Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert
Bab 33 : Melakukan Perlawanan


__ADS_3

Langit ketika itu sudah gelap, Fabian masih melakukan pencarian, sengaja ia tak menghubungi atau mengerahkan anak buahnya, sepertinya Fabian tau anggota musuh tidaklah banyak


Bukan hal yang sulit bagi maira bergerak di malam hari terlebih dia mengenakan pakaian serba hitam


Maira sudah melumpuhkan bbrp anak buah Alex.. kini ia berjalan berharap menemukan jalan keluar atau sekedar kendaraan umum


"Maafkan hambamu ini Ya Allah.. jika hamba tidak melakukan perlawanan makan hamba dalam keadaan bahaya"


Jelas Maira merasa bersalah krn telah membunuh orang-orang yg di anggapnya musuh dan berbahaya


Sreekkk sreekk..


Suara langkah kaki ini terdengar semakin jelas di telinga Maira


Brukkk...


Maira berhasil meringkuk 1 orang lg di antara mereka, namun kali ini Maira tak menghabisinya hanya mengikatnya di sebuah pohon dengan tali yg ada disana.


"Jelaskan padaku apa urusanmu denganku dan siapa yg menyuruh melakukan itu?" seraya Maira menodongkan pistol persis di kening si penjahat


"Hahaha... sudahlah nona manis menyerahlah, tak ada gunanya oistol mainanmu itu"


Doorrr..


"Awwaw" pekiknya


"Aku sedang tidak bermain-main, jawab pertanyaanku atau kau mati disini" ancam Maira


Di tempat lain Fabian mendengar tembakan, dan tangan kanan Alex pun mendengar kini mereka semua mencari sumber suara Fabian maupun tangan kanan Alex yg bernama Bimo


"Kau mendengar itu nick?"


"Aku yakin itu senjata rancanganku"


Fabian menyipitkan matanya lalu menyunggingkan senyum, sepertinya dia mengetahui sesuatu


"Maksud anda, itu berarti nona Maira yg menggunakannya?" tanya nick


Fabian tak langsung menjawab namun berjalan lebih cepat mencari dimana sumber suara tembakan itu berada


Prok


prok


prok


Sontak Maira membalikan badan krn terkejut ketika mendengar ada yg bertepuk tangan


"Nona sungguh anda luar biasa hebat, tak salah Mantan ketua mafia itu menikahi anda"


refleks Maira mengarahkan senjata api padanya "Apa maksudmu?"


"Sudahlah nona, anda sudah terkepung ikut dengan kami secara baik-baik atau kami paksa"


"Hahahaha.." kini suara tawa mereka semakin kencang dan sangat memudahkan Fabian dan Nick menghampirinya


"Demi Allah.. aku tidak akan ikut dengan kalian secara suka rela ataupun terpaksa"


Bimo berjalan semakin mendekat..


"Jangan mendekat atau akan menembakmu atau di.. aa.. "

__ADS_1


"apa nona?"


"heweumm.. hahahahaha"


Laki-laki yang Maira ikat kini sudah terlepas dari tali yg membelit ya tadi.


Akhirnya Maira berpikir sejenak untuk mengelabuhi mereka..


"Baiklah.. aku akan ikut dengan kalian, tapi ku mohon jgn ada yg menyentuhku sedikitpun!" tegas Maira


Maira berjalan pelan.. lalu


_Hiyaaa.... Bugh bugh bugh_


Dorr


Dorr


Dorr


Maira dengan lihai melawan 4 orang sekaligus dengan memukul, menendang dan menggunakan senjata api sekaligus


kini tersisa Bimo


Bimo hanya melihat kelihaian berkelahi Maira yg menurutnya gerakannya sangat cepat melumpuhkan lawan²nya


Maira tak membunuhnya hanya mematahkan tangan dan kaki mereka


Fabian & Nick terkejut melihat Maira begitu cekatan melawan musuh


"Kau melihatnya nick"


Terlihat bibir fabian mengukir sebuah senyuman bangga terhadap istrinya.


"Kau ingin seperti mereka? atau aku akan membiarkanmu pergi dan sampaikan kepada bosmu krn kau gagal menangkapku?"


"Tidak akan ada yg bisa keluar dari sini kecuali kita sayang" Jawab Fabian yg kini muncul di belakang Bimo menghadap ke sang Istri


Nick dengan cekatan meringkus Bimo tanpa ampun


Maira tiba-tiba menjatuhkan senjata apinya yg sejak tadi membuat keringat dinginnya bercucuran "Maass..." Maira langsung berhambur memeluk istrinya "Aku takut hiks hiks.."


Bagaiamanapun Maira tetaplah seorang wanita, sekuat-kuatnya wanita takkan sekuat laki-laki" kini ia hanya memeluk suaminya dan menenangkan diri, begitupun Fabian dia dg erat memeluk istrinya seakan tak ingin kehilangannya lagi, meskipun hanya bbrp jam


"Kamu hebat sayang, mas sudah melihat semuanya" Fabian merenggangkan pelukannya lalu mengelus kepala dan pipi istrinya itu yg masih tertutup cadarnya


"Maafkan aku, krn sudah lancang mengambil pis tol itu"


Fabian bukannya marah justru tersenyum "I Love you sanyang.."


"Ayo kita pulang.. sebentar lg adzan subuh"


Iya.. ternyata mereka semalaman di dalam hutan itu


Akhirnya nick menghubungi anak buahnya untuk membereskan mayat dan anak buah Alex yg masih hidup lainnya untuk bawa ke markaz mereka


"Urus mereka, aku menyusul nanti" tegas Fabian kepada Nick


"Siap Tuan!"


Kini Maira dan Fabian sudah berada di mension mereka dan Pak Awaludin sudah sadar sejak tadi dan bi Asih pun dalam keadaan mengkhawatirkan majikannya

__ADS_1


"Alhamdulillah Tuan dan Nona Maira baik-baik saja, bibi sangat khawatir"


Bi Asih menghampiri mereka seraya membawa sebuah nampan berisi teh hangat dan sarapan pagi menuju meja makan.


"Alhamdulillah Bi.. " sahut maira memberikan senyum singkatnya pada bi Asih, terlihat wajah cantiknya banyak memar dan sedikit ada darah di ujung bibirnya krn terkena pukulan saat mereka berkelahi tadi malam


Fabian melihat haru dan takjub pada istrinya "Maafkan mas, karna kurang cepat dan datang tepat waktu" sambil mengelus pipi istrinya


"Heuumm.. Mas sdh tepat waktu, jika telat mungkin aku sdh dibawa mereka"


Fabian sontak menggelengkan kepalanya sembari tersenyum bangga "Tidak ada yg bisa menangkapmu"


Mendengar Anak dan menantunya hilang semalaman membuat orang tua dan mertua Fabian Maira berkunjung ke rumah mereka dan kini sedang berkumpul di ruang keluarga


_Flashback on_


Drtt.. drrtt...


Ponsel Erna bergetar tanda ada yg menghubunginya


"Hallo nyonya.. sa saya.. "


*Nyonya Erna*


"Ada apa bi?"


*Bi Asih*


"Non Maira nyonya.. "


*Nyonya Erna*


"Ada apa dengan Maira bi? bibi kenapa ini"


Lalu bi Asih menejelaskan kronolgi kejadian yg siang tadi terjadi pada mereka


Seperti yg di sampaikan Fabian kod ARTnya tersebut, jikalau sampai 24jam Fabian dan Maira tak kunjung kembali bi Asih hubungi mereka, namun bi Asuh tak sabaran semenjak melakukan pencarian 1 jam kemudian bi Asih menghubungi mereka krn bi Asih khawatir


Sebelumnya pun Hasan akan menghubungi rekan-rekan kepolisian ya untuk melakukan pencarian namun di hentikan Fabian melalui pesan singkatnya


_Flasback off_


"Mama sangat mengkhawatirkanmu may.." tutur erna seraya memeluk putri kesayangannya itu dengan erat


"May baik-baik saja bund, klo terus-terusan di peluk bunda gini justru may kesulitan bernafas"


Sontak bunda Erna melerai pelukannya yg terlalu erat itu karna mengkhawatirkan putri yg selalu ia anggap putri kecilnya.


"Maaf sayang.. bunda terlalu mengkhawatirkanmu"


Jason suaminya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu


"Permisi Assalamualaikum.."


Sontak semua orang yang ada disana menoleh ke sumber suara"


________


Jangan lupa like, komen, vote dan ghiftnya untuk author ya biar semangat update setiap hari


Baarakallaahu fiikum ❤️

__ADS_1


__ADS_2