
Ashlyn menutupi kepalanya dengan tudung jaket berbulunya dan buru-buru pergi dengan tongkatnya, berencana kembali ke kereta kudanya berada.
Mengambil langkah lurus, belok ke kanan saat tercium aroma kopi dan terus lulus hingga dia mendengar bunyi penjual manisan, setelah itu dia harus mengambil langkah belok ke kiri.
Dia berjalan terburu-buru, benar-benar takut bahwa para prajurit Kerajaan mungkin saja lebih unggul dari para kesatria yang menjaganya. Meskipun para kesatria Duke Damien Daren Lynx terkenal sebagai orang-orang yang terlatih dan hebat, tapi jumlah yang Ashlyn rasakan saat mereka diam-diam mengikutinya, sepertinya jumlah mereka tidak lebih dari lima orang dan dari suara langkah kaki serta bunyi pedang yang dicabut dari sarungnya, jumlah prajurit kerajaan jelas lebih banyak.
Mereka telah kalah jumlah dan betapa menyebalkannya Duke Damien itu, dia sudah menamparnya hingga buta, dan dia hanya mengirim lima orang untuk mengawalnya, tidak hanya itu karena Duke menamparnya di depan umum, orang-orang sepertinya mulai berani melawan Ashlyn.
Padahal di dalam cerita, tidak ada orang yang berani mentang apalagi melawan Ashlyn kecuali, Putra Mahkota, Peter Abraham dan Edmund Adgar. Tiga pria yang telah dimabuk cinta pada Annabel dan rela melakukan apapun pada Annabel, bahkan jika Annabel meminta mereka menjadi kain serbet mereka sepertinya juga dengan senang hati akan melakukannya.
Seperti Peter contohnya, dia rela menggantikan Annabel yang waktu itu disuruh menyelam danau hanya untuk mencari cincin yang sengaja dibuang Ashlyn, tapi sebenarnya tidak benar-benar dibuang. Ashlyn hanya ingin gadis itu menderita di dalam air. Namun, yang terjadi itu adalah Peter yang menggigil setelah tiga hari tiga malam mencari, tapi tidak menemukan apapun sementara Annabel hanya menunggunya di tepi danau, menunjukan kecemasan.
Tsk! Ini bukan lagi cinta buta, tapi cinta gila.
Lalu, tokoh Edmund yang berasal dari keluarga miskin, tapi memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Namun, meskipun dia memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, keluarganya yang miskin menjadikan Edmund menjadi orang yang tidak disegani, dia tidak sekolah dan tidak diterima menjadi prajurit kerajaan karena latar belakang keluarganya.
Orang-orang merendahkannya dan menertawakannya, jadi Edmund menghabiskan hidupnya di hutan, membantu orang tuanya mencari kayu bakar untuk dijual. Sampai dia bertemu dengan Annabel, satu-satunya orang selain orang tuanya yang mau tersenyum lembut padanya dan memuji mata ambernya yang indah. Tidak hanya itu, Annabel juga memberikan kue ikan pada Edmund yang membuat Edmund jatuh cinta padanya.
Ashlyn berpikir apakah kue ikan itu sudah diberi ramuan cinta gila oleh Annabel, karena tiga pria itu jatuh cinta pada Annabel setelah diberi kue ikan dan tergila-gila padanya seperti kucing liar terlantar di jalanan dan diberi ikan asin yang akan mengikutinya kemana-mana setelah itu.
Tsk! Benar-benar menggelikan bahkan Edmund rela dipukuli hingga berdarah-darah demi melindungi Annabel, sementara Annabel hanya bisa menatap dengan nanar melihat kejadian itu, menunjukan air mata tidak berdosa.
Benar-benar, semua tokoh pria telah gila karena Annabel. Peter dan Edmund yang rela melakukan apapun dan menggantikan Annabel untuk disiksa Ahslyn, apa mereka bodoh. Mereka berjuang untuk seseorang yang bahkan tidak akan memilih mereka.
Tsk! Otak mereka benar-benar tersesat.
Ashlyn berbelok, setelah ini dia akan sampai di pusat pasar raya, tempat kolam air mancur berada, tempat tuan kusir dan keretanya berada, setelah itu dia bisa kembali ke Mansion Daren Lynx dengan tenang.
Namun, belum sempat dia sampai di tempat tujuan, seseorang menariknya dan mendorongnya hingga jatuh ke gang sempit, lembab, kotor dan dengan bau yang menyengat hidung.
__ADS_1
Ashlyn tidak tahu bagaimana dia tidak bisa menyadari gerakan orang itu sehingga orang itu berhasil mendorongnya hingga jatuh. Gerakan orang ini pasti sangat cepat dan sunyi seperti penjelasan sepupunya tentang burung hantu yang bisa terbang tanpa menimbulkan suara.
Ashlyn merasakan pantatnya yang sakit setelah terjatuh dan merasakan tangannya yang lembab. Saat ini kondisi Ashlyn benar-benar buruk, jaket putihnya yang bersih sekarang ternoda dengan warna hitam yang kotor dan menjijikan.
Sementara itu, pria yang mendorongnya adalah Edmund yang sejak tadi terus mengawasi Ashlyn sejak dia sampai di pasar raya dan telah melihat sendiri bagaimana kekacauan yang diperbuat oleh gadis ini.
Hanya untuk bisa membeli kue, gadis ini membawa pengawal untuk mengancam pemilik toko, bahkan membuat para prajurit kerajaan bertikai dengan pengawalnya, sudah ada korban yang jatuh dan darah mengalir di jalanan, tapi yang dilakukan gadis kejam ini justru pergi meninggalkan tempat kejadian seperti orang tidak berdosa, seolah apa yang terjadi tidak ada hubungannya dengannya.
Bagaimana orang yang begitu kejam seperti gadis ini bisa dilahirkan ke dunia?
Edmund sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana Annabel bisa hidup selama bertahun-tahun dengan gadis jahat ini. Annabel pasti telah lama menderita, andai saja dia bertemu dengan Annabel lebih awal, dia pasti bisa melindunginya lebih awal juga.
Namun, kali ini. Melihat gadis ini di depan matanya, di tempat paling kotor dan menjijikan dan diantara tumpukan sampah yang membusuk, gadis ini tidak berdaya dan lemah tanpa perlindungan siapapun. Edmund bisa membunuhnya dengan mudah, memberikan kuburan paling buruk yang paling pantas untuk gadis ini dan setelah gadis ini mati, kehidupan Annabel akan menjadi lebih baik.
Annabel akan bahagia jika Ashlyn mati!
Edmund mengeluarkan belatinya dari jubah hitam miliknya dan akan melaksanakan niatnya, gadis ini harus mati dan tidak masalah jika dia juga mati di tangan Duke, yang jelas jika gadis ini mati Annabel bisa hidup dengan tenang dan bahagia.
"Siapa itu?" Ashlyn bertanya. "Siapa yang berani mendorongku ke dalam tempat kotor ini?" Ashlyn terus bertanya, tapi dia tidak mendapatkan jawaban, dia hanya merasakan kehadiran seseorang yang ada di depannya, seorang pria?
Alis Ashlyn berkerut, ini mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang telah Ashlyn lukai perasaannya dan melihat adanya kesempatan bahwa dirinya hanya seorang diri tanpa penjagaan. Orang ini pasti ingin membuat perhitungan dengannya dan ....
"Pikirkan baik-baik sebelum kau melakukan apa yang ingin kau lakukan, apa kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan saat ini?"
Ashlyn mencoba bernegosiasi. Benar-benar nasib buruk, apakah ini orang yang ingin membalas dendam padanya atau hanya orang yang ingin merampoknya, Ashlyn sama-sama berada di dalam situasi yang sulit.
Edmund tidak menjawab satupun perkataan Ashlyn dan hanya menatap gadis bermata abu-abu yang terlihat panik, entah kenapa melihat kepanikan hingga wajah pucat Ashlyn, Edmund sangat menikmatinya. Gadis yang selalu menganggap dirinya berada di atas puncak dan memandang rendah orang lain ini ternyata juga bisa kehilangan wajah sombongnya dalam situasi seperti ini.
Tanpa sadar Edmund mengembangkan senyum di wajahnya, menyeringai saat dia melangkah maju sementara Ashlyn terseok mundur saat mendengar langkah kakinya.
"Aku katakan berhenti dan pikirkan kembali apa yang akan kau lakukan, apa kau benar-benar tidak tahu siapa aku sebenarnya. Satu-satunya di kerajaan yang memiliki rambut abu-abu keperakan, aku adalah ...."
__ADS_1
"Ashlyn Daren Lynx, putri Duke Damien Daren Lynx yang kejam. Apa itu yang ingin kau katakan?"
Ashlyn akhirnya bisa mendengar suara orang itu dan menaikkan alisnya, s*alan dia tidak bisa mengenali pemilik suara ini dan sebenarnya dia tidak bisa mengenali suara siapapun jika seseorang tidak memberi tahu siapa nama mereka. Ini karena dia bukanlah Ashlyn, tapi Ayana.
Edmund kembali menyeringai saat melihat ekspresi jelek di wajah Ashlyn, tapi dia harus segera melakukan tugasnya, atau dia akan kehilangan kesempatan berharga ini.
Jadi, dengan kasar Edmund meraih leher Ashlyn dan mencekiknya, membuat Ashlyn yang tidak siap ketakutan dan merasa tercekik. Cengkraman Edmund begitu kuat dan udara mulai kesulitan untuk masuk ke dalam paru-paru Ashlyn, membuat dadanya sesak.
Ashlyn mencoba melepaskan diri dengan memegang tangan Edmund, tapi tidak berhasil, pegangan itu tidak goyah. Kemudian Ashlyn mencoba menggeliat dan memukul dada Edmund, tapi tetap tidak bisa. Ashlyn benar-benar berpikir bahwa dia akan mati saat ini, tapi dia justru merasakan sesuatu datang dengan cepat ke arah mereka, seperti sebuah benda panjang yang memiliki ujung runcing dan membelah udara.
Dengan posisi mereka saat ini, benda itu seharusnya akan melukai punggung orang yang tengah mencekiknya, bahkan yang lebih buruk, benda itu mungkin akan menembus punggung orang ini dan dia akan selamat.
Namun, entah kenapa dia merasa ini adalah salah, membiarkan orang mati di depan matanya yang buta adalah kesalahan, lagi pula dia tidak ingin tubuhnya berlumuran darah orang lain seperti Ashlyn di cerita Be Mine Price!
Jadi, Ashlyn dengan bodoh mengulurkan tangannya ke leher orang yang mencekiknya, menariknya ke arahnya meski itu berarti cekikkan orang ini akan semakin buruk pada dirinya, lehernya yang rapuh mungkin akan patah setelah ini dan dia akan mati, tapi apa salahnya jika dia mati, karena pada dasarnya dia telah mati terjebak di dalam reruntuhan rumahnya sendiri dan tokoh Ashlyn juga sudah ditakdirkan mati. Tidak buruk, mereka bisa beristirahat dengan tenang sekarang.
Dan bahkan mungkin, dia sebenarnya sedang bermimpi menjadi tokoh Ashlyn.
Jadi, Ashlyn mengunkapkan senyum dan berkata dengan susah payah, dengan suaranya yang serak dan tergagap, "Me-menunduklah."
Meskipun suara itu sangat lirih dan hampir tidak dapat terdengar, Edmund masih bisa mendengarnya karena dia begitu fokus dan menikmati proses saat dia mencekik Ashlyn, menatap ekspresi kesakitan dan air mata yang mengalir dari wajah gadis yang telah menyakiti Annabel, hati Edmund sangat bahagia. Namun, tiba-tiba gadis ini tersenyum kepadanya dan berkata padanya untuk menunduk, tidak hanya itu, tangan gadis itu juga melingkari lehernya, menekannya ke bawah.
Apa gadis ini telah gila dan siap mati di tangannya, jika gadis ini menekan lehernya ke bawah, maka kekuatan tangannya yang sedang mencekik leher gadis ini akan bertambah dan akan membuat tulang lehernya patah.
Apa gadis ini benar-benar menerima kematiannya begitu saja. Tidak, ini tidak benar, melihat senyumannya dan mata abu-abu Ashlyn entah Edmund merasa ini tidak benar dan cengkramannya pada leher Ashlyn melonggar, tapi gadis itu tidak melepaskan tangannya yang melingkari lehernya dan menekannya ke bawah hingga Edmund mau tidak mau seolah jatuh kedalam pelukan Ashlyn dan setelah itu dia mendengar sebuah ledakan besar.
Saat Edmund sadar apa yang terjadi, dia melihat tembok yang ada sudah hancur sebelum melihat Ashlyn yang sekarang sudah tidak sadarkan diri, matanya yang abu-abu tertutup dan Edmund menolak percaya bahwa kata-kata gadis ini sebelumnya adalah untuk menyelamatkannya.
"Me-menunduklah." Kata itu kembali berputar di kepalanya dan bayangan Ashlyn saat tersenyum padanya sambil menangis kembali muncul di kepalanya.
Tidak mungkin! Gadis ini buta, dia tidak bisa melihat apa yang terjadi dan dia adalah orang jahat yang tidak peduli pada kehidupan orang lain.
__ADS_1
Namun ... Edmund terus menatap Ashlyn yang masih tergeletak tidak sadarkan diri, apa gadis ini sudah mati?