
Lalu aku berjalan mengendap-endap ke sudut kiri belakang villa. Aku melihat gadisku langsung menoleh ke arahku. Aku pun segera berlari cepat.
“Siapa itu?” teriak gadisku.
“Hei, siapa disitu?” teriak gadisku lagi.
“Tidak ada yang menjawab. Apa jangan-jangan itu...” ucap gadisku yang membuat aku tersenyum sambil menggelengkan kepala.
“Daffa...” panggil gadisku.
“Aisshh, Daffa...Aku takut disini. Daffa kamu dimana?” panggilnya lagi.
Lalu aku lihat gadisku duduk di kursi sambil menelungkupkan wajahnya di meja. Kemudian aku mengirim pesan untuk para sahabatku untuk memulai kejutannya. Tak lama kemudian, lampu pun menyala. Aku melihat gadisku mendongakkan wajahnya.
“Yee..Lampunya hidup..” teriaknya kegirangan.
Lalu tak lama kemudian mengalunlah sebuah lagu dari Yovie dan Nuno – Janji Suci yang ditampilkan pada sebuah layar yang berisi foto-fotoku bersama dengannya. Aku melihat gadisku pun terkejut.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku mulai keluar dan berjalan ke arah gadisku. Dapat aku melihat dia terkejut dan aku hanya tersenyum.
Aku ingin mempersuntingmu
’Tuk yang pertama dan terakhir
Aku berlutut di depan gadisku. Aku melihat matanya berbinar-binar.
Reff:
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Aku memegang tangan kanannya dan mencium punggung tangannya. Gadisku pun mulai menitikkan air mata. Lalu Aku mengelurkan sebuah kotak cincin yang telah kupersiapkan untuk melamarnya. Kulihat gadisku ini sangat terkejut.
Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku membuka kotak cincin tersebut dan mengarahkan padanya sambil tersenyum.
Akulah yang terbaik untukmu
Oh..woo…oh..woo…oh..wooo
(Janji Suci)
__ADS_1
“Will you marry me, Diana Fransiska?” ucapku setelah lagu selesai mengalun. Lagi-lagi gadisku terkejut dengan perkataanku. Dia menatapku bingung dan bertanya-tanya.
“A-Apa maksudnya ini Daffa?” tanyanya bingung dengan mata yang berkaca-kaca.
“Hei sayang, jangan menangis..” ucapku sambil mengusap air mata yang ada dipipinya.
“Kamu melamarku, Daffa? Apa ini benar-benar terjadi atau hanya mimpi belaka saja?” tanyanya sambil menatapku. Aku pun tersenyum padanya. Lalu aku menangkup kedua pipinya.
“Sayang, ini benaran terjadi. Aku benar-benar melamarmu hari ini. Ini bukan mimipi sayang..” jawabku sambil menatap lembut gadisku.
“Tapi, bukannya kamu mencintai Jelita?” tanyanya lagi.
“Sayang, hari ini aku akan menjelaskan semuanya padamu. Diana Fransiska, hal pertama yang akan ku beritahukan adalah aku tidak lagi mencintai Jelita. Saat Jelita memberikanku beberapa tantangan sebagai syarat agar dia menerimaku sebagai pacar, saat di tantangan terakhir aku melihat dia sedang berciuman dengan seorang cowok. Lalu aku mendengar percakapannya dengan cowok tersebut yang ternyata, Jelita hanya memanfaatkanku saja. Aku marah karena terlah membohongi dan melukai hatiku. Sejak saat itu, aku telah berusaha melupakan Jelita” jawabku. Gadisku pun terkejut mendengar penjelasanku. Lalu aku melanjutkan lagi ucapanku.
“Hal kedua yang ingin aku beritahukan adalah aku, Daffa Merlin Putra sangat mencintaimu. Ya, aku tahu kamu pasti kaget dengan hal ini. Bagaimana aku bisa mencintaimu, padahal dulunya aku menyukai Jelita. Sayang, aku memang menyukai Jelita, tetapi tidak mencintainya. Baru aku sadari bahwa perasaanku pada Jelita adalah hanya perasaan suka. Tetapi denganmu itu adalah perasaan cinta. Bahkan dari kita kecil aku sudah memiliki rasa untukmu. Namun pada saat itu aku masih ragu dengan perasaanku. Hingga lama-kelamaan perasaan ini semakin kuat dan membuat aku yakin kalau aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Diana Fransiska” jelasku lagi. Aku melihat gadisku terharu dengan mata yang berkaca-kaca.
“Apa kamu bersungguh-sungguh Daffa?” tanya gadisku sambil menatapku dalam.
“Ya, aku bersungguh-sungguh sayang..” jawabku mantap.
“Tapi bagaimana dengan keluarga kita?” tanyanya lagi.
“Ketahuilah sayang, bahwa kita ini sudah dijodohkan oleh orangtua kita. Mereka ingin setelah kita lulus SMA segera menikah” jawabku.
“Benarkah? Tapi kenapa aku gak tahu sih? Menyebalkan..” ucapnya kesal. Aku pun terkekeh melihatnya.
“Biar jadi kejutan sayang..” balasku tersenyum.
“Oh iya sayang, kamu belum menjawab pertanyaanku. Will you marry me, Diana Fransiska?” tanyaku lagi sambil menatapnya dalam.
“Yes, i will..” jawab gadisku.
Aku pun langsung memakaikan cincin tersebut ke jari manisnya dan memeluknya erat. Aku sangat bahagia. Gadisku menerima cinta dan lamaranku. Kemudian aku mendengar para sahabat dan keluarga kami bertepuk tangan dan keluar dari persembunyian untuk menemui kami. Kami pun melepaskan pelukan kami. Lalu gadisku ini lari memeluk papa Julius, lalu mama dan papaku, lalu bang Hendra dan Renata satu persatu.
“Mama senang kamu menerima lamaran Daffa” timpal mamaku.
“Akhirnya anak papa yang cantik ini akan menjadi menantu kami” ucap papaku.
“Selamat ya adikku” ucap bang Hendra.
“Selamat ya kakak” timpal Renata.
“Terima kasih semua. Aku bahagia banget hari ini” balas gadisku. Lalu gadisku ini beralih pada para sahabat kami.
“Terima kasih ya para sahabatku..” ucap gadisku.
“Iya sama-sama Din..” balas Keisha.
“Yoi Din” timpal Raditya.
“Jadi ini nih alasan dibalik sikap aneh kalian kemarin?” ucap gadiku bertanya.
“Hehehe..maafin kita ya Din” balas Anna.
“Gak apa-apa kok. Lagian kan udah terjawab, alasan dari semua rasa penasaranku” ucap gadisku lagi.
“Akhirnya, kamu mendapatkan kebahagiaan Din..” balas Mutia.
“Benar sekali. Akhirnya sahabat kita ini telah menemukan tambatan hatinya” timpal Yeslin.
“Kalian kok mengucapkan selamatnya sama Diana doang, kasihan nih sahabat kita yang satu ini. Lihatlah daritadi dia hanya diam saja” ucap Joshua sambil melirikku.
__ADS_1
“Eh iya, kita lupa” balas Keisha.
“Selamat ya Daffa. Jangan lupa jagain Diana baik-baik” ucap Keisha lagi. Aku pun mengangguk.
“Selamat ya Daffa. Ingat jangan pernah menyakiti Diana” timpal Yeslin. Aku pun mengangguk.
“Selamat ya Daffa” ucap Anna.
“Selamat ya Daffa” ucap Mutia.
“Iya, terima kasih ya..Terima kasih juga karena sudah membantuku menyiapkan semua ini” balasku tersenyum.
“Daf, selamat ya sobat” ucap Joshua.
“Selamat ya Daffa” timpal Mario.
“Selamat ya untuk kalian berdua” ucap Rico.
“Oke, thank’s ya guys..Kalian memang sahabat yang terbaik” balasku. Lalu aku pun beralih pada gadisku. Aku pun menatapnya lembut. Aku mengecup keningnya.
“I love you sayangku..” ucapku.
“I love too Daffa..” balasnya sambil tersenyum malu-malu.
“Ehem-ehem..”
“Nanti dulu bermesraannya. Berhubung ini acara lamarannya sudah selesai, mari sekarang kita makan. Udah lapar nih” ucap bang Hendra.
“Iya nih, aku juga udah lapar” timpal Renata.
“Baiklah, ayo kita makan” balas gadisku dengan semangat.
Lalu kami semua pun duduk, di meja makan yang telah disiapkan. Kami pun mulai makan. Selama makan, kami pun asyik membicarakan tentang persiapan pernikahan kami berdua. Tak lama kemudian, kami semua pun selesai makan. Setelah itu, aku pamit kepada semuanya agar kami terlebih dulu beristirahat. Karena aku melihat gadisku ini sudah lelah dan mulai mengantuk.
“Semua..aku dan Diana pamit duluan untuk beristirahat duluan. Sepertinya Diana sudah lelah” pamitku. Mereka semua pun mengangguk.
“Selamat malam semua..” ucapku.
“Selamat malam..” balas mereka serempak.
Lalu aku pun memeluk erat tubuh gadisku dari samping. Dia terlihat sangat lelah dan mengantuk. Sesampainya di kamar, aku menyuruh gadisku untuk mengganti pakaian agar dia lebih nyaman untuk tidur. Lalu gadisku pun mengganti pakaiannya, aku pun juga mengganti pakaianku. Setelah itu, kami pun berbarik di tempat tidur. Aku pun memeluknya erat sambil mengecup puncak kepalanya.
“Tidurlah sayang..” ucapku.
“Daffa..” panggil gadisku.
“Ya sayang kenapa?” tanyaku.
“Terima kasih ya..” ucapnya tersenyum.
“Terima kasih untuk apa?” tanyaku bingung.
“Terima kasih telah menjadi sahabatku. Terima kasih karena sudah mencintaiku. Terima kasih karena selalu menjaga dan melindungiku selama ini. Terima kasih untuk kebahagiaan ini. Terima kasih untuk segalanya” jawab gadisku sambil tersenyum bahagia.
“Ssstt sayang..tidak perlu berterima kasih. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu, sayang..” balasku sambil memeluk erat tubuhnya.
“Aku mencintaimu, Daffa” ucap gadisku tulus.
“Aku lebih mencintaimu sayang” balasku.
“Lebih baik kita istirahat sekarang. Kamu juga pasti udah sangat lelah” ucapku. Gadisku pun mengangguk.
__ADS_1
“Tidurlah sayang..” ucapku. Tak lama kemudian, kami berdua pun terlelap dalam tidur.
Daffa Merlin Putra POV (OFF)