I Became A Blind Villain

I Became A Blind Villain
Tahan Putra Mahkota!


__ADS_3


Di kediaman Daren Lynx, Duke Damien sedang berbicara dengan putranya, Vincent Daren Lynx tentang perkembangan pendidikan Vincent dan bagaimana kehidupannya selama dua tahun belakangan ini sejak Duke Damien pergi meninggalkan rumah untuk menjalankan misi pembersihan di pegunungan Wallor.


Selama ini, Duke Damien hanya menerima laporan tentang perkembangan belajar putranya, seperti bagaimana Ashlyn. Semua laporan itu menunjukan hal-hal baik padanya, nilai akademi mereka tinggi sesuai dengan harapannya. Namun, setelah apa yang terjadi pada Ashlyn, Duke Damien tidak hanya ingin melihat dan mengetahui nilai serta perkembangan belajar mereka, tapi juga bagaimana mereka hidup, dengan siapa mereka berteman, apa yang mereka sukai dan apa yang mereka benci.


Duke Damien ingin lebih mengenal anak-anakknya dan dekat dengan mereka.


Namun, sepertinya itu hal yang sulit untuk dilakukan. Ashlyn sudah tumbuh menjadi gadis yang keluar dari akal, bahkan gadis itu sepertinya sudah tidak sudi bertemu dengannya. Tidak hanya menolak makan bersama dengannya, bahkan Ashlyn secara tidak langsung menyuruhnya pergi dari kehidupannya.


"Jangan lakukan apapun, sama seperti saat kau tidak pernah ada disini."


Kata-kata itu benar-benar mengiris hatinya dan terasa sangat sakit hingga dia tidak bisa melupakannya apa lagi menyembuhkannya. Itu membuat kepalanya pusing untuk memikirkan bagaimana caranya merubah hubungannya dengan Ashlyn menjadi lebih baik dan sekarang beban di kepalanya semakin bertambah dengan adanya Vincent.


Anak laki-laki satu-satunya, sang pewaris kekuasaan Daren Lyxn ini memiliki penampilan yang sangat mirip dengannya saat dia masih kecil. Rambut pirang keemasan, mata biru dan terlihat dewasa ini sangat pendiam dan misterius.


Duke hanya tahu anak ini memiliki kemampuan di atas rata-rata dan selalu lebih unggul dari anak-anak lain, ini tentu adalah hal yang membanggakan, anak laki-laki dari keluarga Daren Lynx memang harus berada di atas anak-anak dari keluarga lain. Namun, siapa yang mengira bahwa Duke Damien akan merasa canggung dan bingung saat berhadapan dengan putranya yang tenang terkendali seperti itu.


"Bagaimana dengan perkembangan belarjarmu?" Duke Damien akhirnya hanya bisa bertanya seperti apa yang selalu dia tanyakan setiap kali dia kembali ke rumah. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia tanyakan.


Vincent dengan tenang menatap ayahnya dan berkata, "Semuanya baik-baik saja, Ayah."


Duke terdiam, hanya itu dan selalu seperti ini, perbincangan antara ayah dan anak yang menggelikan. Ayah akan bertanya dan anak akan menjawab dengan serius, tanpa ada keceriaan, tawa dan candaan. Semuanya harus dibawa serius.


Duke berpikir keras, apa yang harus dia perbuat untuk mengubah kebiasaan ini, apa yang harus dia katakan?


Duke kemudian menatap Vincent dan berharap bahwa anaknya akan berkata sesuatu atau meminta sesuatu. Namun, pada dasarnya anak ini sangat mirip dengan Ashlyn setelah dia menikah dengan Arabella. Dia tidak pernah meminta apapun padanya dan tidak pernah bertanya apapun badanya. Mereka hanya akan menjawab seperlunya saat Duke bertanya.


Di dalam Duke Damien benar-benar merasa buruk. Keluarganya yang selalu dipandang sebagai keluarga terhormat bahkan dari Kerajaan hingga Kekaisaran mengakui keberadaan Daren Lynx. Keluarga ini terlihat luar biasa tapi di dalam, keluarga ini seperti pulau bersalaju yang membeku, hubungan anggota keluarga yang satu dan yang lain berjauhan, bahkan terkesan seperti orang asing, bahkan lebih buruk dari hubungan dua orang asing.


Setidaknya dua orang asing saat mata mereka tidak sengaja bertemu, mereka akan mengungkapkan senyum untuk menghormati satu dan yang lain. Namun, di keluarganya, dia sama sekali tidak pernah melihat senyum kecuali senyuman Arabella dan Annabel.


Sementara Ashlyn dan Vincent hanya akan memberi hormat seperlunya, menjawab seperlunya dan pergi setelah tidak ada keperluan lain.


Betapa menyedihkan!

__ADS_1


Duke Damien memijat ruang di antara alisnya dan kembali menatap Vincent.


Tidak! Dia tidak bisa membiarkan ini. Hubungan keluarganya harus diperbaiki dan menjadikan keluaganya menjadi keluarga yang hangat dan penuh keceriaan, seperti keluarga orang lain yang selalu dia lihat saat dia melakukan perjalanan.


Ayah dan anak saling tertawa bercanda ria, istri dan anak saling memuji dan membantu satu sama lain. Ya, seperti itu, harus seperti itu!


Namun, sekali lagi, saat Duke melihat wajah Vincent yang datar, tenang dan kaku seperti gunung yang tidak akan pernah goyah bahkan jika badai menerpa. Duke kembali menjadi orang bodoh yang tidak tahu harus melakukan apa!


Namun, hari ini adalah untuk pertama kalinya Duke Damien melihat ekspresi retak di wajah Vincent saat mendengar laporan dari Kesatria yang mengatakan bahwa Ashlyn menghilang dan sampai saat ini belum ditemukan.


Vincent terkejut dan Duke Damien lebih terkejut.


"Bagaimana itu bisa terjadi?" Duke Damien bertanya dengan tegas, menatap kestatria yang dia kirim untuk melindungi Ashlyn.


Kesatria yang melapor pada Duke terlihat khawatir dan takut, tapi dia harus mengatakan segalanya, "Sesuatu yang buruk telah terjadi Duke, hari ini Lady Ashlyn ingin membeli kue ikan yang terkenal di pasar raya. Namun, penjaga Kerajaan menghalanginya dan mengatakan bahwa Lady Ashlyn tidak bisa memilikinya karena toko itu sudah menjadi milik Putra Mahkota dan hanya akan membuat kue ikan untuk Lady Annabel."


Mendengarnya Duke Damien merasa panas, putrinya hanya ingin membeli sepotong kue, apa masalahnya dengan itu sehingga penjaga Kerajaan berani menghalangi putrinya. Apa mereka tidak tahu siapa ayah Ashlyn!


"Katakan apa yang selanjutnya terjadi?"


"Apa!" Duke Damin menggebrak meja dan api ungu keluar dari tangannya, seketika meja itu terbakar dan hilang menjadi abu.


Kesatria itu masih tergolong baru bergabung dengan pasukan Duke Damien, saat melihat ini dia sangat ketakutan.


"Lalu, apa yang kalian lakukan! Apa kalian tidak melindunginya?"


Kesatria itu gemetaran. "Kami terlibat pertikaian dengan penjaga Kerajaan, tapi karena itu Lady Ashlyn lepas dari pandangan kami dan menghilang."


Duke Damien sangat marah sehingga Vincent dan Kesatria yang melapor bisa melihat adanya tekanan berat di sekitar tubuh Duke Damien.


"Keterlaluan, beraninya mereka menyerang keluargaku! Kirim lebih banyak orang untuk mencari Ashlyn dan kurung Putra Mahkota, aku ingin mendengar alasan dari pihak mereka untuk ini!"


Setelah mengatakan hal itu, Duke Damien berjalan dengan terburu-buru keluar dari ruangan dan pergi untuk mendapatkan kudanya, setelah itu dia pergi ke Pasar Raya bersama pasukannya untuk mencari Ashlyn.


Sementara itu Putra Mahkota yang sedang berbincang dengan Annabel dan Arabella dibuat terkejut dengan kedatangan para Kesatria yang mengepung mereka di taman.

__ADS_1


Arabella yang terkejut bahkan menjatuhkan cangkirnya, tapi setelah itu dia menunjukan kemarahannya. "Apa yang kalian lakukan!"


Salah satu Kesatria yang melakukan tugas maju untuk menjawab. "Ini adalah perintah Duke, mulai saat ini Putra Mahkota akan menjadi tahanan Daren Lynx."


Mereka bertiga sangat terkejut hingga melebarkan matanya. Annabel dengan khawatir mencoba bertanya. "Tapi, kenapa Putra Mahkota harus menjadi tahanan Daren Lynx, apa yang terjadi?"


Kesatria bahkan belum menjawab, sampai Arabella kembali berteriak. "Apa kalian semua orang bodoh, jaga sikap kalian terhadap Putra Mahokota, dia adalah pewaris negeri ini dan calon menantuku. Kalian ..."


"Kami hanya menjalankan tugas dari Duke Damien Daren Lynx, semua perkataan Yang Mulia Duke bagi kami adalah mutlak." Kesatria itu dengan tegas memotong ucapan Arabella.


Arabella tercekat hingga vena di dahinya melonjak karena marah. Namun dia tidak bisa melakukan apapun. Dia sangat membenci ini, karena meskipun dia menerima gelar Duchess, itu hanyalah sebuah gelar yang tampaknya tidak berharga sama sekali di mata para Kesatria Daren Lynx. Di hadapan Ashlyn dan Damien, di keluarga ini dia sama sekali tidak berdaya dan seperti bukan siapa-siapa karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka.


Arabella menggenggam tangannya erat-erat untuk menekan amarahnya. Dia membeci dirinya sendiri karena dia tidak berdaya di depan mereka, dan dia telah lama menderita saat melihat putrinya Annabel berkali-kali diperlakukan tidak adil oleh Ashlyn. Satu-satunya harapannya adalah Vincent, putra kandungnya yang berharga, darah Daren Lynx mengalir di tubuh putranya, dia berharap putranya mau membela dan melindungi saudarinya, tapi pada akhirnya putranya justru menutup mata dengan apa yang terjadi.


Beruntung, Annabel putrinya yang tercinta terlahir dengan keberuntungan yang baik, Putra Mahkota jatuh cinta pada putrinya. Namun, lagi-lagi Ashlyn tidak pernah membiarkan Annabel hidup dengan tenang.


Anak itu! Ashlyn! Entah bagaimana dia harus bisa menyingkirkannya!


Sementara itu Putra Mahkota tidak bisa melakukan apa-apa meskipun dia sangat marah dengan hal ini. Dia tidak tahu hal apa yang membuat Duke Damien tidak senang padanya, saat memikirkannya Putra Mahkota hanya bisa memikirkan Ashlyn.


Gadis gila yang tidak memiliki hati itu pasti adalah alasannya. Sialan! Dia harus mencari cara untuk menyingkirkannya!


Putra Mahkota kemudian menatap Annabel yang khawatir dan menggenggam tangannya. "Tidak apa, semuanya akan baik-baik saja. Aku akan mengirim surat pada Raja, semuanya akan baik-baik saja."


Annabel masih terlihat khawatir dan dengan lembut mengusap punggung tangan Putra Mahkota. "Tapi, apa yang membuat ayah menahanmu, ini tidak adil untukmu."


Putra Mahkota tertawa pahit, "Menurutmu siapa lagi yang bisa membuat ini terjadi selain pembawa masalah itu? Annabel, tenang saja, semuanya akan baik-baik saja dan aku akan selalu kembali padamu."


Setelah mengatakan hal itu, para Kesatria tidak mengizinkannya untuk berbicara lebih lama lagi dan segera membawa Putra Mahkota tanpa perlawanan karena Putra Mahkota hanya menyuruh penjaganya untuk kembali ke istana dan melaporkan kejadian ini.


Sementara Annabel dan Arabella menatap kepergian Putra Mahkota yang digiring oleh para Kesatria.


"Ibu, apa yang harus kita lakukan?" Annabel bertanya dengan khawatir.


Arabella merasa buruk dan hanya bisa menjawab. "Apa lagi yang bisa kita lakukan, kita hanya akan bisa menunggu dan melihat," ucapnya dengan tidak senang. "Sialan, bahkan jika aku adalah istri Duke, statusku tidak lebih tinggi dari anak haram itu."

__ADS_1


__ADS_2