Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 49 : Ke Kantor


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan Nick yang ternyata selama ini menyukainya, justru membuat Gadis kesal dan hendak keluar dari mobil yang ia tumpangi


"Kenapa? kau akan tetap menikah dengan rentenir itu?"


"Berapa uang yang kau butuhkan aku akan membayarmu!"


Plaakk...


Tamparan keras itu mendarat di pipi Nick, Nick hanya memejamkan matanya mendapat tamparan yang sakitnya tak seberapa itu


"Buka, aku ingin turun disini!" ucap Gandis dengan tatapan yang lurus kedepan tanpa melihat wajah Nick


Tidak menunggu aba-aba Nick langsung menarik tengkuk Gandis dan menciumnya secara brutal sampai meninggalkan jejak darah di bibir Gandis, ia melepas tautannya ketika Gandis semakin memberontak hampir kehabisan nafas


Lalu ia menempelkan keningnya di kening Gandis "Jangan membuatku gila, sungguh aku tidak akan merelakanmu menikah dengan siapapun" keduanya masih dengan nafas terengah-engah


Lalu Nick kembali menyambar bibit Gandis yang kedua kalinya dengan begitu lembut, setelah melihat Gandis sudah tenang ia menatap wanita itu sendu dan mengusap bibirnya yang berdarah "Maaf"


Gandis masih membisu entah apa yang ia pikirkan yang jelas, ia ingin marah namun hatinya menolak


Nick pun kembali melajukan mobilnya ke sebuah tempat


________________


Di kediaman Fabian dan Maira


"Sayaang.. bangun katanya hari ini mau ke kantor"


Maira menggoyang-goyangkan tubuh suaminya yang masih setia terlelap di bawah selimut, Fabian terlihat enggan membuka mata, karna entah ia melakukannya berapa ronde semalam hingga tak mau berhenti bermain jika Maira tidak mengingatkan akan kehamilannya yang masih muda


"Heumm.."


Fabian terpaksa bangun dari tidurnya namun dalam keadaan mata terpejam, setelah beberapa saat matanya terbuka ia memicingkan matanya melihat Maira sudah rapi dengan atribut pakaian syar'inya

__ADS_1


"Heyyy.. kau mau kemana?"


Maira menoleh ke arah suaminya memasang wajah ceria "aku akan ke kantor"


"Sayang.. nanti kamu kecapean"


"Kan ada Mas Abi yang nanti buat capek ku hilang"


Setelah mengucapkan itu Maira diam sesaat "eeh.. ralat deh, kan Mas selalu buat aku tambah capek ya"


Fabian terkekeh mendengar ocehan istrinya, ia turun dari ranjang dan memeluk sang istri dari belakang seraya mengecup puncuk kepalanya "I love you"


Maira mengambil tangan suaminya pun menciumnya "I love more than you"


"Oow Realy, ucapan itu butuh bukti"


"sudah aah.. Mas Abi bau asem tau, gih mandi"


Fabian pun berlalu ke kamar mandi setelah ia mencium bibir Maira singkat (morning kiss)


"Hayoo..!! senyum-senyum aja"


Bi Asih yang sejak tadi melamun pun terkejut "Astaghfirullah.. Bibi kaget"


"Lagian Bibi kenapa sih May perhatiin senyum-senyum sendiri?"


"Aah ngga apa-apa"


"Lo lo loh.. ini mau kemana kok bumil sudah tapi aja?"


"May hari ini mau ke kantor dulu Bi, Mas Abi juga.. udah lama gak di tengok" ucapnya dengan tetap senyum ramah


Tak lama setelah Maira mencuci tangan dan hendak duduk terdengan suara sepatu Fabian menuruni anak tangga "Morning Bi Asih" ucap Fabian tersenyum begitu lebar dan manis, wajahnya juga tidak sepucat kemarin

__ADS_1


Ni Asih yang di sapa seperti itupun merasa heran, tapi ah sudahlah "Morning juga dengan Abi"


Maira hanya tersenyum tipis melihat ceria pagi suaminya, apa lagi yang membuat laki-laki atau suami bahagia kecuali kebutuhan biologisnya sudah terpenuhi


Baru saja hendak duduk Nick sudah datang "Assalamu'alaikum.. selamat pagi Tuan Nona"


"Wa'alaikumussalam.. hey Nick, bagaimana kabarmu, waah.. kau terlihat tampan rupanya pagi ini, apa kau sudah sarapan, ayo kemari kita sarapan dulu" Fabian menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya


Nick mengerutkan dahinya merasa ada yang aneh dari tuannya kali ini, ada apa gerangan, dan dia bilang apa tadi aku terlihat tampan? bahkan jauh sebelum ia mengatakannya aku sudah tampan, Nick hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"Tidak tuan Terima kasih saya sudah sarapan"


Nick pun duduk di ruang tamu dan menunggu, hingga sepasang suami istri itu menyelesaikan sarapannya


Setelah 15 menit berlalu kini ketiganya sudah berada di dalam mobil rute pertama ia akan mengantar Maira ke kantornya


Tidak ada percakapan di dalam mobil ketiganya hening sampai Maira turun lalu Fabian membuka percakapan karna Nick tidak akan membuka suara jika tak di tanya mereka berdua hampir sebelas dua belas lah


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku Nikolas Jefrian!"


Tanya Fabian tanpa mengalihkan pandangannya dari tab yang berada di tangannya "Tidak ada tuan"


"Yakin?"


"Saya akan melamar seorang Gadis"


___________________


Bismillah...


Assalamu'alaikum mentemen


jangan lupa di follow ya, vote dan giftnya ya biar semangat Up terus hehe..

__ADS_1


Jazaakumullaahu khayran atas dukungannya 🫶


__ADS_2