
Fabian hanya menanggapinya dengan senyuman dan anggukkan kepala "Kapan kau akan melakukannya?"
"Secepatnya"
"Apa kau perlu bantuanku?"
"Menurut anda"
"Oke baiklah, atur jadwal ku ketika hari kau sudah siap"
Pepatah mengatakan (Jika memiliki niat baik harus di segerakan)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihu wasallam bersabda kepada shahabatnya Ali :
“Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni salat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan)
"Baik tuan"
Kini mereka sudah berjalan memasuki kantor, semua staf dan karyawan berdiri menyambut kehadiran sang CEO yang sejak dulu menjadi pemandangan yang indah di mata para karyawati disana
"Selamat pagi semuanya" tentu dengan senyum yang tak pudar dari semenjak dirumah
Sebelum memasuki ke ruangannya Fabian membalikkan tubuhnya menghadap Nick "apa anak buahmu sudah membereskan perusahaan istriku?"
"Saya sudah menyimpan berkas dan dokumennya di meja anda Tuan"
__ADS_1
Fabian menepuk-nepuk pundak Nick "Kau memang tidak pernah mengecewakanku Nick"
Nick membungkukkan badannya.. Fabian berlalu memasuki ruangannya dan betapa terkejut ketika melihat setumpuk berkas-berkas di atas mejanya
"Aku baru saja memujinya, lalu ini?" Fabian menunjuk ke arah meja dan menjatuh tubuhnya di kursi seraya memijit pelipisnya yang mendadak cekot cekot
"Okeh.. baiklah, sayang kau harus full men service ku entar malam" Fabian bermonolog pada dirinya sendiri, ia menarik nafas dan membuangnya perlahan, lalu membuka dokumen paling atas terlebih dahulu
___________________
Nick duduk di meja kerjanya sedang menyusun rencana, dimana saat kemarin mereka mengunjungi Ibu dari Gandis yang masih dalam perawatan
Bagi Nick membereskan si rentenir tua itu tidak masalah karna itu hal mudah baginya, tapi menaklukan ibu Gadis rasanya butuh kesabaran, karena ia sudah terlanjur di janjikan semua hutangnya lunas oleh Hendra dan biaya pengobatan sudah di bayar olehnya
Sudahlah.. Nick harus tetap profesional ini waktunya ia kerja, tidak boleh membawa urusan pribadinya dalam pekerjaannya.
"Baik Tuan"
"kau mau kemana?" ketika Fabian melihat Nick sudah berdiri
Jelas mengantar anda tuan, batin Nick
"Mengantar anda" ucap Nick
"Kau akan menggangguku, pergilah dengan kekasihmu untuk makan siang bersama"
__ADS_1
Fabian yang sudah pergi lalu kembali membalikkan tubuhnya "Ingat Nick jangan terlalu lama menjalin kasih tanpa ikatan, kau berdosa menyentuh wanita yang bukan mahrammu, segera kau halalkan dia kau faham?!"
"Baik Tuan"
Fabian pun berlalu pergi meninggalkan kantornya setelah mendapat kunci mobil dari Nick, Nick membuang nafasnya perlahan apa yang di ucapkan bosnya ada benarnya juga, ia semakin merasa bersalah ketika kemarin mencium Gandis
Tak ingin banyak berpikir ia pun sama meninggalkan ruangan kerjanya
"Ckiiitt... " Nick mengerem mendadak ketika anak gadis yang masih berseragam SMA itu tengah berusaha di kejar dan di tarik tangannya oleh seorang laki-laki yang memakai seragam yang sama
Nick pun berhenti tepat di depan mereka, sontak keduanya menoleh ke arah mobil yang pintunya sudha terbuka menyembullah keluar dari dalamnya seorang lelaki tampan memakai jas dan kaca mata hitam
"Apa yang kau lakukan pada adikku?"
Ia dia adalah Gladis adik dari Gandis dan Nick tentu saja sdh mengenalnya, Gladispun langsung berlari pada Nick
"Bukan kah kau tidak memiliki kaka laki-laki"
"Sekarang punya" bukan Gladis yang menjawab melainkan Nick
"Baiklah aku tak tau kau benar kakaknya Gladis atau bukan, tapi aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya ka, aku menyukainya, bolehkah dia jadi pacarku?"
Nick diam sesaat melihat Laki-laki yang mungkin seumuran dengan Gladis di depannya, ia kagum atas keberaniannya hanya saja bukan itu yang ada dalam pikiran Nick melainkan ucapan Fabian yang masih terngiang-ngiang di telinganya
"Belum saatnya, kau belajar yang benar setelah kau dewasa nanti kau tidak perlu jadi kekasihnya, kau bisa melamarnya menjadikannya sebagai istrimu, dan kau bisa berpacaran setelahnya"
__ADS_1
Gladis dan teman laki-laki nya menganga secara bersamaan
_______________