I Became A Blind Villain

I Became A Blind Villain
Tiga Permintaan.


__ADS_3


Di malam hari, Ashlyn bahkan masih tidak bisa untuk tidak berhenti tersenyum saat mengingat apa yang terjadi hari ini di Aula, Duke sebenarnya menyetujuinya meski dengan beberapa persyaratan yang harus dia lakukan seperti makan bersama dengan dua wanita parasit itu.


Ai, Ashlyn bahkan hampir tidak bisa menelan makanannya karena mual diakibatkan bau parfum yang digunakan Arabella sangat menyengat hingga menusuk hidung. Bagaimana Duke bisa bertahan dengan jenis wanita seperti itu, dan bagaimana Duke bisa terus mencintai wanita itu dengan segala perubahan yang terjadi pada wanita itu.


Di dalam cerita Be Mine Prince! Memang sedikit diceritakan bagaimana Duke bisa jatuh cinta pada Arabella dan menginginkan Arabella untuk menjadi ibu yang baik bagi Ashlyn. Itu semua karena di awal pertemuan mereka, Arabella adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang kebetulan juga adalah seorang kesatria. 


Awalnya Duke Damien hanya merasa kasihan pada Arabella dan membantu Arabella setelah kematian suaminya, tapi perlahan-lahan dengan semakin banyak Duke Damien bertemu dengan Arabella, Duke melihat bahwa Arabella adalah wanita yang terlihat begitu kuat dan tegar, bahkan setelah ditinggal suaminya, Arabella masih bisa melanjutkan hidupnya dan merawat putrinya dengan baik. Tidak hanya itu, Arabella juga terlihat seperti orang baik yang suka membantu orang lain. Semua poin-poin positif ini membuat Duke jatuh cinta dan memutuskan untuk menikahinya.


Ashlyn hampir muntah saat mengingat bagian ini.


Karena sekarang bukankah Arabella sangat jauh berbeda dengan Arabella yang dulu, tidak ada kesederhanaan apa lagi kebaikan hati seorang ibu. Wanita itu bahkan tidak akan mau ketinggalan jika ada produk baru yang keluar di ibu kota, selalu mengikuti trend dan gemar menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang-barang mewah.


Apa Duke benar-benar tidak bisa melihat perubahan pada wanita ini?


Ah, benar-benar! Ashlyn memijat pelipisnya dan merasa sedikit pusing, untuk apa dia memikirkan masalah ini? Dia seharusnya tidak peduli, segera setelah dia menguasai bela diri, Ashlyn akan angkat kaki dari sangkar emas ini dan melanjutkan hidupnya sendiri.


Biarkan Duke bersama dengan istrinya yang tamak. Dia tidak peduli karena itu adalah pilihan Duke sendiri yang memutuskan untuk menikahi dan terus mempercayai Arabella.


Mungkin, Duke memang sudah cinta mati pada Arabella, karena itulah di dalam cerita dia lebih memilih membunuh Ashlyn daripada membunuh Arabella dan Annabel.


Menghela napas, Ashlyn berbaring di ranjangnya dan mencoba untuk tidur. Dia tidak perlu memikirkan masalah keluarga ini lagi, karena dia tidak berniat untuk membalas dendam dan hanya ingin hidup dengan tenang, menjauh hingga dia tidak perlu hidup bersama dengan Arabella dan Annabel lagi. Bahkan, jika dia ingin balas dendam untuk tokoh Ashlyn, dia tidak akan membunuh orang, sudah dia bilang, sukses adalah cara terbaik untuk balas dendam.


Akan dia buktikan bahwa dia akan hidup dengan baik bahkan lebih baik dari kehidupan Annabel dan Arabella!


Ashlyn menutup matanya dengan tekad di hatinya, mengatur napas, bersiap-siap untuk tidur, tapi kemudian dia mendengar suara ketukan yang datang dari jendela.


Ashlyn mencoba mengabaikannya, tapi ketukan itu terus datang dan sebuah suara seperti orang itu tengah mencoba membuka jendela mulai terdengar.


Jendelanya benar-benar terbuka dan sosok hitam jatuh ke lantai. Sosok itu merintih kesakitan sementara lantai tempat sosok itu mulai berlumuran darah.


Ashlyn menciumnya, bau darah dan bau kayu serta bau tanah. Lalu, suara itu ...


"Ashlan?"


Ashlyn mencoba mendekat untuk memastikan suara ini adalah milik orang yang hampir mencekiknya sampai mati. Ashlan.


Edmund yang menggeliat di lantai merasakan tubuhnya kesakitan dengan semua luka yang dia alami. Ia bergumam agar Ashlyn dapat mengenali suaranya.


Sebelumnya, Edmund hanya sedang melakukan pekerjaan seperti biasa di dalam hutan untuk mencari kayu bakar.


Namun, suasana hati Edmund saat itu sedang tidak baik karena dia kehilangan kesempatan untuk membunuh Ashlyn, jadi dia melampiaskan amarahnya dengan menebang banyak pohon dan memotongnya menjadi beberapa bagian seolah yang dia potong adalah Ashlyn. Dia melakukannya dan tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat hingga hutan itu menjadi gelap.


Edmund menghela napas dan berpikir bahwa dia harus segera kembali ke rumah atau ibu dan ayahnya akan mengkhawatirkannya. Namun, dalam perjalanan pulang, dia tiba-tiba diserang oleh orang yang tidak dikenal dan sayangnya orang itu adalah orang yang sama yang mengejarnya saat dia bersama Ashlyn waktu itu.


Edmund tidak tahu kenapa, tapi Edmund tahu bahwa dua orang itu mengincar nyawanya dan ingin membunuhnya. Edmund mencoba melawan mereka dan mencari tahu siapa mereka serta apa yang mereka inginkan, tapi ternyata dua orang itu bukanlah orang biasa, mereka menguasai sihir dan Edmund tidak memiliki kesempatan untuk menang. Dia justru menerima banyak luka dan hanya bisa melarikan diri.


Namun, sayangnya orang itu terus mengejar. Edmund berpikir untuk pergi ke tempat komunitas orang jahat dan mencari perlindungan, tapi kemudian dia berpikir bahwa orang-orang itu mungkin tidak akan menerimanya dan akan bertanya-tanya kenapa dirinya tidak bersama Ashlyn karena dia membohongi mereka dengan mengatakan bahwa dia adalah pengawal Ashlyn. Orang-orang itu mungkin akan semakin banyak tanya.


Jadi dia menolak gagasan untuk pergi ke tempat itu dan terus melarikan diri dari kejaran dua orang itu di malam hari, hingga berakhir di halaman samping Mansion Daren Lynx setelah hampir selama setengah malam berlari menghindari mereka, anehnya saat dia memasuki area Mansion Daren Lynx, dua orang itu hanya menatapnya dari balik topeng yang mereka kenakan sebelum pergi meninggalkan tempat itu seolah tempat itu adalah tempat terlarang bagi mereka.


Namun, ini adalah keberuntungan bagi Edmund karena tidak hanya dua orang berbahaya itu pergi, dirinya juga berada di Mansion Daren Lynx, tempat dimana Annabel tinggal.


Gadis itu begitu baik dan dia juga merindukannya, meskipun dia tidak ingin membuat Annabel khawatir dan merepotkannya, tapi hanya ini yang bisa Edmund lakukan untuk bertahan hidup karena luka tusuk di perutnya harus segera diobati atau dia benar-benar akan mati kehabisan darah.


Tidak ada pilihan lain, dia harus bertemu dengan Annabel dan meminta Annabel untuk mengobati lukanya seperti dulu. Edmund yakin, gadis yang begitu baik seperti Annabel akan dengan suka hati membantunya, bahkan gadis itu mungkin juga akan mengkhawatirkannya dan itu akan membuat Edmund merasa bahagia karena dia bisa bersama dengan Annabel meski hanya untuk sementara waktu.


Namun, saat Edmund menahan sakitnya dengan terus memegangi perutnya yang terluka dan berjalan mencari keberadaan Annabel di tempat biasa Annabel berada, Edmund justru melihat Annabel dan Putra Mahkota yang tengah berpelukan dan berciuman. 


Edmund tahu bahwa Annabel tidak mencintainya, dan Edmund juga tahu bahwa Annabel mencintai Putra Mahkota, mereka saling mencintai satu sama lain. Namun, tetap saja saat Edmund melihat hal ini, dia tidak bisa untuk tidak cemburu dan merasakan amarah yang memercik di dadanya.


Namun, apa yang bisa Edmund lakukan? 


Annabel tidak mencintainya dan Edmund hanya ingin Annabel bahagia. Jadi, meskipun hatinya dibakar cemburu dan amarah, Edmund pergi diam-diam dan melompat ke atap, bersembunyi dari para penjaga dan mencari keberadaan Ashlyn.

__ADS_1


Hanya ini satu-satunya harapannya untuk tetap bisa selamat, gadis jahat itu menawarkan tiga permintaan padanya dan Edmund akan meminta untuk diobati sebagai permintaan pertamanya meski Edmund tidak yakin apakah gadis jahat itu akan memenuhi permintaanya atau tidak. Namun, Edmund tetap pergi mencarinya seolah dia putus asa, karena harus pergi meminta pertolongan pada orang yang sangat dia benci.


Edmund berhasil menemukan Ashlyn yang tengah duduk di atas tempat tidur dan perlahan-lahan membaringkan tubuhnya. Edmund mendekati jendela dan mengetuknya agar gadis itu bisa membukakan jendelanya, tapi gadis jahat itu sebenarnya mengabaikannya!


Apa gadis jahat itu berpura-pura tidak mendengarnya! Edmund merasa kesal dan mengetuk jendela berkali-kali. Namun, gadis itu benar-benar mengabaikannya.


Edmund tidak bisa membuat keributan lebih banyak lagi atau para penjaga akan mengetahui keberadaannya, meski dia marah dan kesal pada Ashlyn, dia hanya bisa menaruh harapan pada orang ini dan dengan paksa mencoba membuka jendela sebelum melompat masuk ke dalam, dan sepertinya itu adalah batas waktunya. 


Lukanya semakin parah saat dia terjatuh dan mengeluarkan banyak darah. Edmund mendengar Ashlyn berkata, "Ahslan?"


Benar, gadis ini mengetahui namanya sebagai Ashlan dan karena luka-luka yang diderita olehnya dia hanya bisa bergumam sebelum jatuh tidak sadarkan diri.


Sebelum jatuh tidak sadarkan diri, Edmund menertawakan dirinya sendiri di dalam pikirannya. Apa yang dia harapkan dari gadis jahat ini, gadis yang tidak memiliki hati, tanpa belas kasih ini mana mungkin mau menolongnya. Dia benar-benar bodoh dengan datang pada Ashlyn. Bukankah dia hanya mempermalukan dirinya sendiri dan mati dengan menyedihkan di depan orang yang sangat dia benci. Andai ... Seandainya Edmund masih memiliki sedikit kekuatan, dia akan mematahkan leher gadis ini dan membawanya ke kematian bersamanya.


Hanya dengan itu, Annabel akan hidup dengan tenang.


Annabel akan hidup dengan bahagia hanya jika gadis ini mati. Namun, pada akhirnya dia tidak bisa berbuat apa-apa pada gadis jahat ini dan justru jatuh terpuruk dengan menyedihkan, seperti tikus yang mati di depan gadis jahat ini.


Ashlyn, yang begitu jahat pasti menertawakannya dan membuang tubuhnya ke lautan tanpa berpikir dua kali.


Namun, saat Edmund membuka matanya lagi hal pertama yang dia lihat adalah orang yang sangat dia benci, Ashlyn. Gadis itu duduk di kursi yang diletakkan tepat di samping tempat tidurnya, seolah dia tidak buta, wajahnya yang putih dan matanya yang abu-abu menatap ke arah jendela. Namun, hanya dengan melihat, Edmund bisa tahu bahwa Ashlyn hanya sedang menikmati cahaya mentari pagi yang hangat, bahkan Edmund sendiri bisa merasakan kehangatan dari cahaya yang menembus kaca.


Edmund merasa tubuhnya sangat lemah dan mencoba untuk bergerak, tapi gerakan ini justru membuat Ashlyn menyadari bahwa dia sudah sadar.


"Sudah bangun?" Ashlyn bertanya.


Edmund terpaku sejenak dan hanya menatap Ashlyn yang sekarang menolehkan wajahnya ke arahnya, rambut gadis itu dibiarkan tergerai melewati pundaknya dan matanya yang abu-abu tidak pernah kehilangan keberaniannya, saat menatap Ashlyn, Edmund selalu menemukan bahwa gadis ini memiliki tatapan yang tajam dan berani, bahkan saat matanya menjadi buta, gadis itu tidak kehilangan keberanian di matanya, Edmund sama sekali belum pernah melihat mata gadis itu tertunduk lesu dan sedih.


Apa gadis jahat ini tidak pernah menderita selama dia hidup di dunia ini? Jika gadis jahat ini belum pernah merasakannya, maka Edmund akan menjadi orang yang akan membuat gadis ini kehilangan keberanian dari matanya, dia akan membuat cahaya di mata orang ini redup dan membuatnya meneteskan air mata hingga air matanya kering.


Edmund memikirkan ini dan kebencian di dalam jiwanya kembali berkobar. Melihat Ashlyn, orang yang sangat dia benci berada tepat di depannya, Edmund tidak bisa untuk tidak mengulurkan tangannya untuk mematahkan leher Ashlyn.


Namun, karena luka yang diderita oleh tubuhnya, Edmund bahkan tidak memiliki tenaga untuk bisa bangkit dari tempat tidur. Karena saat dia mencoba untuk bergerak, tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.


Edmund mengernyitkan dahinya saat Ashlyn berbicara dan dia baru menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi. Semalam dia diburu oleh dua orang tidak dikenal dan menderita banyak luka, dia melarikan diri dan berniat meminta bantuan Annabel, tapi dia mendapati Annabel tengah bersama Putra Mahkota dan dia memutuskan untuk menemui Ashlyn dan meminta satu dari tiga permintaan miliknya seperti orang bodoh.


Lalu dia jatuh tidak sadarkan diri, Edmund pikir dia telah mati dan gadis jahat inilah yang membiarkannya mati. Namun, ternyata dia masih hidup, bahkan tidur di tempat tidur empuk yang belum pernah dia coba sebelumnya.


Edmund menatap ke sekitar, dia berada di ruangan asing, tapi ruangan itu benar-benar terlihat luar biasa dan mewah. Lukisan yang tergantung di dinding, vas bunga lavender di sudut ruangan dan beberapa perabotan lain seperti meja dan kursi, semuanya adalah kualitas yang terbaik.


Ashlyn tidak bisa melihat kebingungan di wajah Edmund, jadi dia hanya bisa berkata. "Apa yang terjadi padamu, kenapa kau menderita luka begitu banyak, tidak hanya itu aliran darah dan energi di dalam tubuhmu juga bermasalah, apa kau ...." Ashlyn terus berbicara tentang apa yang dia ketahui setelah memeriksa keadaan Ashlan.


Pria ini ... bagaimana Ashlyn menjelaskannya, dia telah hidup selama delapan belas tahun dan sedari kecil dia telah diajari ilmu pengobatan tradisional tiongkok. Namun, ilmu yang dia pelajari bukanlah ilmu sederhana seperti menghafalkan nama-nama obat dan ramuan. Namun, dia juga diajari cara mengobati dan mengetahui permasalahan tubuh pasien menggunakan teknik akupuntur.


Pria ini, Ashlan entah kenapa saat memeriksanya semalam, tidak hanya Ashlyn menemukan beberapa luka di tubuh Ashlan, tapi dia juga menemukan permasalahan saat memeriksa meridian orang ini. Energi pria ini sebenarnya terus berkumpul di sekitar benda itu berdetak dan energi yang Ashlyn rasakan sangat berbeda dengan energi yang pernah ditemui di dunia nyata. Mungkin karena ini adalah dunia novel dengan sub genre fantasi dimana sihir dan monster juga ada di dunia ini, maka Ashlyn juga merasakan energi yang berbeda di tubuh Ashlan. 


Energi yang sangat kuat seperti kobaran api yang membara, tapi sayangnya energi itu seperti dikurung di satu tempat dan tidak bisa menyebar ke seluruh jaringan tubuh Ashlan. Jika, energi ini lepas, Ashlyn bahkan berpikir bahwa orang ini mungkin menjadi manusia dengan kekuatan super.


Namun, meskipun Ashlyn memiliki cara untuk membuat energi yang terjebak itu bebas, Ashlyn tidak akan melakukannya sebelum dia mendapatkan jaminan. Bagaimanapun orang ini adalah orang yang hampir mencekiknya sampai mati.


"Kenapa kau tidak membunuhku atau membiarkan aku mati?" 


Edmund tidak memahami satu katapun yang keluar dari mulut Ashlyn. Peredaran darah dan energi di tubuhnya yang terhambat, apa maksudnya dengan semua itu, gadis ini pasti sedang membual! Dan daripada itu dia lebih penasaran, kenapa gadis ini menyelamatkannya?


Alis Ashlyn naik saat mendengar hal ini. "Kenapa? Apa kau ingin aku membunuhmu dan apa kau datang ke kamarku seperti pencuri untuk mengantar tubuhmu yang tidak berguna untukku?" Ashlyn bertanya sambil melipat tangan di dada.


Edmund kehilangan kata-katanya setelah mendengar ini.


Ashlyn kemudian melanjutkan. "Jika kau ingin mati, kenapa kau datang ke kamarku, mengganggu tidurku dan mengotori kamarku dengan darahmu yang bau. Jika kau ingin mati kenapa kau tidak pergi ke kuburan dan menggali kuburmu sendiri?"


Edmund tergagap, tapi Ashlyn ternyata bahkan belum selesai berbicara. "Aku tidak mengotori tanganku yang berharga untuk membunuh orang dan aku juga tidak mengotori tanganku yang berharga untuk mengubur mayat seseorang. Kau pikir siapa aku dan beraninya kau datang ke tempat ini hanya untuk mati. Setidaknya jika kau ingin mati, jangan merepotkan orang lain dengan kematianmu, apa yang kau pikirkan saat datang ke tempat ini, menyerahkan jeroanmu untuk dijual? Tsk, memangnya jual beli organ di sini sudah ada?" 


Edmund benar-benar tidak bisa berkata-kata. Edmund sangat membenci orang ini karena perlakuan Ashlyn yang jahat. Dia masih ingat bagaimana rasanya cambuk itu menghantam dan merobek kulitnya hingga berkali-kali dan bagaimana gadis jahat ini bahkan tidak merasa kasihan padanya saat dirinya dicambuk berkali-kali dan mengabaikan tangisan Annabel yang memohon padanya untuk menghentikan cambukannya. Namun, yang dilakukan gadis jahat ini justru menatapnya dingin dan mendorong Annabel hingga terjatuh dan membiarkan para pelayannya untuk terus mencambuki Edmund hingga penuh 30 kali cambukan.


Edmund sangat menderita karena perlakuan itu, bahkan bekas luka masih ada dan tidak akan pernah hilang dari tubuhnya seolah agar dia tidak bisa melupakan peristiwa menyakitkan itu. Lalu sekarang, meskipun gadis ini tidak menyuruh pelayannya untuk membunuhnya dan entah bagaimana justru menyelamatkannya. Namun, lidah gadis ini masih sangat tajam dan terus membuat Edmund semakin membencinya.

__ADS_1


"Carolin!" Ashlyn tiba-tiba berdiri dan berteriak memanggil pelayannya. Edmund yang lemah hanya bisa menatapnya dari tempat tidur dengan penuh kebencian di dalam dadanya. 


Menatap tajam punggung gadis yang sekarang berjalan menuju pintu, Edmund bertekad bahwa dia akan membunuh gadis itu suatu hari nanti dan membuat gadis itu merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan. Edmund akan memastikan bahwa Ashlyn akan menerima 30 cambukan darinya!


Sementara itu, Carolin segera masuk begitu memdengar Ashlyn memanggilnya.


"Anda memanggil saya, Lady Ashlyn?"


Ashlyn dengan acuh tidak acuh melipat tangannya di dada dan menunjuk dengan dagunya. "Orang itu bilang dia ingin mati, keluarkan dia ...."


"Aku datang untuk mengambil tiga permintaan yang kau berikan untukku."


Ucapan Ashlyn tidak selesai saat Edmund memotongnya dengan kata-kata itu.


Ashlyn menaikkan alisnya sementara Edmund tersenyum sinis. Dia akan menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Ashlyn.


"Tiga permintaan?" Ashlyn berbalik dan bertanya dengan heran.


"Bukankah kau bilang akan mengabulkan tiga permintaan untuk menebus kesalahanmu?"


Alis Ashlyn berkerut semakin dalam seolah mencoba mengingat kembali dan saat dia ingat, dia memang mengatakan hal itu saat mereka keluar dari tempat persembunyian komunitas orang-orang jahat.


"Jadi apa tiga permintaanmu, katakan."


Edmund tidak bisa untuk tidak tertawa di dalam hatinya. Tiga permintaan, gadis jahat ini pikir tiga permintaan cukup untuk menebus apa yang telah dia perbuat. Karena gadis itu, dia harus menderita 30 cambukkan dan harus berbaring di atas tempat tidur selama hampir setengah bulan, karena hal itu dia tidak bisa bekerja dan ayahnya yang sakit harus bekerja agar mereka bisa makan, mereka bahkan akan kelaparan jika Annabel tidak mengunjunginya dan dia mungkin tidak akan sembuh jika Annabel tidak memberinya obat. Terima kasih untuk Annabel yang begitu baik dan mulia. Namun, itu bukan berarti Edmund bisa melupakan apa yang terjadi, itu bahkan tidak akan pernah bisa dilupakan seumur hidupnya.


Dan gadis jahat ini berpikir bahwa tiga permintaan itu cukup untuk membuat dirinya melupakan segalanya! Tidak mungkin!


Namun, jika gadis jahat ini berpikir demikian, Edmund akan membantunya agar tiga permintaan ini cukup untuk membuat gadis ini menderita. Mungkin, dengan itu Edmund bisa melupakannya.


Jadi Edmund tersenyum sinis saat memikirkan sebuah rencana di kepalanya.


"Pertama, biarkan aku menjadi pelayanmu."


Ashlyn menaikkan alisnya, tapi tidak mengatakan apa-apa, dia akan mendengarkan hingga selesai meski permintaan orang ini sedikit tidak terduga. Ashlyn pikir orang ini akan meminta harta atau semacamnya, dia tidak menyangka bahwa orang ini akan meminta untuk menjadi pelayannya. Namun, karena hal inilah dia merasa ada yang aneh. 


Apa orang ini sedang merencanakan sesuatu?


"Kedua, buat aku bergabung dengan pasukan kesatria Daren Lynx dan ketiga, berikan aku satu kantong emas dan batu permata."


Carolin yang mendengarnya terkejut, pria ini sebenarnya meminta begitu banyak. Satu kantong emas dan berlian mungkin adalah jumlah yang sedikit untuk Lady Ashlyn. Namun, bagi orang biasa, itu bisa digunakan untuk membeli rumah dan membangun usaha.


Ya, memang itu rencana Edmund, harta yang dia minta akan digunakan untuk memperbaiki hidup keluarganya. Hasil bekerja menjual kayu bakar tidak akan pernah bisa menghasilkan uang sebanyak itu untuk membangun rumah. Dengan semua koin emas dan batu permata itu, dia akan membangun rumah dan kedai kecil untuk memulai bisnis milik ibunya yang suka memanggang roti, dia yakin ibunya bisa melakukannya, roti buatan ibunya sangat enak baginya dan orang lain harus merasakannya juga.


Edmund merencanakan ini tidak lain karena dia mungkin akan terlibat dengan kematian karena menginginkan kematian gadis jahat ini. Namun, dia tidak peduli jika dia bisa membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik sebelum dia mati.


"Keinginan ketiga mu itu mudah untuk dilakukan, tapi untuk keinginan pertama dan kedua mu, kenapa kau menginginkan itu. Jika kau ingin jadi pelayan maka kau tidak bisa menjadi kesatria, begitupun sebaliknya."


Ashlyn mencoba membuat orang ini mengutarakan niatnya. 


"Aku ingin menjadi pelayanmu tidak lebih karena orang-orang itu sudah mengenalku sebagai pelayanmu. Aku tidak ingin menjadi penipu."


Ashlyn mengerutkan dahinya, "Orang-orang itu?"


Edmund, "Komunitas orang-orang ja-"


"Berhenti sampai di situ." Ashlyn segera memotongnya. "Aku mengerti, lalu yang kedua."


"Yang kedua, karena aku ingin meningkatkan statusku dari orang kelas bawah menjadi, orang yang lebih terpandang."


Ashlyn menghela napas, setelah mendengar penjelasan Ashlan. Dia bisa mengerti dan memahami keinginan orang itu, dan merasa tidak ada yang aneh lagi dengan permintaan Ashlan. 


Orang ini cukup pintar dan menggunakan kesempatan yang dia berikan dengan baik. Tidak hanya meminta harta, tapi orang ini juga meminta pekerjaan untuk memperbaiki kehidupannya. Bagus, orang ini berpikiran maju, Ashlyn bisa menerimanya.


"Baiklah, aku menyetujuinya."

__ADS_1


__ADS_2