
"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu ya sahabatku. Terima kasih sudah menemaniku" pamit Daffa padaku.
"Iya sama-sama, hati-hati ya Daffa.." balasku sambil tersenyum. Kemudian mobil Daffa pun meninggalkan rumahku. Lalu aku pun masuk kedalam rumah.
Saat aku masuk ke dalam rumah, aku dikagetkan dengan kehadiran seseorang yang sedang duduk diruang tamu. Aku pun berjalan mendekati seseorang tersebut dengan rasa penasaran.
Ketika aku sudah berada didekat seseorang tersebut, aku pun tersenyum dan langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan dan seseorang itupun membalas pelukanku. Ternyata seseorang tersebut adalah orang yang paling aku sayangi dan sangat aku rindukan. Ya, seseorang itu adalah papaku.
"Papa, aku kangen banget" ucapku bahagia.
"Papa juga kangen banget sama putri papa ini...." balas papa sambil mengecup keningku dengan penuh kasih sayang.
"Papa kapan sampai disini? Kenapa gak kabari aku?" tanyaku.
"Tadi pagi sayang, sekitar jam 10 pagi tadi. Maaf ya, papa kan mau buat kejutan untuk putri papa ini" jawab papa sambil tersenyum.
"Owh...gimana kerjaan papa disana?" tanyaku lagi.
"Kerjaan papa berjalan baik dan lancar. Kan ada abangmu juga yang membantu papa" jawab papa.
"Baguslah....Lalu abang Hendra dan Renata dimana pa? Apa mereka gak ikut papa pulang? Soalnya Diana udah kangen banget sama mereka.." tanyaku penasaran.
"Abangmu sedang menjemput Renata dirumah Tante Siska. Mungkin besok pagi mereka sudah ada disini" jawab papaku sambil menatapku lembut.
"Ooooh...." ucapku sambil ber oh ria.
"Lalu bagaimana dengan putri papa ini, apakah selama papa pergi semua baik-baik saja?" tanya papa.
__ADS_1
"Seperti yang papa lihat sendiri, semua baik-baik saja" jawabku sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana kabar mama Cecilia, papa Andre dan Daffa anak papa yang tampan itu? Apakah dia sudah melaksanakan tugasnya dari papa dengan baik untuk selalu menjagamu?" tanya papa lagi.
"Mama Cecilia dan papa Andre, mereka baik-baik saja pa. Kalau Daffa, dia juga baik-baik saja. Dia juga selalu menjagaku dan melindungiku pa....Tapi aku sebel pa dengan Daffa...." jelasku dengan papa.
"Baguslah kalau semua baik-baik saja. Lalu kenapa kamu malah sebel sama Daffa, hmmmm? Memangnya apa yang telah dilakukan oleh Daffa hingga kamu sebel dengannya? Ayo, coba beritahu sama papa?" tanya papa penasaran.
"Daffa itu menyebalkan sekali pa. Dia itu sangat protektif banget sama Diana. Kemana pun Diana pergi, Daffa harus selalu ikut. Daffa juga selalu menggandeng tangan Diana. Dia tidak pernah tidak mengikuti Diana kemanapun pergi. Kata Daffa takut Diana akan diganggu sama orang jahat. Kan nyebelin banget pa...." curhatku pada papa sambil cemberut dan kesal. Mendengar penjelasanku, papaku hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihatku. Melihat sikap papa, aku pun menjadi bingung dan heran.
"Papa kok malah senyum sih? Papa bukannya merespon tapi malah senyum-senyum seperti itu. Kenapa sih pa?" tanyaku penasaran. Namun papa tidak menjawab pertanyaanku dan malah menghiraukan aku. Karena merasa diacuhkan, aku pun kesal dengan papa.
"Papa....kok aku dicuekin sih? Diana lagi ngomong loh sama papa. Harusnya kan papa jawab dan respon Diana" tanyaku kesal.
"Hahaha...Maaf sayang, papa gak bermaksud cuekin kamu. Habisnya putri papa ini benar-benar lucu sih.." jawab papa sambil tersenyum.
"Kamu mau tahu kenapa papa bilang kamu lucu?" tanya papa. Lalu aku pun mengangguk setuju.
"Soalnya putri papa ini aneh hanya karena Daffa terlalu protektif sama kamu dan selalu mengikuti kemanapun kamu pergi. Seharusnya kamu itu jangan sebel sama Daffa. Dia kan sudah menjaga kamu dengan baik. Itu artinya Daffa dapat melaksanakan amanat dari papa, dan papa bangga karena telah menjalankan dengan baik amanat dari papa. Selain itu, dia terlalu protektif sama kamu karena dia sayang sama kamu. Daffa gak mau kalau sesuatu yang buruk terjadi sama putri papa ini" jelas papa sambil tersenyum lembut padaku.
"Iya aku tahu papa, tapi gak seprotektif itu juga kali. Dan papa tahu, Daffa itu rese banget. Masa dia sering senyum-senyum gak jelas sambil melihat Diana. Lalu Daffa itu juga sering menatap Diana dengan tatapan aneh. Tatapannya itu membuat Diana menjadi deg-degan pa.." ucapku menjelaskan pada papa. Mendengar penjelasanku, papa pun tertawa.
"Loh papa kok tertawa sih?" ucapku sambil mengerutkan dahi bingung.
"Diana..Diana, putri papa yang cantik ini kok polos banget sih?" ucap papa sambil mengusap rambutku.
"Polos? Maksud papa? Diana gak ngerti" tanyaku bingung.
__ADS_1
"Kamu tahu gak kenapa Daffa itu terlalu protektif padamu?" tanya papa dan aku menggeleng tidak tahu.
"Emangnya kenapa pa?" tanyaku balik.
"Daffa seperti itu karena dia mencintaimu dan begitupun sebaliknya. Kamu juga mencintai Daffa, ya kan? ucap papa yang membuat aku kaget sekaligus tersenyum malu.
"Ah papa..Apaan sih papa ini. Sok tau deh" elakku dan membuat papa kembali tertawa.
"Jangan menertawaiku seperti itu pa...." rengekku manja sekaligus pipiku merah merona karena malu.
"Kamu itu gak bisa bohongin papa sayang. Tadi kan kamu sendiri yang bilang kalau Daffa sering buat kamu deg-degan. Itu artinya kamu sedang jatuh cinta dan membuat kamu jatuh cinta adalah Daffa" balas papa sambil menatapku lembut. Mendengar ucapan papa semakin membuatku malu.
"Tapi apa benar aku jatuh cinta sama Daffa? Apa Daffa juga mencintaiku? Masa sih seperti itu? Gak, itu gak mungkin. Mana mungkin Daffa mencintaiku. Daffa kan menyukai Jelita bukannya aku" ucapku dalam hati.
"Loh kok malah melamun sih putri papa yang cantik ini? " ucap papa yang membuatku kembali sadar.
"Eh..gak ada kok pa.." balasku sambil tersenyum.
"Jangan bohong sama papa. Kamu sedang ngelamunin apa?" tanya papa penasaran.
"Beneran deh pa. Diana tidak melamunkan apa-apa kok" jawabku berbohong dan berusaha menyakinkan papa.
"Ya sudah kalau begitu. Oh iya, jangan lupa beritahu Daffa, kalau papa mengundang Daffa, mama Cecilia, dan papa Andre untuk makan malam besok dirumah kita" ucap papa.
"Oke deh pa" balasku sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, Diana ke kamar dulu ya pa" pamitku sambil mencium pipi kanan papaku dan aku pun segera menuju kamarku. Sesampainya di dalam kamar, aku pun menghempaskan tubuhku diranjang. Aku pun menghela nafasku panjang.
__ADS_1
"Hhhhhhhhhhhhh..Semua kejadian hari ini bersama Daffa benar-benar membuatku lelah dan kepalaku menjadi pusing. Aku benar-benar butuh istirahat sekarang" batinku. Lalu tanpa mengganti pakaianku, aku pun segera terlelap ke dalam mimpi indahku.