Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 30 : Bunga mawar


__ADS_3

"Assalamualaikum maaay.. aku lg depan istanamu nih, gak di bukain pintu, angkat tlp lama banget lagi"


Tiba-tiba si gadis halu datang kerumah sahabatnya siapa lg kalau bukan gandis, yg sengaja mayra undang krn sahabatnya sedang tidak bekerja..


"Waalaikumussalam.. maaf ya, td mas Hasa sedang menelponku dis, aku ke depan ya"


Sambil lihat-lihat kanan kiri atas bawah, gandis sangat takjub melihat istana yg ada di depan matanya "ini rumah apa istana sih.. bisa ngajak tinggal orang sekampung ini mah sih, guede amat ya, yaa Allah semoga dapet suami yg minimal copyannya suami sahabatku ya Allah"


"Ini orang mau bukain pintu imi imit ya.. apa naik angkota dulu"


kreekkkk kreekk..


"Cari siapa neng?"


"Cari penghuni rumah ini pak, adakan ada doong pak? lagian bapak nih lama amat bukain pintu, abis dari mana sih?


"Maaf neng tadi ada panggilan alam neng, mueleess..."


Dengan gaya khas pak awal (satpam villa fabian) yg cengengesan ketika menjelaskan dirinya kenapa lama membuka pintu.


"Heeyy.. dis, ayo masuk.." teriakan maira dr depan pintu masuk


Dengan wajah cerianya mayra menyambut sahabatnya yg sdh la tak bersua


"Heey... ummh kangeun banget sm kamu may" gandi refleks memeluk sahabatnya


"Aku juga" sahut mayra


Akhirnya merekapun masuk dan mempersilahkan sahabatnya duduk di sofa ruang tamu mereka, dan tak lupa bi Asih membuatkan mereka minuman dan menghidangkan makanan-makanan ringan


"Sejak kamu menikah kita jadi susah bertemu yah, apa memang dunia pernikahan seperti ini may?"..


"Aku jd merasa kehilanganmu, kau tau aku tanpamu hampa bagai sayur tanpa garam"


"Duuh.. terus kamu pikir aku garamnya seperti itu? heeumm"


2 wanita satu generasi itu pun menghabiskan waktu untuk saling melepas rindu, dengan tertawa bersama dan bersenda gurau


Mayra tak menyadari ada bbrp panggilan di ponselnya yg tak ia jawab krn ponselnya tertinggal di taman belakang


____


Tap tap tap... suara sepatu yg datang ke arah mereka sangat nyaring


"Permisi nona" nickolas tak lain aspri (asisten pribadi fabian)


dengan penuh wibawa dan sopan santun nick menghadap mayra karna ada dokumen yg perlu di ambil di ruangan kerja bosnya


Mayra dan gandis serentak melihat ke sumber suara


"Hay nick.. ada apa?" jawab mayra


"Haaaaah.. eloooh.. lo laki-laki sombong, songing dan suoer angkuh itu, lo ngintilin gue dateng kesini hah, lo kenal dia may?"


Gandis jelas syok krn berkali-kali di pertemukan dengan laki-laki yang dia anggap demikian


sementara nickolas tetap dengan kewibawaannya persis fabian, tak menghiraukan celoteh perempuan yg dia anggap tak penting itu.

__ADS_1


"Dia aspri sekaligus sahabatnya suamiku dis, kalian sudah saling kenal rupanya?"


Nickolas langsung memotong pembicaraan mayra "Saya tidak mengenalnya non mayra, sy datang kemari untuk mengambil dokumen yg ada di ruangan Tuang Fabian"


"Oh iya.. silahkan ambil saja"


"Dan saya di titipkan pesan oleh tuan Fabian agar non Mayra mengangkat panggilannya"


"Oh iya.. aku lupa menaruh ponselku di belakang, nnt aku yg menelponnya kembali"


"Baik nona.. permisi"


Sedari tadi tatapan penuh kebencian dari gandis pada nickolas tak teralihkan, sementara nickolas hanya menatapnya kilat lalu menaiki anak tangga untuk memasuki ruangan kerja bosnya.


___________________


Drrrttt... drrtttt... drrrttt...


"Katanya tadi nelpon tapi pas di tlp balik gak di angkat.. angkat dong mas aku sedang mengontrakan gengsiku sama tetangga nih, cepet angkat" (rumah kali ah may di kontrakan wqwqwq)


Di ruangan meeting seorang laki-laki tampan sedang memimpin rapat itu gusar karna ponselnya yg ia letakan di atas meja terus bergetar tanpa henti.


Fabian sepertinya belum memahami kerinduan seorang wanita huaaa....


Karna panggilan itu bergetar tanpa henti


"Assalamualaikum.. Mas Abi kok lama banget angkat tlpnya?"


dengan wajah cemberut manjanya..


akhirnya Fabian mengangkat tlp dari wanitanya tersebut menggunakan kamera belakang agar mayra melihat suaminya sedang apa.


sontak semua peserta rapat yg ada disana hanya menundukkan wajah mereka menahan senyum, bagaimana tidak.. bosnya yg di kantor terkenal garang tiba-tiba terdengar suaranya selembut dan seromantis itu jika di hadapkan dengan perempuannya.


_______


Di dalam mobil "Jadi perempuan bermasalah itu sahabatnya non mayra"


nickolas hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia paling tidak menyukai yg namanya berurusan dengan makhluk super ribet bernama wanita


"Aku harus menunggu berapa lama lg nick?"


Nickolas tak menyadari bosnya sudah memasuki mobilnya sejak bbrp menita yg lalu


"Ma maaf tuan.. langsung pulang atau ada urusan lain?"


"bawa aku ke toko bunga" sahut fabian


Menurutnya wanita sangat menyukai bunga, meskipun gayanya masih kaku ketika menghadapi istrinya, tapi fabian akan selalu berusaha membuat istrinya bahagia


Setelah sampai di toko bunga fabian hanya masuk sendiri


"Perubahan drastis karna wanita"


ucap nick yg hanya menyunggingkan sebelah bibirnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya penuh rasa tak percaya.


Kini fabian keluar dengan bucket bunga yg super cantik dan semuanya mawar merah.. karena fabian sdh mengugling filosofi dari mawar merah sebagai tanda cinta (eeeaakk)

__ADS_1


"jalan.."


"Siap tuan.."


"Apa kau tidak menyukai wanita?"..


Nickolas melirik ke belakang spionnya, melihat bosnya sedang berbicara dengannya atau berbicara melalui ponsel dg orang lain..


"maksud anda saya tuan?"


"Apa ada manusia lain selain kita berdua disini?"


"Oh iya maaf tuan, sy masih normal tuan"


"Apa kau memilik wanita?"


"Untuk saat ini belum, saya masih ingin fokus bekerja"


"Nick.. kau sudah lama ikut denganku, kau memiliki segalanya, apa lg yang kau cari, menikahlah.. biar ada yg mengurus dan merawatmu, ada yg menunggumu saat kau pulang bekerja, ada yg membuatkanmu masakan-masakan lezat yaa.. yg pasti ada 1 kenikmatan yg lebih dari yg kusebutkan"


Cekiiiitttt....


"Apa kau ingin kita mati nick?!"


"Ma maaf tuan.."


Jelas nick syok setelah mendengar petuah dari penganten yg belum genap setahun menikah itu


_Apa yg di lakukan istrinya sampai² pecahan es balok ini tiba-tiba jadi banyak bicara seperti ini_ batin nick


Setelah setibanya di rumah..


Fabian tak melihat istrinya di bawah lalu langsung menaiki anak tangga ke lantai 2


Ceklek...


Fabian mengedar pandangan ke seluruh ruangan kamarnya namu tak nampak istrinya disana, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka


saat Mayra di walking closet untuk memakai baju tiba-tiba fabian memeluknya dari belakang dalam keadaan mayra masih memakai handuk kimononya.


"Ya Allah mas ngagetin, sana dulu gih aku mau ganti baju dulu"


bukan melepaskan pelukannya justru semakin maira berontak semakin fabian memeluknya erat


"Biarkan seperti ini sebentar"


fabian menaruh wajahnya di ceruk belakang istrinya


Akhirnya mayra pun diam menuruti kemauan suaminya


"Mas.. "


"Heum.."


"Makasih ya tadi kiriman bunganya cantik banget, aku sukaaa.."


Fabian merenggangkan pelukannya lalu memutarkan tubuh istrinya menhadapnya penuh tanda tanya.. "Bunga?"

__ADS_1


__ADS_2