
"Assalamu'alaikum"
Mereka hanya saling tatap terdengar salam dari luar rumah suara yg asing menurut mereka
Haina lalu inisiatif berdiri hendak melihat siapa yg berkunjung ke rumah mereka "Biar Haina yang liat kedepan"
"Wa.... waalaikumussalam" Heina menganga melihat orang yg datang ke depan rumahnya
_Waaah gantengnyaaa, apa mungkin dia mau melamarku ya, tapi kan aku masih sekolah_ hadduuuh.. Batin Haina sambil tersenyum dan memeluk dadanya sendiri dg kedua tangannya
Sementara tamu yg datangpun tak ia sadari sedang memanggilnya berkali²
"Hallo.. dek.. Helnanya ada?" Laki-laki di depannya melambai-lambaikan tangannya namun Haina hanya tersenyum melihatnya
"Siapa nak?" tiba-tiba pak Galih menyusul anaknya krn gak masuk-masuk
Heina terkejut dengan kedatangan sang ayah yg menepuk pundaknya, bapaaak.. bikin Heina kaget aja sih
"Lagian ada tamu bukannya disuruh masuk malah ngelamun" sahut pak Galih sambil menggelengkan-gelengkan kepalanya atas tingkah putri keduanya tersebut
"Oh iya, cari siapa nak?" akhirnya pak Galih mengalihkan fokus pada tamu yg baru datang
"Perkenalkan nama saya Hasan pak, saya kakak Maira sahabat Helna" Hasan menyodorkan tangannya dan menyelami pak Galih
"Oh kakaknya Maira ya?, mari silahkan masuk nak.. maaf sedang berantakan rumahnya, beginilah klo sedang kumpul dirumah pada mager semua hehe.." ucap pak galih seraya mengajak hasan duduk di ruang gamu sederhana yg lebarnya hanya 3x3 meter di hiasi kursi jati zaman dulu
"Ayo silahkan duduk dulu nak Hasan"
"Iya pak terima kasih"
"Ada apa gerangan yg mendorong nak Hasan berkunjung kemari dan tidak bersama Maira?"
"In Syaa Allah sy ada perlu dengan Bapak, Ibu dan Helna, jd sy kemari tidak bersama maira"
"Heumm.. sepertinya ini hal yang serius ya nak Hasan" pak Galih hanya mengangguk-anggukan kepalanya
"Iya pak.. ini cukup serius bagi saya" sahut Hasan
"Baiklah.. sebentar ya.. bapak ke belakang dulu untuk memanggil ke dua wanita yg nak Hasan td sebutkan" pak Galih tersenyum sepertinya sdh faham maksud kedatangan pemuda itu ke rumahnya.
"Iya baik pak, silahkan" jawabnya
Kurang lebih 10 menit menunggu akhirnya kedua orang tua Helna datang, namun Hasan tak melihat Helna terlihat tatapannya masih ke arah dalam rumah, kedua orang tua Helna semakin yakin maksud dari kedatangannya.
"Tenaaaang.. Helna ada kok, kedapur dulu sedang buatkan minum" tutur pak Galih
"Oh iya pak.. hehe" semakin salting Hasan dibuatnya oleh calon mertuanya itu.
__ADS_1
"Nak Hasan kerja apa?"
"Mas Hasan polisi pak" jawab Helna yg tiba-tiba datang sembari membawa nampan dan beberapa gelas berisi air putih
"Oh iya kah?.. pantesan potongan bukan seperti laki-laki sembarangan loh" tutur pak galih di selingi becanda
"Bapak ini bisa saja" sahut hasan malu-malu
"Silahkan di minum mas.. "
"Terima kasih Helna, maaf sudah merepotkan"
"Ah tidak apa-apa cuma air putih saja kok mas" jawab helna sambil mendaratkan bokong di kursi sebelah ibunya.
"Naah.. semua peserta kan sudah berkumpul sekarang silahkan nak Hasan sampaikan ada keperluan apa, jangan buat bapak dan ibu penasaran hehe"
"Uhuukk uhuuuuk.." tiba-tiba hasan batuk-batuk mendengar ucapan calon mertuanya itu saking terkejutnya
"Bapak ini piye tok" bu farida menepuk pundak suaminya
"Mas gak apa-apa?" tanya Helna
"Iya gpp... baiklah, Bismillah.. dengan menyebut nama Allah, kedatangan saya kemari tak lain ingin melamar Helna Bu Pak
Deghh!!
Braaakkk... "Aaawww.."
semua orang melihat ke arah suara ternyata itu heina sedang menguping pembicaraan mrk dan terkejut jika laki-laki tampan yg di harapkan jadi jodohnya itu ternyata hendak melamar kakaknya bukan dirinya.
"Sedang apa kamu di sana nak?" tanya bu farida
"Enggak kok cuma lewat aja ambil air minum, niih gelasnya pecah deh" dengan wajah cemberutnya heina berusaha bangkit dan pergi dari sana memasang wajah sendunya
"Dasar anak itu memang selalu bikin rusuh, maafkan nak Hasan apa bisa di ulang lagi yang tadi?"
Hasan menatap Helna sesaat yg masih menunduk malu, entah sedang berbahagia atau malu semuanya campur aduk jadi satu.
"Iya pak.. Saya ingin melamar Helna, Helna, bapak & ibu setuju saa akan segera membawa orang tua saya kemari untuk melamar secara resmi.
"Maa Syaa Allah.. ternyata ini rencana Allah bu" pak Galih menatap istrinya lalu kemudian istrinya hanya membalasnya dengan senyuman bahagia tergurat di wajahnya.
"In Syaa Allah.. Ibu dan bapak menerima lamaranmu nak Hasan dan kami tunggu kedua orang tuamu kemari, hanya saja Helna wanita dewasa, jadi kami harus tanyakan dulu padanya apakah dia menerima atau tidaknya." bukan begitu pak?" tanya Bu Farida
"Bagaimana Ena, apakah ena menerima pinangan Nak Hasan?"
Helna masih menundukkan wajahnya mempersiapkan jawaban yg tepat.
__ADS_1
"In Syaa Allah pak, Helna menerimanya"
"Alhamdulillah.. " Ucap syukur dari kedua orang tuanya dan hasan menggema di ruangan itu.
__________________________________________________
POV MAIRA & FABIAN
"Non.. ada paket dari kurir ini" tiba-tiba bi Asih bawa bucket bunga mawar warna warni yg cukup besar
"Dari siapa ini Bi?" tanya Maira
"Entahlah non, gak ada nama pengirimnya dr kurirnya juga hanya hantaran bunga saja seperti itu" sahut bi Asih
_Atau jangan-jangan mas Abi ngirimin aku bunga, eh tapi kan mas Abi baru berangkat kerja, ah tapi kali aja mas Abi mau kasih aku surprise_
"Non!... duuh kok jadi ngelamun ini" tutur bi Asih yg melihat majikannya senyum-senyum sendiri
"Hihi.. maaf ya Bi, may gpp makasih ya bi"
"Apa aku tlp mas Abi saja ya untuk ucapan terima kasih gitu, api kok rasanya ngga deh.. masa aku nlp mas Abi duluan, biarin deh"
Kemudian Maira melanjutkan naca bukunya yg tadi sempat tertunda, tak lama kemudian ponselnya berdering.
"Assalamualaikum mas Hasan"
["Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.. gimana kabarmu dek?"] tanya hasan
"Alhamdulillah mas aku baik-baik saja kok, mas sendiri apa kabarnya? kapan mau berkunjung kerumah may?"
["Alhamdulillah mas juga baik, In Syaa Allah nnt mas kesana dengan Daddy dan Bunda, lalu bagaimana kabar suamimu dan rumah tanggamu dek?"]
"Alhamdulillah kami baik dan rumah tangga kami juga sedang sangat-sangat baik"
["In Syaa Allah nnt mas kesana dangan daddy dan bunda ya.. ada yg mas ingin beritahukan padamu dan suamimu"]
"Seriusan kalian semua mau kemari? senengnyaaa... tapi tunggu, mas mau ngasih tau may apaaan?"
["Rahasia.. nnt aja biar jadi kejutan"]
"Iiissshhh.. suka gitu deh, ayolaaah.. paan si mas, biasanya gak ada rahasia-rahasiaan gini"
drrrrttt... drrrrt...
Getaran ponsel Mayra menghentikan percakapannya bersama Hasan...
________________________________________________________________________
__ADS_1