
Perkataan Nick mendapat dua tanggapan dari kedua anak remaja itu
Namanya Evan Clark remaja blasteran Indo-belanda itu di kagumi banyak gadis di sekolahnya namun tidak dengan Gladis
Evan berpikir bagaimana mungkin iya harus menunggu selama itu untuk mendapatkan Gladis dan yang ada di kepala Gladis bagaimana mungkin Nick yang mengaku-ngaku sebagai kakaknya itu menyetujui hubungan mereka meski itu dalam waktu yang cukup lama
"Oke.. tak apalah.. toh aku juga gak tau kamu masih hidup apa engga" Sahut Gladis kemudian memasuki mobil Nick
Nick pun tak mengatakan apa-apa lagi merekapun berlalu pergi meninggalkan Evan seorang diri yang masih membisu entahlah diapun tak mengerti dengan manusia-manusia dewasa itu
"Apa dia tidak pernah muda" gerutunya ketika Nick sudah tak ada lagi di hadapannya
____________________
Di sebuah restoran terfavorit yang tidak jauh dari kantor Maira
"Sayang.. apa yang terjadi pada Ghulia? semua anak-anak kantor gak ada yang tau" di sela-sela mereka makan Maira menyempatkan bertanya tentang banyaknya perubahan di kantor termasuk staf-staf baru
Fabian menghentikan makannya lalu melihat kearah sang Istri
"Mereka sedang mempertanggung jawabkan atas perbuatan-perbuatannya dan ini juga sudah di ketahui Daddy"
Maira semakin di buat penasaran "Mas.. bisa gak langsung ke intinya, Ghulia sebenernya dimana? dan apa yang terjadi?"
__ADS_1
Mau tidak mau Fabian pun menjelaskan kronologinya sebelum menyerahkan Ghulia beserta Reza yang bekerja sama menghancurkan perusahaan dengan mengkorupsi uang perusahan yang nominalnya tidak sedikit..
Mendengar penjelasan Fabian, Maira jelas syok karena selama ini Daddynya sangat mempercayai Ghulia
"Aku sudah menyiapkan asisten pribadi untukmu, dan dia sangat bisa di andalkan dalam segala hal" ucap Fabian
"Maksud Mas?"
"Selamat siang Tuan, Nona" sapa seorang wanita berusia 23 tahun bernama Alexa menghampiri menjadi mereka, jelas itu sudah Fabian rencanakan
Maira melihat dari atas kebawah penampilannya persis penampilan ia saat dulu sebelum hijrahnya
Alexa adalah atlet beladiri lebih tepatnya Master MuaiThai dia juga berpengalaman di dunia bisnis meskipun usianya masih muda, karena sejak lulus SMA dia dibawah tanggung jawab Fabian, dan Fabianlah yang membentuk Alexa menjadi wanita yang Datar dan Dingin tanpa ekspresi
"Duduklah.."
Wanita tinggi yang berpakaian hitam-hitam berjaket kulit itupun duduk masih satu meja dengan keduanya
"Seperti yang sudah ku jelaskan padamu, kau akan pindah ke perusahaan istriku, dan jika Istriku tidak masuk kantor karena sedang mengandung, berarti tanggung jawab seluruhnya padamu dan kau tau.."
"Anda tidak suka kesalahan" sahutnya menyela ucapan Fabian
"Bagus.. kau selalu bisa di andalkan"
__ADS_1
"Apa tugasmu sudah kau bereskan?" tanya Fabian lagi, sampai Maira tak mengerti apa yang mereka obrolkan..
"Bersih tanpa jejak Tuan" Sahut Alexa dengan jawaban datarnya..
Setelah ketiganya keluar dari restoran Maira dan Fabian menggunakan Mobil sementara Alexa dengan motor besarnya..
di dalam mobil Maira masih penasaran dengan obrolan suaminya dengan Alexa tadi "Mas.. "
"Heumm.. " sahut Fabian sambil fokus mengemudi
"Apa yang kalian bicarakan tadi?"
"Yang mana?" sahut Fabian masih tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan yang cukup ramai meski dalam keadaan terik matahari
"Yang tadi.. dan sebetulnya apa pekerjaan Alexa?"
"Seperti yang Mas katakan, dia bisa melakukan apapun sayang, kau bisa mengandalkannya"
______________
Di sebuah ruangan seorang wanita yang terikat rantai di kedua tangan dan kakinya
"Lepaaas.. aaargghh!!"
__ADS_1
"Bedebah kalian semua kenapa tidak sekalian bunuh saja aku haah!"
_______________