
Tak lama kemudian, bel istirahat pun berbunyi.....
Aku dan sahabat-sahabatku pun bersiap-siap untuk pergi ke kantin.
"Guys, kantin yuk......" ajak Anna yang sudah berdiri di depan pintu kelas.
"Tunggu dulu, aku masih merapikan buku-buku nih...." kata Yeslin sambil merapikan bukunya.
"Ayo....aku udah siap nih mau pergi ke kantin....." ucap Mutia sambil menghampiri Yeslin.
"Aku juga udah siap..." ucap Daffa.
"Din....Yeslin....cepatan dong.....Din, lagi ngapain sih? Kok lama banget sih...." ucap Daffa.
"Sabar dong Daffa.....Aku masih merapikan buku-buku nih....." balasku sambil memasukkan buku-buku ke dalam tas.
"Iya iya Daffa.....sabar dong....Akhirnya selesai juga...." timpal Yeslin sambil menghampiri sahabat-sahabatku yang lain.
"Din....udah selesai belum? Udah lapar nih aku...." tanya Keisha.
"Iya ini udah selesai kok...." jawabku sambil mengunci tas lalu menghampiri sahabat-sahabatku.
Kemudian kami semua pun pergi ke kantin. Sesampainya di kantin, sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Saat tiba di kantin, seorang anak menabrakku. Sehingga tubuhku pun mulai roboh dan aku pun menutup mataku. Ketika aku merasa tubuhku mulai menyentuh tanah, tiba-tiba aku tidak merasakan apa-apa. Seperti ada seseorang yang menopang tubuhku.
Dengan perlahan-lahan aku yang mulai penasaran kenapa tubuhku tidak merasakan sakit pun membuka mata. Lalu aku melihat seseorang sedang menopang tubuhku. Ternyata seseorang tersebut adalah Daffa. Kemudian manik mata kami bertemu dan saling berpandangan. Lama kelamaan tatapan kami semakin dalam.
"Gila......kok jantungku berdetak kencang ya saat Daffa menatapku? Apa yang terjadi padaku?" batinku dalam hati.
Tak lama kemudian.....
"Ehem....ehem...."
Aku dan Daffa pun berhenti berpandangan dan bangun dari dekapannya. Kami berdua yang kemudian tersadar dengan keadaan sekitar pun canggung.
"Mmmm.....makasih ya Daffa" ucapku malu-malu.
"Iya ....sama-sama. Lain kali hati-hati ya...."balas Daffa sambil menggaruk tengkuk belakang yang tidak gatal. Aku pun menganggukkan kepala.
"Kamu gak apa-apa kan Din....?" tanya Yeslin khawatir.
"Iya aku gak apa-apa kok....." jawabku tersenyum.
"Ya udah, mending sekarang kita cari tempat duduk. Udah lapar nih...." ajak Anna. Lalu kami pun memilih tempat kosong dan mulai memesan makanan.
__ADS_1
"Oh iya, kalian pada mau pesan apa nih?" tanyaku.
"Kalau aku pesan nie ayam dan teh manis dingin...." jawab Yeslin.
"Kalau aku sih samain aja dengan Yeslin......" timpal Keisha.
"Kalau aku sih pesan bakso spesial sama air mineral aja....." ucap Anna.
"Kalau aku sih samain aja dengan Anna...." timpal Mutia.
"Terus kalau aku...." ucapan Daffa pun terhenti saat aku memotong ucapannya.
"Aku udah tau kok, apa yang mau kamu pesan. Seperti biasa kan....?" ucapku.
"Iya Din......Kamu memang tau apa yang kumau.....Makasih ya sahabatku...." balas Daffa tersenyum.
"Sama-sama. Lagipula kan makanan favorit kita sama, ya jelaslah aku tau...." ucapku. Lalu aku pun memanggil mbak Iyem yang merupakan pelayan di kantin.
"Mbak...."panggilku. Lalu mbak Iyem pun menghampiri kami.
"Iya dek Diana....Mau pada makan ya......?" tanya mbak Iyem.
"Ya iyalah mbak, masa kita kesini mau nonton film sih....." jawabku tersenyum.
"Iya deh.... Mau pesan apa nih adek-adek?" tanya mbak Iyem.
"Lalu minumnya?"
"Kalau minumnya, teh manis dingin 2, air mineral 2 dan cappucino dingin 2 ya mbak....." jawabku.
"Ada lagi ?" tanya mbak Iyem.
"Tidak ada.....Itu saja mbak. Cepat ya mbak, soalnya udah pada laper nih......" jawabku. Lalu mbak Iyem pun pergi untuk menyiapkan pesanan kami. Sambil menunggu, kami pun mengobrol.
"Oh iya, setelah lulus SMA nanti kalian pada melanjut kuliah gak?" tanya Anna.
"Ya melanjut dong......." jawab Yeslin semangat.
"Aku juga melanjut dong...." timpal Keisha.
"Aku juga sama...." ucap Mutia.
"Aku juga dong....." ucap Daffa.
__ADS_1
"Aku juga....." ucapku.
"Terus kamu sendiri melanjut gak?" tanyaku pada Anna.
"Ya iyalah.....aku juga melanjut sama kayak kalian....." jawab Anna.
"Lalu kalian semua pada mau melanjut ke universitas mana nih? Jurusan apa yang akan kalian ambil?" tanya Yeslin.
"Kalau aku sih pengen ke UGM dan mengambil jurusan pertanian" jawab Mutia.
"Aku sama dengan Mutia, tapi jurusan yang diambil adalah jurusan manajemen" timpal Keisha.
"Wow.....bagus sekali. Semoga kalian bisa masuk ke universitas dan jurusan yang kalian inginkan" ucap Yeslin. Kemudian Mutia dan Keisha menggangguk sambil mengamini perkataan Yeslin.
"Terus bagaimana dengan kalian berdua" tanya Yeslin sambil menunjuk ke arah aku dan Daffa.
"Kalau aku sih mau ke UI....." jawab Daffa.
"Loh kok sama sih? Aku juga mau kesana...." ucapku.
"Beneran? Seriusan kamu mau kesana?" tanya Daffa kaget dan masih belum percaya.
"Iya aku beneran loh Daffa....." jawabku menyakinkan Daffa.
Tiba-tiba Daffa pun tersenyum, sehingga membuat kami semua menjadi bingung dan penasaran dengan sikap Daffa. Aku yang sangat penasaran pun langsung menanyakannya pada Daffa.
"Kamu kenapa Daffa, senyum-senyum seperti itu? Kamu gak lagi sakit kan?" tanyaku penasaran.
Lalu Daffa berhenti tersenyum dan melihat ke arahku sambil menatap tajam. Sehingga membuatku terkejut sekaligus deg-degan.
"Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu sih?" tanyaku penasaran. Tapi Daffa hanya diam dan tidak menjawab. Daffa malam semakin menatapku dalam sehingga aku pun semakin deg-degan.
"Ishk.....Daffa kenapa sih? Kok dia jadi aneh begitu? Terus kenapa dia ngeliatin aku gitu amat.......? Gak tau apa, kalau aku itu deg-degan dilihatin seperti itu......" tanyaku dalam hati.
"Daffa....udah ah....Jangan gitu amat ngelihatin akunya. Aku tuh jadi takut ngeliat kamu seperti itu...." omelku. Daffa hanya diam sambil menatapku dalam dan membuat aku semakin deg-degan.
"Eh Daffa....Kamu kenapa sih?" tanya Yeslin penasaran. Namun Daffa hanya diam dan tak membalas ucapan Yeslin.
"Hallo Daffa.....Kamu gak apa-apa kan?" tanya Keisha. Namun respon Daffa tetap sama. Aku yang tidak tahan ditatap seperti itu pun mulai beranjak pergi.
"Kalau kamu mau lihatin aku seperti itu terus, mending aku balik ke kelas aja...." ucapku yang mulai kesal dan mulai beranjak pergi. Namun belum sempat beranjak, tanganku ditahan oleh seseorang dan orang tersebut adalah Daffa.
"Kamu mau kemana?" tanya Daffa dingin dan menatapku tajam. Membuat aku dan yang lain kaget dan terdiam.
__ADS_1
"Ya mau pergilah....Aku kesel tau....." jawabku dengan nada kesal.
"Mau pergi kemana? Siapa yang menyuruh kamu pergi? Tadi katanya laper dan mau makan. Makanan belum juga datang, kamu malah mau pergi. Sekarang duduk..." ucap Daffa memerintah. Lalu aku pun menghela nafas dan kembali ke tempat dudukku.