
Pangeran Charles Orpan adalah anak ke dua dari Raja dan Ratu Orpan. Adik laki-laki Pangeran Arthur, Putra Mahkota kerajaan Orpan.
Pangeran Charles adalah orang yang energik dan ceria, sejak kecil saat pertama kali mendengar kisah tentang kehebatan keturunan Daren Lynx, Charles segera menjadi pengagum fanatik mereka.
Pangeran Charles sangat mengagumi Duke Damien Daren Lynx dan tidak pernah bosan mendengar kisah-kisah kehebatan Duke Damien di medan pertempuran atau kisah-kisah tentang petualangan Duke Damien untuk memberantas para monster dan iblis.
Pangeran Charles begitu mengaguminya hingga impiannya adalah menjadi seperti Duke Damien, kesatria hebat yang membawa pedang keadilan, membunuh monster dan melindungi yang lemah. Dan impian terbesar Pangeran Charles tidak lain dan tidak bukan adalah untuk bertemu dan melihat sendiri idolanya dari dekat.
Namun, takdir yang kejam menamparnya dengan keras, bahkan jika dia sangat ingin bertemu dengan Duke Damien dan bahkan jika dia adalah anak Raja. Dia tidak bisa menemui Duke Damien karena kakak laki-lakinya adalah orang yang egois.
Saat Pangeran Charles berusia tujuh tahun, itu adalah saat dia tahu bahwa dia bisa bertemu dengan Duke Damien dengan cara pergi ke kediaman Daren Lynx secara langsung. Namun, untuk itu dia harus memiliki surat undangan untuk bisa pergi dan Kerajaan hanya boleh mewakilkan satu anggota keluarganya untuk bisa pergi.
Pangeran Charles merengek dan berguling-guling di sepanjang lorong saat Raja, ayahnya mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi karena dia dianggap masih terlalu kecil. Ayahnya menyuruhnya untuk bersabar dan menunggu hingga dia tumbuh besar.
Pangeran Charles yang polos dan gila karena sangat ingin bertemu dengan idolanya mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa tumbuh besar dalam waktu satu tahun agar dia bisa pergi menemui idolanya.
Jadi Pangeran Charles mulai minum banyak susu dan banyak makan, bahkan jika dia tidak lapar dan dia sudah kenang, mulutnya akan terus bergoyang untuk mengunyah makanan sebanyak yang dia bisa. Ini mengerikan, dia tumbuh menjadi anak tergemuk di kerajaan dan dengan kakinya yang gemuk, pipi yang gembul seperti roti kukus, dia bilang dia ingin pergi saat surat undangan itu datang lagi.
Namun, ayahnya mengatakan bahwa menjadi besar yang dia maksud adalah bukan menjadi gemuk, yang dia maksud adalah pangeran Charles masih terlalu muda, anak kecil yang tidak bisa dibebani tanggung jawab Kerajaan.
Pangeran Charles menangis dan berguling-guling di kamarnya sementara kakak laki-lakinya mengejeknya dengan tersenyum sinis padanya. Pangeran Charles berteriak, dunia ini tidak adil padanya, kenapa dia tidak bisa pergi dan kenapa undangan itu dibatasi. Ayahnya menjawab bahwa Duke adalah orang yang memiliki banyak kenalan, Mansionnya tidak bisa menerima semua tamu yang datang, karena itu undangannya dibatasi setiap tahun.
Ayahnya kembali meminta Charles untuk bersabar dan dia bersabar meskipun diam-diam dia menggerutu bahwa kenapa dia tidak dilahirkan sebagai Raja Kerajaan Olivia saja, dengan begitu dia bisa bertemu idolanya dengan lebih mudah.
Namun, dia tidak mengatakannya pada ayahnya atau ayahnya akan menendangnya keluar dari kerajaan. Jadi yang bisa Charles lakukan hanyalah bersabar dan menunggu sampai dia berusia enam belas tahun untuk bisa pergi, dan dia melalui harinya dengan berlatih dan berlatih, belajar dan belajar agar dia bisa seperti idolanya, Duke Damien yang hebat. Agar saat mereka bertemu, Duke akan menyanjungnya dan mengatakan bahwa dia sudah berusaha keras dan Charles akan membawa seorang pelukis cepat untuk melukis mereka dan meminta tanda tangannya.
Membayangkannya saja Pangeran Charles tidak bisa berhenti tersenyum seolah hari itu adalah hari paling bahagia di dalam hidupnya. Namun, dia kembali kecewa.
"Aku adalah Putra Mahkota jadi aku yang harus pergi."
Kakak laki-lakinya yang egois mengatakan ini.
"Apa yang akan dikatakan Duke tentang kerajaan Orpan jika kita mengirim dirimu ke sana, dia mungkin akan berpikir bahwa kita tidak menghormatinya."
Sialan, dulu dia terhalang oleh umur dan sekarang dia terhalang oleh status, kenapa, kenapa dunia ini tidak adil. Kenapa dia tidak dilahirkan lebih dulu dan kenapa dia tidak menjadi Putra Mahkota.
Pangeran Charles sangat kecewa tapi dia tidak kehilangan semangatnya, dia hanya kehilangan kewarasannya. Jika dia tidak bisa bertemu dengan Duke Damien secara formal di acara pesta ulang tahun putrinya. Pangeran Charles hanya perlu bertemu dengan idolanya secara informal.
Di medan pertempuran! Di dunia luar yang kejam dan penuh dengan pertumpahan darah!
Pangeran Charles akan menemuinya di medan pertempuran dan membantunya bertempur melawan para monster.
Jadi, Pangeran Charles pergi dan mulai mengembara mengikuti jejak Duke Damien, mendaki gunung, melewati lembah dan menyeberangi lautan dengan mengacungkan pedangnya, dengan secercah harapan bahwa dia akan segera bertemu dengan idolanya.
Pangeran Charles tidak kenal lelah pergi kemanapun Duke Damien pergi sampai dia mendengar kabar bahwa Duke Damien telah kembali ke kediamannya untuk mengurus masalah keluarganya. Dia dengar putri idolanya membuat masalah dan Pangeran Charles yang belum pernah bertemu dengan Ashlyn hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk pergi ke Kerajaan Olivia dan menemui Duke Damien.
Masalah apa yang dibuat oleh putri idolanya? Pangeran Charles bertanya-tanya dan semakin dia mendengar berita tentang seperti apa putri Duke Damien itu, Pangeran Charles tidak bisa untuk tidak terkejut.
Bagaimana bisa idolanya memiliki anak nakal yang suka membuat masalah. Bahkan membuat keributan hanya karena cintanya ditolak oleh Putra Mahkota.
Pangeran Charles dengan gemas mengutuk putri idolanya, menganggap gadis itu sebagai gadis bodoh yang dibutakan cinta. Dunia ini begitu luas, kenapa dia harus membuat masalah untuk idolanya hanya karena cinta?
Entah kenapa itu membuat Pangeran Charles membenci putri Duke Damien dan membuatnya ingin menemui putri idolanya untuk memberinya peringatan seperti.
"Jangan ganggu Duke Damien untuk masalah percintaanmu. Waktu yang dimiliki oleh Duke Damien sangat berharga dan dia memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi kekaisaran. Beraninya gadis sepertimu membuat masalah untuk Duke Damien."
Sekiranya seperti itulah kata-kata yang akan dimuntahkan Pangeran Charles di depan putri Duke Damien. Namun, setelah berminggu-minggu perjalanan dan saat dia sampai di Kerajaan Olivia, Pangeran Charles tetap tidak bisa menemuinya karena mereka telah pergi.
Pangeran Charles merasa sangat kecewa, karena selalu saja seperti ini, setiap kali Pangeran Charles menerima berita tentang dimana keberadaan Duke Damien, saat dia mencoba untuk menemuinya. dia akan selalu datang terlambat, Duke Damian sudah pergi seolah idolanya selalu meninggalkannya dan dia tidak akan pernah ditakdirkan untuk bertemu dengan idolanya.
Namun, Pangeran Charles tidak menyerah dan meneruskan perjalanan dan membuat para pengikutnya kuwalahan dengan semangatnya yang membara.
Terakhir, Pangeran Charles mendengar bahwa idolanya bersama rombongannya pergi menuju barat, tepatnya lautan pasir yang belum diketahui seberapa luasnya lautan pasir itu, bahkan jarang dikunjungi dan dilewati karena tidak ada kehidupan di sana.
__ADS_1
Bahkan rumornya, jika ada yang berani masuk ke sana, sekali dia melangkah maka selamanya mereka tidak akan pernah bisa kembali.
Pangeran Charles bertanya-tanya untuk apa Duke Damien pergi ke sana. Namun, dia dengan semangat menjawab dirinya sendiri bahwa idolanya pasti sedang melakukan pengejaran pada monster. Jadi, dia juga memutuskan untuk pergi.
Namun, para pengikutnya yang terdiri dari para perajurit kerajaan memperingatkan Pangeran Charles tentang tandusnya daerah itu. Mereka mengkhawatirkan keselamatan Pangeran Charles dan diri mereka sendiri.
Bagaimana jika mereka mati karena dehidrasi?
"Jika Duke Damien pergi ke sana maka kita juga akan pergi ke sana. Jika Duke Damien bisa, maka kita juga bisa!" Dengan optimis, Pangeran Charles memberi khotbah dan membuat para pengikutnya menggelengkan kepala dengan putus asa.
Sangat melelahkan mengikuti Pangeran Charles yang hiperaktif dan selalu optimis ini. Mereka sudah berkeliling ke banyak tempat hanya untuk mengikuti keinginan Pangeran Charles. Namun, lautan pasir itu seperti tanah terlarang yang tidak pernah dijamah oleh manusia. Bahkan jika Duke sangat hebat, dia juga manusia yang bisa mati karena dehidrasi. Apa yang harus mereka lakukan tentang ini untuk mencegah Pangeran Charles pergi?
Pangeran Charles melihat kekhawatiran pengikutnya dan menyarankan mereka untuk membawa bekal yang banyak, terutama persedian air dan menyuruh mereka menyusul Pangeran Charles. Sementara dirinya pergi lebih dulu.
Tidak ada yang bisa mereka lakukan bahkan jika mereka melarangnya pergi dia akan tetap pergi, fanboy sejati yang keras kepala ini akan melakukan apa saja untuk bisa bertemu dengan idolanya!
Namun, di perjalan. Di bawah teriknya sinar matahari yang membakar kulit, Pangeran Charles seorang diri terkapar di lautan pasir dengan bibir pecah-pecah mencoba menelan ludahnya sendiri, tapi mulutnya sudah kering, tenggorokannya kering dan matanya mulai berkunang-kunang, sakit kepala.
Dia kehabisan air dan pasukannya belum menyusulnya juga.
Pangeran Charles menangis saat berpikir bahwa akhirnya dia akan mati di tanah tidak berpenghuni ini. Mayatnya akan menjadi kering seperti ikan kering yang dijemur di bawah sinar matahari. Betapa menyedihkannya, dia akan mati dengan cara seperti ini. Namun, dia masih tidak berhenti memikirkan Duke Damien, idolanya apakah dia juga menderita seperti dirinya yang kehabisan perbekalan dan mengalami dehidrasi parah. Pangeran Charles bahkan tidak berani membayangkan bahwa idolanya mati di gurun pasir yang gersang ini.
"Huhuhu, Duke Damien." Pangeran Charles menangis, sementara Duke Damien yang saat itu berada di kastil tiba-tiba bersin saat melihat putrinya yang sedang berlatih.
Duke mengusap hidungnya, "Sepertinya ada yang berpikir buruk tentangku," katanya sebelum menyeruput lemon tea yang menyegarkan dengan kotak-kotak es di dalamnya.
Duke kemudian mengipasi wajahnya dengan kipas tangan dan berjalan mendekati Ashlyn. Menyuruhnya berhenti berlatih dan menemaninya minum teh, hanya untuk dimarahi oleh gurunya Ashlyn karena mengganggu proses latihan.
Duke Damien hanya bisa mengalah dan kembali ke ruangannya, setelah diusir untuk pergi sementara Pangeran Charles benar-benar berpikir bahwa dirinya akan mati, karena tenggorokannya yang kering mulai terasa gatal dan sakit, tapi bahkan tidak ada saliva yang bisa ditelan lagi.
Pangeran Charles kesakitan dan kulitnya yang terpapar sinar matahari membuatnya berpikir bahwa dia adalah daging panggang saat ini. Mungkin sebentar lagi dagingnya benar-benar matang, bahkan mungkin hangus karena terlalu lama dipanggang.
Namun, dengan matanya yang buram, dia melihat seseorang berdiri di sampingnya.
Pangeran Charles dengan susah payah mengedipkan matanya agar pandangannya menjadi jelas. Saat pandangannya menjadi sedikit lebih jelas, dia melihat sosok gadis yang begitu cantik, dengan mata abu-abu dan rambutnya yang begitu putih seperti salju. Bahkan melihatnya, Pangeran Charles bisa merasa sejuk.
"Apa kau masih hidup?"
Pangeran Charles mendengar suara yang menyejukkan dan menyenangkan untuk didengar, apa ini malaikat pencabut nyawa?
Bagaimana dia bisa terlihat begitu cantik?
Orang ini pasti seorang peri yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkannya.
Jadi, Pangeran Charles berkata dengan sangat kesulitan karena tenggorokannya yang kering. "A-air."
"Kau ingin Air?"
Mendengarnya, Pangeran Charles berpikir bahwa gadis ini benar-benar seorang peri penyelamat.
Dengan sangat pelan, Pangeran Charles membuat suara. "I-iya."
Lalu gadis berambut putih itu melambaikan tangannya dan secara ajaib sebuah gelas berisi air muncul.
Mata Pangeran Charles berbinar sangat bahagia. Dengan air itu dia bisa hidup, bahkan hanya dengan melihatnya, energinya kembali pulih, dengan cepat meraih tangan gadis putih di depannya. Namun, dia tidak tahu kenapa, tapi tiba-tiba dia dipukul dan wajahnya disiram air, dan gadis itu menghilang.
Pangeran Charles kembali melihat teriknya mata hari yang panas dan menyakiti matanya. Namun, dia tidak bisa untuk tidak tersenyum miris, berpikir bahwa gadis itu bukanlah peri penyelamat. Namun, benar-benar malaikat maut yang kejam!
Setelah memberinya harapan palsu dengan segelas air yang menggugah jiwa, malaikat maut itu memukulnya dengan keras!
Setelah itu Pangeran Charles tidak sadarkan diri.
Sementara Ashlyn kembali ke gurunya.
"Apa kau menemukan seseorang?" Gurunya bertanya karena sebelumnya dia menyuruh Ashlyn untuk memeriksa padang pasir.
__ADS_1
Padang pasir ini adalah tempat yang berbahaya dan tidak semua orang bisa bertahan. Mereka biasanya akan mati karena dehidrasi, jadi biasanya dia akan berpatroli untuk memeriksa keadaan sekitar, jika dia menemukan orang yang terkapar di padang pasir, dia akan mengantar mereka ke kota terdekat dengan teleportasi dan sekarang dia menyuruh Ashlyn untuk melakukannya.
Ashlyn menjawab dengan singkat, "Mm."
"Apa kau mengantarnya ke kota terdekat?"
Ashlyn menggelengkan kepalanya dan dia dengan ringan mengelap tangannya yang baru saja dipegang oleh Pangeran Charles ke baju gurunya.
"Apa yang kau lakukan?" Gurunya bertanya heran.
"Manusia itu menyentuhku, jadi aku memukulnya dan meninggalkannya."
Wajah gurunya menggelap dan malam itu Ashlyn diberi ceramah panjang tentang norma-norma kehidupan dimana di dalam kehidupan mereka harus saling tolong menolong. Namun, gadis itu sakit! Muridnya benar-benar sakit, hatinya yang disakiti dan diselimuti rasa kecewa yang menjadi kebencian membuat muridnya menjadi manusia yang tidak berperasaan lagi.
Bahkan sebanyak apapun dia memarahinya dan mencoba memberinya pengertian, muridnya masih menolak untuk mengerti. Muridnya benar-benar berpikir bahwa dunia ini tidak adil untuknya jadi untuk apa dia peduli pada mereka.
Itu adalah pikiran muridnya dan dia tidak bisa untuk tidak memikirkan gadis malang itu. Bagaimana caranya untuk menyembuhkan penyakit hatinya dan dia mulai belajar hingga menemukan mantra kutukan itu.
Dia akan mengutuk Ashlyn demi kebaikannya agar dia memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baik. Membuatnya sadar bahwa dia tidak sendirian di dunia ini, akan ada orang-orang yang selalu ada untuknya dan mendukungnya, melindunginya.
Pria tua itu kemudian pergi ke tempat Pangeran Carles terkapar. Pemuda berambut biru itu benar-benar sekarat, dia memberinya obat dan membawanya ke kastil untuk dirawat dalam kondisi tidak sadarkan diri, setelah tiga hari Pangeran Charles dipindahkan ke sebuah penginapan di kota terdekat, dan sebelum pergi pria tua itu menekan dahi Pangeran Charles, membuat ingatan Pangeran Charles tentang pertemuannya dengan Ashlyn tidak bisa dilupakan.
Jadi saat pangeran Charles sadar dan menemukan dirinya berada di dalam kamar di sebuah penginapan. Pangeran Charles segera ingat tentang pertemuannya dengan seorang gadis berambut putih dan meskipun dia ingat bagaimana dia dipukul saat itu. Namun, dia masih berpikir bahwa dia masih selamat karena gadis itu menyelamatkannya.
"Dia mungkin marah karena aku menyentuhnya dengan tidak sopan. Penyelamatku, di masa depan saat kita dipertemukan lagi, aku akan memastikan bahwa aku akan mencium tanganmu dengan segala kehormatan."
Pangeran Charles membuat deklarasi pada dirinya sendiri saat dia menatap bulan purnama dengan mata hijaunya yang berkilauan, menyipit tajam saat membayangkan wajah gadis penyelamatnya.
Pangeran Charles kemudian terus mencari tahu tentang keberadaan Duke Damien, hingga dua tahun berlalu begitu saja tanpa kabar tentang Duke Damien.
Dia bertanya-tanya, dimana Duke Damien sekarang?
Apakah dia masih berada di padang pasir itu?
Pangeran Charles menggelengkan kepalanya dan menampik dugaan itu dan akhirnya dia mendengar kabar bahwa Duke Damien sekarang sedang berada dalam perjalanan menuju Kerajaan Orpan.
Pangeran Charles melompat gembira dan segera bergegas pergi menuju kerajaannya dan saat dia sampai, dia tidak terlambat karena pelayannya mengatakan bahwa Duke Damien sekarang berada di Aula bersama Raja dan Ratu.
Namun, saat pintu itu terbuka. Pangeran Charles tidak memusatkan perhatiannya pada Duke Damien, melainkan pada gadis berambut putih yang terlihat begitu bersih seperti salju yang berkilauan tertimpa cahaya matahari. Begitu hangat, tapi juga menyejukkan, begitu menyenangkan untuk dilihat.
Pangeran Charles tidak bisa menahan senyumnya dan berjalan mendekati gadis itu, dengan elegan berlutut di depannya, dengan hati-hati meraih tangannya yang terasa dingin dan dengan lembut mencium tangannya dan menatapnya penuh dengan rasa terima kasih.
"Jadi, selama ini Anda ada di sini, Peri Padang Pasir. Penyelamatku."
Dan gadis berambut putih itu memukulnya lagi.
Pangeran Charles merasa dirinya telah ditolak mentah-mentah karena sesuatu yang tidak dia mengerti dan jiwanya tidak bisa untuk tidak muntah darah di dalam.
Ashlyn, tidak mengenal pemuda itu dan kenapa dia tiba-tiba menciumnya, dan Ashlyn tidak bisa membantu tapi merasa tidak senang dengan hal itu dan memukul pemuda tidak sopan yang mencium tangannya tanpa izin sebelum mengelap tangannya pada baju Duke Damien.
Duke Damien tersenyum miris dengan keadaan putrinya, kenapa sepertinya putrinya belum berubah, ya? Dan ....
"Ashlyn, ayah bukan kain lap."
Ashlyn, "Mm." Namun dia masih mengelap tangannya di sana.
Duke hanya bisa menangis di dalam dan terdiam menerima keadaan.
Sementara Pangeran Charles tidak bisa untuk tidak terkejut, apa Duke Damien baru saja mengatakan "Ayah"?
Penyelamatnya adalah putri idolanya sendiri?
Ah, betapa dunia dipenuhi dengan hal-hal yang tidak terduga.
🔺 Terima kasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar yang banyak biar rame :)
__ADS_1
Buat yang minta crazy up, Author nggak bakalan bisa, soalnya musti bagi-bagi waktu :3
Sehat selalu semuanya dan semoga harimu menyenangkan 💕