I Love My Best Friend

I Love My Best Friend
Episode 15


__ADS_3

Tak lama kemudian, kami pun selesai makan.


“Oh ya guys…Dua hari lagi kan kita libur sekolah selama tiga hari, gimana kalau selama tiga hari itu kita manfaatkan untuk pergi berlibur..?” ucap Mutia.


“Emm..iya ya..Kita akan libur selama tiga hari sebentar lagi. Aku setuju dengan usulmu, Mutia. Gimana dengan kalian..?” tanya Anna pada kami semua.


“Aku sih setuju aja” jawabku.


“Sama aku juga setuju” timpal Daffa.


“Kami juga setuju..” ucap Yeslin dan Keisha serempak.


“Baik karena semua sudah setuju, sekarang yang harus kita lakukan adalah tentukan kemana kita akan berlibur. Jadi menurut kalian, kita mau berlibur kemana..?” ucap Anna.


“Gimana kalau kita liburan di Bandung aja. Tepatnya sih di villa keluargaku. Disana pemandangannya sangat asri dan udaranya masih sejuk dan segar” usul Keisha.


“Wah usul yang bagus tuh Keisha. Aku setuju denganmu” balasku senang.


“Iya aku juga setuju” timpal Daffa.


“Gimana dengan kalian Yeslin, Mutia, Anna..?” tanya Keisha.


“Kalau aku sih setuju-setuju aja” jawab Mutia.


“ Aku juga setuju” timpal Yeslin.


“Dan kamu sendiri Anna..?” tanya Keisha karena Anna belum memberi jawaban.


“Ya karena semua setuju, aku juga setuju” jawab Anna.


“Baiklah kalau begitu, nanti aku yang akan mengurus semuanya. Kalian hanya perlu mengurus perlengkapan kalian selama disana. Oke teman-teman..” ucap Keisha.


“Oke” balas kami serempak.


“Yuk balik ke kelas..Udah mau bel nih. Lebih baik kita membayar semua pesanan kita ini” ucapku.


“Iya kamu benar Din..Ya udah teman-teman sini uang untuk membayar pesanan kalian” balas Mutia.


Lalu kami pun menyerahkan uang untuk membayar pesanan kami masing-masing ke Mutia. Kemudian Mutia memanggil mbak Iyem, pelayan kantin.


“Mbak..mbak Iyem..” panggil Mutia. Llau mbak Iyem datang menghampiri kami.


“Iya neng” ucap mbak Iyem.


“Berapa semuanya mbak..?” tanya Mutia.


“Semua delapan puluh ribu neng” jawab mbak Iyem. Lalu Mutia menyerahkan selembar uang lima puluh ribu, selebar uang dua puluh ribu dan selembar uang sepuluh ribu.


“Terima kasih neng..” ucap mbak Iyem.


“Sama-sama mbak” balas Mutia.


“Ayo teman-teman kita kembali ke kelas” ajak Mutia.


Kemudian kami semua pun kembali ke kelas. Sesampainya di kelas, bel pun berbunyi. Guru pun masuk dan memulai pembelajaran. Tiga jam kemudian, bel pulang sekolah berbunyi dan pembelajaran pun berakhir.

__ADS_1


“Din, Daf..” panggil Keisha. Aku dan Daffa pun menoleh.


“Iya, kenapa Keisha?” balasku.


“Besok jangan lupa ke rumah ya..” ucap Keisha.


“Iya beres” balasku tersenyum.


“Jam berapa besok Kes..?” tanya Daffa.


“Jam 7 malam Daffa” jawab Keisha.


“Oke baiklah” balas Daffa.


“Ya udah deh kalau begitu kami duluan ya” pamit Keisha.


“Iya hati-hati” balasku.


“Oke” ucap Keisha.


“Semoga lancar makan malam ya Diana, Daffa..” ucap Mutia.


“Iya terima kasih Mutia” balas Mutia. Lalu Mutia, Keisha, Yeslin dan Anna pun pergi pulang.


“Pulang sekarang sayang..?” tanya Daffa.


“Nanti dulu Daffa. Aku mau ke taman sekolah dulu. Ayo kita kesana” jawabku.


“Kamu mau ke taman sekolah, hem..?” tanya Daffa.


“Iya” balasku singkat sambil menganggukkan kepala.


Lalu kami berdua pun pergi menuju taman sekolah. Sesampainya di taman sekolah, aku dan Daffa pun duduk di bangku. Suasana di taman sekolah sangat sepi karena murid-murid yang lain sudah berpulangan.


“Daffa…” panggilku sambil menyederkan kepalaku ke bahunya.


“Iya kenapa sayang..?” tanya Daffa sambil menatapku lembut.


“Kira-kira siap yang dimaksud oleh Keisha dengan orang-orang spesial itu..?” ucapku.


“Memangnya kenapa sayang..?” tanya Daffa.


“Enggak apa-apa sih, aku hanya penasaran siapa mereka. Apalagi kan Keisha bilang kita mengenalnya” jawabku.


“Aku gak tau sayang. Aku juga penasaran dengan mereka. Tapi kamu gak usah terlalu memikirkan mereka. Nanti kita bakalan tau kok siapa mereka” ucap Daffa sambil mengelus rambutku.


“Iya Daffa” balasku.


“Gimana mau pulang sekarang..?” tanya Daffa.


“Iya, ayo kita pulang. Udah sore juga” jawabku.


“Oke sayang, kan nanti malam keluarga kita akan malam bersama” balas Daffa.


“Iya Daffa dan aku ingin segera pulang ke rumah” ucapku antusias.

__ADS_1


“Semangat banget sih sayangku ini” ucap Daffa tersenyum.


“Iyalah..Kan keluarga kita akan makan malam bersama. Udah ah Daffa, ayo kita pulang. Aku mau membantu bibi Sri untuk menyiapakan makan malam nanti” balasku sambil menarik tangan Daffa. Namun Daffa tak beranjak dari tempatnya dan membuatku bingung.


“Iihh Daffa..Kenapa masih duduk? Ayo pulang..” ucapku kesal.


“Gak mau” balas Daffa.


“Kenapa gak mau Daffa..?” tanyaku penasaran.


“Aku masih mau disini” jawab Daffa.


“Ayolah Daffa” rengekku.


“Baiklah kita akan pulang, tapi dengan satu syarat” ucapa Daffa sambil tersenyum misterius.


“Syarat..?” ucapku sambil mengerutkan dahi.


“Iya syarat sayang” balas Daffa.


“Syarat apa itu Daffa..?” tanyaku penasaran.


“Kamu benar-benar mau tahu apa syaratnya..?” jawab Daffa sambil tersenyum jahil.


“Jangan bercanda Daffa” ucapku kesal.


“Jangan mulai membuatku kesal” tambahku.


“Iya, iya..dan syaratnya adalah…” ucap Daffa sambil menggantung perkataannya.


“Syaratnya apa Daffa..?” ucapku kesal karena tidak sabaran.


Lalu Daffa pun berdiri dan kini berada tepat dihadapanku. Posisiku dengannya sangatlah dekat. Kemudian dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku yang merasa kaget, secara spontan mudur ke belakang. Namun dia semakin mendekatkan wajahnya sambil menatapku lekat. Aku semakin mundur ke belakang, Dan Daffa semakin mendekat ke arahku. Hal itu membuat jantungku berdebar kencang dan merasa gugup.


“Da-Da-Daffa..Apa yang mau kamu lakukan..?” ucapku gugup.


Namun Daffa tak menghiraukan ucapanku dan semakin mendekat ke arahku. Aku pun semakin mundur ke belakang. Tapi sialnya, saat aku ingin mundur lagi ke belakang ternyata tidak bisa. Karena ada pohon dibelakangku. Melihat hal itu, Daffa pun tersenyum jahil.


“Sial, kenapa harus ada pohon sih dibelakangku..? Aduh gimana ini..” batinku kesal. Saat ini jarakku dan Daffa yang beberapa cm saja. Itu membuaku gugup dan menjadi salah tingkah.


“Da-Daffa..Bisakah kau menjauh dan jangan terlalu dekat denganku?” ucapku gugup.


“Emangnya kenapa, hem..? Tapi kamu ingin tahu syaratnya itu apa” balas Daffa.


“Iya tapi..” ucapku sangat gugup.


“Tapi kenapa sayang?” balas Daffa semakin mendekatkan wajahnya hingga tersisa sedkit jarak saja. Semakin membuatku salah tingkah. Apalagi pandangan Daffa hanya tertuju padaku.


“Daf-Daffa..” panggilku.


“Iya kenapa sayang..?” tanya Daffa sambil tersenyum.


“Bisakah kau-kau jangan menatapku seperti itu..?” ucapku.


“Memang kenapa kalau aku menatapmu seperti ini sayang?” balas Daffa sambil tersenyum.

__ADS_1


“Em..em..” ucapku gugup.


“Kenapa sayang..?” balas Daffa sambil menatapku dalam.


__ADS_2