I Became A Blind Villain

I Became A Blind Villain
Ashlyn kelaparan.


__ADS_3


Suasana di Pasar Raya tidak berubah sejak Ashlyn pertama kali datang ke sana, sangat ramai dan berisik. 


Kereta yang membawa Ashlyn tidak berhenti di dekat kolam seperti dulu melainkan langsung ke toko kue ikan.


Saat mereka sampai di tempat itu, Ashlyn bisa mencium wangi aroma kue ikan yang sepertinya baru keluar dari panggangan.


Ashlyn turun dari kereta dengan bantuan kesatria yang menyambutnya di depan pintu kereta, setelah itu dia segera pergi untuk memesan. Namun, lagi-lagi dia dibuat kecewa saat pemilik toko mengatakan bahwa Ashlyn harus menunggu sampai kuenya matang.


"Jam berapa ini, bukankah seharusnya sudah ada yang matang dan bisa kau jual sekarang?"


Pemilik toko dengan hati-hati tersenyum dan menjawab. "Maafkan aku, Lady Ashlyn. Aku benar-benar tidak tahu bahwa Lady Ashlyn akan datang berkunjung hari ini, jika aku tahu, aku akan menyisihkannya untuk Lady Ashlyn. Namun, karena aku tidak tahu, aku membiarkan orang lain membelinya. Seorang saudagar kaya baru saja pergi setelah memesan 50 kue ikan untuk dibawa bersamanya."


Ashlyn mengerutkan alisnya, pemilik toko ini terlalu berbelit-belit. Namun, apa boleh buat, dia sangat ingin merasakan kue ikan itu.


"Berapa lama sampai itu jadi?"


"Kami harus membuatnya dari awal, jadi itu membutuhkan waktu yang cukup lama, apa Lady Ashlyn tidak keberatan menunggu?"


"Apa kau tidak mengerti bahasa yang aku tanyakan, berapa lama sampai itu jadi?"


"Itu sekitar satu jam, Lady Ashlyn."


Ashlyn menghela napas kasar, itu cukup lama dan dia belum sarapan, Ashlyn pikir dia bisa mendapatkan kue itu segera saat dia datang ke toko, siapa yang mengira bahwa itu akan jadi seperti ini.


Tampak berpikir, Ashlyn akhirnya memutuskan untuk menunggu dan masuk kembali ke dalam kereta sementara pemilik toko masuk ke dapur untuk bersiap-siap.


Di dapur, siapapun bisa mencium aroma kue ikan yang baru keluar dari panggangan. Roti itu berjejer di atas meja dan asap putih tipis tampak mengepul di atasnya. Pemilik toko berbohong pada Ashlyn tentang kue ikannya yang sudah terjual habis dan dengan sengaja membuat Ashlyn menunggu lebih lama agar dia bisa menyiapkan kue khusus untuk gadis jahat itu.


Bagaimana kuenya bisa habis jika hanya sedikit pembeli yang datang ke tokonya sejak Putra Mahkota berhenti membayarnya dan membuat tokonya kembali dibuka untuk umum.


Dia mengalami kerugian besar sejak Putra Mahkota berhenti membeli kue ikan padanya, karena sebelumnya Putra Mahkota akan membeli seluruh kue buatannya untuk Lady Annabel, sementara Lady Annabel akan membagikan kue-kue itu pada orang-orang yang membutuhkan. Betapa baiknya Lady Annabel. Namun, lihat saudara tirinya itu, Lady Ashlyn benar-benar sesuai rumor yang beredar, dia adalah gadis jahat yang suka membuat masalah!


Karena gadis jahat ini, hasil penjualannya turun drastis dan hampir mengalami kerugian karena banyak orang yang sudah terbiasa memakan kuenya secara gratis dari Lady Annabel, itu membuat mereka enggan membeli dan terkesan menunggu pemberian dari Lady Annabel.


Tuhan, kenapa dirinya harus dipertemukan dengan gadis jahat itu?

__ADS_1


Beruntung Putra Mahkota memberinya kesepakatan. 


Putra Mahkota ingin Lady Ashlyn merasakan betapa buruknya kue ikan buatannya dan memintanya untuk membuat kue ikan itu dari bahan-bahan kualitas rendah khusus untuk Lady Ashlyn.


"Pakai tepung yang sudah dimakan kutu atau yang sudah ditiduri tikus. Buat pasta kacang merah dari kacang yang berkualitas buruk, bahkan yang  hampir busuk akan lebih bagus."


Pemilik toko masih ingat kata-kata ini berasal dari mulut Putra Mahkota sendiri, dan jujur itu membuatnya takut. Bagaimana dia bisa memiliki keberanian untuk melakukan hal itu pada Lady Ashlyn, putri Duke Damien yang telah menjadi pelindung mereka selama ini. Tidak hanya itu, ini adalah Lady Ashlyn yang jahat, bagaimana jika dia membunuhnya setelah memakan kuenya.


Namun, Putra Mahkota berhasil meyakinkannya dan membuatnya lebih berani, lagi pula ini semua terjadi karena Lady Ashlyn sendiri. Jika gadis jahat itu tidak membuat masalah waktu itu, tokonya tidak perlu mengalami kerugian yang begitu besar karena Putra Mahkota berhenti membeli kue-kuenya.


"Jika kau berhasil melakukan itu, dia tidak akan datang lagi ke tokomu dan aku akan kembali membeli semua kue buatanmu. Apa kau mengerti?"


Pemilik toko mengingat kata-kata Putra Mahkota tentang ini dan dia membulatkan tekad bahwa dia harus melakukannya agar bisnisnya terus berkembang. 


Dia kemudian mengambil tepung yang sudah lama disimpan di dalam gudang dan menyuruh pegawainya untuk membuat pasta kacang dari kacang-kacang berkualitas buruk yang hampir busuk dan dimakan serangga.


Setelah satu jam berlalu, akhirnya proses pembuatan kue itu selesai, ajaibnya meskipun itu terbuat dari bahan-bahan kualitas rendah, aroma kue itu tidak jauh berbeda dari kue yang berkualitas bagus.


Ashlyn kelaparan, tapi dia rela menunggu dan menolak makanan lain, bukankah kesabaran akan selalu berbuah manis?


Namun, apa ini?



Bagaimana rasa kue ikan yang sangat diidolakan di dalam cerita Be Mine Prince! Memiliki rasa seburuk ini?


Ashlyn mengerutkan alisnya saat mengunyah kue ikan di dalam mulutnya, kue dibagian luar memang garing dan renyah sementara di dalamnya memang ada pasta kacang merah yang berlimpah, tapi kenapa rasanya tidak seenak bayangannya, itu tidak manis tapi sebaliknya itu semu pahit. Benar-benar tidak enak.


"Carolin, apa rasa kue ikannya selalu seperti ini?" Ashlyn akhirnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya. 


Carolin yang juga mendapatkan kue ikan dari Ashlyn, memiliki kue ikan yang berbeda dari milik Ashlyn, itu semua sudah diatur oleh pemilik toko yang secara langsung membagikan kue ikannya, hanya milik Ashlyn satu-satunya yang tidak enak.


Jadi, tentu saja Carolin akan menjawab, "Iya, selalu seperti ini, Lady Ashlyn. Apa Anda tidak menyukainya, Lady Ashlyn?"


Ashlyn menghela napas dengan tidak bahagia, dia rela tidak sarapan, pergi jauh-jauh menaiki kereta kuda dan menunggu selama satu jam menahan lapar hanya untuk makan makanan seperti ini.


Katakan, apa dia tidak berhak untuk marah?

__ADS_1


Tapi bagaimana dia bisa marah, ini adalah kue kesukaan semua orang! Ashlyn bertanya-tanya apa yang salah dengan lidah mereka. Bagaimana makanan seburuk ini bisa dikatakan enak? Bahkan obat pahit buatannya lebih baik dari pada ini, setidaknya obat membuatnya sehat, tapi ini ....


Ashlyn meremas kue ikan yang dibungkus kertas, ini membuatnya mual hingga ingin muntah!


Jadi dengan kasar, Ashlyn akan membuang kue itu dengan asal. Namun, kemudian gerakannya berhenti dan bertanya pada Carolin. "Dimana tempat sampah?"


Carolin belum selesai dengan kue ikan miliknya segera memberitahunya dan melihat bagaimana majikannya menghancurkan kue itu dan membuangnya begitu ke dalam tempat sampah.


Ashlyn merasa lebih baik setelah membuang kue itu karena kue itu sama sekali tidak pantas untuk dimakan oleh manusia!


Tapi bagaimana orang-orang ini bisa begitu menyukainya!


Tsk! Mereka benar-benar buta rasa!


Orang-orang di sekitar Ashlyn bisa melihat bagaimana Ashlyn diliputi kekesalan hingga mereka berimajinasi bahwa ada asap hitam di sekitar gadis itu. 


Gadis jahat ini benar-benar, mereka hanya bisa mengutuk gadis jahat ini di dalam hati mereka. 


Gadis jahat itu benar-benar tidak tahu malu dan pembuat masalah. Setelah membuat toko dibuka untuk umum hanya agar dirinya bisa makan kue ikan, tapi setelah dirinya dapat memakan kue itu, dia sebenarnya membuang kue itu!


Gadis jahat itu membuang kue kesukaan semua orang!


Gadis jahat itu hanya berusaha merebut apa yang menjadi milik Lady Annabel dan membuat orang lain menderita dengan perbuatannya. Jika bukan karena gadis jahat itu, mereka masih bisa menerima kue ikan yang enak dari Lady Annabel yang baik hati.


Kenapa gadis jahat seperti Lady Ashlyn bisa datang ke dunia ini?


Mata semua orang menatap tidak suka pada Ashlyn. Namun, tidak ada satupun dari para kesatria yang datang bersama Ashlyn mencoba untuk membuat mereka berhenti melakukan hal itu. 


Bagi para kesatria, tugas mereka adalah mengawal Lady Ashlyn dengan selamat, jadi selagi itu tidak membahayakan keselamatan Lady Ashlyn, mereka tidak peduli.


Carolin adalah satu-satunya yang mulai merasa iba pada kondisi majikannya. Dia bisa melihat bagaimana semua orang menatap tidak suka pada majikannya. Namun, apa mau dikata, semua ini terjadi karena ulah majikannya sendiri.


Carolin hanya bisa menghela napas dan mengikuti majikannya yang kini pergi dari tempat itu tanpa mengatakan apa-apa.


Sementara di dalam, Ashlyn berjanji bahwa dirinya tidak akan pernah mendatangi toko kue ikan itu lagi. Rasanya benar-benar buruk dan dia ingin mencari sesuatu untuk dimakan, dia lapar.


__ADS_1


Kekecewaan Ashlyn pas tahu rasa kue ikannya tidak enak.


🔸 Bagi yang menunggu kesatria kuda hitamnya Ashlyn, yang sabar ya dia masih dalam perjalanan melewati gunung melintasi lembah, hehehe 🙊


__ADS_2