Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 36 : Di bayarin es balok


__ADS_3

Seorang wanita yg berjalan membawa kantong belanjaan dengan menghentak-hentakan kakinya di sebabkan laki-laki es batu yg sedang berjalan di depan dengan senggang tanpa beban


Mengingat kejadian di supermarket tadi dia dibuat malu olehnya


lalu tiba-tiba lelaki itu menghentikan jalannya sementara si wanita yg tak melihat ke arah depan terus berjalan hingga menabrak dada bidang lelaki yg dia anggap musuh itu


Ketika Gandis melihat siapa yg membantunya membayar semua minumannya, dia hanya menganga tak percaya "sejak kapan Es balok ini ada disini" gumamnya


"Jika tak memiliki uang sebaiknya anda tidak memasuki area ini nona" ujar pria itu dengan santainya lalu menerima debit dari penjaga kasir kemudian berlalu pergi


"Ayyy..." pekik gandis dan mendongakkan wajahnya si pria menyebalkan itu siapa lagi kalau bukan Nick dan Gandis


"Apa kau tak bisa untuk tidak selalu membuatku terkejut dan mempermalukanku hah?! es batu!" geramnya..


Nick diam di tempatnya dengan memasukan kedua tangan ke saku celananya yang membuatnya terlihat semakin gagah dan tampan tentunya dimata wanita-wanita lain bukan dimata Gandis, karna wanita itu selalu menganggap pertemuannya membuatnya selalu sial


"Jika kau malu, lipat wajahmu masukan ke kantung belanjaan itu" sahut nick lalu melenglang pergi meninggalkan Gandis seorang diri dengan membawa banyak minuman di tangannya dan tentu dengan wajah yg sudah merah padam di buatnya.


Melihat Gandis kesal Nick menyeringai seperti senang menjaili Gandis


"Pantesan udah tua belum nikah-nikah.. dasar Es batuuuu!!" teriaknya


"Aww..." tiba-tiba seseorang teriak kesakitan oleh krn ulah Gandis yang menendang kaleng minuman kosong yg tergelatak di bawah kakinya tak sengaja mengenai seorang laki-laki yang baru keluar dari Rumah sakit menuju parkiran.


"Ya Allaah.. apa lg yang ku lakukan?" Gandis menggrutu pada diri sendiri sambil memukul-mukul dahinya


"Apa yang kau lakukan, kau ingin membuatku amnesia, hah?!" teriak pria itu


"Maafkan saya tuan sy tak sengaja" dengan wajah memelas Gandis berharap orang itu tidak memperpanjang masalahnya


Tanpa banyak basa basi laki-laki itupun memasuki mobilnya dan berlalu melajukannya


"Huuuufffhh... Alhamdulillah" ucap Gandis seraya mengelus-elus dadanya


"Heeyyy kau.. sampai kapan akan berdiri mematung disana? cepat masuk!" suara bariton nick mengejutkan Gandis


"Huufttt.. iya iyaa.. nyebelin!"


___________________________________________

__ADS_1


"Apa kamu gpp dis?" tanya Helna krn Gandis lama sekali membeli minuman di samping rumah sakit


"Ngga Hel aku gpp, cuma ada sedikit musibah tadi?" bisik gandis pada helna agar tidak ada yg mendengarnya


"Apa?? musibah apa maksudmu dis?" helna penasaran


"Aku memasuki supermarket dan sudah berdiri didepan kasir api aku lupa tak membawa tas dan dompetku, huh menyebalkan


Helna berusaha menahan tawanya agar tak pecah disana dimana suasana masih sedih krn sampai skrg Fabian belum sadar pasca operasi tadi


"Tuh Kan kamu pasti menertawaiku" Ujar gandis dan memonyongkan bibirnya di sebelah sahabatnya itu


"Lagian kamu ceroboh masuk supermarket masa gak bawa uang hihihi.. terus itu sekantong minuman siapa yang bayar, apa kamu ngutang?" canda sahabatnya mana ada di supermarket ngutang


"Kamu juga jd nyebelin sama tuh kaya Es Balok" wajah gandis mengarah ke Pria yg sedang berjalan di lorong mengarah ke mereka siapa lg klo bukan nick


Krn tadi Dia mampir ke kantin rumah sakit setelah memanggil Gandis


"Awas loh nyebelin-nyebelin tau-tau jodoh" kekeh Helna


"Astaghfirullah ya Hel.. demi apapun meskipun laki-laki di dunia ini cuma tersisa aku gak mau berjodoh sama es balok yg nyebelin kaya dia"


"Es balok dr kutub utara itu yang bayar!"


"Oh Maa Syaa Allah Alhamdulillaah atuh, kan kamu jadi gak malu tadi, coba klo gak ada Tuan Nick mungkin kamu dah gak punya wajah disana" Helna terkekeh


"Terlebih es balok itu juga yg membuatku tak punya wajah.. Ini gak gratis ya nona anda harus mengembalikannya, lihat betapa pelit dan perhitungannya dia" geram gandia mencontohkan ucapan nick setelah keluar dr supermarket tadi


Sontak membuat Helna terkekeh...


Mereka hanya sibu berdua sementara yang lain hanya duduk menunggu kabar kesadaran Fabian


Lalu Helna memberikan minum pada semua yg ada disana


__________________________________


Memasuki sore harinya Fabian di pindahkan ke ruang rawat krn sudah sadarkan diri


dan di sampingnya sudah ada Maira setia menemaninya

__ADS_1


"Mas.. apa mas lapar?" melihat suaminya berbaring disana membuat Maira tak bisa menahan kesedihannya, Fabian menggelengkan kepalanya seraya tersenyum pada Maira dan terus menatap manik-manik mata indahnya krn wajahnya tertutup cadar jadi Fabian jelas hanya bisa melihat kedua bola matanya saja


"Mas baik-baik aja sayang.. jangan memasang wajah sedih seperti itu, bahkan dalam kondisi seperti mas bisa memberikan kamu calon bayi kecil" bisiknya di telinga Maira setelah ia memberikan isyarat pada Maira untuk mendekatkan telinganya


Refleks Maira menepuk tangannya "Aww... sakit sayang, masa orang sakit di pukul sih, di manjain dong" goda Fabian membuat Maira kesal dan justru itulah yg di sukainya selalu menggoda istrinya


"sekarang yg sakit isi kepalamu mas, mesum" tutur Maira dengan jengah melihat tingkah suaminya


"Sayang.. sungguh aku ingin pulang, sepertinya malam pertama kita belum selesai urusannya"


Sontak Maira membelalakan matanya "Maass..." Maira khawatir jika obrolannya ada yg mendengar krn di belakang ada anggota keluarga di sofa di ruangan kls 1 itu.


kini tangan kanan Fabian sudah meremat jari jemari istrinya lalu menciumnya berkali-kali membuat Maira sedikit meremang atas kelakuan suaminya


Lalu menyimpan tanga Maira di pipinya seakan-akan tangannya membawa kenyamanan tersendiri bagi dirinya


Satu persatu anggota keluarganya pamit pulang..


Maira di tawari untuk pulang oleh mertuanya agar Fabian di jaga bergantian oleh mereka namun Maira menolaknya dia ingin dia sendiri yang merawat suaminya, akhirnya mereka pulang, Gandis dan Helna pun berpamitan krn tadi nebeng di mobil orang tuanya Maira.


"May.. jika perlu apa-apa hubungi kita ya" tutur Gandis dan di angguki oleh Helna


"Ya sudah kami pamit ya may, jangan lupa kamu juga harus istirahat" ucap Helna sebelum mereka pergi


Kini tinggal Nick yg masih berdiri di samping pintu masuk "Nick kau pulanglah dan istirahat, aku bisa menjaga suamiku"


"Tidak nona, saya akan tetap berjaga diluar" sahut nick kalaupun dia kembali dia akan mengutus anak buahnya untuk berjaga disana


"Tidak usah nick kau istirahatlah.." Kini Fabian langsung yg menyuruhnya dna nick tidak bisa menolak permintaan atasannya itu


"Baiklah tuan, jika anda membutuhkan sesuatu, hubungi saya"


Akhirnya kini hanya mereka berdua di ruangan itu, Fabian hendak bangun dan menyandarkan punggungnya "Mas sebaiknya berbaring saja dulu" tapi Fabian tak menggubris istrinya dengan terpaksa Maira membantu


Disaat maira sedang membantunya, tangan Fabian langsung membuka cadar istrinya.. menatapnya penuh keinginan..


________________________________


Jangan lupa dukung Author dengan memberi like, komen, gift dan votenya ya.. yuk follow yuk..

__ADS_1


Terima kasih readers setiaku 💞💞


__ADS_2