
Sesampainya di kelas, aku dan Daffa melihat teman-teman kami yang ternyata sudah ada di kelas. Lalu kami pun menghampiri dan menyapa mereka.
“Pagi semua..” sapaku dan Daffa serentak.
“Pagi Diana, Daffa..” balas teman-teman kami.
“Wah, wah..ada apa ini..? Kok datang-datang udah ada yang bergandengan tangan nih..” tanya Keisha curiga.
“Iya benar tuh. Pagi-pagi udah disuguhi pemandangan yang romantis” timpal Yeslin.
“Ih..apaan sih kalian. Udah deh gak usah lebay kayak gitu. Lagian aku dan Daffa kan udah biasa kayak gini” jawabku kesal.
“Siapa yang lebay sih Din..? Kita gak lebay kok, iya kan Yeslin, Anna, Mutia..?” ucap Keisha sembari bertanya kepada yang lain. Kemudian dibalas dengan anggukkan kepala tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Keisha.
“Gimana gak lebay, soalnya kalian itu udah tahu kalau aku sama Daffa udah biasa seperti ini” balasku membela diri.
“Iya benar yang dibilang sama Diana. Kalian yang lebay..” timpal Daffa membelaku. Aku pun tersenyum senang karena Daffa membelaku.
“Iya, iya deh..”ucap Yeslin mengalah.
Tak lama kemudian, bel pun berbunyi. Guru pun masuk dan memulai pelajaran. Tiga jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi. Guru pun keluar dan mulai berhamburan keluar untuk beristirahat.
“Guys, kantin yuk..” ajakku pada kelima temanku.
“Yuk, aku laper nih..” balas Keisha.
“Aku juga laper” timpal Anna.
“Sama aku juga” timpal Yeslin dan Mutia serentak.
“Kamu ikut gak Daffa..?” tanyaku saat melihat Daffa masih menulis.
“Ya ikut dong..Tunggu bentar ya guys..” jawab Daffa sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.
“Ya udah ayo kita ke kantin” ucap Daffa. Lalu kami semua pergi ke kantin. Sesampainya di kantin. Sesampainya di kantin, kami pun memesan makanan dan minuman.
“Kalian mau pada pesan apa nih..?” tanya Mutia.
“Kalau aku sama Daffa pesan nasi goreng, mie goreng dan minumnya cappucino dingin” jawabku.
“Kalau aku mie ayam dan es teh manis dingin” ucap Yeslin.
“Kalau aku nasi ayam dan es teh manis dingin” timpal Anna.
“Lalu kalau aku pesan mie sop dan air mineral” ucap Keisha.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu..” ucap Mutia. Lalu Mutia memanggil mbak Iyem, pelayan kantin.
“Mbak..Mbak Iyem..” panggil Mutia. Lalu mbak Iyem datang dan menghampiri kami.
“Iya neng, mau pesan apa..?” ucap mbak Iyem.
“Kami pesan nasi goreng 2, mie goreng 2, mie ayam 1, nasi ayyam 1, nasi plus siomay 1, mie sop 1, cappucino dingin 2, es teh manis dingin 2 dan air mineralnya 2 ya mbak..” balas Mutia. Setelah mencatat semua pesanan kami, mbak Iyem pun pergi.
“Jangan lama ya mbak, ditunggu..” teriak Anna.
“Oh iya Din, nanti temani aku ke toko buku ya..” ajak Keisha.
“Ke toko buku..? Ngapain..?” tanyaku.
“Ya aku mau cari bukulah Diana..” jawab Keisha.
“Ya aku tahu kamu mau cari buku, masa kamu mau cari kipas angin disana. Tapi mau cari buku apaan..?” tanyaku mulai kesal.
“Mau cari buku masak” jawab Keisha.
“Hah..? Buku masak..?” ucap Yeslin, Anna, Mutia dan Daffa kompak yang kaget karena mendengar Keisha mencari buku masak.
“Iya buku masak. Emangnya kenapa sih..? Ada yang salah denagn itu..?” balas Keisha santai.
“Ya gak apa-apa sih. Tapi buat apa kamu cari buku masak..?” tanya Anna penasaran.
“Belajar masak..?” ucap kami kaget karena mendengar Keisha mau belajar memasak.
“Keisha, kamu gak apa-apa kan..?” tanya Anna kurang yakin dan sedikit khawatir sambil menyentuh dahi Keisha.
“Ishk, apa-apaan sih kamu, Anna. Aku baik-baik saja dan aku gak sakit” jawab Keisha sambil menyingkirkan tangan Anna dari dahinya.
“Kalau kamu baik-baik saja, lalu kenapa kamu tiba-tiba mau belajar memasak..?” tanya Yeslin penasaran.
“Iya nih Keisha, ada angin apa nih..? Kenapa kamu tumben-tumbenan mau belajar masak..?” timpal Mutia yang juga bertanya.
“Aku setuju dengan kalian. Tumben banget kamu mau belajar memasak Keisha. Seperti yang kita semua ketahui, kamu itu tidak akan pernah mau belajar masak. Dan tak hanya itu, jangankan mau belajar masak, masuk dapur aja kamu ogah” ucap Daffa. Lalu aku, Yeslin, Anna dan Mutia pun menganggukkan kepala tanda setuju dengan pendapat Daffa.
“Kalian mau tahu kenapa aku tiba-tiba mau belajar memasak..? ucap Keisha dan kami pun menganggukkan kepala.
“Aku belajar memasak karena aku ingin memberi kejutan spesial untuk sesorang” jawab Keisha.
“Kejutan spesial? Buat siapa?” tanya Mutia penasaran.
“Seseorang yang sangat spesial. Kalian semua mengenalnya kok. Dia akan bersama beberapa orang lainnya yang kita kenal juga” jawab Keisha.
__ADS_1
“Iya tapi siapa mereka” tanya Yeslin.
“Emm..Lebih baik hari sabtu kalian datang saja ke rumahku” jawab Keisha.
“Ngapain..?” tanyaku sambil menyerhitkan dahi bingung.
“Kan kalian semua mau tahu siapa mereka yang aku maksud. Jadi, kalau kalian mau tahu ya datang hari sabtu ya..” jawab Keisha sambil tersenyum misterius.
“Kasih tahu dong Keisha, siapa sih yang akan datang. Penasaran banget nih” ucap Yeslin.
“Iya Keisha, kenapa harus menunggu Sabtu sih..? Kenapa gak sekarang aja..?” timpal Mutia.
“Soalnya ini adalah kejutan buat kalian semua. Kalau misalnya aku kasih tahu sekarang sama kalian, bukan kejutan dong namanya” ucap Keisha.
“Oke, oke..Kami semua bakal menunggu sampai Sabtu” balas Daffa.
“Terus gimana Din, mau kan temani aku ke toko buku hari ini..?” tanya Keisha lagi.
“Emm…maaf Keisha, aku gak bisa menemanimu ke toko buku hari ini. Soalnya hari ini keluargaku dan keluarga Daffa akan makan malam bersama” jawabku dengan sedikit bersalah.
“Owh, ya udah deh kalau begitu. Aku pergi ke toko bukunya sama Mutia, Yeslin dan Anna saja. Kalian mau kan menemani aku..?” ucap Keisha kepada mereka.
“Gak apa-apa kan Keisha kalau aku gak bisa ikut menemanimu..? Maafin aku ya..” ucapku merasa bersalah.
“Iya Keisha maaf ya” timpal Daffa ikut meminta maaf.
“Sudah gak apa-apa kok. Lagipula aku kan bisa pergi sama yang lain. Kalian gak usah merasa bersalah seperti itu” balas Keisha sambil tersenyum.
“Makasih ya Keisha” ucapku tulus.
“Iya sama-sama” balas Keisha.
“Gimana..? Kalian bisa kan menemani aku..?” tanya Keisha.
“Iya kita mau kok” balas mereka kompak.
“Terima kasih ya semua..” ucap Keisha sambil tersenyum.
“Iya sama-sama Keisha” balas Mutia.
Tak lama kemudian, pesanan kamu pun datang. Lalu mbak Iyem membawa pesanan kami dan meletakkannya di atas meja. Setelah itu mbak Iyem pun pergi.
“Silahkan dinikmati..” ucap mbak Iyem lalu pergi meninggalkan kami.
“Selamat makan semuanya” ucap Anna girang.
__ADS_1
“Selamat makan juga..” ucap kami serempak. Lalu kami pun mulai makan pesanan yang kami pesan.