
Apa jadinya ya, jika dua orang yang sudah bersahabat dari kecil saling jatuh cinta ?
Itulah yang terjadi padaku yang jatuh cinta dengan sahabatku sendiri. Aku sendiri gak tau mengapa itu bisa terjadi.
Perkenalkan, namaku adalah Diana Fransiska. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Aku mempunyai satu abang yang bernama Hendra Valentino dan satu adik perempuan yang bernama Renata Mariana. Aku adalah anak dari pasangan suami istri yaitu Julius Putra dan Dwi Yuliana. Namun lima tahun yang lalu, mamaku telah meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.
Aku kini duduk di kelas 3 SMA. Aku mempunyai 9 orang sahabat dan kami mulai bersahabat sejak kami duduk di bangku SD. Sahabat-sahabatku adalah Daffa Merlin Putra, Yeslin Maharani, Rico Marco, Anna Octaviani, Mario Johanes, Keisha Putri, Josua Farellino, Mutiara Indah Sari, dan Raditya Putra.
__ADS_1
Diantara ke sembilan sahabatku ini, aku paling dekat dengan Daffa. Aku sendiri bingung kenapa bisa begitu, tapi yang pasti sejak pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Daffa yang merupakan teman satu kelas dan teman satu bangku, aku langsung akrab dan dekat dengannya.
Nah, dari keakraban dan kedekatan itulah, aku mulai bersahabat dengan Daffa. Aku sering bermain dan menginap dirumah Daffa. Begitupun juga dengan Daffa. Dan Orangtua kamipun dekat. Aku juga mengenal yang lainnya, karena kami juga teman satu kelas dan tempat duduk kami berdekatan. Yeslin dan Rico duduk disamping kanan kami, Anna dan Mario duduk didepan kami, Keisha dan Josua duduk disamping kiri kami, dan Mutia dan Radit duduk di belakang kami.
Namun sejak kami lulus SMP, Rico, Mario, Josua dan Radit pindah. Mereka ikut orangtuanya. Rico pindah ke Kalimantan Barat, Mario pindah ke Sulawesi, Josua pindah ke Kalimantan Timur dan Radit pindah ke Sumatera Barat. Sedangkan aku dan yang lainnya masih menetap. Dan ketika kami masuk SMA, kami memutuskan untuk bersekolah di sekolah yang sama. Ya, kini kami bersekolah di sebuah SMA yang sama. Bahkan, sekarang pun kami satu kelas. Sampai saat ini pun persahabatan kami semakin erat dan akrab begitu juga dengan Rico, Mario, Josua dan Radit meskipun kini kami terpisah oleh jarak. Kami tetap saling berkomunikasi satu sama lain.
Saat kami duduk dikelas 2 SMA, aku pernah menyukai seorang cowok yang merupakan teman satu sekolahku. Dia adalah Erick Fernando dan dia adalah anak kelas XI-IPS 4. Sedangkan, aku dan yang lainnya merupakan anak XI-IPA 2. Aku menyukainya sejak dia menolongku saat aku hampir jatuh karena tersandung meja saat di kantin. Dari situlah aku mulai dekat dengan Erick. Namun, ada kenyataaan pahit yang harus kuterima karena ternyata Erick menyukai gadis lain yang merupakan teman sekelasnya.
__ADS_1
Hingga waktu kami duduk di kelas 3 SMA, ada sebuah perubahan yang terjadi antara aku dan Daffa. Dimana Daffa yang semakin hari semakin protektif dalam menjaga dan melindungiku. Daffa selalu menjagaku dari laki-laki yang berusaha mendekatiku. Jika ada laki-laki yang berani mendekatiku, maka ia tak segan-segan untuk menghajarnya. Namun, terkadang aku kesal dengan Daffa. Mengapa kukatakan seperti itu, karena Daffa itu orangnya sangat jahil. Dia sering menjahili diriku. Namun, aku tak pernah bisa marah padanya. Ya, walaupun marah, aku gak pernah bisa lama marah padanya. Karena ada saja yang dilakukannya agar aku tidak marah lagi.
Bukan hanya itu saja, perlakuan-perlakuan Daffa semakin hari semakin manis dan romantis. Dia memperlakukan aku bukan sebagai sahabat, tapi dia memperlakukan aku layaknya seorang pria pada gadisnya. Banyak yang mengira kami adalah sepasang kekasih, tapi nyatanya kami adalah sepasang sahabat.
Dari perlakuan-perlakuan Daffa itulah yang membuat aku mulai merasakan sesuatu. Sesuatu yang membuat jantungku berdetak kencang dan darahku mendesir. Apalagi saat Daffa menatapku dalam. Yang lambat laun mulai kusadari bahwa aku mulai mencintainya.
Namun, lagi-lagi kenyataan pahit harus kuterima, karena aku tahu dia menyukai dan sedang dekat dengan seorang gadis yang bernama Jelita. Jelita dan Daffa tidak satu sekolah karena Jelita sekolahnya berbeda dengannya. Dia bertemu dengan Jelita, ketika menolong Jelita yang diganggu oleh preman. Daffa menyukai Jelita sejak kami duduk di kelas 2 SMA.
__ADS_1
Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah aku harus mempertahankan perasaanku atau melupakan semua perasaanku padanya...?
Dan inilah kisahku dan Daffa...