I Became A Blind Villain

I Became A Blind Villain
Komunitas orang jahat.


__ADS_3


Ayana merasakan getaran yang begitu hebat saat dia berada di kamarnya, seseorang berteriak tentang gempa bumi, kacaunya hari itu, Ayana mencoba untuk keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu serta keluar dari rumah. Namun, bahkan hanya saat dia membuka pintu kamarnya, dia merasakan tubuhnya jatuh ke bawah dan sesuatu menekan tubuhnya dengan tekanan yang begitu berat hingga dadanya sesak dan dia mulai kesulitan beranapas, dia kemudian mendengar seseorang berkata padanya.


"Ashlyn Daren Lynx, putri Duke Damien Daren Lynx yang kejam. Apa itu yang ingin kau katakan?"


Ayana kemudian merasa lehernya tercekik dan dia benar-benar merasa kesakitan. Sangat sakit ...


"Akh!" Ayana berteriak dan terperanjat dari tempat tidur, memegangi lehernya.


Lehernya baru saja dicekik oleh seseorang. "Apa aku bermimpi?" Ayana bergumam dan mengingat kembali bahwa dia sepertinya telah bermimpi menjadi Ashlyn setelah dia mati tertimpa reruntuhan rumah.


Ayana benar-benar bersyukur bahwa dia ternyata hanya bermimpi dan semua itu ternyata hanya mimpi. Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja, gempa tidak terjadi dan dia juga tidak menjadi Ashlyn yang akhirnya dicekik orang.


Ayana menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut, diam-diam menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan turun dari ranjang, berencana menemui keluarganya dan sepupunya untuk menceritakan apa yang baru saja dia mimpikan.


Keluarganya mungkin akan menertawainya, tapi apa salahnya, ini cukup lucu dan Ayana ingin berbagi apa yang dia rasakan.


Namun, saat kakinya yang telanjang menyentuh lantai, wajah Ayana seketika menjadi gelap dan pucat, keringat dingin membasahi dahinya.


Kamarnya memiliki lantai keramik, sementara lantai yang dia injak sekarang terbuat dari kayu, bahkan Ayana bisa mendengar suara deritnya saat dia menginjak lantai itu.


S*alan! Itu tidak mungkin terjadi! Bagaimana ini bisa terjadi!


Jiwa Ayana berteriak seperti orang gila di dalam sementara tangannya mencoba menyentuh wajahnya, rambutnya dan tubuhnya.


Ini adalah tubuh Ashlyn, dia masih menjadi Ashlyn.


Jadi semua itu bukan mimpi dan dia baru saja dicekik orang!


Seseorang ingin membunuhnya! Untuk kejahatan yang Ashlyn lakukan selama ini!


Seseorang ingin membunuhnya! Apa yang harus dia lakukan!


Dengan pikiran ini Ashlyn mulai ketakutan hingga berjalan mondar-mandir menggiti kuku jarinya, memikirkan cara untuk keluar dari situasi saat ini.


Dia menjadi Ashlyn yang jahat yang berkuasa, tidak ada yang berani melawannya apalagi menyakiti tubuhnya yang berharga. Namun, sepertinya setelah insiden penamparan yang dilakukan Duke, orang-orang mulai berpikir bahwa dia telah kehilangan kekuasaannya karena Duke saja menamparnya, dia tidak memiliki dukungan Duke lagi dan mereka mulai berpikir untuk membalas dendam untuk apa yang Ashlyn lakukan, bahkan mereka juga ingin membunuh Ashlyn secara langsung.


Pantas saja penjaga Kerajaan saat itu dengan berani mengeluarkan pedang di depannya, dan pria yang misterius entah muncul dari mana mencoba membunuhnya dengan mencekiknya.

__ADS_1


Ini semua karena Duke yang lebih menyayangi istrinya dan putri tirinya menamparnya di depan umum, menjadikan Ashlyn sebagai bahan tertawaan dan direndahkan.


Dia telah salah perhitungan. Karena dia berpikir bahwa dia telah mendengarkan isi novelnya dari awal hingga akhir. Dia merasa tahu semua jalan ceritanya dan apa yang terjadi di dalam cerita itu. Duke selalu mendukungnya sampai akhir meskipun Ashlyn akan mati di tangan Duke, tapi Ashlyn hanya akan mati di tangan Duke, bukan orang lain, karena itulah dia mencoba menghindari Duke dan membuat ayah tidak bertanggung jawab itu berpikir apa yang salah dengan keluarganya. Namun, kepercayaan ini justru membuatnya hampir mati untuk kedua kalinya.


Jika dia tahu ini yang akan terjadi, lebih baik jika dia meminta pada Duke untuk mengirimnya ke gunung dan menjadi gadis kuil, hidup dengan tenang dengan alam, mengumpulkan obat-obatan herbal, berderma pada sesama makhluk hidup.


Namun, apa itu bisa dilakukan?


Tidak!


Penulis membuat Ashlyn sangat sepesial menjadikan dirinya satu-satunya yang memiliki rambut abu-abu keperakan dan terkenal akan kejahatannya di seluruh Kerajaan, bahkan namanya dijadikan untuk menakuti anak-anak yang tidak mau pulang ke rumah saat malam tiba seolah dia adalah penyihir jahat yang suka menculik dan memakan anak-anak yang berkeliaran di malam hari.


Jadi, bahkan jika dia tinggal di gunung, dia juga akan mati. Orang-orang yang ingin balas dendam akan dengan mudah menemukannya.


Ah, kepalanya benar-benar pusing. Apa yang harus dia lakukan?


Tapi ... Ashlyn tiba-tiba tersadar bahwa ada hal yang lebih penting dari itu. Dia masih hidup!


Benar! Ashlyn kembali menyentuh wajahnya dan tubuhnya.


Dia masih hidup dan masih utuh. Ini adalah keajaiban.


Ini adalah bencana!


Ashlyn menoleh pada asal suara yang baru saja berbicara padanya. Meski hanya sebentar, tapi Ashlyn tidak mungkin melupakannya, ini adalah suara orang yang baru saja mencekiknya.


Apa orang ini akan mencekiknya lagi? Tanpa sadar Ashlyn melangkah mundur dan bertanya, "Siapa kau?"


Edmund yang mendengar hal ini menaikkan alisnya dan merasa heran, Ashlyn tidak mengenalinya?


Apa karena gadis ini tidak bisa melihat dirinya, jadi dia tidak bisa mengingat siapa dia? Namun, bagaimana bisa gadis ini lupa pada suaranya?


Edmund pernah memohon-mohon pada gadis ini hingga berlutut agar Annabel tidak dilukai saat Annabel tidak sengaja memecahkan vas bunga kesayangan Ashlyn. Namun, gadis ini bahkan bertindak lebih kejam saat mengabulkan permintaannya.


Sebagai syarat agar gadis ini tidak menghukum Annabel, sebagai gantinya Ashlyn menyuruh satu pelayannya untuk memberinya tiga puluh cambukan, jika dia menolak. Ashlyn akan menyuruh Annabel untuk berkeliling di seluruh kota untuk mencari vas yang sama yang telah dipecahkan.


Bagaiman Edmund bisa tega membiarkan Annabel berkeliaran di luar yang telah gelap gulita hanya untuk mencari vas bunga, dan lagi tidak ada toko yang buka di malam hari. Ashlyn hanya ingin menyiksa Annabel dan mengusirnya secara tidak langsung.


Pada akhirnya, dia menerima cambukan itu hingga punggungnya dipenuhi bekas luka dan harus terbaring di tempat tidur selama satu minggu lebih. Beruntung, Annabel adalah gadis yang baik dan pengertian, dia mengunjunginya hampir setiap hari dan menanyakan kabarnya, bahkan sesekali merawatnya, membantu mengganti perban dan membelikannya obat.

__ADS_1


Saat mengingat hal ini, jiwa Edmund kembali membara dengan amarah. Dia benar-benar ingin membuat gadis ini menderita seperti apa yang telah dia rasakan. Namun, Edmund hanya bisa mengepalkan tangannya untuk menekan amarahnya.


Gadis ini telah menyelamatkannya, entah itu benar atau tidak, tapi dia selamat dari panah yang akan mengambil nyawanya.


Saat itu, setelah Ashlyn tidak sadarkan diri, Edmund memeriksa nadi Ashlyn dan memastikan Ashlyn masih hidup, dia bisa saja meninggalkannya begitu saja. Namun, entah kenapa dia justru membawanya saat dua orang bertopeng mengejarnya.


Jujur, Edmund tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka mengejarnya, Edmund hanya bisa melarikan diri sampai seseorang menariknya dan membawanya ke tempat yang aman di ruang bawah tanah. Namun, Ashlyn masih tidak sadarkan diri dan seseorang memintanya untuk menaruhnya di ranjang, membiarkannya untuk beristirahat.


Saat itu Edmund merasa bahwa dia telah gagal membunuh Ashlyn dan berpikir bahwa dia akan membiarkan Ashlyn di sana begitu saja sebagai bayaran hutang budi karena Ashlyn telah menyelamatkannya. Namun, orang-orang yang membantunya ternyata bukanlah orang-orang biasa dan terus menahannya sampai dia mendengar suara teriakan dari ruangan Ashlyn berada.


Gadis itu sudah sadar dan inilah gadis jahat pemilik rambut abu-abu keperakan yang telah kehilangan pengelihatannya, tapi seolah dia bisa melihat dan menatapnya waspada dengan mata abu-abunya, bertanya tentang siapa dia?


Apa otak gadis ini mengalami sedikit kerusakan setelah ditampar Duke Damien? Tidak hanya kehilangan pengelihatannya, tapi dia juga kehilangan ingatannya?


Itukah sebabnya dia tidak tahu siapa dirinya? Namun, saat itu di toko roti, jelas-jelas gadis ini ingat tentang Annabel dan Putra Mahkota.


Lalu terhadap dirinya, kenapa gadis ini ....


"Ah, Lady Ashlyn, Anda sudah sadar?"


Saat Edmund berkutat dengan pikirannya, seorang wanita bertubuh gemuk dengan riasan tebal di wajahnya menerobos masuk dan mendekati Ashlyn.


Ashlyn mengernyit, siapa lagi ini?


"Jangan khawatir, Lady Ashlyn. Anda sekarang berada di tempat paling aman di Kerajaan."


"Temlat paling aman di Kerajaan?" Ashlyn bertanya.


Wanita gemuk itu tertawa lepas dan menganggukkan kepalanya. Ashlyn kembali mengernyit, semakin dekat dia dengan wanita itu, semakin dia mencium bau tidak enak seperti bau rokok dari tubuh wanita itu.


"Hahaha, tentu saja. Ini adalah tempat persembunyian paling aman bagi kami para penjahat di Kerajaan Olivia."


Ashlyn, "...." tempat persembunyian paling aman bagi orang jahat di Kerajaan, apa secara tidak langsung Ashlyn juga telah masuk ke dalam daftar orang jahat di Kerajaan Olivia?


Wanita itu kembali tertawa lebar, meraih Ashlyn ke dalam rangkulannya dan menepuk bahu Ashlyn beberapa kali, membuat Ashlyn semakin tidak nyaman dengan bau rokok dari wanita itu.


"Hahaha, aku sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan bertemu dangan orang yang mendapat julukan paling jahat di Kerajaan. Aku benar-benar beruntung, selamat datang di komunitas kami, Lady Ashlyn."


Ashlyn, "...." Apa yang sebenarnya terjadi, dia disambut baik di komunitas orang-orang jahat? Dan apa itu julukan orang paling jahat di Kerajaan Olivia? Apakah kejahatan Ashlyn sangat buruk sampai mendapat julukan itu?

__ADS_1


Meskipun Ashlyn jahat, dia tidak pernah membunuh orang. Seseorang, tolong jelaskan padanya!


__ADS_2