I Love My Best Friend

I Love My Best Friend
Episode 11


__ADS_3

“Begini, sebenarnya kamu dan Diana itu sudah kami jodohkan sejak kalian masih ada di dalam kandungan” jelas papa yang membuatku terkejut.


“Apa..? Dijodohkan..?” ucapku shock karena mendengar kalau aku dan Diana sudah dijodohkan.


“Iya anakku…Kalian berdua memang sudah kami jodohkan. Sebenarnya setelah kalian lulus SMA nanti, kami akan memberitahukan pada kalian dan kalian akan menikah. Tapi karena ternyata kamu mencintai Diana jadi kami memberitahukannya sekarang. Kami sangat senang kamu mencintai Diana. Ini adalah impian kami waktu masih duduk di bangku kuliah” jelas mamaku.


“Aku tak menyangka ternyata aku dan Diana sudah dijodohkan. Ah, aku sangat senang sekali mendengarnya. Ini artinya tidak akan ada yang akan mengambil Diana dariku. Diana hanya milikku seorang sejak kami kecil” batinku senang.


“Kamu kenapa nak..? Kenapa diam saja..?” tanya mama.


“Emhp..heh..gak ada apa-apa kok ma. Daffa hanya senang aja dan masih belum percaya kalau ternyata aku dan Diana sudah dijodohkan” jawabku sambil tersenyum.


“Tapi Daffa, anakku…Papa dan mama mohon satu hal sama kamu. Untuk saat ini jangan beritahukan hal ini dulu pada Diana. Bisa kan Daffa..?” ucap papa.


“Loh, emangnya kenapa kalau Diana tahu ma, pa..?” tanyaku bingung.


“Kami dan orangtua Diana mau semuanya berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu setelah kalian lulus SMA. Bisa kan Daffa tetap menjaga rahasia ini nak sampai waktunya tiba nanti..?” ucap mama.


“Iya ma, pa..Daffa janji akan menjaga rahasia ini sampai waktunya tiba nanti” balasku sambil tersenyum.


“Ya udah kalau begitu Daffa berangkat dulu ya ma,pa..” pamitku sambil mencium punggung telapak tangan kanan kedua orangtua. Setelah itu aku pun segera berangkat ke sekolah.


“Hati-hati ya Daffa..” ucap mamaku.


“Iya ma” balasku sambil melangkah keluar rumah.


Lalu aku pun masuk ke dalam mobil dan menyuruh supirku untuk segera berangkat. Saat mobilku sudah melaju menuju sekolah, aku mengeluarkan Handphone yang ada di tas. Lalu aku mengirim pesan untuk seseorang. Ya, siapa lagi kalau bukan untuk gadis kesayanganku, Diana.


Send to : Dianaku sayang


Udah dimana kamu sayang..?


Aku pun tersenyum melihat pesan yang baru saja aku kirim. Tak lama kemudian balasan pesan dari Diana pun tiba.


From : Dianaku sayang

__ADS_1


Aku lagi mau otw ke sekolah. Kamu sendiri udah dimana Daffa..?


Send to : Dianaku sayang


Aku lagi dijalan menuju ke sekolah. Tunggu aku di sekolah ya sayang..


From : Dianaku sayang


Baiklah Daffa sampai bertemu di sekolah


Aku pun tersenyum sambil bersenandung riang melihat pesan dari Diana. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan gadis kesayanganku.


Daffa Merlin Putra POV (OFF)


“Hoamm..Sudah jam berapa ini..?” ucapku sambil melihat ke arah jam.


Setelah itu aku segera beranjak dari tempat tidur lalu mandi. Setelah mandi aku segera berpakaian dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah selesai, aku mendengar bunyi Handphone milikku. Lalu aku mengambil dan melihatnya. Ternyata Daffa mengirim pesan padaku.


From : Daffa (sahabatku sayang)


Aku tersenyum melihat pesan dari Daffa. Aku senang karena dia menyapaku pagi ini. Tapi setelah melihat bagian akhir pesannya, aku merasa sedikit kesal. Lalu aku membalas pesannya sambil tersenyum puas.


Send to : Daffa (sahabatku sayang)


Pagi juga Daffa. Nyenyak dong. Aissh..Ngapain aku memimpikanmu, kurang kerjaan tau. Lalu bagaimana dengan kamu sendiri, apakah tidurmu nyenyak..? Atau jangan-jangan kamu yang memimpikan aku..?


Tak lama kemudian balasan pesan dari Daffa pun datang.


From : Daffa (sahabatku sayang)


Ya, kau benar sayang. Aku selalu memimpikan kamu dalam tidurku. Wajahmu yang cantik itu selalu datang dalam mimpiku. Tidurku pun menjadi nyenyak karena dirimu.


Pipiku pun menjadi merah merona saat membaca balasan pesan dari Daffa. Entah kenapa aku sangat bahagia saat membacanya. Apakah Daffa bersungguh-sungguh atau hanya menggombaliku saja..? Kemudian aku pun membalas pesan dari Daffa.


Send to: Daffa (sahabatku sayang)

__ADS_1


Hahaha…Sudah aku duga kalau kamu sering memimpikanku Daffa. Aku akui memang kecantikanku dapat membuat para pria terpesona. Termasuk dirimu, Daffa.


Lalu balasan pesan dari Daffa pun datang.


From : Daffa (sahabatku sayang)


Jangan menertawaiku sayang…Aku juga yakin kamu sering memimpikan diriku. Apalagi wajahku yang tampan ini dapat membuat kaum hawa memohon padaku untuk menjadi miliknya. Ketahuilah sayang bahwa kita sangatlah serasi.


Saat aku membaca pesan dari Daffa, aku pun tertawa. Lalu saat meneruskan membaca pesan darinya, aku pun menggelengkan kepala karena tingkat kepedeannya mulai lagi. Kemudian saat membaca bagian akhir pesannya, aku pun mengerutkan dahi bingung, apa maksudnya berkata seperti itu. Lalu karena penasaran aku langsung membalas pesannya dan menanyakan maksud dari pesan yang dia kirim.


Send to : Daffa (sahabatku sayang)


Tingkat kepedeanmu sangatlah tinggi dan tidak pernah berubah ya Daffa..? Dan apa maksudmu mengatakan bahwa aku dan kamu sangat serasi..?


Lalu balasan pesan dari Daffa pun datang.


From : Daffa (sahabatku sayang)


Kamu mau tahu apa maksudku sayang..? Maksudku adalah bahwa kita sangat serasi menjadi sepasang kekasih. Kamu adalah gadis yang paling cantik dan aku adalah cowok yang paling tampan. Dan kita bagaikan raja dan ratu sayang..


Aku pun mengerutkan dahi terkejut dengan pernyataan Daffa. Aku bingung dan berpikir bahwa sesuatu telah terjadi padanya sehingga membuatnya menjadi aneh seperti itu. Tapi di sisi lain, aku senang karena Daffa mengatakan bahwa aku adalah gadis yang paling cantik. Kemudian aku pun segera membalas pesan Daffa.


Send to : Daffa (sahabatku sayang)


Hahaha…jangan bercanda Daffa. Apa pagi ini kepala terbentur sesuatu makanya kamu jadi ngelantur seperti ini..?


Lalu balasan pesan dari Daffa pun datang.


From : Daffa (sahabatku sayang)


Aku tidak bercanda sayang. Aku serius dengan perkataanku. Dan kamu tahu aku gak bakalan biarin siapapun yang berani mendekatimu. Aku juga tidak akan pernah melepaskanmu. Karena kamu hanya milikku sayang. Milikku !


Aku terkejut membaca pesan dari Daffa. Aku tidak menyangka bahwa Daffa mengklaim bahwa aku adalah miliknya. Aku rasa sepertinya Daffa tidak bermain-main dengan ucapannya. Seketika timbul perasaan bingung sekaligus takut dengan sikap Daffa yang berbeda akhir-akhir ini yang terlalu protektif padaku.


Memang selama ini Daffa selalu melindungi dan menjagaku. Tapi akhir-akhir ini, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada Daffa. Dia menjadi terlalu protektif padaku. Aku tidak membalas pesan Daffa. Aku akan menanyakan langsung pada Daffa di sekolah. Setelah itu, aku keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk sarapan pagi.

__ADS_1


__ADS_2