
Mendengar namanya di panggil Maira menengok ke arah suara Gandis dan Helna pun sama
"Eh Nick ada apa?" tanya Maira
Nick tak langsung menjawab tapi dia seperti melihat seseorang tadi berbicara dengan Maira
"Anda sedang berbicara dengan siapa nona? Nick masih terus mengedar pandangannya ke kanan kiri parkiran
"Oh itu tadi, seorang wanita namanyaa... aah Elena katanya dia sahabat mas Abi" ucapnya jujur
Degh...
Nick jelas terkejut, untuk apa dia menemui Maira
"Sebaiknya anda masuk nona, biarkan saya yg ke depan, katakan saja apa yg anda butuhkan?" Nick menawarkan diri untuk membantu karna khawatir wanita ular itu berbuat yang tidak-tidak terhadap nonanya..
"Ah Nick apa tidak merepotkanmu?"
"Dengan senang hati nona" ucap Nick seraya mendengarkan apa saja keperluan mereka dan Nick berangkat, setelah keberangkatan Nick lalu 3 wanita itupun masuk kembali le ruangan dimana Fabian di rawat
Setelah pintu kamar terbuka "Loh kok gak bawa apa-apa?" tanya Fabian pada Istrinya
"Itu loh tadi kembaranmu mas yg tiba-tiba datang menawarkan diri untuk membelikan keperluan kami, jadi ya kita masuk lg dengan tangan kosong" ujar Maira seraya tersenyum pada suaminya
"Terus kok lama ngapain aja?"
"Ya kita kan jalan kaki, lumayan mas dr pintu masuk rumah sakit ke ruangan ini tuh jauh"
Abi hanya mengangguk-anggukan kepalanya...
Gandis dan Helna mereka ngobrol di sofa yg ada di kamar rawat Fabian hanya saja terhalang dinding.. begitulah kamar rumah sakit vvip yg sedang sakit tak terganggu yg menjenguk
"Cekleek" Setelah mengetuk pintu masuklah Nick kedalamnya, sdh menenteng 2 kantong makanan dan minuman pesanan mereka
"Ini pesanannya nona" Nick memberikan 2 kantong itu pada Maira
__ADS_1
"Oh iya.. ini punya kami sdh di ambil, sisanya buat kalian ajak 2 patung yg di depan sekalian makan hehe.." Maira terkekeh atas ucapan ya sendiri, bagaiman tidak memang 2 anak buah Nick yg ia utus untuk berjaga di depan kamarnya seperti patung yg tatapannya lurus kedepan tanpa bergerak ataupun duduk
Sebetulnya mereka duduk sesekali di kursi tunggu yg berada disana hanya saja Maira jelas tak melihatnya karna di dalam ruangan
"Terima kasih nona saya permisi" Lalu Nick masuk ke ruangan sebelahnya disana hanya ada Gandis sedang memainkan ponselnya, tak nampak Helna disana karena sedang di kamar mandi
"Pesanan anda sdh datang tuan putri" ucap nick seraya menyimpan kantong itu di meja dan ia duduk di sofa yg berhadapan dengan Gandis
Gandis tak meladeninya ia hanya melihat dengar ekor matanya malas berhadapan dg es balok menyebalkan itu
"Eh sudah datang ya" ucap Helna setelah keluar dari kamar mandi
"Eeummm.. Maa Syaa Allah harumnya, ayo makan kenapa pada diem-dieman gitu?"
"Oh iya sebentar, tadi kita pesan buat 2 pak penjaga di depan aku pamit kedepan dulu ya dis" Ucap Helna yg berusaha memecah keheningan krn tau 2 orang yang berada di sofa itu sedang perang dingin
Beberapa meni kemudian Helna datang "Laah kok gimana sih ini makanan di pelototin aja" Helna langsung melahap makanannya yang ia pesan
Nick dan Gandis melihat Helna makan akhirnya mereka ingin menyusul sepertinya cacing-cacing di perutnya sudah menari-nari kesana kemari, kekanan dan kekiri ya begitulah kira-kira
"Buang dulu ponsel jelekmu itu lalu cepatlah makan!" ucap Nick tanpa sungkan bicara tegas dan dengan gaya yang dingin pada Gandis
Gandis meledek dengan menggoyang-goyangkan mulutnya terhadap apa yang di ucapkan Nick padanya
Helna diam-diam memperhatikan mereka dan terkekeh melihat ya tingkah sahabatnya itu
Akhirnya Gandis menaruh ponselnya di meja lalu melahap makanannya dengan nikmat, sampai mulutnya penuh kedua pipinya kembung di penuhi dengan makanan, sesekali kepalanya bergerak-gerak merasakan betapa nikmatnya makanan itu
Nick yang melihat tingkah Gandis hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, _Gadis aneh_ gumamnya dalam hati
________________
"berhenti disini!" Ucap Elena yang sepanjang perjalanan selalu ingin berhenti dan mengemudi sendiri
Namun Sandi tak menghiraukannya
__ADS_1
"Apa kau tuli? apa maumu? aku sudah hamil bukankah kau bisa pergi sesuka hatimu mencari mangsa lain? hah?!!" Ucap Elena yang masih belum di tanggapi oleh Sandi
Cekiiiitttt... Tiba-tiba Sandi mengerem mendadak menghentikan mobilnya
"Apa mauku? aku mau bertanggung jawab atas bayi itu"
"Aku tidak mau, aku masih ingin berkarir di duniaku, dan aku akan membuang bayi ini secepatnya" ucap Elena dengan penuh emosi
"Dan jangan harap kau bisa melakukan itu, selama aku masih hidup!" Ucap Sandi lalu melajukan kembali mobilnya memecah jalanan yang sedang ramai
__________________
Sore itu Hasan datang ke rumah sakit untuk menjenguk adik ipar sekaligus sahabat kecilnya itu
"Bagaimana keadaanmu Bi?" tanya Hasan ketika sudah di samping tempat tidur Fabian, sudah terlihat disana Fabian sedang duduk bersandar
"Aku rasa aku lebih baik, mungkin besok sudha bisa pulang dan kembali ke kantor" ucapnya
"Pentingkan kesehatanmu dulu sebelum kau beraktifitas yang berat-berat"..
"Kau pikir aku ini kuli bangunan aktifitas yang berat-berat" sontak 2 lelaki dewasa itu tertawa terbahak-bahak
"Oh iya.. lalu kapan rencana lamaranmu akan berlangsung?"
"Sepertinya aku tidak jadi mengadakan acara lamaran"
Degh..!
"maksud mas apa?" Maira syok ketika mendengar apa yang di ucapkan kakaknya
"Gara-gara suamimu dek kelamaan di rumah sakit jadi acara lamaran mas batalin"
"Astaghfirullah.. Mas kok bisa kenapa harus di batalin, kan bisa reschedule mas" Maira sudah berkaca-kaca iya tak percaya jika kakaknya akan membatalkan lamarannya
"Pasti Helna sedih mas kalau tau ini, padahal akau udah seneng banget dia mau jadi kaka iparku hiiks hiikss.."
__ADS_1
"Lamarannya di batalin tapi mau langsung di nikahin aja hehhe..."