
Ashlyn berendam di dalam air hangat, tapi ini sama sekali tidak membuat pikirannya tenang.
Bagaimana tidak, saat pertama kali dia sadar bahwa dia terjebak di tubuh tokoh antagonis yang menyedihkan ini, dia telah membuat keputusan bahwa dia tidak akan mengikuti kisah aslinya. Bukankah dia begitu dermawan?
Jika dia mengikuti kisah aslinya, akan banyak orang yang mati dan Putra Mahkota akan berakhir menjadi kepala berlumuran darah. Namun, kebaikannya ini masih tidak bisa melawan kejahatan yang pernah dilakukan oleh tokoh antagonis ini sampai-sampai dirinyalah yang hampir kehilangan nyawanya.
Ah, ini benar-benar tidak adil, karena setelah apa yang terjadi kemarin dan pagi ini, Ashlyn sadar bahwa dirinya tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini, dia begitu dibenci dan mungkin masih banyak orang lain di luar sana yang menginginkan nyawanya karena dendam.
Meskipun dia sudah mengatakah bahwa dia akan menjadi sukses dan lebih baik dari Annabel untuk membuat Annabel dan keluarganya menyesal. Dia sama sekali belum memiliki rencana yang tepat untuk bertahan hidup di dunia ini sebagai Ashlyn.
Di dunia nyata, kemampuan utamanya adalah meracik ramuan herbal dan praktik pengobatan tradisional tiongkok serta menjalankan toko obat keluarganya bersama ayah dan ibunya. Namun, di sini dia adalah seorang putri Duke.
Dia bisa saja pergi dan tinggal secara mandiri, dan memulai bisnis, obat selalu dibutuhkan oleh manusia, bisnis ini tidak akan pernah ada matinya, bahkan di dunia nyata meskipun pengobatan modern sudah merajalela, tapi bukan berarti pengobatan tradisional tersingkirkan dan dilupakan. Mereka tetap bertahan di setiap arus perubahan zaman. Namun, sekali lagi ... Dirinya adalah Ashlyn yang jahat yang memiliki banyak musuh, dan mereka menginginkan kematiannya.
Dia masih tidak bisa menjamin keselamatan hidupnya sendiri jika dia keluar dari Mansion Daren Lynx tanpa seorang pengawal pun. Dia mungkin akan mati setelah melangkahkan satu kakinya keluar dari gerbang Mansion, jika dia melakukannya.
Ashlyn menghela napas, mulai berpikir dari awal lagi dan hanya bisa memikirkan satu cara, dia harus belajar bela diri untuk melindungi dirinya sendiri dan membangun hubungan dengan orang-orang yang bisa menguntungkan hidupnya.
Saat memikirkan hal ini dia teringat komunitas orang jahat, Ashlyn berpikir mungkin tidak buruk jika Ashlyn menjalin hubungan dengan mereka dan membangun bisnis bersama mereka. Bukankah dengan begitu mereka juga bisa keluar dari lingkaran kejahatan dan memulai hidup baru?
Ah, pikirkan itu untuk nanti, untuk sekarang yang lebih penting adalah Ashlyn harus belajar bela diri demi masa depannya. Masa depannya tidak akan cerah jika dia mati, bukan.
Dengan ini, Ashlyn menganggukkan kepalanya dan merasa cukup bahagia karena dimana lagi para kesatria terhebat di Kekaisaran Api berasal jika bukan dari Daren Lynx? Ashlyn bertekad bahwa dia akan bekerja keras demi kebebasannya!
Setelah menjadi kuat dan menguasai keterampilan bela diri yang mumpuni. Ashlyn akan pergi dari kediaman terkutuk ini dan membangun bisnisnya di tempat yang menurutnya baik dan hidup hingga tua dengan tenang, menjual obat dan mengobati orang seperti yang dia lakukan di dunia nyata.
🔸
Ashlyn selesai berendam dan menikmati makanannya di dalam kamar setelah Carolin mengantarnya.
Bahkan saat dia makan, Ashlyn tidak berhenti berpikir. Setelah menemukan apa yang akan dia lakukan, dia masih memikirkan cara untuk berbicara dengan Duke Damien tentang niatnya belajar bela diri.
Hubungan mereka tidak dekat dan dia sendiri yang sudah mengatakan pada Duke Damien untuk tidak melakukan apa-apa lagi untuknya. Saat mengingat hal ini, Ashlyn kembali menderita sakit kepala.
"Lady Ashlyn, Yang Mulia Duke Damien bertanya apakah Anda bersedia menemuinya hari ini?"
Saat mendengar hal ini, Ashlyn meletakkan sendoknya, kebetulan sekali, tapi apa yang ingin Duke Damien bicarakan dengannya?
Ashlyn mengetuk-ngetuk meja dan berpikir mungkin Duke Damien memanggilnya karena kejadian hari ini, sang Ibu tiri yang tergila-gila pada harta itu mungkin mengadu pada Duke Damien dan meminta Duke Damien untuk menegurnya.
Saat memikirkan hal ini, Ashlyn benar-benar ingin tertawa. Arabella yang hanya menyandang gelar Duchess tidak bisa melawan posisinya sebagai keturunan sah Daren Lynx, jadi wanita itu akan berlari pada suaminya seperti biasa dan mengadu padanya dengan berlebihan, lalu Duke akan menegurnya.
Ini sudah sering terjadi sejak awal pernikahan mereka saat Ashlyn mulai menolak Annabel dan sedikit bersikap kasar pada Annabel karena Ashlyn sudah tidak tahan lagi pada sikap Annabel yang sok dekat dengannya, dan selalu mengikutinya kemana-mana serta menginginkan apa yang dia miliki.
Duke Damien akan menegurnya dan meminta Ashlyn untuk bersikap dewasa, padahal waktu itu umurnya baru enam tahun. Ashlyn selalu dipaksa untuk mengalah hingga dia muak dan memilih pergi, mengabaikan mereka dan menghindari mereka.
Dan, sekarang apa Duke Damien juga akan melakukan hal yang sama seperti dulu, menegurnya dan menasehatinya untuk bersikap baik pada Annabel. Andai mereka paham bahasa manusia, Ashlyn juga tidak akan mengganggu Annabel jika anak itu tidak terus mencari masalah dengannya.
Namun, ternyata bukan untuk hal ini alasan Duke Damien ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
Ashlyn merasakan kehadiran banyak orang saat pertama kali Ashlyn memasuki aula utama Mansion Daren Lynx.
Ashlyn diberitahu bahwa saat dia dikabarkan menghilang dan terlibat pertikaian dengan perajurit Kerajaan, Duke Damien segera menjadikan Putra Mahkota sebagai tahanan Daren Lynx dan meminta Raja untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Saat Ashlyn mendengar hal ini dia tidak bisa untuk tidak tersenyum lebar karena dia sadar bahwa Duke Damien ternyata masih menyimpan rasa bersalah setelah menamparnya hingga buta. Namun, apa yang dipikirkan pria itu dengan menjadikan Putra Mahkota tahanan Daren Lynx, apa dia pikir hanya dengan ini Ashlyn akan merasa senang dan memaafkannya serta melupakan apa yang terjadi?
Hah, yang benar saja, itu hanya akan terjadi di dalam mimpi!
Orang-orang yang hadir di Aula melihat kedatangan Ashlyn bersama Carolin serta dua orang kesatria yang mengikutinya di belakang.
Ashlyn mengenakan topi berwarna putih gading dengan hiasan bulu berwarna hitam, gaun yang dia gunakan juga berwarna senada dengan topinya, Ashlyn tidak suka mengenakan terlalu banyak perhiasan, jadi dia hanya mengenakan sebuah kalung dengan bandul air mata permata biru yang menjadi favorit Ashlyn, satu-satunya yang sangat dia pertahankan saat Annabel dan Arabella dengan tidak tahu malu mencoba memintanya dulu.
Orang-orang yang hadir di Aula tidak melepaskan pandangannya dari Ashlyn yang saat ini diarahkan Carolin untuk berjalan menuju Duke Damien. Ashlyn adalah salah satu gadis bangsawan terbaik di Kerajaan, baik itu dari penampilan, kemampuan dan kecerdasannya. Namun, terkadang orang tidak bisa untuk tidak menghela napas jika ingat bagaimana sifat Ashlyn yang sebenarnya.
Bagaimana gadis yang dulu terlihat sangat tenang itu ternyata bisa menjadi sangat kejam pada saudara perempuannya sendiri?
Saat Ashlyn akhirnya berada di dekat Duke Damien, Ashlyn mulai mencium aroma yang familiar dari orang yang berdiri di depannya.
Vanilla?
Alis Aslyn berkerut dan mencoba ingat bahwa dia pernah mencium aroma ini di tubuh seseorang sebelumnya. Saat Ashlyn berhasil mengingatnya, Ashlyn tidak bisa untuk tidak tersenyum, bukankah ini aroma yang sama dengan pelayan yang menggandeng tangannya dan membantunya ke kamar saat itu dan jika dia tidak salah, aroma ini juga hadir saat dia kembali pagi ini.
Orang ini sebenarnya berada di sekitarnya selama ini. Jadi, sepertinya Duke masih berada di pihak Ashlyn. Ini membuatnya senang, tapi tidak sampai lupa diri, meskipun Duke Damien berada di pihaknya, sama seperti di dalam cerita Be Mine Prince, Duke mungkin rela membunuh banyak orang hingga Putra Mahkota untuk membayar rasa bersalahnya, tapi tetap saja, orang ini lebih menyayangi Annabel dan Arabella dari pada dirinya.
Jadi, pada dasarnya dia masih seorang diri di dunia novel yang kejam ini.
Ashlyn menghela napas dan menoleh, seolah dia bisa melihat, dan dia tersenyum pada Putra Mahkota yang berdiri di sisi kanan, Ashlyn bisa mengetahuinya dari aroma Citrus yang berasal dari Putra Mahkota.
Ashlyn mungkin sangat cantik, dan selalu memiliki penampilan yang luar biasa dengan bibir merahnya. Namun, bagi Putra Mahkota, secantik apapun gadis ini, dia adalah gadis jahat yang harus segera disingkirkan.
🔸🔸🔸
"Duke Damien, sekarang Ashlyn sudah hadir, apa kita bisa mulai perundingan kita." Orang yang berbicara saat ini adalah Raja.
Bahkan Raja benar-benar pergi meninggalkan singgasananya untuk menyelamatkan putranya saat mendengar kabar bahwa calon pewarisnya menjadi tahanan Daren Lynx.
Apa yang membuat Duke Damien menahan Putra Mahkota? Raja ingin tahu dan jawabannya ternyata hanya karena masalah sepele.
Kue ikan, hanya sepotong kue ikan, gadis jahat bernama Ashlyn ini membuat putranya sang calon penguasa negeri harus ditahan.
Benar-benar sulit dipercaya! Kenapa gadis ini suka sekali membuat masalah untuk Putra Mahkota?
Duke Damien menatap Ashlyn dan menata hatinya, dia tidak bisa diam saja jika dia ingin memperbaiki kondisi keluarganya dan hubungannya dengan Ashlyn.
"Ashlyn, aku sudah menahan para prajurit yang menghalangimu kemarin dan aku juga menahan Putra Mahkota untuk masalah ini. Jadi, Ashlyn apa kau ingin memberi hukuman pada mereka?"
Saat mendengar hal ini, Ashlyn benar-benar sulit untuk percaya dan tidak tahu harus bagaimana menanggapi cara berpikir Duke Damien yang sederhana.
Ashlyn sama sekali tidak mengira bahwa Duke Damien benar-benar akan melakukan hal ini untuknya.
Apa yang Duke Damien pikirkan? Putrinya diganggu dan dia akan menangkap orang yang mengganggu putrinya dan akan membuat mereka menyesal seumur hidup. Apakah seperti itu?
__ADS_1
Namun, kenapa pada Arabella dan Annabel, dia tidak melakukannya?
Raja yang mendengar kata-kata Duke tidak bisa untuk tidak khawatir akan keselamatan Putra Mahkota, dia tahu benar bagaimana sifat Ashlyn, gadis ini mungkin akan menghukum mereka dengan hukuman yang diluar akal.
"Duke Damien, bagaimana kau bisa mengatakan hal ini dengan begitu mudah, bukankah kau mengatakan ini akan menjadi perundingan?"
Namun, Raja di hadapan Duke Damien tidak bisa marah. Dia masih harus menjaga sikapnya karena bagaimanapun juga posisi Duke bahkan lebih tinggi dari posisinya yang bergelar Raja. Menggelikan memang, tapi itulah faktanya.
Duke Damien menatap dengan dingin ke arah Raja dan berkata. "Aku memang akan berunding, tapi aku hanya akan berunding dengan putriku, Ashlyn."
Raja hampir kehilangan kata-katanya, dia benar-benar tidak dianggap di sini dan diundang hanya untuk menjadi penonton.
"Tapi Duke, ini hanyalah sebuah kue ikan, kenapa masalah ini harus diperbesar sampai seperti ini?"
Alis Duke terangkat. "Ini hanya sebuah kue ikan, tapi karena itu para prajurit milikmu mengacungkan pedang ke leher Ashlyn, bahkan mereka mencoba mengeksekusinya di tempat. Jadi, bagaimana itu tidak dibesar-besarkan?"
Raja terdiam, tangannya mengepal erat dan menggertakkan giginya. Masalah ini, tetap saja Ashlyn memang orang yang bersalah tapi keras kepala.
Jika itu menurut hukum Kerajaan, gadis ini memang pantas dihukum mati setelah menghina Putra Mahkota, apalagi membawa pengawal untuk melawan perajurit Kerajaan.
Namun, hanya karena anak ini adalah anak Duke, apakah dia bisa seenaknya saja melanggar peraturan Kerajaan? Dan bagaimana Duke yang selalu membela keadilan justru membela putrinya yang culas?
Duke Damien kemudian menatap Ashlyn yang terlihat tenang sebelum menatap Putra Mahkota dan para prajurit yang waktu itu terlibat pertikaian dengan Ashlyn. Total semuanya ada 15 orang, bahkan jika Ashlyn memintanya untuk membunuh mereka, Duke akan melakukannya.
Itu hanya sebuah kue ikan yang ingin dimakan putrinya, tapi mereka mengirim begitu banyak prajurit untuk menghalangi putrinya. Orang-orang ini sama sekali tidak tahu berterima kasih, Duke adalah orang yang selalu terjun ke medan pertempuran agar orang-orang bisa hidup dengan tenang dan untuk itu dia telah mengorbankan waktunya untuk menjalankan tugas selama bertahun-tahun dan jarang berada di rumah hingga tanpa sadar hubungannya dengan putrinya sendiri telah retak.
Namun, bahkan dengan semua perjuangan dan jasa yang telah dia berikan untuk mereka, mereka justru mengacungkan pedang pada putrinya hanya karena putrinya menginginkan kue ikan. Apa salahnya memberinya dia sepotong untuk dimakan. Kenapa mereka harus begitu kikir pada putrinya, sementara Duke begitu murah hati dengan memberikan mereka perlindungan.
Jika sejak awal Duke tahu bahwa dia melindungi orang-orang jenis ini, dia lebih baik tidak melindungi negeri ini. Mereka pantas mati, karena membuat putrinya tidak bahagia.
Memikirkan hal ini Duke tidak bisa untuk tidak menatap tajam mereka dan membuat Putra Mahkota, Peter serta yang lain menundukkan kepalanya dengan rasa kesal di dada mereka.
Gadis jahat ini benar-benar pembawa masalah! Kenapa orang seperti Ashlyn harus dilahirkan ke dunia?
Mereka mengunyah kata-kata ini di dalam pikiran mereka bersama amarah yang bergolak di dalam jiwa.
"Ashlyn, katakan apa yang ingin aku lakukan? Aku akan melakukannya tanpa bantahan." Duke berkata dan membuat semua orang yang hadir disana tidak bisa untuk tidak merasa takut seolah mereka baru saja mendengar keputusan hukuman mati.
Ashlyn terdiam beberapa saat dan membuat mereka yang menunggu meneteskan keringat dingin dengan perasaan cemas.
Ashlyn kemudian mengangkat kepalanya seolah dia bisa menatap Duke Damien.
Duke Damien menatap Ashlyn dari posisi sedekat ini dan sadar bahwa putrinya benar-benar telah tumbuh menjadi gadis yang luar biasa, sayang sekali bahawa gadis ini harus memiliki sifat buruk seperti ini.
Ini adalah salahnya, jika saja dia tidak meninggalkannya. Putrinya yang ceria tidak akan menjadi gadis berhati dingin seperti ini. Saat memikirkan ini bayangan Ashlyn saat dia masih kecil muncul dalam bayangannya.
Gadis mungil yang baru bangun dari tidur, yang mencarinya dan memanggilnya "Ayah."
🔺 Terima kasih banyak buat yang udah nambahin cerita ini ke favorit, buat yang baca cerita ini dan udah kasih dukungan, like, vote dan komentar. Sorry, juga kalau alur ceritanya seperti siput, tapi yah semoga kalian menikmati ceritanya.
__ADS_1
Next : Keputusan Ashlyn.