
Ashlyn mendapatkan tongkat yang sesuai dengan keinginan dan keluar dari toko perkakas dengan riang. Dia bahkan tidak bisa menahan senyumnya lagi saat memegang tongkat yang sesuai.
Akhirnya dia bisa memakan kue legendaris itu? Ah, betapa senangnya.
Namun, senyuman lebar ini membuat Carolin dan para penjaga yang mengawasi dari kejauhan tidak bisa untuk tidak bergidik ngeri, setelah ini Nona Ashlyn yang kejam pasti akan pergi kembali ke rumah untuk memukuli Annabel!
"Carolin, apa kau sudah tinggal lama di Ibu Kota?"
Ah, Carolin tertegun sebelum segera menjawab. "Iya, Lady aku tinggal di Ibu Kota sejak keluarga kami pindah ke sini."
Ashlyn dengan ringan menganggukkan kepalanya dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.
"Oh benarkah, kalau begitu apa kau tahu dimana toko kue ikan isi kacang merah di sini?"
Tokoh Ashlyn tidak pernah pergi ke pasar raya sebelumnya dan tidak pernah makan kue ikan juga. Tapi, ini Ayana dan dia ingin makan itu apapun yang terjadi.
Di dalam novel, kue ikan adalah makanan kesukaan Annabel, tapi cara penulis saat mendeskripsikan bagaimana lezatnya kue ikan itu, hati kecil Ayana memiliki keinginan untuk mencobanya.
Sementara itu Carolin terlihat bingung dengan pertanyaan itu sebelum mengingat bahwa kue ikan adalah makanan kesukaan Annabel dan berpikir bahwa majikannya ini benar-benar keluar dari akal. Setelah membeli tongkat untuk memukuli Annabel dan dia akan membeli kue ikan, menaruh racun di sana dan menyerahkannya pada Annabel. Menyakitinya dari luar dan dalam.
Bagaimana majikannya bisa begitu kejam? Haruskah dia mengajukan surat pengunduran diri pada Duke, tapi keluarganya benar-benar membutuhkan uang. Namun, dia juga tidak tahan melihat kejahatan di depan matanya, jadi apa yang harus dia lakukan.
"Kenapa kau diam saja?" Ashlyn menaikkan alisnya, merasa bahwa Carolin benar-benar berbeda dengan tokoh Camelia yang cepat tanggap. Anak ini terlalu banyak diam, atau jangan-jangan ...
"Apa kau takut padaku?" Ashlyn bertanya dengan ringan. Namun, di pandangan Carolin, Ashlyn bertanya seolah ada aura jahat kegelapan di dalam kata-katanya.
Dan lagi, mata abu-abu Ashlyn yang buta seolah bisa melihat dan mengorek jiwanya. Betapa menakutkannya orang ini!
Carolin gemetaran dan dengan takut-takut akan menjawab pertanyaanya, tapi karena takut kata-kata bahkan tidak bisa keluar dari mulutnya seolah suaranya telah hilang.
Ashlyn yang menunggu jawaban terlalu lama dan bisa merasakan Carolin yang ketakutan dari energi negatif yang dikeluarkan gadis ini kemudian tersenyum lebar.
Sebenarnya dianggap sebagai orang jahat cukup menyenangkan. Lagi pula, Ashlyn sudah dikenal jahat, jika dia tiba-tiba berubah bersikap ramah dan murah senyum, orang-orang yang melihat pasti berpikir Ashlyn telah gila dan akan mati.
Yah, jadi mari lakukan ini.
"Jika kau tahu kau takut padaku maka jangan buat aku kecewa atau aku akan menghukummu lebih buruk dari apa yang kau bayangkan." Ashlyn berkata.
Carolin gemetaran karena ketakutan dan tergagap. "Saya tidak berani melakukan kesalahan Lady Ashlyn."
Merasa puas, Ashlyn dengan acuh tak acuh berkata, "Bagus, sekarang tunjukan jalannya."
Carolin segera menganggukkan kepalanya dan menjawab. "Baik, Lady. Lewat sini."
Ashlyn merasa puas, dan berpikir bahwa dia memang tidak bisa sepenuhnya mengubah karakter Ashlyn yang asli, itu akan membuat mereka curiga. Dia harus bersikap sebagaimana Ashlyn bersikap.
Ashlyn kemudian berjalan dengan petunjuk Carolin menuju toko kue ikan yang paling terkenal di novel Be Mine Prince!
__ADS_1
Namun, saat dia sampai di sana, Ashlyn tidak bisa menyembunyikan kekecewaan, kekesalan dan kemarahan yang menggelegar di dalam jiwanya hingga orang-orang dapat melihat wajahnya yang muram di selimuti aura kegelapan dan bibirnya yang cemberut, sementara matanya yang abu-abu seolah bisa melihat menatap tajam pada pemilik toko yang dengan takut meremas topinya.
"Putra Mahkota membeli semua kue ikan di sini?" Ashlyn kembali bertanya.
Di dalam cerita, Annabel yang sangat kue ikan selalu membawakan satu untuk Putra Mahkota yang saat itu masih dirawat di Mansion Duke Damien Daren Lynx. Mereka memakan kue itu dengan bahagia dan menjadi salah satu alasan Putra Mahkota jatuh cinta pada Annabel.
"Iya, Lady Ashlyn."
Ashlyn menaikkan alisnya dan membuat pemilik toko hingga semua pegawainya ketakutan sampai-sampai wajah mereka pucat dan keringat dingin membasahi kepala mereka.
Jadi, sebenarnya sejak Putra Mahkota sembuh dan kembali ke istana, setiap kali dia mengunjungi Annabel, dia akan membeli kue ikan sebagai buah tangan. Mengingat makanan ini adalah kesukaan kekasihnya.
"Dan Putra Mahkota juga memesan semua kue ikan itu untuk besok?"
Pemilik toko dengan takut-takut menganggukkan kepalanya berkali-kali dan buru-buru menjawab saat sadar bahwa Ashlyn tidak bisa melihat. "Iya, Lady Ashlyn."
sudut bibir Ashlyn berkedut dan alisnya kembali berkerut menunjukkan ketidak sukaannya.
Semua orang yang melihat hal itu sangat ketakutan, gadis ini pasti akan marah.
Dan benar saja.
"Apa dia gila, apa Annabel seekor gajah yang bisa makan semua kue itu setiap hari! Bahkan seekor gajah tidak akan serakus itu!" Ashlyn berkata hampir berteriak, membuat pemilik toko dan pegawainya melompat ketakutan. Bahkan Carolin sangat terkejut hingga tubuhnya bergetar.
"Aku menginginkannya, katakan pada Putra Mahkota bahwa dia tidak bisa membeli semua kue ikan hanya untuk menyenangkan hati seorang gadis dan melupakan orang lain." Ashlyn benar-benar marah dan mulai menggerutu. "Ya! Dia benar-benar keterlaluan, menjijikan dan menyebalkan. Bagaimana dia bisa melakukan ini, aku sudah menunggu berhari-hari untuk bisa sampai di sini dan aku harus melakukan perjalanan jauh untuk sampai di sini hanya untuk pulang dengan tangan kosong!"
"Lady Ashlyn, tenanglah. Kita bisa meminta pemilik toko membuatnya untuk kita." Carolin yang melihat kemarahan Ashlyn meledak-ledak mencoba menenangkannya dan sama sekali tidak berharap bahwa itu akan berhasil.
Carolin melihat harapan di wajah Ashlyn dan Carolin menjadi serba salah kemudian menatap pemilik toko.
Pemilik toko menatapnya dan akan memberikan jawaban, tidak masalah, kue itu mudah untuk dibuat dan dia akan membuatkannya agar gadis bangsawan yang terkenal jahat ini tidak membawa bencana di tokonya.
Namun, belum sempat berkata, seorang prajurit kekaisaran yang ditugaskan untuk menjaga toko itu tiba-tiba keluar dari dalam ruangan setelah keributan yang terjadi dan berkata.
"Maaf, tapi tempat ini milik Putra Mahkota sekarang dan tempat ini hanya akan membuat kue ikan untuk Lady Annabel." Pria tinggi berambut cokelat itu menatap dengan tenang pada gadis berambut abu-abu keperakan tanpa rasa takut seperti yang dialami oleh orang lain. "Dan Lady Ashlyn, Anda sebaiknya menjaga ucapan Anda ...."
"Apa mereka cari mati?" Ashlyn memotong dengan cepat dan mendekat pada pemilik suara yang baru saja berbicara.
"Lady Ashlyn, sebaiknya Anda memperhatikan bagaimana cara Anda berbicara saat membicarakan Putra Mahkota, atau Anda bisa dikenai hukuman karena telah menghina Putra Mahkota."
Ashlyn mendengarkan suara pria yang berat dan tenang ini, sepertinya orang ini memiliki keberanian yang lebih banyak dari orang lain. Sebelumnya, Ashlyn bisa merasakan bahwa orang-orang yang berbicara padanya selalu gemetar dan khawatir, tapi pria ini .... Apa Ashlyn mengenalnya?
Tentu saja, jika ini Ashlyn yang asli, dia akan segera mengenalnya dari suaranya karena yang berdiri di depannya saat ini adalah Peter, penjaga pribadi Putra Mahkota yang juga jatuh cinta pada Annabel setelah ditolong olehnya dan menjadi orang yang selalu melindungi Annabel dengan sepenuh jiwanya.
"Aku akan dihukum?" Ahlyn tertawa kecil, menutupinya dengan ibu jari dan telunjuknya. "Hukuman apa yang akan aku dapatkan hanya karena aku ingin membeli sepotong kue. Apa itu tidak berlebihan?" Ashlyn mengangkat wajahnya dan menunjukkan mata abu-abunya yang redup tanpa kehidupan, tapi entah kenapa Peter melihat adanya keberanian yang tidak pernah hilang dari mata itu sejak dulu.
"Anda sudah berani mengutuk Putra Mahkota, itu adalah sebuah kejahatan. Apa Anda tidak tahu hukuman apa yang akan mereka dapat jika berani mengatakan hal-hal buruk tentang anggota Kerajaan?"
Ashlyn tahu, dia sudah menyelesaikan novel ini dan di dalam cerita mereka yang menghina anggota Kerajaan harus mati dan yang lebih buruk dieksekusi di tempat. Jadi, tentu saja Ashlyn mendengarkan suara pedang yang dicabut dari sarungnya dan suara dentingan terjadi tepat di sebelah telinga kiri Ashlyn.
__ADS_1
Ashlyn adalah putri Duke Damien Daren Lynx yang selalu dilindungi, tidak ada bangsawan yang berani mengganggu dan mencari masalah, apalagi melukai sampai memenggal kepala Ashlyn.
Apa mereka cari mati?
Duke Damien tidak akan diam saja dan membuat mereka membayar harganya dan tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Jadi, tentu saja Ashlyn sudah memperhitungkannya meski jantungnya berdegup kencang hingga tangannya gemetar dan harus menyembunyikannya di balik jaket berbulu putih yang dia kenakan saat pedang yang diayunkan Peter berbenturan dengan pedang milik salah satu penjaga yang dikirim Duke untuk menjaga Ashlyn.
Meski takut dan tangannya gemetar, Ashlyn harus terlihat kuat dan tidak dapat digoyahkan. Dengan erat membuat kepalan tangan hingga buku-buku jarinya memutih di balik jaket berbulu untuk menguatkan dirinya sendiri.
Xavier yang bertugas bersama lima kesatria yang lain tidak akan pernah membiarkan Ashlyn terluka meskipun orang-orang mengatakan bahwa gadis yang tingginya hanya sampai dadanya ini sangat jahat dan kejam. Para kesatria tidak memedulikannya dan hanya mematuhi perintah Duke Damien Daren Lynx sebagai pimpinan mereka.
Xavier dan Peter saling bertatapan dan sama-sama tidak melepaskan pedang mereka. Bahkan, Peter masih mencoba untuk mendorong pedangnya agar pedang itu bisa menyentuh leher Ashlyn. Namun, tentu saja Xavier tidak akan membiarkannya.
Peter tersenyum sinis, menatap Xavier yang memiliki mata seperti permata batu safir. "Anda benar-benar contoh untuk orang yang menggunakan kekuasaan ayah Anda untuk bersembunyi dari hukuman, Lady Ashlyn."
Mendengarnya alis Ashlyn naik, merasa heran sebelum sebuah senyuman mengembang di wajahnya.
"Lalu Putra Mahkota adalah contoh bagi orang-orang yang menggunakan kekuasaan yang dimiliki ayahnya untuk melakukan apapun sesuka hatinya. Apa aku salah?"
Mendengar hal ini wajah Peter segera menjadi jelek karena terkejut.
Ashlyn kembali tersenyum saat menyadari bahwa tidak ada balasan sementara di dalam dia merasa gugup, ingin segera pergi karena terus mendengar suara pedang yang saling tertahan di samping telinganya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin saja pedang itu akan memotong lehernya! Dia harus segera pergi, tapi untuk itu dia harus meluruskan hal ini.
Setelah beberapa hari tinggal di dunia cerita ini, dia sadar bahwa dia tidak bisa lepas dari julukan Ashlyn yang jahat dan tidak bisa sepenuhnya lepas dari pasangan dimabuk cinta Putra Mahkota dan Annabel.
"Aku dengar toko kue ini hanya satu-satunya di Ibu Kota." Ashlyn berbicara. "Tapi hanya untuk menyenangkan hati seorang gadis, dia membeli semuanya dan membuat orang lain tidak memiliki kesempatan untuk mencicipinya. Apa itu tidak keterlaluan dan hal paling bodoh yang pernah dia lakukan? Atau apakah Annabel memang seorang pelahap yang bisa menghabiskan seluruh toko? Benar-benar menjijikan!"
Selesai mengatakan hal itu, Ashlyn melangkah pergi seolah dia menghindari kematian, dengan cepat berjalan menjauh dari tempat dimana pedang itu berada. Namun, siapa yang akan menyangka bahwa Ashlyn justru akan dikepung oleh pasukan Kerajaan.
Bunyi pedang yang dilepas dari sarung mereka berdesing, diacungkan ke arahnya.
Peter tersenyum sinis, "Jangan harap kau bisa pergi kali ini, Lady Ashlyn. Kau harus membayar semua kejahatan yang telah kau lakukan selama ini."
Ashlyn merasa sesak karena takut dengan situasi yang terjadi, tapi sebagai Ashlyn yang jahat putri Duke Damien Daren Lynx. Dia harus menunjukkan ketenangannya, jadi dia meremas roknya dan menoleh ke asal suara Peter.
"Apa yang harus aku bayar? Kejahatan apa yang telah aku lakukan?"
Peter merasakan pembuluh darahnya melonjak karena marah. Gadis jahat ini ingin berpura-pura tidak tahu apa yang telah dia lakukan pada Annabel?
Meracuni Annabel, mempermalukannya di depan umum, menyiramnya dengan kotoran, mendorongnya ke danau, dan memukulinya? Apa semua itu bukanlah tindakan kejahatan?
Peter sangat marah, Annabel hanya akan bahagia jika gadis jahat ini tidak pernah ada!
Peter mengayunkan pedangnya, tapi lagi-lagi Xavier menghalanginya.
"Minggir, aku harus melakukan tugas Kerajaan." Peter berkata.
Xavier menjawab dengan wajahnya yang setenang gunung. "Kau sudah melewati batas."
__ADS_1
Dengan itu, pertikaian mulai terjadi antara pihak kesatria yang ditugaskan untuk menjaga Ashlyn dan prajurit Kerajaan.
Saat pertikaian itu terjadi dan diantara dentingan pedang yang beradu, Ashlyn diam-diam melarikan diri tanpa ada yang menyadari, keluar dari kerumunan bahkan Carolin juga tidak menyadarinya karena terlalu takut pada apa yang terjadi.