Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 48 : Hanya aku yang akan menikahimu


__ADS_3

"Nick, ku mohon lepas tanganku sakit"


Nick tak mempedulikan ucapannya, Nick sudah mengetahui fakta bahwa Gandis akan di jodohkan dengan seorang rentenir oleh Ibunya karena tidak bisa membayar ibunya berobat yang beberapa waktu lalu terkena serangan jantung


"Berhenti, lepaskan calon istriku"


Seketika langkah lebar Nick dan Gandis yang di belakangnya pun terhenti kala mendengar suara itu, suara yang di kenali Gandis


Nick tak menoleh sedikitpun, ia membiarkan orang yang menghentikannya lah yang menghampirinya, benar dugaannya seorang laki-laki yang berbadan sintal lebih tepatnya gemuk dan lebih pendek darinya dengan dua orang bodyguard itu berdiri di hadapan Nick, Gandis bersembunyi di belakang tubuh Nick tak berani menatap laki-laki yang mengklaim dirinya sebagai wanitanya itu


"siapa kau?"


Bukannya Nick tak tau, hanya ingin mendengar langsung dari manusia bak buntelan kentut itu menurut Nick


Laki-laki berbadan gemuk itu menyodorkan tangannya ingin memperkenalkan diri, tapi Nick mengabaikannya "Aku Hendra laki-laki yang akan menikahi gadis yang kau seret paksa"


Seraya arah matanya mencari keberadaan Gandis yang sejak tadi bersembunyi di belakang tubuh Nick, jelas tak terlihat badan Nick tinggi, besar dan tegap sementara tubuh Gandis kecil dan lebih pendek 20cm dr Nick


Mendengar itu Nick setengah menolehkan wajahnya ke arah Gandis "apa benar yang ia katakan?"


Bukannya menjawab justru kedua tangan Gandis meremas kencang tangan kiri Nick, Nick sangat Faham Gandis dalam kondisi ketakutan

__ADS_1


"Aku ada urusan dengannya"


Nick pun berlalu meninggalkan ketiga laki-laki itu, namun Hendra takkan rela calon wanitanya di bawa pergi laki-laki lain yang jelas-jelas lebih tampan dan muda darinya


"apa yang kalian tunggu dasar bodoh, ambil paksa wanitaku dan habisi dia"


Hendra mentoyor kedua anak buahnya kemudian dengan cepat mereka mengejar Nick dan Gandis yang kini mereka sudah berada didalam mobil dan tancap gas..


"Haah huuhh haahhh.."


Keduanya mengejar mobil Nick yang melaju cepat "Dasar bodoh, kenapa kau mengejar sebuah mobil melaju cepat dengan berlari"


"Arrrggghhhhh... kau belum tau siapa aku"


"Aku adalah laki-laki terkaya yang bisa melakukan apapun yang ku mau" Teriaknya dengan menyombongkan diri seraya menatap arah jalan yang sudah tak nampak lagi keberadaan mobil Nick disana.


Nick melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi "kalau kau mau mati, mati saja sendiri jangan membawaku"


Teriak Gandis karena sejak tadi Nick tak mengalihkan tatapannya dari jalanan terlebih mendengar ocehannya


Ckiiittt...

__ADS_1


Nick pun Berhenti di sembarang tempat, kini ia berhenti tepat dibawah pohon rindang dan jauh dari jalan raya


"Kalau aku mati, kau harus mati bersamaku"


Gandis mendapat tatapan tajam dari Nick, kini ia tau sisi lain dari seorang Nick pria dingin dan datar tanpa ekspresi itu


"Apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura bodoh, ceritakan apa yang terjadi selama sepekan ini?"


"A-aku.. "


Gandis semakin tak gugup ketika mendapat pertanyaan itu, karna Nick adalah orang yang sangat ia hindari, lebih tepatnya ingin ia lupakan, karena akhir-akhir ini Nick mengganggu hatinya, membuat konsentrasi buyaarr


"Aku mencintaimu, dan hanya aku yang akan menikahimu!"


Degh!


kalimat yang di ucapkan Pria di hadapannya sungguh membuatnya terkejut, ia mengungkapkan perasaannya ketika ia menerima lamaran Hendra si rentenir gendut itu.


______________

__ADS_1


__ADS_2