
Duke Damien merasa penyesalannya untuk Ashlyn sudah sebesar gunung dan sedalam lautan untuk apa yang telah Ashlyn alami selama ini.
Ashlyn adalah putri yang dia besarkan seorang diri sejak Ashlyn muncul di dunia dan dia begitu bodoh karena terlalu percaya pada penampilan Arabella.
Dia selalu berpikir bahwa Arabella bisa menjadi sosok yang bisa merawat, mendidik dan menyayangi Ashlyn saat dia tidak ada. Namun, siapa yang menyangka bahwa semua itu hanyalah apa yang akan terjadi di dalam angan-angannya saja, dan yang terparah Ashlyn justru tumbuh menjadi gadis jahat dan tidak berperasaan, ini adalah kesalahan terbesar yang pernah Duke Damien lakukan.
Karena itulah, meskipun Ashlyn mengatakan bahwa dia tidak menginginkan apapun dari dirinya, Duke Damien akan memberikan apapun yang Ashlyn inginkan sementara dia memikirkan cara untuk memperbaiki sikap tempramental Ashlyn.
Jadi, jika Ashlyn menginginkan tongkat, maka dia akan mendapatkannya. Para pelayan mengatakan Ashlyn mungkin akan menggunakan tongkat itu untuk memukul Annabel, tapi apa Duke memiliki hati untuk melihat putrinya memukuli putri tirinya nanti?
Duke Damien berpikir keras semalaman bahkan dia sampai tidak bisa tidur karena memikirkannya dan tetap memutuskan untuk memberikan Ashlyn tongkat yang dia inginkan dan memikirkan Annabel untuk nanti, dia bisa menyuruh orang untuk membawa Annabel pergi sementara waktu atau menggunakan sihir pengaman agar pukulan itu tidak benar-benar menyakiti Annabel. Lagi pula putrinya Ashlyn memiliki tubuh yang lebih kecil dari Annabel dan tidak mungkin memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan mantra pelindung saat memukul.
Dengan pemikiran ini, Duke Damien menyuruh orang untuk membeli segala jenis tongkat dan membuat semua orang bergidik ngeri. Duke Damien yang rendah hati itu ternyata sangat menyayangi putrinya Ashlyn dan mengabaikan putri tirinya Annabel, dia akan membiarkan Ashlyn memukuli Annabel bahkan tidak hanya itu dia juga membeli banyak tongkat dari seluruh toko yang ada di ibu kota agar Ashlyn bisa memilih tongkat mana yang akan membuatnya puas memukuli Annabel.
Seketika berita tentang masalah ini menyebar secepat angin dari mulut ke mulut.
"Apa itu benar, aku sulit mempercayainya." Seseorang di jalanan ibu kota bertanya dengan raut tidak percaya.
"Aku tidak berbohong, beberapa pelayan dari Mansion Duke Daren Lynx datang ke toko untuk membeli segala jenis tongkat yang ada di Kerajaan, bahkan aku mendengar salah satu tongkat yang mereka beli adalah jenis tongkat yang dikelilingi duri besi beracun. Apa menurut kalian Duke Damien mencoba membiarkan putrinya membunuh putrinya yang lain?"
"Ssttt. Jaga bicaramu, para kesatria Duke Daren Lynx ada di sini."
Setelah itu orang-orang yang tengah bergosip menutup mulut mereka saat rombongan kesatria yang melewati mereka mengawal gerobak kuda berisi beraneka macam tongkat yang membuat mereka yang melihat merasa merinding hingga pucat pasi, tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika dipukul dengan tongkat-tongkat itu. Secara tidak langsung mereka benar-benar merasa kasihan pada Annabel yang malang.
Setelah romobongan kesatria itu pergi, orang-orang kembali bergosip.
"Astaga, sepertinya apa yang kau katakan kali ini adalah kebenaran. Kasihan Lady Annabel, dia gadis yang baik dan begitu dermawan, kenapa dia harus menjadi putri tiri yang dianiaya. Ini benar-benar nasib buruk."
__ADS_1
"Yah, mau bagaimana lagi, kalian sudah tahu bagaimana Grand Duke Damien sangat menyayangi Lady Ashlyn."
"Tapi aku dengar kebutaan Lady Ashlyn karena Duke Damien sendiri yang menamparnya."
"Pasti karena itu Duke Damien sangat menyesal dan mengabaikan moralnya, dia akan membiarkan Lady Ashlyn melewati batas untuk menebus kesalahannya."
"Namun, bukankah ini salah?"
"Berhentilah membicarakan ini, biarkan Duke Damien mengurus masalah keluarganya sendiri, jangan ikut campur dan mencemooh Yang Mulia Duke Damien yang telah berjasa melindungi kita selama ini. Apapun yang Duke Damien lakukan itu adalah urusannya dan kita sebaiknya diam." Seorang pria penjual roti tiba-tiba berkata dengan marah dan membuat orang-orang yang tengah bergosip terdiam.
Ya, mereka sadar betapa banyak jasa yang telah diberikan Duke Damien untuk Kerajaan mereka, dan perkataan pria penjual roti itu adalah benar, mereka tidak berhak menilai dan membicarakan Duke Damien yang telah menjadi pelindung mereka.
Sementara itu, seorang pria berambut hitam ikal dengan mata ambernya yang tajam telah mendengarkan semua yang mereka bicarakan dan diam-diam melihat ke arah pasukan Duke Damien pergi.
Dengan erat pria itu meremas gelas di tangannya hingga pecah dan membiarkan pecahan itu menusuk telapak tangannya dan mengalirkan darah. Di dalam pikirannya terbayang senyum Annabel yang cerah dan hatinya diremas karena rasa takut gadis itu akan lebih menderita setelah kepulangan Duke Damien.
Jika dia tahu ini akan terjadi, dia tidak akan mengumpulkan keluhan dari beberapa pihak untuk dikirim pada Duke Damien yang saat itu sedang bertugas di perbatasan pegunungan Wallor. Sebelumnya dia pikir jika Duke mengetahui bagaimana sikap Ashlyn pada Annabel, Duke Damien akan memberi gadis itu pelajaran dan membuat Ashlyn berhenti melakukan kejahatan pada Annabel. Namun, siapa yang mengira hasilnya akan seperti ini, bahkan Duke mendukung tindakan Ashlyn dengan membelikannya banyak tongkat untuk menyiksa Annabel.
Dia benar-benar marah karena terlahir dari keluarga lemah dan tumbuh menjadi orang lemah juga. Tanpa kekuasaan dan kekuatan, dia bukanlah siapa-siapa.
Sementara itu, orang jahat yang sedang menjadi buah bibir dimana-mana, Ashlyn dengan tenang menikmati suasana pagi hari yang segar, berjemur di bawah sinar mentari yang hangat, mencium aroma bunga mawar yang bermekaran dan menikmati secangkir teh yang mewah. Ah, hidup ini benar-benar luar biasa.
Ashlyn kemudian meletakan cangkir tehnya ke atas meja dan tersenyum lemah, terlihat sedih di mata para pelayan yang mengawal dan menemaninya. Salah satu dari mereka segera berlari untuk melaporkan apa yang mereka lihat pada Duke Damien.
Sementara Ashlyn memang merasa sedih untuk keluarganya, karena dia tidak bisa bersama mereka lagi.
Namun, apa mau dikata, ini bisa dibilang sebuah keajaiban karena dia tiba-tiba bisa hidup lagi sebagai Ashlyn yang entah bagaimana hanya Tuhan yang tahu.
Menghela napas, Ashlyn berdoa untuk keluarganya, semoga mereka baik-baik saja jika mereka selamat dari gempa dan semoga mereka tenang di sana jika mereka sudah pulang.
__ADS_1
"Nona, apa Anda baik-baik saja?" Salah satu pelayan yang ditugaskan Duke Damien mencoba bertanya saat melihat ekspresi kesedihan di wajah Ashlyn tidak segera hilang dan mulai khawatir akan kesehatan mental majikannya.
Mendengar suara pelayannya yang khawatir, Ashlyn tersenyum lembut dan menyesap tehnya lagi sebelum berkata, "Jangan khawatir, aku baik-baik saja, Carolin."
Carolin tidak bisa percaya begitu saja, tapi tidak memaksa majikannya untuk jujur. Carolin mengerti bahwa semua orang yang merasakan kesedihan membutuhkan waktu untuk menghilangkan kesedihannya.
Ashlyn kemudian menghela napas dan meletakkan cangkirnya begitu saja saat memikirkan bahwa ayahnya—Duke Damien ternyata telah melakukan banyak hal sejak dia masuk ke dunia novel.
Di novel asli, setelah adegan penamparan yang membuat Ashlyn buta, alurnya berjalan begitu cepat, Ashlyn meminta orang-orang yang menghalangi jalannya dibunuh dan meminta Putra Mahkota, setelah itu kekecewaan di dalam hati Ashlyn tidak hilang dan meminta ibu dan saudara tirinya untuk mati. Namun, pada akhirnya dia yang dibunuh dan mati, lalu cerita tamat.
Namun, karena dia tidak mengikuti plotnya, sesuatu yang berbeda telah terjadi. Duke Damien mengganti semua pelayan yang dulu melayani Ashlyn. Ashlyn tidak tahu mengapa Duke Damien bersikap seperti ini, tapi jujur ini telah membuat Ashlyn lebih tenang karena di antara pelayan ada tokoh antagonis lain yang menjadi tangan kanan Ashlyn dalam melakukan kejahatan.
Namanya adalah Camelia, seperti namanya yang sepertinya diambil dari bunga Camelia yang berwarna merah cerah, orang ini juga sangat kejam dan haus darah. Dia tidak segan-segan menyiksa orang, apalagi dengan latar belakang Ashlyn sebagai majikannya, tidak ada yang berani menentangnya. Tidak hanya sebagai tangan kanan Ashlyn, tokoh Camelia ini juga sangat suka memanas-manasi Ashlyn dan sangat senang jika melihat Ashlyn marah, apa lagi jika Ashlyn sampai melakukan kejahatan pada Annabel, dia akan menjadi pendukung nomor satu.
Kata-kata yang dikatakan Camelia pada Ashlyn yang paling berkesan adalah, "Nona Ashlyn adalah pewaris dari Mansion Duke Daren Lynx, daran Daren Lynx mengalir di dalam tubuh Anda. Anda adalah pemilik sah dari tempat ini jadi Anda berhak melakukan apapun yang Anda inginkan."
Ah, Ashlyn menutup matanya saat mengingat adegan itu, karena adegan itu dideskripsikan dengan sangat mengerikan. Pada dasarnya hubungan Ashlyn dan Camelia sudah seperti iblis dan manusia dimana Ashlyn adalah manusia dan Camelia adalah iblis yang akan selalu membisikkan kata-kata agar Ashlyn tidak ragu-ragu untuk melakukan kejahatannya.
Yah, karena itulah Ashlyn merasa sangat lega karena Duke Damien ternyata telah memecatnya. Jadi, dia tidak perlu berhubungan dengan tokoh yang licik dan picik seperti Camelia.
"Oh iya, Carolin. Apa tongkatku sudah datang?"
Pertanyaan ini sangat sederhana, tapi mampu membuat bulu halus semua orang berdiri. Akhirnya waktunya tiba, Nona Ashlyn akan segera melaksanakan niatnya untuk memukuli Annabel dan satu lagi pelayan yang mendengar hal ini berlari terburu-buru untuk menyampaikan apa yang dia dengar pada Grand Duke Damien.
Ini adalah hal penting! Sangat penting!
Ashlyn yang bisa merasakan gerakan orang lain hanya bisa mengerutkan alisnya dan berpikir kenapa beberapa pelayannya sepertinya terburu-buru sekali, bahkan langkah kaki mereka saat berlari cepat benar-benar mengganggu pendengarannya. Namun, Ashlyn tidak mengatakan hal itu karena mungkin saja mereka memiliki hal yang tidak bisa ditunda seperti pergi ke toilet.
Yah, apa boleh buat, Ashlyn akhirnya hanya meminum tehnya hingga habis dan tersenyum lebar, berpikir setelah mendapatkan tongkat dia akan pergi ke kota untuk mencicipi kue ikan yang paling terkenal dan sering kali muncul di dalam cerita Be Mine Prince! Penulis menuliskan bahwa kue itu sangat enak, dengan bagian luar yang garing dan memiliki isian pasta kacang merah. Ashlyn ingin mencobanya!
__ADS_1
Sementara para pelayan yang terus memperhatikan ekspresi di wajah Ashlyn mengira alis Ashlyn yang mengerut membuktikan bahwa majikan mereka sepertinya sedang berpikir seberapa banyak dia harus memukuli Annabel, dan saat melihat Ashlyn tersenyum lebar dipenuhi kebahagiaan, sepertinya majikan mereka sudah bisa membayangkan betapa puasnnya dirinya saat memukuli Annabel dan mendengar teriakannya, dengan ini satu pelayan lagi berlari untuk melapor pada Duke Damien.