I Became A Blind Villain

I Became A Blind Villain
Darah keturunan Raja


__ADS_3


Pria yang menarik tangan Ashlyn melepaskan pegangan tangannya saat dia melihat Hanz yang membawa setidaknya sepuluh prajurit Kerajaan bersamanya.


Semuanya terdiam dan Hanz yang sebelumnya tertawa saat melihat Ashlyn secara kebetulan sedang mengalami hal buruk tidak bisa untuk tidak mengutuk ketidak beruntungannya. Kenapa, dari sekian banyak orang yang ditugaskan untuk mencari Ashlyn, justru dirinya yang menemukannya?


Kenapa dia tidak datang terlambat, jika dia datang terlambat gadis jahat itu mungkin sudah berakhir di tangan penculik. Namun, karena dia kebetulan melihatnya, dia tidak bisa menutup mata untuk apa yang terjadi pada Ashlyn, atau pria itu akan menghukumnya.


Hanz tidak tahu kenapa Duke Damien bisa sangat menyayangi gadis jahat ini dan terus membelanya serta tidak berhenti mengkhawatirkannya, bahkan saat Duke sampai di istana dan kebetulan bertemu dengan dirinya yang sedang melakukan kunjungan persahabatan, Duke membuatnya ikut mencari gadis sialan ini.


Kenapa dari sekian banyak orang yang dikerahkan, harus dirinya yang menemukan gadis ini lebih dulu? 


Ini benar-benar membuatnya jijik.


Hanz menatap tajam gadis berambut putih, tunggu dulu ... Hanzn memperhatikan lebih baik lagi, dua tahun tidak melihatnya, gadis itu mengalami banyak perubahan, wajahnya yang selalu terlihat galak dan berani, sekarang terlihat begitu tenang dan dingin seolah dia tidak memedulikan apapun, bibirnya yang biasanya dihiasi warna merah darah seperti para wanita penghuni distrik lampu merah sekarang terlihat merah muda yang alami, dan rambutnya yang abu-abu ... sekarang putih bersih, seperti salju.


Terlalu banyak perubahan dan hanya meninggalkan mata abu-abunya yang sama sekali tidak berubah.


Untuk sesaat Hanz terpesona dengan penampilan Ashlyn, tapi kemudian hatinya kembali menjadi dingin, penampilan seseorang mungkin bisa berubah, tapi Hanz yakin sifat gadis ini selamanya akan seperti itu.


Gadis jahat.


Pembawa bencana.


Dan sekarang setelah dua tahun kedamaian tanpa gadis jahat ini, gadis jahat ini kembali. Kenapa Ashlyn tidak menghilang saja dari dunia ini.


Pandangan Hanz semakin tajam dan dalam saat kepalanya mulai berpikir bahwa alasan Ashlyn kembali setelah dua tahun ini adalah untuk mengacaukan pertunangannya dengan Annabel.


Sial, apa yang harus dia lakukan?


Haruskan dia membunuh Ashlyn saat Duke tidak melihat?


Pikiran kotor mulai muncul di kepalanya sementara pria penculik itu tiba-tiba tertawa.


"Darah keturunan Raja ada di sini, darah keturunan Raja ada di sini."


Pria itu mulai meracau dan mereka mulai merasakan tekanan energi gelap di sekitar mereka.


Ashlyn masih berdiri di tempatnya, dia sadar ada sesuatu yang salah telah terjadi. Pria ini dirasuki oleh energi gelap.


Para penjaga yang juga bisa merasakan energi itu mulai bersiaga, mereka mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya sementara Hanz terus menatap tajam pria yang tengah tertawa itu.


Satu persatu orang yang mengikuti Ashlyn sebelumnya mulai muncul, mereka memegang belati di tangan dan tanpa aba-aba mulai menyerang para prajurit Kerajaan yang hanya berjumlah sepuluh orang.


Peter juga menjadi salah satu prajurit yang mengawal Putra Mahkota Hanz, dia bertarung melawan orang-orang yang sepertinya tengah kesurupan, pupil mata mereka berubah menjadi putih dan mereka menyerang seperti binatang buas.


Ashlyn tetap tenang, tapi para prajurit itu mulai kewalahan saat seorang pria berjubah hitam muncul dan menggunakan sihirnya untuk memanggil dua binatang iblis berbentuk singa dengan tubuh yang terbuat dari baja.


Melihat dua binatang yang berukuran besar dengan kuku dan taring yang tajam, Hanz tanpa sadar melangkah mundur. Namun, saat sadar dia segera menarik pedangnya dan menghadapi serangan orang itu.


Di antara kekacauan yang terjadi, Ahslyn dengan tenang memunguti apel miliknya yang sebelumnya jatuh, beberapa dari mereka sudah diinjak-injak dan Ashlyn hanya bisa menyelamatkan dua apelnya.


"Lindungi Putra Mahkota!" 


Seorang prajurit berteriak saat singa itu datang dan akan menerkam Hanz yang saat itu tengah sibuk menghadapi serangan singa lain. Namun, beruntung Peter bisa menghalangi serangan binatang buas itu.


Pedang mereka berdenting dan aura mereka menyebar kemana-mana, mereka melompat dan mencoba menyerang. Namun, tubuh singa itu terbuat dari logam yang sangat keras.


Itu membuat mereka kesulitan untuk melumpuhkan mereka, bahkan jika mereka berhasil melukai tubuh logamnya, itu akan kembali seperti semula dalam waktu yang sangat cepat.


Situasinya benar-benar sangat buruk dan mereka mulai tertekan, energi mereka perlahan-lahan mulai terkikis, tapi dua singa itu sepertinya tidak pernah kehilangan energinya.


Orang yang memanggil mereka pastilah bukan penyihir biasa, dia mungkin berada di tingkat A.


Ashlyn, menggosok apelnya diantara kekacauan yang tengah terjadi dan dengan tenang berjalan pergi, berpaling dari kesulitan yang tengah dialami Hanz bersama para pasukannya, dia tidak peduli bahkan jika dia berpapasan dengan penyihir yang telah memanggil dua singa iblis itu.


Penyihir berjubah hitam itu juga sepertinya tidak peduli dan membiarkan Ashlyn pergi. Namun, semakin Ashlyn melangkah pergi, dia mulai merasakan sakit di dadanya, tapi Ashlyn mencoba mengabaikan rasa sakitnya.


Dia tidak peduli pada apa yang akan terjadi pada Putra Mahkota dan pasukannya, mereka telah berlaku tidak adil padanya dan telah membuatnya menderita, mereka pantas untuk mendapatkannya, dan Ashlyn, dirinya adalah gadis buta, dia hanya perlu berpura-pura tidak melihat dan memang benar, bukan? Dia tidak melihat karena dia buta.


Namun, teriakan para prajurit yang mulai tertekan itu mulai mengganggu pendengarannya dan kakinya semakin berat untuk melangkah.

__ADS_1


"Aku mengutukmu, bahkan jika dunia ini tidak adil padamu kau tidak akan bisa berpaling dan mengabaikan mereka yang membutuhkan pertolongan. Kekuatan yang besar selalu diiringi oleh tanggung jawab yang besar. Ini adalah kutukan dan hadiah untukmu, aku tidak akan membiarkan hati nuranimu rusak hanya karena hatimu pernah disakiti, selamanya hati nuranimu akan menjadi murni dan kau akan selalu mendengar suaranya dengan jelas."


Tiba-tiba kata-kata gurunya melintas di kepalanya dan Ashlyn tidak bisa untuk tidak menggertakkan giginya. Meremas apelnya hingga itu hancur dan mengeluarkan air.


"Ini salah. Kau tidak bisa pergi. Kau harus menolong mereka."


Ashlyn menutup matanya, dia tidak bisa menghentikan suara itu di telinganya. Kutukan gurunya benar-benar mengerikan!


Ashlyn membuka matanya dan berkata, "Merepotkan."


Dia kemudian berbalik dan melempar apel itu pada singa yang saat ini akan memakan Putra Mahkota, sebentar lagi, jika pedang yang digunakan Putra Mahkota itu patah, singa itu akan berhasil memakannya.


Putra Mahkota berjuang keras untuk bisa lepas dari situasi sulit yang sedang dia alami, dan tidak ada satupun penjaga yang bisa membantunya karena mereka semua sibuk bertarung dengan orang-orang yang kesurupan, sementara itu Peter juga harus menghadapi satu singa lainnya. 


Sial! Putra Mahkota menggeram, dia benar-benar tidak beruntung. Dia tidak boleh mati dengan cara menyedihkan seperti ini, dia masih harus menemui Annabel dan memberikan hadiah yang dia janjikan untuk Annabel saat dia berkunjung ke Orpan.


Dia sudah berjanji.


Dia tidak bisa membuat Annabel kecewa.


Sialan! Gadis jahat itu benar-benar membawa kutukan dan pembawa sial. Ini semua terjadi karena dia bertemu dengan Ashlyn.


Ashlyn, sialan!


Dan pedang Hanz yang retak itu patah, mata Hanz melebar saat melihat mulut singa itu terbuka lebar menunjukkan gigi-gigi runcing yang mengerikan.


Dia akan mati!


Singa itu mengaum dan Hanz bahkan tidak sanggup berteriak, seperti mangsa yang telah menyerah pada kehidupan dan menerima takdirnya, dia akan dimakan. Namun, tiba-tiba singa itu hancur berkeping-keping di depan matanya dan butiran putih seperti salju yang berkilauan melenyapkannya, termasuk singa yang hampir membunuh Peter. 


Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, bahkan orang-orang yang kesurupan itu tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri ke atas jalan batu bata.


Ashlyn bahkan hanya membutuhkan satu serangan untuk melumpuhkan mereka dengan sihirnya dia membentuk dua tombak es yang melayang di udara, dan dengan lambaian tangannya tombak itu meluncur secepat angin dan mengenai sasaran tepat pada jantung mereka.


Penyihir berjubah hitam itu terlihat sangat tenang dan sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang baru saja terjadi. 


"Apa yang Anda lakukan? Kenapa Anda tiba-tiba menolong orang-orang itu? Anda mengganggu pekerjaan saya."


Ashlyn juga terlihat begitu tenang dan berkata, "Jika Anda tidak melakukan hal-hal seperti itu, saya juga tidak akan mengganggu pekerjaan Anda."


Pria itu tersenyum dan sedikit mendengus. "Akan lebih baik jika Anda tidak ikut campur."


Ashlyn menjawab dengan tidak peduli, "Anda yang membuat saya ikut campur."


"Kalau begitu berhentilah ikut campur."


"Anda juga berhentilah mencari masalah."


Pria itu berbalik untuk menatap Ashlyn dan sedikit terkejut saat melihat Ashlyn adalah seorang gadis buta.


"Saya sama sekali tidak menyangka bahwa Anda akan menjadi seorang penyihir yang begitu hebat, siapa Anda sebenarnya?"


Ashlyn mengerutkan alisnya, kenapa pria ini harus bertanya tentang dirinya. Namun, Ashlyn dengan ringan menjawab. "Si buta dari gua hantu."


Pria itu tertawa sebelum berkata, "Menarik, si buta dari gua hantu, aku tidak akan melupakanmu, gadis seputih salju yang kesepian. Kami pasti akan membunuhmu."


"Banyak omong!" Suara seorang pemuda tiba-tiba muncul dan pria itu tiba-tiba menerima tendangan yang begitu kuat di pipinya hingga beberapa giginya rontok dan tubuhnya terlempar menghantam tembok hingga tembok itu hancur.


Seorang pemuda dengan rambut cokelat, bermata hijau itu menatap kepulan asap yang diakibatkan oleh perbuataannya. 


"Kau seharusnya menangkapnya, bukan menendangnya." 


Perhatian pemuda itu teralihkan saat dia mendengar suara Ashlyn.


Melihat gadis cantik, yang berpenampilan seputih salju di depan matanya, pemuda itu bisa menyadari bahwa ini adalah orang itu, putri Duke Damien Daren Lynx yang tengah dicari-cari.


Pemuda yang tidak lain dan tidak bukan adalah Louis itu segera memperbaiki ekspresi kejam di wajahnya menjadi senyum manis dan memberi salam pada Ashlyn dengan anggun membungkukkan badannya.


"Salam untukmu, Lady Ashlyn."


Ashlyn, "Mm."

__ADS_1


Louis membeku di tempatnya. Gadis ini benar-benar dingin.


Louis kemudian tertawa pahit dan menatap Ashlyn. "Apa Anda terluka, Lady Ashlyn? Biarkan bawahku mengetahuinya, dan maafkan untuk ketidaksopananku, aku harus menangkap seorang penjahat sebelum dia melarikan diri."


Dengan wajah datarnya Ashlyn berkata, "Dia sudah melarikan diri."


Senyum di wajah Louis menjadi retak dan tatapannya segera beralih ke tumpukan batu di depannya yang kini hanya tersisa tumpukan batu bata dan tidak ada orang yang baru saja dia tendang.


Louis menggaruk kepalanya. "Bagaimana dia bisa melarikan diri secepat ini. Aku kehilangan dirinya lagi. Sial!"


Hanz yang melihat itu tidak bisa untuk tidak menatap Ashlyn dan berkata. "Jika kau tidak memberi salam padanya, kau tidak akan kehilangan targetmu. Lady Ashlyn menyebabkan semua ini."


Ashlyn mencoba untuk tidak peduli pada apa yang Hanz katakan dan berbalik, berjalan pergi. Namun, Louis menghentikannya.


"Tunggu, Lady Ashlyn. Sebelumnya kau bilang aku seharusnya tidak menendangnya, apa maksudnya?"


Mendengar pertanyaan polos yang datang dari Louis tanpa rasa benci seperti yang ditujukan Hanz padanya dan tanpa nada menyalahkan, Ashlyn tidak bisa untuk tidak menghela napas dan menepuk kepala Louis, mengusapnya dengan lembut dan berkata. "Kau masih begitu muda, tapi tanggung jawab yang harus kau emban sudah begitu berat, tapi meski begitu kau seharusnya tidak berhenti belajar dan hanya fokus melatih keterampilan bertarung. Penyihir tidak seperti para kesatria yang menggunakan kekuatan fisik dan aura mereka, para penyihir menggunakan energi sihirnya dan otaknya untuk menghadapi lawan, dan para penyihir juga memiliki kelebihan seperti memanggil binatang iblis dan melakukan teleportasi."


Mendengarnya, mata Louis melebar, meski sebelumnya dia cukup terkejut dengan perlakukan tiba-tiba Ashlyn yang mengusap kepalanya seperti memperlakukan anak kecil. Namun, dia sadar bahwa Ashlyn mencoba mengingatkannya bahwa saat dia menendang pria itu, secara tidak langsung dia memberinya kesempatan untuk melarikan diri dengan teleportasi.


Kenyataan ini membuat Louis sedih hingga dia seperti anjing kecil yang baru saja dimarahi, telinganya turun bersama kepalanya yang menunduk.


"Tidak masalah, kau masih bisa menangkapnya di masa depan. Ayahku mungkin akan membantumu."


Ashlyn berbicara dengan datar sementara Hanz melihat interaksi mereka dengan tidak senang.


Sementara itu Peter, tidak bisa untuk tidak menatap Ashlyn yang saat ini sedang mendengarkan Louis yang berceloteh.


Peter menatap dengan seksama gadis berambut putih itu dan tidak bisa bertanya-tanya, bagaimana Ashlyn bisa menjadi seorang penyihir? Dan bukan hanya itu, gadis itu bisa mengalahkan dua singa itu dengan sangat mudah.


Dalam dua tahun, gadis itu berubah terlalu banyak. Jika, Ashlyn memiliki kekuatan seperti itu, bagaimana dengan Annabel?


Gadis itu akan menyiksa Annabel lebih banyak!


Peter diam-diam mengepal tangannya erat-erat.


Hanz yang melihat Duke muda dari kerajaan Orpan ini tiba-tiba menjadi dekat dengan Ashlyn, bahkan menatap Ashlyn dengan tatapan kekaguman seperti anak kecil yang ingin tahu tentang banyak hal. Hanz tidak senang dan merasa amarah bergolak di dalam jiwanya, gadis jahat seperti Ashlyn tidak pantas dikagumi bahkan mendapatkan kepedulian dari orang lain.


Hanz merasa bahwa dia harus menghentikan ini.


"Tetap saja, ini adalah salah Lady Ashlyn. Jika dia tidak menghentikanmu untuk memberinya salam. Kau tidak akan kehilangan targetmu." Hanz berkata.


Louis menatap Hanz dan dengan ramah menjawab, "Tidak, ini sepenuhnya salahku, aku yang belum cukup baik saat berhadapan dengan lawan. Ini bukanlah kesalahan Lady Ashlyn. Sebaliknya dia memberitahuku dimana letak kesalahanku."


Hanz terkekeh, menghina. "Letak kesalahanmu adalah kau berhenti setelah menendang pria itu karena Ashlyn menghentikanmu. Lagi pula jika penyihir itu akan menggunakan teleportasi, kenapa dia tidak segera melakukan teleportasi sejak awal?"


"Itu karena Lady Ashlyn ...."


Louis akan menjawab saat Ashlyn tiba-tiba berjalan mendekati Hanz dan menendang perutnya, membuat Hanz jatuh berguling-guling di jalan yang menurun.


Gerakan Ashlyn bahkan sangat cepat dan membuat semua orang yang ada di sana tidak sempat menyelamatkan Putra Mahkota.


Saat itu sudah terjadi, mereka semua terkejut dan ternganga.


Bahkan Louis merasa sedikit takut, gadis ini terlalu berani, bahkan jika dia adalah putri Duke Damien Darren Lynx yang dihormati oleh semua orang.


Yang ditendang itu Putra Mahkota!


Putra Mahkota calon penguasa Kerajaan, apa dia tidak takut dianggap sebagai seorang pemberontak?


Ashlyn merasa puas setelah menendang Putra Mahkota. Dia merasa kemarahannya tidak bisa untuk ditanggung lagi, jadi dia menendangnya. 


"Jika kau tahu dirimu bodoh, sebaiknya kau tidak membuka mulutmu." Ashlyn berkata dingin sebelum menggunakan teleportasi untuk menemukan ayahnya.


"Ashlyn." Duke terkejut saat Ashlyn tiba-tiba muncul di depannya.


Mereka sekarang berada di tengah-tengah pasar, Duke sendiri juga tengah mencarinya.


"Ayah, aku bukan anak kecil yang akan tersesat di jalan jika aku pergi sendiri. Berhenti membuat keributan dengan mengirim banyak orang untuk mencariku."


Setelah mengatakan itu, Ashlyn kembali menghilang dari pandangannya sementara Duke masih terperangah di tempatnya sebelum menatap para bawahannya.

__ADS_1


"Apa aku baru saja dimarahi?" Duke menunjuk wajahnya sendiri dan para pengikutnya serentak menganggukkan kepala mereka.


__ADS_2