Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 27 : Apa aku bisa meminta hakku malam ini?


__ADS_3

Dreet dreett dreett.. di meja makan ponsel fabian berbunyi tanda pesan masuk, saat iya membuka pesan itu dari no yg tak di kenalnya, sontak fabian syok melihat pesan yg ia terima.. lalu menatap Maira yg tengah fokus makan


**


Fabian beranjak dari tempat duduknya lalu menelpon seseorang..


"kau cek cctv jl. veteran dari arah kantor istriku mengarah ke pedagang kaki lima kurang lebih jam 5 sore tadi, ku tunggu secepatnya!"


Entah apa pesan yg di terimanya dan dari siapa hanya fabian & authorlah yg tau wkwk..


Fabian kembali ke meja makannya dengan wajah dan tatapan dingin, dia hanya duduk tak melanjutkan makannya.


Maira pun melihat suaminya seperti itu tak berani bertanya apapun


Fabian terlihat gelisah dan sesekali melihat layar ponselnya berharap ada notifikasi pesan dari anak buahnya.


Maira yang melihat suaminya gundah "Mas ada apa?"


Fabian menatap nanar mata Maira _Apa iya kau pergi bersama seorang laki-laki?_ batin fabian ia tak berani bertanya langsung pada maira sebelum melihat cctv terlebih dulu


Tiba-tiba ponselnya berdering, "Iya, bagaimana?!" tegas fabian


[sepertinya cctv di jam 16:00 sampai dengan pukul 19:30 sudah terhapus tuas tuan, kami tak menemukan apapun] sahut seseorang di sebrang tlp


Setelah mendengar penjelasan anak buahnya lalu fabian menutup telponnya secara sepihak dan gak menanggapi apapun


_Siapa yang berani ingin bermain-main denganku?_ batinnya


Kini Fabian menatap maira dengan tatapan serius membuat Maira sedikit takut "Siapa orang yg bersamamu saat sore tadi kau membeli jajanan itu?"


Maira menyeritkan dahinya bingung apa yang di maksud ucapan suaminya "Sendiri, apa ada yg salah?" tanya maira penasaran dengan pertanyaan suaminya


"Saat membeli jajanan, mungkin ada pelanggan lain di belakangmu?"


Maira inget seseorang yg membayar jajanannya, krn hanya dia saat itu yg berkunjung ke gerobak yg sama "Iya ada mas.. tapi aku tak mengenalnya"


"Sebenarnya ada apa mas?"


Fabian tak kunjung menjawab kesekian pertanyaan maira, malah iya melanjutkan pertanyaannya


"Kamu mengingat wajahnya?" tanyanya lagi


"Aku tak terlalu melihat wajahnya, tapi aku ingat rambutnya pirang belah dua itu saja krn ia mengenakan kaca mata hitam pada saat itu" ujar maira menjelaskan detail sesuai kadar keingatannya


"Alex"

__ADS_1


"Dia sudah tau keberadaanku"


"Mulai besok kau tak boleh kemanapun tanpa seizin dariku!"


Fabian berlalu meninggalkan istrinya yang di rundung rasa penasaran, "Ada dengan mas Abi, dari menanyakan soal jajan, pelanggan, lalu melarangku keluar, heeummm.. baru saja tadinya ingin menemui Helna dan gandis"


Maira pun memberesken piring bekas makan mereka, "Biarkan bibi saja non"


tiba-tiba bi asih muncul di belakangnya "Astaghfirullah bibi.. bikin kaget aja"


"Maaf.. bibi kira nan maira tau bibi ada disini hehe"


"Ya sudah bi tolong bereskan, saya keatas dulu, makasih ya bi"


Sebelum menaiki anak tangga tiba-tiba ponsel di kantung gamisnya berdering ternyata Bundanya.


"hallo Assalamu'alaikum bunda.."


[Waalaikumussalam sayang.. bagaimana kabarmu may?]


"Alhamdulillah kabar may baik bund, bunda dan dady apa kabar?"


[Alhamdulillah kami semua sayang]


[May.. apa kau sudah memeriksakan diri dan suamimu ke dokter kandungan seperti usulan bunda waktu itu?]


[Kau harus segera memeriksakan dirimu nak, kau dan fabian sudah menikah 7bln taoi belum ada tanda-tanda kehamilan]


Deg,!


Setiap mendengar kata hamil dari kedua orang tua dan mertunya maira selalu saja terkejut, padahal wajar jika mereka segera ingin menimbang cucu


_Bagaiaman bisa hamil bun, tidur satu kamar saja baru may lakukan_ batinnya maira yang pasti tak berani mengatakan itu.


Setelah mengakhiri panggilannya bersama sang bunda


Maira kini memasuki kamarnya, disana sudah ada fabian di atas ranjang mereka memangku laptopnya dan mengenakan kaca mata baca, hanya melirik kedatangan istrinya sebentar lalu memfokuskan kembali pandangannya ke layar laptop


Maira pergi kemar mandi, hendak membersihkan diri dan berganti baju tidur, berkali-kali ia urungkan niatnya untuk memakai baju tidur krn ini akan menjadi kali pertama ia yg tanpa mengenakan pakaian Syar'inya di hadapan sang suami


Setelah 30 menit berada didalam kamar mandi, maira memberanikan diri kekuar kamar mandi dengan mengenakan piyama dress selutut berwarna crem, membuat kulit putihnya semakin memancar


Saat maira sudah mendekati tempat tidur Fabian melirik sebentar lalu kembali merlirik istri ya kali ini lebih lama karna terkejut melihat siapa yg berada di sampingnya kini


Fabian menelan salivanya dengan kasar.. kini dalam pikiranna adalah maira tak lagi fokus mengerjakan pekerjaannya yg sedang iya kerjakan

__ADS_1


"Eehmmm... apa kau sedang berusaha menggodaku?" tanya fabian yg berpura-pura takbmenatap istrinya dan fokus ke laptopnya


"Ahh.. ma maaf, aku terbiasa memakai pakaian tidur seperti ini, kalau mas tidak menyukai aku akan menggantinya lagi"


saat maira hendak menurunkan kakinya dari ranjang Fabian dengan sigap menahan pergelangan tangan istrinya


"Tidak.. maksudku bukan seperti itu" kini fabian menjadi tidak fokus, kini posisi maira membelakangi fabian, melihat tengkuk istrinya yg putih mulus membuat hasratnya mulai naik


Bagaimana pun fabian laki-laki normal, dia selama ini menjaga perjakanya hanya untuk wanitanya yang telah halal baginya..


**


"Kau pasti terkejut melihat pesan yg ku kirim brengsek!"


"Sebentar lagi wanitamu akan menjadi wanitaku, dalam waktu dekat!"


"Hahahahaha" tawanya memenuhi ruangan itu seraya mengepul-ngepulkan asap roko yang di hisapnya


"Maira Ghilbert.. matamu sungguh membuatku candu menatapnya" Alex menyunggingkan senyum smirknya


"Saat fabian mengambil sebagian hakku, tidak akan salah bukan jika aku mengambil sebagian miliknya"


Lalu ia mencium foto maira yg berjarak dekat denganya jika di lihat dari jauh alex seperti sedang mencium tengkuk maira, padaha realitanya.. dia hanya berdiri di belakang maira mengantri.


"Ternyata istrimu juga bukan wanita biasa, dan aku semakin tertantang untuk itu heeumm.."


tiba-tiba.. "tuan"


"Ferdi sedang menunggu anda di markaz"


"Aku akan kesana sekarang"


"Baik tuan" lalu anak buahnya mengindurkan diri penuh hormat


Alexander adalah pebisnis sukses di dunia hitam, dan sampai saat ini bisnisnya tak terendus polisi, sekalipun terendus pasti akan selalu lolos


Mafia lihai dan sangat licik, Tak ada tanding kecuali fabian.. dahulu mereka partner bisnis, lalu Fabian meninggalkan dunia hitamnya karna sudah sadar jika itu salah


Itulah yang membuatnya murka pada fabian yg memutuskan kotrak secara sepihak, sekalipun ia sudah mengembalikan ganti rugi berlipat-lipat


***


Sepasang suami istri itupun hanya saling menatap entah ada perasaan apa di antara mereka


yg pasti Fabian darahnya semakin berdesir semakin lama menatap istrinya

__ADS_1


Dengan wajah sendunya fabian mengatakan "Apa aku bisa meminta hakku malam ini?"


Deg!!


__ADS_2