
Ashlyn benar-benar menikmati suasana di taman bunga yang ada di Mansion keluarga Duke Daren Lynx.
Meskipun dia buta, sebagai Ayana, dia telah buta selama bertahun-tahun dan dia telah terbiasa dengan hal itu, dia telah belajar dan menggunakan indra lain untuk menggantikan matanya agar dia tetap bisa menikmati hidup.
Ibunya selalu mengatakan bahwa keindahan tidak selamanya harus dilihat, tapi juga dirasakan. Karena itulah indra lain yang dia miliki menjadi lebih tajam seperti indra pendengaran, perasa dan indra penciumannya.
Di masa lalu, Ayana belajar untuk membedakan aroma dari bahan-bahan herbal di toko obat. Bahkan setelah bertahun-tahun berlatih, Ayana dapat meracik obat sendiri tanpa melakukan kesalahan dan orang-orang tidak akan lagi ragu pada kemampuannya.
Dan di sini, di dunia novel sebagai Ashlyn Ayana mulai berpikir apa yang akan dia lakukan setelah ini. Dia tidak berniat mengikuti plot cerita yang ada, dia ingin hidup dengan tenang dan menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang dan damai.
Namun, sebelum itu ... sebagai Ashlyn putri Duke Damien Daren Lynx, apa yang harus dia lakukan di dunia novel ini. Dia butuh kesibukan untuk menjalani hidup, dia tidak bisa makan tidur, makan tidur seperti binatang meskipun semua biaya hidupnya ditanggung oleh Duke.
Ashlyn di dunia novel sebagai tokoh utama antagonis lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan dan menghadiri undangan acara pesta minum teh dari para bangsawan meskipun dia tidak suka bersosialisasi dan terkenal pendiam. Namun, itu tidak menghentikan para bangsawan untuk mengundangnya, karena dia adalah putri Duke yang sah, darah Daren mengalir di tubunhya, itu membuat semua orang menghormatinya.
Namun, sepertinya setelah apa yang terjadi ... setelah Ashlyn melakukan semua hal tercela itu pada Annabel dan setelah dirinya dipermalukan oleh ayahnya sendiri di depan semua orang, undangan itu tidak akan pernah datang lagi.
Namun, apa Ayana peduli? Tidak Ayana tidak peduli, sama seperti Ashlyn, dia merasa menjalin hubungan dengan orang-orang yang hanya ingin mendapatkan keuntungan adalah hal yang sia-sia, lebih baik dia memikirkan hal lain untuk dilakukan daripada membuang-buang waktu dengan pesta teh yang tidak berguna.
Ashlyn menghela napas setelah memikirkan semua ini, meskipun dia masih belum menemukan apa yang ingin dia lakukan di dunia novel ini. Ashlyn memutuskan untuk memikirkan itu untuk nanti, dia akan berpikir pelan-pelan dan dengan hati-hati setelah mempelajari bagaimana kehidupan orang-orang di dunia novel ini.
"Ashlyn."
Ashlyn mendengar suara, jika ini adalah Ashlyn yang asli, Ashlyn pasti hafal dengan suara ini, tapi ini adalah Ayana, dia tidak tahu siapa yang memanggilnya, suara lembut dan menenangkan ini ... siapa dia?
Ashlyn memilih untuk diam dan mengabaikan panggilan itu, berharap seseorang memberi tahunya siapa itu.
"Nona Ashlyn, saya Annabel ada di sini untuk melihat kondisimu, apa Anda baik-baik saja sekarang?"
Ah, jadi ini Annabel, gadis lemah lembut bak malaikat yang turun dari langit tapi juga sumber bencana bagi Ashlyn. Di dalam novel, karena sikap Ashlyn yang tidak suka dan tidak peduli pada Annabel membuat hubungan keduanya tidak dekat dan Annabel yang sadar diri bahwa statusnya lebih rendah dari Ashlyn membuatnya berbicara formal di depan Ashlyn.
Ya, anak ini tahu diri dan mengerti sopan santun, tapi sikapnya yang seperti inilah yang membuat orang lain yang melihat merasa bahwa Ashlyn telah keterlaluan dan terlihat sangat sombong.
Haish, Ashlyn hanya bisa mengerutkan bibir saat mengingat bagian ini dan mengabaikan Annabel, Ayana tidak ingin berhubungan dengan Annabel dan Putra Mahkota. Dia sudah memutuskan itu.
Annabel melihat bahwa Ashlyn tidak menanggapi perkataannya dan itu membuatnya merasa sedih sekaligus merasa bersalah.
"Ashlyn, saya benar-benar minta maaf untuk apa yang telah terjadi, saya tidak tahu ayah akan melakukan ini padamu dan ..."
"Cukup." Ashlyn segera memotong, dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan masalah ini lagi.
"Jangan katakan apa-apa lagi dan anggap semuanya tidak terjadi, aku juga akan melupakan segalanya dan kau hiduplah bahagia dengan pangeran, aku tidak akan mengganggumu lagi."
Annabel terperangah saat mendengar Ashlyn mengatakan hal itu dan sulit untuk percaya. "Bagaimana bisa ini dianggap tidak pernah terjadi, Ashlyn karena saya, Anda kehilangan ...."
Ashlyn tidak tahu gadis ini polos, bodoh atau dungu. Bisa-bisanya dia mengungkit hal ini saat dia sudah menyuruhnya untuk melupakan segalanya. "Apakah Anda ingin menyiram air asam pada luka yang baru saja saya alami?" Ashlyn berkata tidak senang, menunjukkan kemarahannya.
Mendengar Ashlyn berbicara dengan formal, Annabel menjadi semakin terkejut, dia menatap mata abu-abu Ashlyn dan kesulitan untuk berbicara.
"A-a-ashlyn sa-saya ...."
"Pergilah jika Anda benar-benar merasa bersalah pada saya."
Ashlyn tidak memberi kesempatan untuk Annabel membalas ucapannya, dia segera berjalan pergi dan seorang pelayan segera datang untuk membantunya berjalan.
__ADS_1
Namun, Annabel sepertinya memiliki sesuatu untuk dikatakan dan mengejar Ashlyn, dia menarik lengan baju Ashlyn.
"Ashlyn tolong dengarkan saya, saya benar-benar minta maaf karena saya Anda kehilangan pengelihatan Anda. Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya ..."
"Cukup!" Ashlyn dengan kasar menarik lengan baju yang dipegang Annabel hingga Annabel jatuh ke tanah. Jika Ashlyn tidak buta dan bisa melihat ini, dia pasti sudah memaki Annabel karena begitu lemah, bagaimana bisa dia jatuh dengan begitu mudah, apakah dia daun kering yang jatuh dari pohon?
"Akh!" Annabel membuat suara kesakitan dan seseorang tiba-tiba datang dengan terburu-buru untuk membantu Annabel berdiri.
"Ashlyn! Bagaimana bisa kau berlaku kasar pada saudaramu sendiri!"
Alis Ashlyn berkerut siapa lagi pemilik suara berat dan tegas ini. Namun, jika mengingat cara berbicaranya yang kasar pada Ashlyn, Ashlyn ingat ini adalah Putra Mahkota karena kekasih sepupunya juga berbicara dengan nada ini saat mengisi suara di audio book.
Ashlyn berdiri di sana, dia merasakan kehadiran banyak orang dari langkah kaki mereka. Sepertinya Putra Mahkota tidak datang sendiri melainkan membawa beberapa pengawal.
"Kau tidak apa? Apa kau terluka, dimana kau merasa sakit?" Dengan khawatir Putra Mahkota Hanz memeriksa keadaan Annabel.
Annabel melambaikan tangannya dan mengucapkan terima kasih. "Jangan khawatir, aku baik-baik saja, jangan marah Ashlyn tidak sengaja melakukannya."
Putra Mahkota Hanz tidak percaya begitu saja, gadis berambut abu-abu keperakan ini telah melakukan hal-hal kejam pada Annabel di depan matanya sendiri, jadi bagaimana bisa dia percaya pada perkataan kekasihnya yang terlalu baik hati ini.
"Ashlyn, berhentilah melakukan hal-hal bodoh seperti ini. Berhenti melukai Annabel, dia adalah adikmu, kau sebagai kakak seharusnya menghormatinya dan kejadian yang terjadi malam itu, apa kau tidak bisa mengambil pelajaran dari itu. Kau kehilangan matamu sebagai balasan untuk kejahatan yang telah kau lakukan. Kau sangat beruntung karena kau adalah putri Duke, jika bukan aku pasti akan ...."
"Kau akan apa?" Ashlyn memotong. "Kau akan memasukkanku ke dalam penjara, menyiksaku hingga aku kehilangan lebih dari sekedar mataku dan membuatku membusuk di penjara, apa itu yang akan kau lakukan?"
Hanz terdiam dan matanya membola saat mendengar ini, dia tahu gadis ini selalu berani dan kejam. Namun, di depannya biasanya gadis ini tidak akan berani berkata dengan nada kasar seperti itu.
"Jika aku tahu ini yang akan terjadi, aku seharusnya membiarkanmu mati di Merlyn dan tidak pernah membawamu ke rumahku."
Hanz melotot, Annabel semakin kahwatir. "Ashlyn jaga bicaramu pada pangeran Putra Mahkota, Anda ...."
"Aku apa?" Ashlyn menatap dengan mata abu-abunya meski dia tidak bisa melihat.
Ashlyn tertawa kecut setelah mengatakan hal ini.
"Jadi inilah yang disebut sebagai air susu dibalas air tuba. Benar-benar menggelikan, seorang gadis desa berhasil medapatkan gelar bangsawan dan seorang putra mahkota yang hampir kehilangan nyawanya, keduanya memperlakukanku dengan tidak adil dan masih berani menyiram air asam pada luka yang masih tebuka. Darimana orang-orang tidak tahu malu seperti kalian berasal?"
"Ashlyn kau!" Putra Mahkota Hanz akan membalas ucapan Ashlyn tapi hanya bisa menahannya saat dia melihat kedatangan Duke Damien.
Ashlyn juga merasakan langkah kaki yang datang dari kejauhan perlahan-lahan mendekat. Namun dia tidak peduli, dia harus mengakhiri hubungan Ashlyn dengan Putra Mahkota dan Annabel jika dia ingin hidup dengan damai.
"Aku mengatakan padanya untuk melupakan apa yang terjadi karena aku juga sudah merelakan, tapi kalian berdua datang hanya untuk mengorek luka dan menyiramnya dengan air asam. Mengatakan kebutaanku adalah balasan dari kejahatan yang telah aku perbuat. Kalian menyuruhku berhenti melakukan hal-hal bodoh ini, tapi kalian juga yang mengungkit-ungkit hal ini di depan mataku yang buta. Aku yang tidak punya hati atau kalian yang tidak tahu apa-apa, begitu bodoh sehingga kalian tidak tahu cara menghormati perasaan orang lain. Hatiku benar-benar sakit saat melihat kalian bersama dan itu bagus dengan kebutaan ini aku tidak perlu melihat kalian berdua lagi, tapi kalian justru datang padaku dan mengganggu hidupku. Jika kalian ingin aku berhenti maka kalian juga harus berhenti menggangguku, apa kalian tuli atau memang terlahir bodoh hingga tidak mengerti apa yang aku katakan!"
Napas Ashlyn terengah-engah saat mengatakan hal itu, tapi dia belum merasa cukup dan kembali berkata, "Dan untukmu Annabel Frey Lynx, selama ini aku telah membiarkanmu memiliki semuanya, apa itu tidak cukup. Berhentilah berpura-pura baik di depanku dan berhentilah menjadi gadis lemah yang sebentar-sebentar merasa dianiaya, kau benar-benar menjijikan!"
Setelah mengatakan hal itu, Ashlyn berbalik, karena marah dia mencoba meraba-raba dan mendapakan tangan sesorang untuk dipegang. Tangan itu besar dan hangat, Ashlyn berpikir ini mungkin salah satu dari pelayan pria yang mengikutinya, dia sama sekali tidak tahu bahwa yang memegang tangannya adalah Duke Damien sendiri.
"Ayo pergi, antar aku kembali ke kamar." Ashlyn berkata dan meminta orang itu untuk menuntunnya.
Duke diam saja dan hanya menuruti perintah putrinya, jika dia berbicara putrinya mungkin akan sadar dan menolak dirinya. Karena itulah sebelummya dia membuat isyarat pada semua orang untuk tidak menyapanya dan menutup mulutnya, dan dia begitu terkejut saat mendengar kata-kata Ashlyn, tapi entah kenapa dia tidak bisa untuk tidak tersenyum saat mendengarnya.
Ya, Duke Damien sendiri merasa Annabel berhak mendapatkan sebutan menjijikkan dari putrinya karena dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri keributan yang terjadi dari kejauhan. Putrinya hanya menarik baju yang dipegang Annabel, jadi bagaimana bisa Annabel jatuh semudah itu dan lagi itu tepat saat Putra Mahkota datang, gadis itu seolah-olah sudah tahu apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan perhatian dan sikap Annabel yang seperti ini benar-benar tidak bisa Duke Damien bayangkan.
Ini benar-benar diluar dugaannya, apa Arabella mengajari hal ini pada Annabel?
Jika iya, lalu apa dia sudah jatuh cinta pada orang yang salah?
__ADS_1
Duke sedang memikirkan ini saat Ashlyn tiba-tiba berhenti dan berbalik pada Putra Mahkota Hanz dan Annabel yang berdiri di sana.
"Ingat apa yang aku katakan hari ini, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan kalian, kalian menikah, bahagia, menderita atau bahkan jika kalian disambar petir aku tidak akan peduli, lalukan apapun yang kalian inginkan dan jangan muncul lagi di hadapanku!"
Kata-kata ini mengejutkan semua orang bahkan Duke Damien sendiri, putrinya benar-benar tahu cara mengeluarkan sumpah serapah dengan baik. Duke terkekeh sebentar sebelum kembali mengendalikan ekspresinya saat Ashlyn tiba-tiba mengangkat wajahnya.
"Apa menurutmu itu lucu?"
Duke Damien melihat wajah putrinya yang memerah karena marah dan mata abu-abunya yang berkilauan dan tidak bisa untuk tidak merasakan sesak di dadanya, mata putrinya seharunya berwarna biru cerah seperti miliknya, tapi karena dirinya mata itu kehilangan cahayanya dan redup begitu saja.
Ashlyn tidak mendapatkan jawaban dari orang yang ada di sampingnya dan hanya bisa menghela napas kasar. "Yah, kau berhak untuk menertawakannya jika itu lucu, ayo pergi aku tidak ingin berlama-lama di sini sebelum mereka kembali membuat ulah."
Duke dengan hati-hati meremas tangan putrinya dan menuntunnya pergi menuju Mansion dan mengantarnya hingga masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Ashlyn segera berbaring di atas kasur dan tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Sebagai Ayana dia telah mengikuti cerita ini sejak awal, karakter utama cerita BE MINE PRINCE! adalah Ashlyn meski tokoh Ashlyn adalah tokoh antagonis.
Dia telah menyelesaikan cerita dan Ayana sama seperti orang lain yang telah menyelesaikan novel ini pasti akan beranggapan bahwa tokoh Ayana memang sudah dibuat menderita sejak awal dengan seorang ibu tiri yang tergila-gila pada harta dan saudari tiri yang terlihat baik tapi sebenarnya telah merebut segalanya darinya. Semua pembaca cerita pasti setuju bahkan jika tokoh Ashlyn menjadi jahat.
Namun, terlalu banyak misteri yang belum terungkap bahkan jika tokoh Ashlyn sudah mati dan ceritanya sudah tamat.
Seperti siapa ibu Ashlyn dan kenapa Duke Damien lebih memilih membunuh Ashlyn. Ah, bahkan ini terus membuat Ayana penasaran, bagaimana sebuah tamparan bisa membutakan seseorang, meskipun genre cerita ini adalah fantasi, roman, thriller, tetap saja Ayana merasa ada yang janggal pada proses kebutaan Ashlyn.
Karena itu sebelum kematiannya Ayana sepertinya ingat bahwa sepupunya mengatakan bahwa komentarnya telah dibalas penulis dan penulis itu mengatakan bahwa dia akan menulis ekstra chapter untuk menjelaskan beberapa hal seperti bagaimana Ashlyn dilahirkan, siapa ibunya dan kenapa Duke lebih memilih membunuh Ashlyn.
Mengingat hal ini Ayana berguling di atas kasur dan menggigit seprei ingin menangis karena dia tidak akan pernah tahu jawaban penulis, dia tidak bisa mengetahui isi ekstra chapter itu dan dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk mengungkapkan kekecewaan yang mendalam.
Namun, sikap ini membuat Duke yang masih ada di sini merasa putrinya telah menderita dengan apa yang baru saja terjadi.
Menyadari hal itu, Duke memberi isyarat pada salah satu pelayan untuk bertanya.
"Nona, apa Nona baik-baik saja?" Dengan hati-hati pelayan wanita itu bertanya.
Ashlyn terus menggigit seprei. "Tidak, aku tidak baik-baik saja," jawabnya. Bagaimana dia bisa baik-baik saja, hatinya kecewa karena dia tidak bisa tahu keseluruhan cerita Be Mine Prince!
Ah!
Duke menatap ini dan kembali mengisyaratkan pada pelayan untuk terus bertanya.
"Apa Nona menginginkan sesuatu agar hati Nona menjadi lebih baik?"
Alis Ashlyn bertaut, sesuatu untuk membuat hatinya menjadi lebih baik?
"Carikan aku tongkat."
Mendengar hal ini, semua orang tertegun. Apa Nona Ashlyn yang kejam ini berencana untuk memukuli Nona Annabel seperti dulu.
Dengan khawatir sang pelayan mencoba mengingatkan, itu tidak akan berhasil. Setiap kali Nona Ashlyn akan melakukan hal jahat pada Annabel, Nona Ashlyn lah yang akan menderita kerugian. Seperti dulu, saat Nona Ashlyn yang marah pada Annabel, dia akan memukuli Annabel, tapi yang terjadi adalah sebaliknya, tongkatnya diambil Putra Mahkota dan dia didorong hingga jatuh ke dalam lumpur, benar-benar menyedihkan.
"Nona, sebaiknya Anda tidak melakukan ini. Anda harus ingat bahwa ...." Sang pelayan mencoba mengingatkan, tapi dia berhenti karena Duke melambaikan tangannya, mengisyaratkan padanya untuk diam.
Duke sendiri tidak suka jika puttinya menjadi pribadi yang kasar pada orang lain, tapi kali ini untuk membalas rasa bersalah untuk apa yang dia lakukan, Duke akan menuruti apapun permintaan Ashlyn selama itu tidak melebihi batas.
Sementara itu, alis Ashlyn kembali merajut. Apa yang dipikirkan pelayan itu hingga nada bicaranya terdengar begitu khawatir. Apa dia pikir Ashlyn akan menggunakan tongkat itu untuk memukuli Annabel.
Ah, tentu saja. Jika ini Ashlyn, dia pasti akan melakukannya.
__ADS_1
Menghela napas, Ashlyn memijat pangkal hidungnya dan berkata, "Aku ingin tongkat untuk membantuku berjalan, apa yang kau pikirkan?"
Mendengarnya sang pelayan kembali tertegun dan sulit percaya, bahkan Duke juga menatapnya heran. Tidak mungkin, Ashlyn pasti akan menggunakan tongkat itu untuk memukuli Annabel!