
Ini visual 2 pemeran utama kita ya gaesss.... sebetulnya author agak kesulitan mencari visual sesuai kriteria Alhamdulillah menemukan yang mendekati
Almaira ghilbert
Ketika mengenakan cadar
Fabian Alvaro Dirgantara
******
Bluussshh.. wajah maira kini memerah seperti tomat matang ketika fabian memujinya
Dan membuat maira semakin menunduk malu, dan itu membuat Fabian semakin gemas melihat tingkah istrinya.
"Bahkan kau lebih cantik dari yang ku lihat sebelumnya" ujarnya yang sontak membuat sang istri mengangkat wajahnya
"Ma maksud mas?" maira penasaran dengan perkataan suaminya
"1 tahun lalu ada seorang pengendara motor ninja hitam menabrak spion mobilku, dia tak kembali hanya berhenti dari jauh dan membuka helmnya sebentar lalu ia pergi tanpa meminta maaf padaku" tuturnya menjelaskan kepada Maira tentang tragedi waktu itu
Maira kini memicingkan matanya seraya mengingat-ingat seperti kejadian saat ia di ganggu preman-preman bodoh waktu itu "Lalu?" maira meminta suaminya menceritakan lebih lanjut.
"Aku kehilangan jejaknya yang aku tau, dia memiliki netra berwarna biru seperti ini" fabian menyentuh pipi maira seraya meraba matanya dengan ibu jarinya, sesaat Maira memejamkan matanya saat di sentuh fabian
"Apa kau mengingat sesuatu?" ujar fabian melihat istrinya setengah melamun dengan pikirannya sendiri
"Jadi waktu itu spion mobil yang ku tabrak milikmu?"
Fabian mengangguk-anggukan kepalanya
"Ya Allah mas.. maafkan aku, saat itu sedang di kejar preman-preman jalanan, dan saat aku ingin kembali untuk meminta maaf dan mengganti rugi, aku takut mereka menemukanku, maaf"
__ADS_1
"Tapi aku bisa ganti rugi sekarang mas, aku tidak mau kelak di akhirat di kejar-kejar orang yg pernah ku dzalimi, dimana saat itu Mas blm menjadi suamiku"
"Heumm.. ganti rugi ya" kini fabian berdiri dari duduknya dan mengangguk-anggukana kepalanya "Baiklah"
"Mas habis berapa waktu itu buar aku ganti semuanya" ucap Maira yang ikut berdiri juga di belakang suaminya
"Oh no no no... Uangku sungguh banyak dan tidak membutuhkan uangmu sebagai ganti rugi" timpal fabian
"Lalu mas mau aku menggantinya dengan apa?" tanya maira semakin dibuat penasaran
Kini fabian membalikkan badannya menghadap sang istri membuat maira terkejut dan hampir kembali terjerembab ke belakang
"Dengan ini" sambil menaik turunkan jari telunjuknya menunjuk inci tubuh Maira dari atas ke bawah
Maira hanya menganga melihat permintaan suaminya lalu memasang wajah memelas "Ta taapi mas"
"Kau tau, seorang istri yang menolak ajakan suaminya ke atas ranjang di laknat oleh malaikat"
Deg!
Maira tak menyangka suaminya memahami perkara ini dan membuatnya merinding, Fabian semakin suka mengerjai istrinya ketika melihat ekspresi Maira yg terkejut & bertambah bingung saat ia mengatakan itu.
"Huuuh..." Lutut maira terasa lemas dan menjatuhkan dirinya ke kursi sambil memegangi dadanya yg sejak tadi detak jantungnya tak karuan.
Setelah 30 menit lalu iapun masuk ke dalam kamar namun tak melihat suaminya, saat Maira hendak ke kamar mandi krn memang kamar mandi tidak tertutup Maira masuk dan "Aaaaaaa..." maira tiba-tiba berteriak dan berlari keluar
"Ya Allah.. cobaan apa lagi ini, kenapa laki-laki itu tidak menutup pintu kamar mandi siih"
"Astaghfirullah.." lanjutnya lagi lalu mendudukan dirinya di tepi ranjang menunggu suaminya keluar dari dalam sana
Sungguh Fabian merasa terhibur dengan keberadaan istrinya yg memang benar-benar polos itu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal dikamar mandi pun Fabian memakai kaos oblong dan kolo pendek karna hendak mengambil wudhu untuk berangkat ke mesjid menunaikan shalat isya
Saat suaminya keluar kamar mandi "Mas, lain kali kalau masuk kamar mandi pintunya tutup jadi aku tau mas ada di dalam" tuturnya
Bukan Fabian namanya jika merespon usulan sang istri, dia hanya bersiul-siul menanggapinya lalu memakai sarung dan koko hendak berangkat ke mesjid seperti biasanya.
"Sekarang shalatlah, setelah itu kutunggu di bawah untuk makan malam, jgn membuat menunggu lama" tatapannya dingin
__ADS_1
Maira hanya menganggukkan kepalanya.. karna fabian selalu membuatnya tak bisa bergerak, bagaimana mau bergerak jika wajah suaminya selalu berada di depan wajah maira sampai hidung beradu.
Lalu fabian memberikan tangannya untuk Maira cium, maira yg mengerti kebiasannya itu pun lalu mencium tangan suaminya dan fabian tiba-tiba mencium pucuk kepala sang istri seraya pamit "Assalamu'alaikum"
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" sahut maira, menunggu suaminya keluar kamar lalu ia memasuki kamar mandi
"Paa tidak bisa dia sekaaali saja tak membuatku terkejut dan mati kutu ketika di hadapannya" hiih.. batinnya
Lalu maira menatap wajahnya di cermin "Apa iya aku cantik seperti yang di katakannya tadi?" Maira terus saja membolak balikan wajahnya di depan cermin di kamar mandi itu
"Tapi kelak kecantikan ini akan luntur, dan akan di mintai tanggung jawab oleh sang penciptanya" batinnya lagi
Lalu melanjutkan hajatnya untuk berwudhu, jangan sampai suaminya lebih dulu pulang dari mesjid sementara dia belum melakukan apapun
***
Di meja makan di kediaman Ghilbert disana sudah ada 3 orang sedang makan dan mengobrol ringan "Lalau bagaimana dengan rencanamu melamar Helna?"
tanya jason kepada putranya, yang sampai saat ini belum berani mengungkapkan perasaannya pada gadis yg ia suka pada pandangan pertama itu
"Iya San, sampai kapan kamu hanya menjadi pengagungan rahasianya, Bunda khawatir akan menjadi zina hati/perasaan jika seperti itu" tutur bunda
"Astaghfirullah.. In Syaa Allah Hasan mengerti bund tidak sampai ke arah sana, In Syaa Allah jika sedang libur dinas Hasan akan kabari daddy dan bunda kapan kita akan ke rumahnya" ujar hasan
"Baiklaah.. jangan menyesal jika tambatan hatimu jatuh kepada laki-laki lain karna kau terlambat melamarnya"
Deg
Tiba-tiba hati hasan terasa ngilu mendengar ucapan ayahnya, jason sengaja mendorong putranya untuk tak menunda yang namanya menikah ketika calon pasangannya suda ada, kini usia hasan menginjak 29 sudah sangat cocok untuk berumah tangga, ia seorang polisi sudah memiliki rumah, dan usaha restoran yg ia kelola dan di percayakan kepada orang kepercayaannya juga berjalan dengan lancar, lalu apa yang di tunggu ya lagi itulah maksud jason.
"Dad come oon... kau sungguh sedang menakut-nakutiku dad"
"Son, dengarkan aku.. kau sorang laki-laki dewasa dan mapan, daddy di usiamu sudah memliki Hatim (rahimahullah) saat itu, menikah muda itu enak, meskipun enaknya hanya 1% tapi kau tau enak bangetnya 99% kelak saat kau sudah menikah aku yakin kau akan mengatak 'Menyesal kenapa tidak sejak duku menikah' hahaha"
"Mas ini masa membandingkan zaman kita dengan zamannya heeumm" keluh bunda erna merespon sang suami
**
__ADS_1
Dreet dreett dreett.. di meja makan ponsel fabian berbunyi tanda pesan masuk, saat iya membuka pesan itu dari no yg tak di kenalnya, sontak fabian syok melihat pesan yg ia terima.. lalu menatap Maira yg tengah fokus makan