk..
Sebelum menaiki tangga Maira memberanikan diri bertanya pada suaminya hendak pergi kemana mengenakan gamis/jubah putih
"Oeeehmmm mas.. sebetulnya mas Abi mau kemana?" tanyanya ragu-ragu
"Mau ke pelaminan untuk menghalalkan seorang gadis yg mau tidur denganku" lalu fabian berlalu meninggalkan Maira begitu saja
Lalu maira refleks mengejarnya "Maksudnya mas apa? bukankan baru saja menikah denganku?" terlihat wajah khawatir di wajah istrinya Fabian berniat melanjutkan mengerjainya...
"Ya aku hanya sekedar menikahimu, tak ada yg bisa ku lakukan bukan, jadi aku memutuskan untuk menikah yg kedua kalinya" Fabian hampir saja tertawa namun ia tahan
"Maass.. aku minta maaf, tapi bisakah mas bersabar sampai aku benar-benar siap" maira memelas..
"Meskipun aku belum mencintaimu sepenuhnya, aku juga belum rela melihatmu menikahi wanita lain" kini Maira tak kuat lagi menahan buliran-buliran bening yang sudah menumpuk di ujung matanya
Melihat istrinya menangis "Menurutmu aku benar-benar akan pergi untuk menikah?"
"Sebentar lagi ashar, aku pamit ke mesjid dulu Assalamu'alaikum" tanpa merasa bersalah fabian sengaja meninggalkan istrinya yg di balit airmata kesedihan
__ADS_1
"Yaa Allah.. kenapa di hadapannya aku nampak seperti manusia bodoh sih, bodoh bodoh bodoh... bodoh kamu mairaaa.. iiih" jangan ditanya begitu memerahnya wajah maira di balik cadarnya
"Sementara fabian yang sepanjang perjalanan hanya tertawa menahan mengingat kejahilannya terhadap istrinya"
"Heyyy Abi... sepertinya sedang bahagia nih, di lihat-lihat" seorang ustadz yg biasa mengimami shalat 5 waktu di mesjid tiba-tiba menghampirinya
"Eh ustadz... biasa lah tadz pengantin baru hehe" sahut Abi jujur
"Maa Syaa Allah.. saya ikut bahagia mendengarnya" sahut sang Ustadz lalu mereka pergi berjalan bersama menuju mesjid
Maira tak henti-hentinya menggerutu pada dirinya sendiri, "tap ucapan mas abi ada benarnya juga, Aku hanya sekedar di nikahi, tak berkesan apapun setelah pernikahan..
**
Berbulan-bulan mereka lalui dengan kebiasaan seperti sebelumnya, Maira terus saja menunggu fabian mengajaknya untuk tidur di kamarnya, fabianpun sama berharap maira segera datang padanya, namun karna keduanya penuh di liputi rasa gengsi.
Setiap hari mereka hanya bertemu di meja makan atau pas-pasan saling lewat tanpa menyapa atau sekedar basa basi satu sama lain
Saat di kantor fabian berharap maira mengirimnya pesan hanya sekedar menanyainya sudah makan atau belum, shalat atau belum, fabian tak mengetahui jika istrinya pun menginginkan hal yang sama
Akhirnya mereka hanya menatap ponsel yg hening kecuali chat² grup dan hanya chat dari pekerja-pekerja yang membahas pekerjaan
**
Jam 4 sore fabian sudah pulang ke rumah, dari tempat parkir dirumahnya melihat belum ada mobil istrinya berarti maira belum pulang, saat memasuki rumahnya ia hanya melihat 2 art yg sedang di dapur..
"Bi.. tolong buatkan saya jus mangga, lalu antar ke kamar" hanya meminta itu dan berlalu pergi dengan tubuh lelahnya
Maira kini sedang dalam perjalanan di jam 5 sore dan ia memarkirkan mobil di pinggir jalan dimana ia melihat banyak penjual makanan kaki lima disana "Maa Syaa Allah.. sepertinya enak-enak, aku pilih makanan apa ya" Maira berpikir sambil melihat-lihat pedagang-pedagang di sekitarnya
"Cilor sepertinya enak... pak cilornya 10, basreng 10 bumbu dan saos pedasnya di pisah"
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara laki-laki dari belakangnya yang sama-sama memesan cilor, akhirnya maira bergeser memberi ia jalan
Maira kini duduk menunggu di kursi plastik yg ada disana mempersilahkan laki-laki itu terlebih dulu, setelah melihat pelanggan cilor itu berlaku pergi lalu maira menghampiri si bapak itu untuk mengambil pesanannya
"Berapa semuanya pak?" tanya Maira
"Sudah di bayar sekalian neng sama mas yg tadi" si bapak menunjuk ke arah laki-laki yang sudah memasuki mobilnya
"oh begitu yaa.. gimana caraku berterima kasih, ya sudah kalau begitu terima kasih ya pak, kini maira melihat gorengan yang menggiurkan di samping cilor itu, akhirnya ia memutuskan membeli beberapa masam gorengan yg ada disana
Krn waktu sudah semakin sore sebentar lagi maghrib Maira cepat-cepat menuju mobilnya dan melajukannya sedikit lebih cepat agar segera sampai kerumah "Pasti mas abi sudah di rumah"
Setelah Maira memasuki pekarangan rumahnya, dia masuk mengucapkan salam yang di jawab oleh art-artnya yang memang mereka sedang disana "Tadi mas Abi pulang jam brp bi?
"Pulang jam 4 non" jawab bi asih.. art paruh baya yg baru bbrp bulan kerja di rumahnya.. hampir sama dengan umur pernikahan mereka krn fabian merekrut pekerja-pekerja itu sehari setelah berada dirumah barunya
"Oh.. apa dia sudah makan" tanya nya lagi
"Belum, tadi hanya minta bibi buatkan jus mangga saja"
"baiklah makasih ya bi, oh iya ini ada jajanan enak loh bi, bagi bagi sama yg lain ya.." ucap maira sembari memberikan 2 kantong yg 1 isinya cilor dan basreng dan satunya lg macam-macam gorengan maira sengaja membeli banyak untuk orang-orang dirumahnya
"Maa Syaa Allah.. matur suwun loh neng, ini mah jajanan sejuta ummat pasti endoll"
Maira terkekeh mendengar ucapan bi asih "Sama-sama bi, saya ke atas dulu ya"
"Iyo non.. " wajah bia asih berbinar-binar melihat di belikan jajanan yang semua orang suka itu, lalu pergi ke belakang untuk di makan bersama yg lainnya
Setelah di atas maira menyimpan tasnya di kamar lalu keluar lagi untuk menghampiri suaminya..
kini maira tepat di depan pintu kamar suami hendak mengetuk pintu tapi beberapa kali sudah mengangkat tangannya hendak mengetuk ia batalkan terus "Haduh gimana ya" saat ingin mengetuk kesekian kalinya tiba-tiba pintu terbuka
__ADS_1
"Aaawww.." pekik seseorang yg ada disana