Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 52 Keluargaku Dalam Bahaya


__ADS_3

"Kau akan aku bebaskan tanpa syarat setelah memberitahuku" Alexa mengatakan itu dengan memainkan pisau tajam yang ada di tangannya


"Sudah ku katakan aku hanya bekerja saja dengan Reza tidak dengan selainnya"


Alexa menatapnya dengan wajah dingin bahkan dengan wajah yang menyeramkan


"Kau tau, aku sangat menyukai jenis-jenis wanita penghianat sepertimu, aku senang bermain-main dengan mereka" Alexa mendekatkan kursinya tepat di hadapan Ghulia, lalu menempelkan pisau hingga bergerak bebas di di wajahnya


"Katakan atau kau akan mendapat ini seumur hidupnya"


"Aaaarrghh" Ghulia merasakan perih tepat di pipinya yang di kenal pisau Alexa


Karena sudah merasa tak tahan dengan apa yang di alaminya,mau tidak mau ia memberitahukan pada Ghulia "keluargaku dalam bahaya jika aku memberitahumu" Alexa menatapnya intens setelah mendengar pernyataan baru dari mulut tawanannya


"Siapa mereka? dan apa kaitannya dengan keluarga Ghilbert?"


Ghulia masih meringis merasakan perih di pipinya dan Alexa pun tidak memperlihatkan wajah kasiannya sedikitpun, wanita itu sudah terlatih hidup tanpa belas kasihan kecuali Fabian yang sudah di taklukan Maira pada awalnya mereka sama seperti itu.


"Justru karena mereka gak dapatkan membalas dendam pada keluarga Dirgantara akhirnya terpaksa melalui perusahaan Tuan Jason yang sudah resmi di serahkan pada nian Maira"


Mendengar penjelasan Ghulia, Alexa mulai memasang puzle-puzle dalam ingatannya, siapa pelaku utama dalam kejadian ini dia akan cari tau, karena Ghulia hanyalah korban dari ancaman Reza


"Katakan semua yang kau ketahui dan keluargamu akan aman" Alexa meyakinkan Ghulia yang saat ini sudah ada dua bawahan Alexa di samping kiri kanannya yang hendak melepaskan rantai di tangannya

__ADS_1


         ∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


Setelah sesampainya kembali ke kantor Maira masih enggan berbicara dengan Fabian karena ia belum juga mendapat jawaban yang memuaskan dari suaminya


Ia pun masih belum menyelidiki apa yang terjadi di perusahaannya, setelah meeting tadi ada anggota baru di setiap divisi


Dan kebetulan Jason pun hadir di meeting itu ada beberapa kontrak yang masih membutuhkan tanda tangannya


"Sayaang.. udah dong, aku jadi gak fokus kembali ke kantor, udah ya"


Maira berhenti sesaat tanpa menolah ia pun melanjutkan perjalanannya memasuki lift khusus untuk CEO dan langsung keluar di lantai dimana ruangannya berada


Dan selama itu juga Fabian membuntutinya "Mas, mau sampai kapan mengikutiku? apa mas tidak ada kerjaan?!"


"Ya.. Mas memang sedang tidak ada kerjaan, pengen ngerjain kamu aja"


Fabian memeluk istrinya dari belakang "Maasss.. jangan kaya gini di kantor, malu kalau ada yang liat tau" keluh Maira


Fabian menaruh dagunya di pundak Maira yang sedikit membungkuk karna tubuh sang istri lebih pendek darinya "memang disini tidak ada aturan mengetuk pintu sebelum masuk?"


"Hmm ada.. "


"Lalu siapa yang berani memasuki ruangan CEO cantik ini tanpa di berikan izin?"

__ADS_1


Maira baru menyadari kalau dia adalah bosnya "Oh iya yah hehe"


Maira membalikan badannya menghadap Fabian dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami


"Terus Alexa kapan mulai bekerja?"


"Terserah kau, kapan kau membutuhkannya dia akan datang dan mulai bekerja untukmu lebih tepatnya menjadi asisten pribadimu selama Mas bertugas keluar kota nanti"


"Mass.."


"Heumm.. kenapa?"


"Emang Mas lama ya diluar kota?" tanya Maira sedikit bermanja dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya


"jika mengikuti prosedur lumayan lama tapi Mas hanya menghadiri awal pembangunan proyek baru itu, setelah itu Nick yang akan mengontrolnya"


Ketika sedang berciuman di dalam ruangan Maira, Tiba-tiba ponselnya bergetar


Tertera satu panggilan dari no baru yang tak di kenal


Maira bergantian menatap ponsel dan suami di hadapannya


"Siapa?"

__ADS_1


____________________


__ADS_2