
Ashlyn merasa dirinya lebih baik di tempat persembunyian komunitas orang jahat daripada berada di sisi orang yang hampir membunuhnya, orang yang mencekiknya dan orang yang belum dia ketahui namanya.
Namun, di pagi hari wanita gemuk yang berbau rokok itu mengantarnya ke pintu keluar dan memberikannya semangat.
"Semangat, Lady Ashlyn! Buat mereka menyesal karena telah berurusan dengan orang sehebat dirimu. Kau adalah yang terbaik!"
Yah, dia akan melakukan yang terbaik, tapi jika dia masih memiliki kesempatan untuk hidup. Meskipun pria di sampingnya ini tidak mencoba melukainya kemarin, masih ada kemungkinan bahwa pria ini akan mencekiknya hari ini.
Namun, jika dipikirkan lagi, bukankah pria ini yang membawanya ke komunitas orang jahat?
Dia tidak jadi membunuhnya untuk suatu alasan, mungkinkah pria ini masih memiliki hati dan menyesal telah melakukan hal keji padanya?
Dia mungkin merasa berdosa saat mencekik Ashlyn kemarin.
Entahlah, Ashlyn hanya bisa menduga-duga dan menyentuh lehernya, bahkan dia masih bisa merasakan cekikkan itu. Ah, itu mengerikan, dia tidak ingin mati dengan cara yang tidak adil seperti itu.
"Maafkan aku."
Edmund yang sedang berpikir akhirnya dia memiliki kesempatan untuk keluar dari tempat komunitas orang jahat itu dan mulai berpikir untuk membunuh Ashlyn tiba-tiba mendengar ini dan tidak bisa untuk tidak terkejut.
Apa dia tidak salah dengar, gadis jahat ini mengucapkan kata maaf?
Bahkan, di masa lalu saat gadis ini membuat punggungnya menderita tiga puluh cambukkan yang hampir merenggut nyawanya, gadis ini bahkan tidak menundukkan kepalanya untuk meminta maaf padanya, jadi kenapa sekarang ...
Ashlyn yang merasakan pihak lain hanya terdiam bisa sedikit menebak apa yang pihak lain pikirkan, dia mungkin terkejut karena seorang Ashlyn baru saja meminta maaf, itu seperti melihat matahari yang terbit dari barat.
Ashlyn mencoba untuk tenang, meskipun pada orang ini dia takut, dia harus menyelesaikan masalah ini agar dia tidak dicekik lagi.
"Aku minta maaf karena aku kau hampir menjadi seorang kriminal dan menghabiskan sisa hidupmu di dalam penjara atau yang lebih buruk Duke mungkin akan menjadikanmu tongkat manusia, kau tahu tongkat manusia? Itu artinya kedua tangan dan kakimu dipotong atau yang lebih buruk kau akan dijadikan sebagai makanan anjing."
Bibir Edmund berkedut, gadis jahat ini meminta maaf? Hah, jangan bercanda itu sama saja dengan dirinya masuk menjadi prajurit Kerajaan, yang artinya mustahil!
"Aku tidak tahu kesalahan apa yang aku buat untuk melukai hatimu, tapi berhentilah mencari masalah dan pikirkan kehidupanmu, jangan lakukan hal yang sia-sia dan lanjutkan hidup dengan baik. Seperti kataku, menjadi sukses adalah balas dendam terbaik."
Mendengar hal ini Edmund tertawa sinis, menjadi sukses adalah balas dendam terbaik. Memangnya dirinya yang berasal dari keluarga kekurangan yang bahkan tidak akan pernah bisa menjadi prajurit di pasukan Kerajaan bisa menjadi sukses?
Sejak awal dunia ini sudah tidak adil baginya. Dunia tidak memberinya kesempatan untuk bisa naik dan terus menekannya ke bawah.
"Aku juga tidak tahu apa ini cukup atau tidak, tapi untuk menebus kesalahan yang pernah aku perbuat padamu, aku akan memberimu tiga permintaan."
Ashlyn tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak, tapi ini patut dicoba. Dia harus membuat pria ini berhenti berpikir untuk membunuhnya dengan memberinya tawaran yang menguntungkan.
Sementara itu Edmund yang mendengar hal ini menaikkan alisnya, apa gadis jahat ini sedang mencoba membuat tawaran padanya?
"Katakan saja, emas, berlian atau pekerjaan, aku akan memberikannya."
Ashlyn hanya bisa memikirkan hal ini karena saat pria ini mencoba mencekik Ashlyn sebelumnya, Ashlyn mencium bau tanah dan kayu, lalu saat dia berontak Ashlyn tidak sengaja menyentuh pakaian pria ini dan menemukan bahwa pria ini memakai pakaian berlubang dan rapuh karena saat dia menariknya, baju itu robek dengan mudah.
Ashlyn hanya berpikir bahwa pria ini mungkin salah satu pelayan yang Ashlyn pecat dulu, bagaimanapun juga dulu Ashlyn memang diceritakan suka memecat pelayan yang mencoba membela Annabel.
Ashlyn yakin pria ini adalah salah satunya dan karena Ashlyn memecatnya, dia jatuh miskin karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain. Ya, seperti itu.
Sementara Edmund benar-benar ingin tertawa dengan apa yang dikatakan Ashlyn. Gadis jahat ini tidak pernah berubah, dia selalu menggunakan kekuasaan dan harta yang dia miliki untuk membuat orang lain bertekuk lutut di depannya. Dia pikir ini akan berhasil, tidak! Edmund tetap ingin membunuh gadis ini apapun yang terjadi.
Karena hanya dengan ini Annabel bisa bahagia. Tidak masalah jika dia diburu, dijadikan tongkat manusia atau dijadikan makanan anjing. Edmund pikir ini sepadan jika Ashlyn mati.
Namun, lagi-lagi kesempatan itu hilang saat sebuah kereta berhenti di depan mereka dan seorang anak laki-laki yang tampak luar biasa turun dari kereta itu.
__ADS_1
"Kakak."
Ashlyn mendengarnya, suara anak laki-laki yang belum dewasa dan langkah kaki pemilik suara yang berjalan ke arah mereka.
"Apa itu adikmu?" Ashlyn bertanya, tapi pertanyaan ini justru mengejutkan Edmund dan anak laki-laki ini.
Mereka membeku dengan pikiran masing-masing di kepala mereka.
Edmund mengira bahwa gadis jahat ini ternyata tidak hanya pada dirinya, tapi juga pada adiknya sendiri ... bagaimana gadis ini bisa tidak mengenali suaranya dan suara adiknya sendiri Vincent!
Apa Duke Damien menamparnya begitu keras hingga isi kepalanya sedikit berguncang dan mengalami kerusakan?
Vincent menatap Ashlyn dan Edmund yang terdiam, dia tidak tahu dan tidak pernah melihat Edmund sebelumnya, dan saat melihat Ashlyn baik-baik saja, Vincent mengambil kesimpulan bahwa Edmund bukanlah orang jahat. Namun, kenapa Ashlyn ... kakaknya ini tidak mengenalinya ...
"Aku adikmu Vincent." Vincent berkata.
Alis Ashlyn bertaut, "Adik siapa?"
Dengan adanya Vincent di sini, kesempatan untuk membunuh Ashlyn kembali hilang. Edmund harus segera pergi, tapi sebelum itu dia berkata, "Itu adalah adikmu."
Alis Ashlyn bertaut semakin dalam. Adiknya?
"Apa aku punya adik?"
Ashlyn benar-benar lupa karena tokoh Vincent jarang muncul bahkan hampir tidak pernah muncul karena di dalam cerita hanya diceritakan bahwa Arabella dan Duke Damien memiliki seorang putra dari hasil pernikahan mereka.
Dimana anak ini selama ini, bahkan di dalam cerita asli saat Ashlyn meminta ayahnya untuk membunuh semua orang, anak ini juga tidak muncul hingga akhir cerita.
Edmund yang melihat ini semakin yakin bahwa kepala Ashlyn bermasalah setelah ditampar Duke Damien, tapi dia benar-benar tidak bisa bertahan lebih lama lagi di sana dengan keberadaan Vincent.
Anak ini adalah pewaris Daren Lynx, meskipun Edmund tidak tahu hubungan seperti apa yang dimiliki Ashlyn dengan Vincent, mereka masih keluarga dengan darah yang sama, Edmund tidak bisa menjamin keselamatannya sendiri jika anak ini tahu bahwa dia telah berusaha membunuh kakaknya sebelumnya. Dia mungkin akan mati sebelum dia bisa membunuh Ashlyn hari ini.
Tsk! Dunia ini memang tidak pernah adil untuknya dan gadis jahat ini selalu beruntung.
Ashlyn masih memikirkan adiknya dan mencoba menjelajah ingatannya tentang cerita Be Mine Prince saat mendengar ini.
"Kemana kau akan pergi?"
Edmund tidak menjawab dan Ashlyn hanya bisa menghela napas dan bertanya, "Baiklah, tapi sebelum itu beritahu siapa namamu?"
Edmund tidak suka diperintah gadis ini, tapi dengan Vincent di sini, Edmund menjawab dengan enggan saat menatap gadis yang memiliki rambut abu keperakan dan kulit yang putih pucat ini.
"Ashlan, namaku Ashlan."
Mendengarnya, entah kenapa Ashlyn tiba-tiba tersenyum lembut. "Nama yang bagus." Dan itu membuat Edmund terperangah sejenak sebelum dia mengundurkan diri, meninggalkan Ashlyn bersama Vincent.
Ashlyn kemudian kembali menemukan ingatannya tentang adik kecil ini. Ya, meskipun dia jarang muncul dan hanya digunakan sebagai pelengkap di awal cerita. Namun, Ashlyn memang memiliki adik laki-laki yang bernama Vincent. Vincent ini diceritakan tidak tinggal di Mansion Daren Lynx bahkan sejak anak ini lahir ke dunia.
Anak laki-laki pertama keturunan Daren Lynx adalah sang pewaris sah dari kekuasaan Daren Lynx. Ditakdirkan untuk menjadi kepala keluarga Daren Lynx dan sudah digariskan untuk menjadi pemimpin dari para kesatria.
Karena itulah anak laki-laki ini harus dirawat dengan hati-hati bahkan ibunya sendiri tidak bisa dipercaya untuk merawatnya. Sejak lahir, sang pewaris akan diserahkan pada orang-orang suci dan tinggal di kuil sampai berusia lima tahun. Setelah itu, dia harus masuk Akademi untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya.
Ashlyn bahkan tidak ingat ada bagian yang menceritakan Ashlyn dan Vincent bertemu. Ah, penulis membuat keluarga ini benar-benar aneh. Ayah dan anak tidak dekat, bahkan sekarang dengan adik laki-lakinya, Ashlyn juga tidak dekat.
Ashlyn hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya untuk ini.
Sementara Vincent sama sekali tidak melepaskan padangannya dari Ashlyn.
Gadis yang tampak luar biasa ini seolah tubuhnya dikelilingi cahaya putih dengan kulit yang putih pucat, rambut abu-abu keperakan dan wajah yang cantik, orang ini seperti malaikat yang turun dari langit, tapi semua orang mengenalnya sebagai Ashlyn yang jahat. Bahkan Vincent sendiri pernah mendengar rumor yang beredar bahwa kakaknya ini adalah seorang penyihir yang menyihir keluarga Daren Lynx karena penampilannya yang sama sekali tidak mirip dengan keturunan Daren Lynx yang selalu berambut pirang keemasan dengan cahaya emas yang menjadi tanda bahwa ini adalah keturunan Daren Lynx.
__ADS_1
Namun, ini adalah benar ... Ashlyn adalah kakaknya, semua tetua sudah membuktikannya darah Daren Lynx mengalir di tubuhnya, tapi tidak ada yang tahu siapa ibunya selain Duke Damien sendiri.
Vincent sudah mempelajari semua informasi keluarganya dan memahami mereka, jadi dia tidak peduli pada rumor yang beredar. Itu sudah cukup bahwa dia tahu kalau rumor yang beredar adalah salah dan tidak perlu berdebat dengan orang-orang itu untuk membuktikan kebenaran.
Vincent tidak ingin membuang waktu dengan hal itu, terserah apa yang akan mereka katakan tentang keluarganya, yang dia pedulikan adalah dirinya sendiri. Dia tidak memiliki waktu untuk mengurusi masalah keluarganya, karena itulah Vincent selalu menolak permintaan ibunya, Duchess Arabella.
Fakta bahwa dia adalah sang pewaris yang ditakdirkan untuk menjadi kepala keluarga Daren Lynx di masa depan untuk menggantikan ayahnya dan fakta bahwa dia sudah digariskan untuk menjadi pemimpin bagi para kesatria, membuatnya tertekan.
Dia selalu tertekan dengan fakta ini serta pada harapan mereka yang terlalu tinggi dan menuntut kesempurnaan darinya.
Mereka bilang keturunan Daren Lynx adalah keturunan yang luar biasa dan dia harus seperti itu. Dia harus berada di atas semua orang dan menjadi kebanggaan serta harapan semua orang. Namun, karena itulah dia hanya memikirkan dirinya sendiri dan meletakan masalah keluarganya di belakang kepala, dia tidak ingin ikut campur dan selalu berpikir bahwa tujuan hidupnya adalah mencapai harapan semua orang.
Menjadi hebat, cerdas dan tidak tertandingi. Sang penerus keluarga Daren Lynx yang hebat.
Untuk semua itu dia begitu sibuk belajar dan permasalahan yang terjadi di keluarganya antara Ashlyn dan Annabel, dia tidak ingin ikut campur.
Vincent tidak memiliki waktu untuk mengurus mereka karena dia sendiri begitu sibuk untuk memenuhi harapan semua orang.
Karena itu Vincent selalu beralasan bahwa dia tidak akan membela siapa-siapa karena mereka adalah kakaknya.
Kata-kata itu hanyalah sebuah alasan untuk melarikan diri dari beban lain yang akan membebani pundaknya.
Ashlyn dan Annabel keduanya sudah dewasa dan mereka seharusnya bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Namun, karena inilah dia tidak dekat dengan siapapun, baik Ashlyn dan Annabel, dia sama sekali tidak dekat dengan mereka.
Namun, saat Ashlyn mengatakan bahwa apakah dia punya adik, entah kenapa itu menyakiti hatinya dan terasa perih hingga ke perutnya seolah itu sedang diperas.
Apakah ketidak peduliannya membuat kakaknya ini mengabaikannya dan tidak menganggap dirinya sebagai adiknya?
Meskipun Vincent terlihat tidak peduli, Vincent tidak lupa bahwa ini adalah kakaknya, bahkan gadis yang terlihat seputih salju ini ... Vincent mengaguminya seperti kebanyakan seorang adik yang mengagumi kakaknya.
Kakaknya yang cerdas dan berpengetahuan luas ini selalu menjadi peringkat teratas di antara para gadis keturunan bangsawan yang ada di seluruh Kerajaan. Vincent mengagumi kecerdasannya dan ketenangannya, dan dia selalu menjadikan Ashlyn sebagai patokan, bahwa dia harus bisa seperti Ashlyn yang bisa menguasai beberapa keahlian sekaligus dan tidak pernah membuat kesalahan dalam ujian atau orang lain akan menertawakannya jika dia gagal atau mendapat hasil lebih rendah dari Ashlyn.
Namun, untuk itu ... Vincent sadar bahwa dia harus berusaha lebih keras karena itu sama sekali tidak mudah untuk dilakukan. Terkadang itu akan membuatnya sakit kepala jika dia gagal melakukan apa yang Ashlyn lakukan, dia masih ingat bahwa dia tidak bisa tidur saat mendapatkan kegagalan pertamanya saat menghafal naskah kebangkitan para kesatria yang bisa dihafalkan kakaknya saat dia berusia lima tahun, sementara dirinya harus berjuang sampai umurnya enam tahun untuk bisa menghafalnya.
Ashlyn adalah patokannya, dan tidak dianggap oleh orang itu benar-benar menyakitkan seolah dia kehilangan pegangan dan kehilangan arah, seolah perjuangannya selama ini tidak berarti sama sekali karena orang ini tidak mengakuinya.
Namun, tiba-tiba sebuah tangan yang dingin menangkup kedua pipinya dan menyadarkan dirinya dari lamunannya. Vincent melihat wajah Ashlyn dari dekat, matanya yang abu-abu, bulu matanya yang putih, dan kulit wajahnya yang putih pucat, orang ini apa yang dia lakukan?
Ashlyn mencoba meraba dan Vincent merasa tidak nyaman saat wajahnya diraba oleh tangan Ashlyn yang dingin yang menyentuh kedua matanya, hidungnya, bibirnya, alis dan dagunya. Namun, meskipun Vincent tidak nyaman, dia membiarkan Ashlyn melakukannya.
Setelah Ashlyn menyentuh rambut Vincent, Ashlyn terdiam dan tampak berpikir.
"Oh, benar. Ini luar biasa, aku punya adik tapi adikku tidak pernah ada disini sama seperti ayahnya. Keluarga ini benar-benar luar biasa."
Kata-kata ini kembali mengejutkan Vincent.
Tidak pernah ada di sini seperti ayahnya.
Apa maksudnya?
Vincent menatap Ashlyn tapi tidak sanggup bertanya. Sementara Ashlyn berjalan ke kereta dan sang kusir segera membantu Ashlyn untuk masuk ke dalam kereta.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau tidak masuk. Jangan buat aku menunggu atau aku akan meninggalkanmu. Aku harus mandi dan aku kelaparan!"
Ashlyn berkata saat Vincent tidak juga masuk. Vincent yang masih memikirkan kata-kata Ashlyn segera sadar dan masuk ke dalam kereta. Duduk berhadapan dengan Ashlyn yang menyandarkan kepalanya ke dinding kereta seolah mata abu-abunya bisa melihat keluar jendela.
Vincent mantap Ashlyn dan menyadari bahwa ini adalah pertama kalinya Ashlyn berbicara banyak dan begitu dekat dengannya. Dulu ... mereka hanya akan saling memberi hormat dan salam terhadap satu sama lain, tidak lebih.
__ADS_1
Keluarga ini benar-benar luar biasa.
Entah kenapa Vincent tidak bisa untuk tidak tersenyum pahit saat mengingat kata-kata Ashlyn yang satu ini. Ya, keluarga ini luar biasa, karena keluarga ini hanya berisi sekumpulan orang yang terikat oleh sebuah tali yang dinamakan keluarga, tapi mereka bahkan tidak seperti keluarga.