I Love My Best Friend

I Love My Best Friend
Episode 27


__ADS_3

“Ehem..ehem..Udah kali pelukannya” ucap Keisha. Lalu kami segera melepaskan pelukan kami.


“Ishk..ganggu banget” balas Daffa sambil menatap sinis Keisha.


“Sudah-sudah..Mending sekarang kita sarapan” lerai Raditya.


“Bener tuh yang dibilang sama Raditya. Mending sekarang kita sarapan. Biar kita segera berangkat liburan ke Bandung” timpal Anna.


“Baiklah kalau begitu, mari kita sarapan..” ucapku.


Kemudian kami duduk di tempat masing-masing dan segera memulai sarapan. Selesai sarapan, kami pun segera berangkat ke Bandung. Aku dan Daffa menaiki mobil yang berbeda dengan sahabat-sahabatku yang lain. Seperti yang dikatakan Daffa sebelumnya, dia hanya ingin berangkat berdua denganku. Selama di perjalanan, aku hanya melihat pemandangan di jalan dari kaca jendela mobil. Sedangkan Daffa fokus menyetir. Tak lama kemudian, Daffa mengajakku berbicara.


“Diana sayang..” panggil Daffa.


“Iya kenapa Daffa?” tanyaku sambil menoleh ke arahnya.


“Nanti setelah kita sampai di Bandung, malam harinya jadi kan ke pasar malam? ucapku.


“Jadi dong Daffa” balasku semangat.


“Tapi aku mau nanti kita cuma berdua aja ya..Sahabat-sahabat kita gak usah ikut” ucapku lagi.


“Kalau itu mah, aku setuju banget sayang. Aku juga gak mau mereka ikut. Aku cuma mau berdua dengan kamu aja” balas Daffa tersenyum.


“Tapi nanti kita bilang apa sama mereka?” tanyaku.


“Udah sayang, kalau soal itu biar aku aja yang mengurus” balas Daffa.


“Emang kamu nanti beri alasan apa sama mereka?” tanyaku lagi.


“Aku juga sih belum tahu mau beri alasan apa. Tapi kamu gak usah pikirkan itu. Biarkan aku aja nanti yang pikirkan” jawab Daffa.


“Baiklah Daffa” balasku.


“Tapi sayang..” ucap Daffa.


“Tapi apa?” tanyaku.


“Aku bingung deh sama kamu..” jawab Daffa.


“Bingung kenapa?” tanyaku penasaran.


“Ya bingung, karena tumben-tumbenan aja kamu gak mau sahabat-sahabat kita ikut pergi sama kita. Hayo, ada apa?” jawan Daffa sambil menatapku intens.


“Ng..g..gak apa-apa kok. Aku cuma ingin berdua aja sama kamu” balasku gugup. Mendengar ucapanku, Daffa pun langsung sumringah.


“Benarkah sayang? Kamu ingin berdua denganku? Hanya berdua kan sayangku?” goda Daffa membuat pipiku menjadi merah merona karena malu.


“Aishh Daffa, bisa gak sekali aja kamu gak usah menggoda aku terus. Aku kan jadi malu” ucapku kesal. Lalu Daffa malah tersenyum padaku.


“Gak bisa sayang. Karena aku suka sekali menggodamu” balas Daffa sambil mengerlingkan matanya.


“Daffa..udah ah. Aku malu tahu..” ucapku lagi.


“Hahaha, baiklah sayang..” balas Daffa. Lalu kembali fokus menyetir. Tak lama kemudian, kami semua pun sampai di villa Keisha di Bandung. Aku dan Daffa pun turun dari mobil dan menghampiri yang lain.


“Aaaa..Akhirnya sampai juga” teriak Keisha girang.


“Iya Keisha, udah gitu udara disini sangat sejuk” ucap Anna sambil menghirup udara yang ada di tempat tersebut.


“Iya benar” timpal Mutia.


“Ya udah kalau begitu, ayo kita masuk” ajak Keisha. Lalu kami mengambil barang kami masing-masing yang ada di bagasi mobil. Kemudian kami semua pun masuk ke dalam villa.


“Baiklah guys, kamar Mutia dan Anna, Yeslin ada di sebelah kanan bawah, Sedangkan Raditya, Mario dan Rico kamarnya ada di selah kiri bawah. Kemudian kamu sayang, kamarmu ada di sebelah kiri atas, tepat disamping kamarku. Terus kalau kamar kalian, Daffa dan Diana ada di sebelah kanan. Lalu kalau kalian mau satu kamar, ya terserah kalian saja Daffa, Diana. Kalian kan udah biasa seperti itu” jelas Keisha. Kami pun mengangguk. Kemudian kami menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Aku dan Daffa memutuskan untuk satu kamar. Sesampainya di kamar, kami pun beristirahat.


Daffa Merlin Putra POV (ON)

__ADS_1


Pada malam harinya...


“Sayang, jadikan hari ini kita perginya?” tanyaku.


“Jadi dong..” balasnya antusias.


“Ya udah, cepat sana mandi. Biar kita bisa langsung pergi” pintaku.


“Emangnya, kamu udah mandi?” tanyanya balik.


“Ya udah dong..” jawabku.


“Baiklah kalau begitu, aku mandi dulu ya..” ucap gadisku.


Aku pun mengangguk. Lalu gadisku mengambil pakaiannya dan pergi mandi. Saat gadisku pergi untuk mandi, aku langsung turun ke bawah untuk menghampiri para sahabatku. Aku ingin mereka segera bersiap-siap untuk rencana lamaran yang telah disiapkan.


“Guys, aku ingin kalian bersiap-siap. Karena aku ingin melamar Diana malam ini setelah kami pulang dari pasar malam. Jangan lupa beritahu orangtua kami juga ya” ucapku pada mereka.


“Baiklah Daffa” balas Yeslin.


“Oh iya, ketika nanti aku dan Diana permisi mau pergi, kalian pura-pura tidak tahu kalau kami akan ke pasar malam. Biar nanti dia gak curiga” ucapku lagi.


“Oke beres..” balas Rico.


“Ya udah kalau begitu, aku balik ke kamar dulu ya. Soalnya sebentar lagi dia selesai mandi” pamitku. Mereka pun mengangguk. Lalu aku pun kembali ke kamar. Tak lama kemudian, gadisku pun selesai mandi.


“Udah selesai sayang?” tanyaku.


“Sudah Daffa..” balasnya sambil tersenyum. Lalu dia memoleskan bedak ke wajahnya. Kemudian merapikan rambutnya.


“Sayang, ayo kita pergi ke pasar malamnya” ajakku. Lalu dia menghampiriku. Aku pun menggandeng tangannya keluar dari kamar.


“Daffa..” panggil gadisku.


“Ya sayang..” aku menoleh pada gadisku.


“Tenanglah sayang, biar itu menjadi urusanku” jawabku tersenyum. Lalu kami menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


“Wah, wah..mau kemana nih kalian rapi-rapi begini?” tanya Mario.


“Iya nih, pada mau kemana nih?” timpal Keisha bertanya.


“Kalian berdua mau kencan ya...?” tanya Anna.


“Emm..kita..kita..” ucap gadisku gugup. Aku tahu dia pasti sedang mencari-cari alasan. Lalu dia melirikku meminta bantuan.


“Iya, kami mau kencan malam ini” balasku. Kulihat gadisku sedikit terkejut dengan ucapanku.


“Hahaha..Lucu sekali kamu sayang..” batinku senang.


“Benarkah? Ciee..Diana..” ucap Keisha menggoda gadisku. Kulihat wajahnya sudah merah merona.


“Ya udah kalau begitu, silahkan berkencan..” timpal Mutia tersenyum.


“Terima kasih semua. Kalau begitu kami pergi dulu ya..” ucapku. Mereka pun mengangguk.


Kami pun langsung pergi ke pasar malam. Sesampainya disana, aku dan gadisku pun memainkan permainan yang ingin kami mainkan. Setelah selesai bermain, gadisku mengajakku membeli harum manis.


“Daffa, aku mau itu..” ucap gadisku menunjuk ke penjual harum manis.


“Kamu mau itu..?” tanyaku.


Gadisku pun mengangguk dengan antusias. Lalu kami pun pergi membeli harum manis tersebut. Aku membelikan dia dua bungkus harum manis. Aku juga membeli dua minuman dingin dari kedai yang ada di sebelah penjual harum manis. Setelah itu, aku mengajaknya untuk beristirahat dan duduk di salah satu bangku yang ada disana.


“Capek sayang..?” tanyaku sambil membelai rambutnya. Gadisku hanya mengangguk sambil memakan harum manis miliknya. Tak lama kemudian, gadisku menghabiskan harum manis miliknya.


“Ini sayang, minum dulu..” ucapku sambil menyodorkan minuman yang dibeli tadi. Lalu gadisku pun meminum minumannya. Begitupun dengan aku.

__ADS_1


“Terima kasih Daffa..” ucap gadisku. Aku pun membalas dengan tersenyum.


“Kita pulang sekarang?” tanyaku. Aku sudah tak sabar ingin melihat respon dari gadisku malam ini.


“Emm, iya ayo pulang..” jawabnya.


“Hmm..Sebentar lagi sayang. Hanya tinggal sebentar saja, kamu akan mengetahui segalanya” batinku tersenyum.


“Ya udah kalau begitu kita pulang..” ucapku sambil menggandeng tangannya. Lalu aku dan gadisku pun masuk ke dalam mobil. Kemudian melajukan mobil menuju villa Keisha. Tak lama kemudian, kami pun tiba di villa Keisha. Kami pun turun dari mobil.


“Daffa..” panggil gadisku.


“Ya sayang..” balasku.


“Loh, kok villanya gelap ya. Sahabat-sahabat kita pada kemana?” tanyanya. Aku pun hanya tersenyum mendengarnya.


“Aisshh Daffa, kok malah senyum-senyum sih..” ucapnya kesal.


“Hehe, maaf sayang. Mungkin listriknya sedang bermasalah. Ya udah ayo kita masuk” ajakku. Aku pun menggandeng tangannya. Lalu kami pun masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, aku pun berpura-pura untuk mencari lilin.


“Sayang, kamu tunggu disini ya..Aku mau cari lilin dulu” ucapku.


“Yah, jangan dong Daffa. Aku takut sendirian disini” balasnya.


“Sebentar saja sayang. Setelah aku dapat lilinnnya, aku akan balik lagi kok” bujukku.


“Emangnya kamu mau gelap-gelapan seperti ini..?” tanyaku.


“Gak..” jawabnya.


“Maka dari itu, kamu tunggu disini ya. Aku hanya sebentar saja kok” ucapku menyakinkannya.


“Mmmm..Baiklah. Tapi jangan lama-lama ya. Aku takut sendirian” balasnya.


“Iya sayang tenang aja” ucapku. Lalu aku pun pergi meninggalkan Diana sendirian. Aku pun menuju belakang villa untuk menemui para sahabatku, orangtua kami, bang Hendra dan Renata.


“Bagaimana, apakah semuanya sudah siap?” tanyaku.


“Udah Daffa. Semua udah beres” jawab Joshua.


“Diana mana Daffa?” tanya bang Hendra.


“Di ruang tamu bang..” jawabku.


“Ya udah Daffa,  lebih baik kamu bersiap-siap” ucap Raditya.


“Oke. Aku siap-siap dulu ya..” balasku.


Lalu aku pun langsung menuju ke sudut kanan belakang villa. Sesuai rencana, di belakang villa ini telah dihias dengan indah. Aku tersenyum sambil memegang kotak cincin. Lalu aku mendengar suara Diana berteriak memanggil namaku.


“Daffa...Dimana kamu?” teriak gadisku.


“Daffa, aku takut sendirian” teriaknya lagi.


“Daffa, kamu dimana? Katanya cuma sebentar aja” teriak gadisku lagi.


Lalu teriakan gadisku semakin lama semakin terdengar jelas. Aku mendengar langkah kakinya menuju taman belakang. Jantungku pun berdetak kencang. Tak lama lagi, aku akan melamar gadisku. Lalu aku mendengar gadisku berbicara sendiri.


“Wah, indah sekali..” ucap gadisku kagum.


“Ini punya siapa ya..? Apakah para sahabatku yang menyiapkan ini? Apa ada yang berulang tahun ya?” tanyaz gadisku pada dirinya sendiri. Aku pun tersenyum mendengar ucapannya.


“Tapi, Daffa kemana ya?” ucapnya lagi.


“Daffa..” teriak gadisku.Aku pun semakin tersenyum mendengar teriakan gadisku. Lalu aku pun terkekeh dengan sangat pelan.


“Baiklah sayang, i’m coming..” batinku terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2