
"Ashlyn, sudah waktunya untukmu kembali ke dunia."
"Mm."
"Aku telah mengajarkan semua yang bisa aku ajarkan padamu, aku tidak memiliki apa-apa lagi untuk diajarkan padamu."
"Mm."
"Saat kau kembali, tidak peduli seburuk apapun dunia dan betapa kau membenci dunia kau harus menggunakan kekuatanmu untuk melindungi yang lemah dan menegakkan kebenaran."
"Mm."
Maha Guru mulai merasakan bibirnya berkedut dan pembuluh darahnya menonjol keluar. Ini mungkin satu-satunya murid yang dia miliki dan seorang jenius, tapi sikapnya membuatnya ingin memukul kepalanya!
"Apa kau mendengarkan kata-kataku!" Maha guru meninggikan suaranya.
Ashlyn dengan wajah tidak pedulinya, "Mm."
Pria tua itu tidak tahan lagi pada sikap muridnya, dia segera memukul kepala Ashlyn yang segera dipeluk oleh Duke yang mengusap-usap bekas pukulan pria tua di kepala putrinya.
"Kenapa kau memukulnya? Dia tidak melakukan kesalahan." Duke menyuarakan keluhannya.
Maha guru marah, "Kau, ini semua salahmu dia menjadi seperti ini, kau harus segera memikirkan cara untuk mengisi kembali hatinya yang kosong atau dia benar-benar akan menjadi seperti ini selamanya!"
Ashlyn terdiam di pelukan Duke, pukulan gurunya sama sekali tidak menyakitkan.
"Keluar, biarkan aku berbicara dengan putrimu sebelum kalian pergi."
Duke menolak, "Kau akan memukuli putriku."
Pria tua itu menatap marah dan berkata, "Aku akan memukulimu lebih dulu." sebelum menendang Duke keluar dari pintu dan membanting pintu.
Maha guru menghela napas panjang, dia memijat pelipisnya dan menatap Ashlyn.
"Ashlyn, sampai kapan kau akan seperti ini?" Maha guru menatapnya dalam-dalam.
Ashlyn tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap gurunya.
Maha guru kembali menghela napas. "Ashlyn, kau mewarisi semua ilmuku, aku tidak bisa membiarkanmu menjadi orang yang dingin dan tidak peduli, ini adalah satu-satunya yang tidak aku ajarkan padamu, Ashlyn. Aku mengutukmu, bahkan jika dunia ini tidak adil padamu kau tidak akan bisa berpaling dan mengabaikan mereka yang membutuhkan pertolongan. Kekuatan yang besar selalu diiringi oleh tanggung jawab yang besar. Ini adalah kutukan dan hadiah untukmu, aku tidak akan membiarkan hati nuranimu rusak hanya karena hatimu pernah disakiti, selamanya hati nuranimu akan menjadi murni dan kau akan selalu mendengar suaranya dengan jelas."
"Dan Ashlyn, aku berdoa bahwa hatimu yang kosong akan segera diisi."
Ashlyn menutup matanya saat dia mengingat apa yang gurunya katakan. Hati yang kosong, Ashlyn juga bertanya-tanya apakah hatinya sudah menjadi kosong, mungkinkah di mata orang lain dia begitu terlihat tidak peduli dan kesepian hingga gurunya mengatakan hal itu.
Ashlyn tidak mengerti, tapi dia berterima kasih untuk apa yang gurunya berikan selama ini, bahkan jika gurunya telah mengutuknya, pria tua itu masih memberinya banyak hadiah, itu bahkan tidak cukup untuk diangkut dengan dua kereta barang.
Pria tua itu bahkan menggunakan kekuatan terakhirnya untuk mengutuk dirinya dan berdoa untuknya.
"Ashlyn, aku harap kau bisa bahagia."
__ADS_1
Gurunya, adalah satu-satunya orang yang mengatakan itu dengan tulus padanya, setelah mengutuknya dan menyegel kutukannya dengan mantra hingga Ashlyn dapat merasakan sakit di dadanya, gurunya pergi, meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
Itu membuat Ashlyn menyesal bahwa dia tidak memperlakukan gurunya dengan baik dan selalu membuatnya marah setiap kali Ashlyn menjawab pertanyaan gurunya dengan singkat.
"Mm"
Jawaban singkat seperti itu, sejak kapan Ashlyn mulai melakukannya dia tidak ingat. Dia hanya ingat bahwa dia mulai tidak ingin berbicara terlalu banyak, cukup membalas mereka dengan "Mm" jika dia mengerti dan menyetujui apa yang mereka katakan.
Ashlyn, tidak ingin membuang energi.
Tapi untuk gurunya dia benar-benar menyesal karena Ashlyn tidak diberi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih padanya. Gurunya pergi begitu saja.
Ashlyn menundukkan kepalanya saat memikirkan ini, dan Duke yang duduk di depannya bisa melihat kesedihan di wajah putrinya.
Putrinya belum kehilangan semua emosinya.
"Jangan khawatirkan gurumu, dia sudah hidup begitu lama dan sejak dia memutuskan dirimu untuk menjadi muridnya dia sudah berencana untuk pergi beristirahat."
Ashlyn menghela napas dan hanya menjawab, "Mm."
Duke, dia frustasi, dia harus segera memperbaiki masalah ini. Dia tidak bisa membiarkan putrinya terus menutup hatinya dan kehilangan semua emosinya.
Ini mungkin lebih baik saat Duke melihat wajah tenang terkendali milik Ashlyn dari pada saat melihat Ashlyn marah dan menangis, itu menyakiti hatinya. Namun, Duke sangat ingin melihat putrinya tersenyum dan tertawa lagi, karena itu dia harus membuat Ashlyn membuka kembali hatinya.
Tapi bagaimana caranya?
Pria tua itu mengatakan sudah waktunya bagi Ashlyn untuk mengalami musim semi.
Duke berkutat di dalam pikirannya dan mulai memikirkan nama-nama yang dia kenal. Pangeran ke Empat dari Kerajaan Orpan memiliki kepribadian yang cukup baik, Marvel kesatria dari kerajaan Arlanta juga bisa masuk daftar, dia hitam manis dan memiliki kepribadian yang tenang, dia mungkin bisa mengerti Ashlyn, atau Duke muda yang baru saja naik tahta, Duke Louis dari Orpan, anak itu memiliki bakat yang hebat.
"Hmmm?" Duke menyangga dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuknya, terus memikirkan hal ini sampai seorang kesatria mengetuk pintu keretanya.
"Yang Mulia, kita sudah sampai di Ibu Kota kerajaan Orpan. Di pintu gerbang, sepertinya mereka mengirim pasukan untuk menyambut kedatangan Yang Mulia."
Duke menganggukkan kepalanya, "Baiklah, aku akan turun."
"Ashlyn, apa kau ingin turun bersama ayah?"
"Mm."
Duke secara pribadi membantu Ashlyn turun dari kereta dan menemui perwakilan Kerajaan Orpan.
"Saya Duke Louise dari Orpan, dengan senang hati menyambut kedatangan Anda beserta rombongan di Kerajaan kami."
Duke Damien menatap pemuda bermata hijau itu dengan seksama, dia baru saja memikirkannya dan dia bertemu dengannya sekarang. Secara tidak langsung, Duke Damien melirik putrinya yang berdiri tidak jauh darinya, berpikir apakah mungkin ini adalah jodoh?
Tidak! Louise mungkin adalah pemuda hebat yang berbakat sebagai ahli pedang, dia juga berani dan memiliki kepribadian yang baik, tapi entah kenapa Duke merasa bahwa pemuda ini tidak cocok untuk putrinya.
Pass! Dia akan melewatinya.
Jadi Duke Damien hanya menerima salamnya dan mereka berbincang-bincang sebelum berangkat ke istana untuk bertemu Raja Orpan.
__ADS_1
Namun, saat mereka sampai di sana, Ashlyn tiba-tiba menghilang dan hanya meninggalkan burung putih yang bisa berbicara.
"Aku pergi untuk berjalan-jalan, sampaikan salamku untuk Yang Mulia Raja dan Ratu." Ini adalah suara putrinya, Ashlyn benar-benar bisa membuat hal semacam ini.
Duke tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak mengira bahwa putrinya yang selama dua tahun ini terlihat sangat tenang dan penurut yang selalu menjawab, "Mm." setiap kali diajak berbicara akan bersikap seperti ini hari ini.
Ashlyn juga tidak tahu kenapa, karena ini bukanlah kerajaan Olivia tempat Putra Mahkota tinggal, dan dia juga bukan tokoh antagonis yang sebenarnya. Namun, entah kenapa dia tetap tidak ingin pergi ke istana.
Mungkin karena Ashlyn tidak akan pernah lupa, saat dia mendengar bagian tokoh antagonis yang menyedihkan itu berlutut di Aula Kerajaan, dipermalukan di depan semua orang, menangis tapi tidak ada yang mengasihaninya dan di Istana jugalah Duke menamparnya hingga dia buta.
Ashlyn tidak ingin pergi ke sana.
Mengikuti isi hatinya, Ashlyn menyelinap segera setelah mereka turun dari kereta dan meninggalkan pesan untuk Duke Damien, saat ini dia muncul di dalam gang yang sepi setelah dia menggunakan teleportasi.
Dia benar-benar bisa menggunakan teleportasi setelah belajar sihir dan berlatih setiap hari. Namun, hal hebat ini entah kenapa masih tidak membuatnya bahagia. Dia masih merasa bahwa dunia ini tidak adil untuknya.
Ashlyn mencoba merasakan keadaan sekitar, tidak ada kehadiran manusia di sana dan hanya ada dua ekor kucing serta beberapa hewan pengerat.
Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan, tapi dia mulai mengambil langkah menuju kerumunan dan berhenti di sebuah toko buah, dia membeli beberapa untuk dibawa sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.
Di jalan, Ashlyn terus merasakan keberadaan orang yang berlalu lalang. Namun, ada satu yang memiliki aroma yang sama yang terus mengikutinya dari belakang.
Ashlyn tidak tahu siapa orang itu, dia memiliki aroma yang asing dalam ingatan Ashlyn. Namun, orang itu terus mengikutinya dan menjaga jarak sekitar satu meter darinya.
Ashlyn ingin tahu apa yang akan orang itu lakukan jadi dia terus berjalan dan mulai merasakan bahwa orang yang mengikutinya mulai bertambah.
"Nona Muda yang cantik ini, Apa Anda tersesat? saya belum pernah melihat Anda di sini sebelumnya?"
Suara pria dengan nada menggoda, apa orang-orang ini mencoba merampoknya?
Pria bertubuh gemuk yang dengan wajah berjenggot itu tersenyum dan saat melihat Ashlyn yang memiliki mata abu-abu, dia tidak bisa untuk tidak menggosok tangannya. Merasa bahwa dirinya telah menemukan mangsa yang sangat luar biasa.
Tidak hanya buta, pakaian yang dikenakan juga tidak murah dan gadis di depannya sangat cantik, kira-kira berapa harga gadis ini di pasar gelap, atau lebih baik Dia bisa melelangnya dan mendapatkan harga yang lebih tinggi.
"Apa Anda benar-benar tersesat, Nona. Jika Anda tersesat saya tidak keberatan mengatar Anda."
Ashlyn merasakan adanya niat buruk dan tidak ingin berurusan dengan pria itu, jadi dia mengabaikannya dan berjalan melewatinya begitu saja.
Melihat sikap tidak peduli Ashlyn, pria itu menjadi marah dan menganggap Ashlyn sebagai gadis sombong hanya karena dia adalah seorang kalangan atas.
Pria itu segera menarik tangan Ashlyn, membuat Ashlyn menjatuhkan semua buah apelnya.
"Jangan pernah berpikir bahwa kau adalah seorang aristokrat dan kau bisa melakukan segalanya. Kau seorang diri disini, aku akan menjualmu di pasar gelap. Semuanya, tangkap dia dan masukan dia bersama yang lain."
Ashlyn menghela napas, tarikan pria itu mengganggunya, tapi yang lebih mengganggunya adalah bau yang familiar di hidungnya.
Bau milik orang yang memiliki mulut kasar dan otak udang yang jatuh cinta pada gadis yang hanya bisa tersenyum dan tertawa.
"Hohoho, lihat apa yang aku lihat sekarang? Apa aku tidak salah lihat, bukankah ini Ashlyn gadis jahat itu?"
Wajah Ashlyn menggelap, kenapa bahkan jika dunia ini sangat luas dan saat dia berjalan di jalanan biasa, di kerajaan lain dia justru dipertemukan dengan orang ini.
__ADS_1
Putra Mahkota! Hanz!