Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 32 : Hutan


__ADS_3

Ok Pokoknya klo mau author update setiap hari kalian harus vote, like & komen..


author butuh kritikan dan saran dari kalian ya gaesss..


__________________


Cekleekkk...


braakk...


"Astaghfirullaah.. ada kodok eh ada kodok"


"Hihii.. mana bi kodoknya, bibi juga bikin may kaget aja deh"


jelas maira terkejut khawatir yg datang adalah suaminya, atau asisten pribadi suami yg setiap saat bisa masuk keruangan itu


"Ya Allah non Maira bikin bibi kaget juga, non sedang apa disana dan itu ruangan apa kok bibi baru liat?"


"Sini bii.. bibi tolong rahasiakan apa yg bibi lihat dan tentang may masuk keruangan itu, may td kepleset dan tak sengaja menekan dinding lalu terbukalah dinding itu"


"Oke bi.. ini cukup kita yg tau"


"Siap non oke..


"Ya sudah bibi mau bersih-bersih dulu" jelas bi asih datang kesana memang jadwalnya membersihkan ruangan kerja fabian


Mairapun langsung keluar dari sana dan tak lupa menutup kembali ruangan rahasia itu, meskipun masih bertanya-tanya sebetulnya siapa suaminya? dan kenapa banyak senjata api dna senjata tajam di ruangan itu.


Lalu maira mengambil sesuatu dari gamisnya, iya krn tadi kepergok bibasih maira refleks memasukan pistol berukuran kecil kedalam saku gamisnya.


"Apa mas Abi akan tau jika aku mengambil ini, aaah.. tidak tidak aku harus mengembalikannya, lagi pula untuk apa aku menggunakan ini"


Sementara diluar pagar rumah pak Awal sedang berbincang dengan seorang laki-laki sekitar usia 30tahunan yg mengaku sahabatnya fabian, dan di utus oleh fabian untuk mengambil dokumen di dalam rumahnya


"Apa sy perlu menelpon atasan anda agar anada percaya pak?" tutur pria itu


Pak Awal masih berpikir keras, krn selama ini yg mondar mandir selalu nickolas, sementara orang yg sedang berbincang dengannya masih asing baginya


"Sy yg akan menghubungi bos terlebih dulu tuan, anda bisa tunggu disini"


Saat Awan berbalik hendak memasuki posnya untuk mengambil ponsel, tiba-tiba "Buukkk" lelaki misterius itu memukul kepala bagian belakangnya hingga Awal tak sadarkan diri.


Saat Bi Asih tepat berjalan menuruni tangga langsung di hadang pria yg wajahnya tertutup hanya kedua matanya saja yg terlihat


sambil menodongkan senjata api pada Wanita paruh baya itu "Dimana nyonya anda?"


Bi Asih tak langsung menjawab melain gemetar ketakutan "Di di atas tuan, to tolong ja jangan sa sakiti kaa kami"


Maira samar-samar mendengar ada keributan langsung melihat layar cctv yg ada di kamarnya, dan benar saja Maira tersentak kaget melihat Securitinya sdh tergelatak persis di bawah gerbang pintu masuk.


"Ya Allah.. ada apa ini?

__ADS_1


Maira tak tinggal diam langsung menghubungi Fabian..


Berkali-kali Maira menghubungi suaminya, tak kunjung di angkat panggilan darinya, maira menghubungi nick sama juga.. akhirnya saat Maira menghubungi tlp kantor Alhamdulillah di angkat.


Ceklek.. ceklek...


seseorang sedang berusaha membuka pintu kamarnya


Maira melihat lokasi belakang rumahnya, untuk melarikan diri


"Fabian memang sdh menyiapkan tiang khusus untuk meluncur jika sewaktu-waktu di butuhkan ketika dalam keadaan darurat seperti saat ini


"Ya Allah.. jaga hamba yaa Allah dari orang-orang itu" Maira terus berlari sebelum mereka menemukannya sambil terus berdoa memohon pada Rabb-nya agar senantiasa melindunginya.


Braaakkkk...


"Cari perempuan itu!!"


seorang yg sepertinya pimpinan mereka memerintah dan bbrp lainnya mengikuti perintahnya


"Sial.. !! sepertinya perempuan itu sdh mengetahui keberadaan kita dan melarikan diri" Tuturnya ketika melihat layar cctv dikamar itu


Praaank... dia memukul kaca rias yg ada disana


"Kita cari sampai dapat, klo tidak maka kita yg akan mati kalian mengerti?!!"


"Siap tuan!"


Lalu Fabian mengecek ponselnya ada panggilan berkali, begitupun nick Maira menghubunginya juga


"Kita ke kembali sekarang!!"


tanoa menunggu aba-aba lagi nick langsung berjalan mendahului Bosnya menuju tempat parkir mobil


tak menunggu lama langsung mereka tancap gas dengan kecwpatan tinggi, sementara itu Fabian berkali-kali menghubungi istrinya namum tidak terhubung.


Setelah sesampainya disana, Fabian dan Nick di kejutkan dengan keadaan Pak Awal yg sudah tergeletak di bawah gerbang, kemudia nick mengecek nadinya "Masih hidup"


Fabian merespon anggukan singkat lalu memasuki rumah, dia tak melihat siapapun, Fabian panik siapa yg berani-beraninya memasuki mensionnya


"Cari bi Asih" ujar Fabian pada nick


Tanpa jawaban nick langsung bergegas menelususri setiap ruangan dan Fabian langsung ke atas


Saat memasuki kamar Fabian terkeju melihat seluruh ruangan sdh dalam keadaan berantakan


"Maira dimana kamu sayang?"


Fabian langsung memeriksa cctv melalui ponselnya krn layar yg ada di kamarnya sdh pecah


"Alex!!"

__ADS_1


"Rupanya kau ingin bermain-main denganku, baiklah"


Tiba-tiba Fabian melihat gulungan kertas yg tergeletak "Mas aku lari ke hutan belakang, tolong cari aku"


Entahlah para pembrontak itu sdh mengetahui kertas itu atau belum, yg jelas Maira dalam keadaan bahaya


"Ya Allah.. aku dimana ini, Maas Abi aku takuut hiks hiks.."


Hari semakin gelap, sementara Maira masih berada si hutan belum juga menemukan jalan keluar.


Saat hendak berdiri dari duduknya di bawah pohon besar ia tak sengaja melihat ada pergerakan beberapa orang, yang Maira yakini itu adalah orang-orang yang tadi ada di rumahnya


"Pasti mereka menemukan robekan kertasku" Maira bermonolog


"Ya Allah.. Engkau sebaik-baik pelindung, lindungilah hambamu yg lemah ini dari gangguan kedzaliman manusia-manusia itu"


Maira terus saja berdoa tanpa henti


Kini Fabian dan nick mengambil beberapa senjata api dan kemudian memasuki hutan belakang rumahnya, berharap Maira masih di sana belum di temukan anak buah Alex


Fabian mendapat info dr Bi Asih bahwa orang-orang itu keluar tanpa membawa Non Mairanya


Saat maira memegang perutnya karna ia merasa lapar, tak sengaja ia menyentuh senjata api yang ia ambil dr ruangan suaminya


"Meskipun aku bisa menggunakan ini, tapi aku tak percaya bisa menghadapi mereka semua" maira bermonolog pada dirinya sendiri


Tapi klo aku tidak menghabisi mereka, maka mereka akan menghabisi ku


Masih berada di dalam hutan, tak sengaja Fabian melihat pergerakan mereka, bisa di pastikan Maira blm mereka temukan "Sembunyilah sayang sampai aku yg menemukanmu"


Fabian membidik senjatanya tepat di kepala salah satu dari mereka tanpa suara


Bruukk...


Fabian menghabisi mereka satu persatu ketika mereka berpencar, tidak ada yg menyadari satu sama lain


Sementara Maira masih di persembunyiannya, ia ingin keluar namun khawatir pergerakannya di ketahui para pemberontak itu


Saat Maira berdiri tiba-tiba


Bugh


bugh


bugh


Maira berhasil melumpuhkan 1 orang di antara mereka


Klo cuma satu lawan satu mudah bagi Maira tapi jika sebanyak itu dan badan mereka besar-besar sungguh Maira cari aman, meskipun hati kecilnya di mampu melumpuhkan mrk.. tapi merek bukanlah lawan tanding bagi Maira


Dorr.. Bruukkk....

__ADS_1


__ADS_2