I Love My Best Friend

I Love My Best Friend
Episode 30 (Tamat)


__ADS_3

Enam bulan kemudian...


Kami semua telah tamat SMA dan telah menyelesaikan UN (Ujian Nasional). Kami telah menamatkan sekolah dengan nilai yang memuaskan. Kemudian tepat dihari ini adalah hari yang membahagiakan untukku. Tahu kenapa? Karena ini adalah hari pernikahanku. Dengan siapa? Ya siapa lagi kalau bukan dengan seseorang sangat aku cintai, Daffa Merlin Putra. Sahabat baikku sekaligus orang yang sangat Aku cintai. Hari ini aku sedang dihias oleh penata rias. Riasan yang sederhana tapi terlihat anggun dan mempesona. Sebentar lagi aku akan resmi menjadi istri Daffa. Betapa hal yang sangat membahagiakan. Setelah selesai dirias, aku dan keluargaku pun pergi ke gereja untuk melakukan pemberkatan.


Tak lama kemudian, aku dan keluargaku tiba dan mulai memasuki gereja dengan didampingi papa yang berada disampingku. Tangan kananku menggandeng tangan papa, dan tangan kiriku memegang buket bunga, jantungku berdetak sangat kencang. Aku melihat Daffa yang sudah berdiri di altar besama pendeta. Kemudian sampailah aku dan papa di depan altar. Lalu papa melepaskan gandengan tangannya dariku dan menyerahkanku pada Daffa. Aku pun menghampiri dia. Dia tersenyum manis padaku.


Kemudian aku dan Daffa berdiri di altar tepat di hadapan pendeta. Pemberkatan pernikahan pun dimulai. Selesai pemberkatan dan pengucapan sumpah dan janji, Aku pun telah resmi menjadi istrinya setelah pendeta meminta kami menyematkan cincin di jari kami masing-masing. Aku merasa sangat bahagia, akhirnya aku bisa bersama orang yang aku cintai. Selesai pemberkatan pernikahan, kami pun menuju tempat resepsi pernikahan. Sesampainya disana, ternyata sudah banyak tamu yang hadir. Lalu kami duduk di tempat khusus para keluarga dan sahabat kami. Kemudian menghampiri mereka.


“Selamat ya sayang, sekarang putri papa udah menjadi seorang istri” ucap papaku sambil memelukku.


“Terima kasih ya pa..Terima kasih karena papa udah merawat dan membesarkan Diana” jawabku sambil tersenyum.


“Iya putriku” balas papa. Kemudian papa beralih ke Daffa.


“Daffa anakku, papa minta kamu cintai dan sayangilah Diana dengan setulus hatimu. Jangan pernah menyakitinya apalagi bersikap kasar padanya. Karena Papa sendiri tidak pernah kasar pada Diana” ucap papa.


“Beres pa.. Papa tenang aja, Daffa akan selalu mencintai, menyayangi dan menjaga Diana dengan sepenuh hati. Daffa tidak akan menyakiti ataupun melukai Diana, Papa” balas Daffa.


“Bagus. Itu baru putraku” ucap Papa. Lalu mama Cecilia dan papa Andre menghampiri kami.


“Selamat ya buat kalian berdua. Semoga berbahagia dan pernikahan Kalian terus langgeng sampai tua nanti” ucap mama Cecilia sambil memelukku dan Daffa bergantian.


“Selamat ya..Semoga kalian selalu bahagia. Kamu Daffa jagain putri papa ini baik-baik. Awas aja kalau sampai menyakiti atau melukainya” ucap papa Andre dengan nada mengancam namun tersenyum bahagia pada putranya.


“Siap pa..” balas Daffa.


“Selamat ya adikku dan Daffa. Semoga kalian selalu bahagia. Daffa, Abang percayakan Diana padamu untuk selalu mencintai, menyayangi dan menjaga Diana” ucap bang Hendra memelukku.

__ADS_1


“Siap Bang” balas Daffa dengan tegas dan yakin.


“Selamat Semoga kalian selalu bahagia” ucap bang Hendra memelukku.


“Selamat ya kak, bang..” timpal Renata. Aku pun memeluk Renata dan beralih pada Daffa, suamiku sekaligus abangnya.


“Selamat ya Diana dan Daffa..Semoga kalian berbahagia” ucap Keisha, Yeslin dan Anna serempak pada kami berdua.


“Iya, terima kasih ya..” balasku sambil memeluk mereka satu persatu.


“Ciee.., akhirnya kalian menikah. Setelah sekian lama akhirnya Kalian bersatu juga” goda Keisha. Aku pun tersenyum malu.


“Isshh apaan sih?” balasku malu-malu.


“Jagain Diana baik-baik ya. Awas kalau kamu sampai menyakiti dia” ucap Yeslin sambil menatap Daffa tajam.


“Selamat ya buat kalian berdua ya.. Semoga pernikahan Kalian langgeng terus” ucap Joshua. Aku pun mengangguk.


“Thanks ya..Semoga kalian bertiga, Joshua, Raditya dan Mario bisa menyusul kami berdua” balas Daffa.


“Oke sip Daffa..” ucap Mario.


“Kita pasti bakal menyusul kalian berdua kok. Soalnya Kita udah ada rencana untuk melamar kekasih Kami dan mengadakan pesta pernikahan” timpal Raditya. Kemudian aku dan Daffa pun menyalami para tamu undangan. Pada malam harinya, acara resepsi pernikahan kami pun selesai.


“Nah, lebih baik sekarang kalian berdua pergi ke kamar, biar ini kami yang mengurusnya. Lagian ini sudah malam sekali dan Kalian pergilah segera beristirahat” ucap mama Cecilia.


“Iya ma..” balas Daffa.

__ADS_1


“Ehem.. ehem.. ciee.. Sepertinya akan ada yang menikmati malam yang indah nih..Persatuan dua kekasih yang saling mencintai” goda Raditya. Aku pun tersenyum malu dan pipiku mulai merah merona.


“Ya jelas dong. Jangan ada yang pada iri ya guys” balas Daffa.


“Jangan lupa buat yang banyak ya bro..” sahut Mario.


“Tenang saja.. Itu semua bisa diatur” balas Daffa. Aku pun semakin tersenyum malu dan menundukkan kepala. Sedangkan yang lain hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


“Udah, jangan menggoda mereka lagi. Kasihan nih Diana jadi malu gitu” ucap Daffa.


“Ya udah kalau begitu, kami pergi duluan ya.. Terima kasih ataa kehadirannya ya guys” pamit Daffa.


Mereka semua pun mengangguk Lalu kami pun menuju ke kamar yang telah dipersiapkan untuk kami. Sesampainya di kamar, Daffa segera memeluk tubuhku dari belakang sembari menghirup aroma dari tubuhku. Aku merasakan darahku mendesir dan jantung yang berdetak begitu kencang. Lalu Daffa pun membalikkan badanku sehingga kini berhadapan dengannya. Dia menatapku dalam lalu menempelkan keningnya di keningku hingga menempel.


“Terima kasih ya sayang sudah mau menerima cinta dan lamaranku. Aku sangat bahagia sekali sayang. Aku bahagia karena sekarang kamu adalah milikku. Seseorang yang sangat aku cinta dan sayang untuk seumur hidupku” ucap Daffa.


“Aku juga bahagia Daffa. Akhirnya aku menemukan cintaku dan Aku tidak pernah menyangka bahwa dirimulah yang menjadi cintaku dan pelabuhan terakhir hidupku. Kamu adalah sahabat baikku, cintaku dan pasangan hidupku. Berjanjilah Daffa untuk selalu bersamaku sampai maut memisahkan kita dan jangan pernah meninggalkanku sendirian” balasku tersenyum.


“Iya sayang, Aku pun tidak menyangka kalau sahabat baikku adalah cinta dan pasangan hidupku untuk selamanya. Aku berjanji untuk selalu ada disampingmu sampai maut memisahkan kita. Aku tidak akan pernah berpaling apalagi meninggalkan dirimu. Karena Kamu adalah nyawa juga hidupku yang akan Aku jaga selamanya dan seumur hidupku. Ini bukan sekedar janjiku padamu tapi Aku akan membuktikan semuanya padamu" ucap Daffa.


“I love you, Daffa..” ucapku.


“I love you too, Diana” balas Daffa dan mencium bibirku lalu **********. Kami pun menikmati indahnya malam ini.


 


THE END

__ADS_1


__ADS_2