
“Daffa” panggilku.
“Ya sayang” jawab Daffa.
“Aku lapar” rengekku.
“Kamu lapar sayang?” tanyanya dan aku pun mengangguk.
“Ya udah, ayo kita cari makan” ucap Daffa sambil menggandeng tanganku.
Kami pun menelusuri sekitar pantai. Hingga ahirnya kami menemukan sebuah rumah makan. Kami pun berjalan ke rumah makan tersebut. Lalu kami masuk dan memilih tempat duduk yang berada di sudut kanan. Kemudian Daffa memanggil pelayan ruman makan tersebut.
“Mbak...mbak...” panggil Daffa. Lalu pelayan rumah makan tersebut menghampiri kami.
“Iya mas, mbak mau pesan apa?” tanya pelayan tersebut.
“Kamu mau pesan apa sayang?” tanya Daffa.
“Aku mau nasi gurih sama cumi goreng, ikan bakar, sambal terasi dan ayam balado” jawabku. Lalu Daffa pun mengangguk.
“Mbak pesanannya dibuat jadi 2 porsi dan 2 es teh manis dinginnya” ucap Daffa dan pelayan tersebut mencatat semua pesanan kami.
“Ada lagi yang mau dipesan?” tanya pelayan rumah makan tersebut.
“Gak ada mbak, itu aja” jawabku. Lalu pelayan tersebut pun mengangguk.
“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu. Mohon ditunggu ya mbak, mas..” ucap pelayan rumah makan tersebut dan kami pun mengangguk. Lalu pelayan tersebut pun pergi.
“Sayang..” panggil Daffa lembut.
“Iya Daffa” balasku.
“Nanti saat kita pergi liburan ke Bandung, kita satu mobil aja ya sayang? Dan teman-teman yang lain di mobil lainnya” ucap Daffa.
“Loh, kok gitu..?” tanyaku penasaran.
“Iya sayang soalnya aku cuma mau berdua sama kamu. Aku gak mau sama teman-teman yang lain. Aku kan gak mau diganggu berduaan sama kamu, sayang..” jawab Daffa sambil mengelus lembut kedua pipiku. Aku pun tersenyum malu sambil menundukkan kepalaku.
“Udah gak usah malu gitu sayang” ucap Daffa sambil mengangkat daguku dan menangkup kedua pipiku yang merah merona.
“Daffa..udah ah, aku malu tahu. Lihat, kita dilihati banyak orang” balasku setelah sadar dimana dan melihat ke sekelilingku sambil tersenyum malu.
“Emangnya aku ngapain sayang? Aku kan gak ngapain-ngapain” ucap Daffa sambil mencium kedua pipiku. Aku pun terkejut dan pipiku kembali merah merona.
“Daffa, ih..Kamu kok cium-cium aku sih? Kan aku malu tahu. Kita dilihatin sama orang-orang...” balasku
“Kenapa harus malu sih sayang? Kamu gak usah perdulikan mereka. Anggap aja angin lalu. Lagian aku melakukan hal ini supaya orang-orang pada tahu terutama buat laki-laki kalau kamu adalah milikku. Dan siapapun gak boleh coba-coba mendekatimu. Apalagi coba merebutmu dari aku” ucap Daffa tegas. Hatiku menghangat mendengar ucapan Daffa. Aku merasa senang dan bahagia.
“Tuhan, aku harap ini bisa sampai selamanya. Jangan pisahkan aku dari Daffa. Biarlah Daffa tetap disisiku, menjaga dan melindungiku. Aku gak bisa tanpa dia, Tuhan. Karena dialah hidupku. Dialah kebahagiaanku” batinku berharap. Tak lama kemudian, pesanan kami pun datang.
“Mari makan..” ucapku girang sambil menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut.
Sedangkan Daffa hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku aku yang seperti anak kecil. Setelah selesain makan, Daffa pun memanggil pelayan dan membayar semua pesanan kami. Lalu kami beranjak dari restoran dan berjalan ke arah mobil. Kemudian kami pun pergi menuju rumah Keisha.
“Daffa” panggilku.
“Iya sayang kenapa?” tanya Daffa.
“Nanti setelah sampai di villanya Keisha, aku pengen deh di malam harinya jalan-jalan ke pasar malam” jawabku.
“Jadi kamu mau kesana sayang?” tanya Daffa sambil membelai rambutku dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menyetir.
“Iya..” jawabku sambil menganggukkan kepala.
“Ya udah setelah sampai disana, malamnya kita ke pasar malam” ucap Daffa.
“Beneran Daffa?” tanyaku antusias.
“Iya sayang..” jawab Daffa sambil tersenyum.
“Aaah..Terima kasih Daffa” ucapku senang.
__ADS_1
“Sama-sama sayang..” balas Daffa. Tak lama kemudian, sampailah kami di rumahnya Keisha. Lalu kami pun keluar dari mobil.
“Mari sayang kita masuk..” ajak Daffa sambil menggandeng tanganku masuk kesana. Sesampainya di depan pintu rumah Keisha, Daffa pun mengetuk pintu tersebut.
Tok..tok..tok..
Kemudian keluarlah seseorang yaitu Keisha.
“Eh, Diana, Daffa..Kalian berdua akhirnya datang juga. Ayo mari masuk kedalam. Yang lain sudah menunggu di dalam” ucap Keisha mengajak kami masuk ke dalam. Kami pun masuk ke dalam.
“Teman-teman, nih teman kita, Diana dan Daffa udah datang” ucap Keisha. Mereka yang asyik mengobrol pun menoleh ke kami. Kemudian kami dikejutkan dengan kehadiran sahabat-sahabat lama kami, Rico Marco, Mario Johannes, Raditya Putra dan Joshua Farrelino.
“Kalian..” ucapku dan Daffa serentak sekaligus terkejut.
“Surprise..” ucap Keisha sambil tersenyum.
“Jadi ini yang kamu maksud Keisha?” tanyaku penasaran.
“Hehehe, iya..” jawab Keisha tersenyum. Lalu aku dan Daffa menghampiri mereka.
“Hallo Diana, Daffa..” sapa Rico.
“Bagimana kabar kalian?” tanya Joshua.
“Kabar kami baik kok” jawabku sambil tersenyum. Lalu Daffa memeluk satu persatu Rico, Mario, Joshua dan Raditya.
“Gila, aku gak nyangka kalian ada disini. Sumpah, aku kangen banget sama kalian” ucap Daffa bahagia.
“Sama Daffa, kita juga kangen banget sama kalian semua” balas Joshua.
“Kalian kok bisa ada disini?” tanya Daffa penasaran.
“Kita ada disini karena kita mau liburan. Kebetulan liburan kali ini, kita gak ada kegiatan. Terus Keisha mengabari kalau kalian mau liburan di villanya. Ya Keisha pun mengajak kami untuk liburan bersama kalian” jelas Raditya.
“Jadi kalian bakal ikut kita liburan?” tanyaku.
“Iya dong Diana” jawab Mario.
“Bagus deh kalau begitu. Jadi kita bisa bersenang-senang seperti dulu” balasku senang.
“Iya, ayo kita ke meja makan. Udah laper nih” balas Mutia.
“Sama aku juga. Lagian aku udah gak sabar untuk mencicipi masakan Keisha” timpal Yeslin.
“Baiklah kalau begitu, mari kita ke ruang makan sekarang” ucap Keisha. Lalu kami semua pun ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, kami yang cewek duduk di sebelah, sedangkan yang cowok duduk di sebelah kanan. Aku duduk berhadapan dengan Daffa. Lalu kami pun mulai makan malam.
“Gimana masakan aku? Enakkan?” tanya Keisha.
“Emm..gimana ya Keisha” ucap Anna sambil menyuapkan makanan ke mulutnya sambil menikmati.
“Enakkan?” tanya Keisha lagi.
“Ya lumayanlah..” jawab Anna. Keisha pun tersenyum.
“Hebat si Keisha ya, baru belajar aja masakannya udah enak gini” puji Mutia.
“Iya sayang, masakanmu enak” timpal Joshua yang merupakan pacar dari Keisha.
“Iya dong, siapa dulu yang masak..Keisha gitu loh. Keisha kan emang hebat, kalian aja yang baru sadar” ucap Keisha bangga.
“Sok baget sih. Baru dipuji sedikit, pedenya langsung selangit” cibir Yeslin.
“Kan emang kenyataannya Yeslin. Masakanku emang enak kok, iya kan?” ucap Keisha membela diri.
“Sudah, sudah..Jangan rebut. Kita ini lagi makan” ucapku melerai mereka. Yeslin dan Keisha pun diam dan melanjutkan makannya.
“Oh iya, ngomong-ngomong kalian semua pada sekolah dimana nih?” tanya Joshua.
“Kami semua sekolah di SMA Cinta Kasih” jawab Daffa.
“Jadi kalian semua satu sekolah?” tanya Mario kaget.
__ADS_1
“Yup, betul sekali Mario. Bukan hanya satu sekolah, kami juga satu kelas” jawabku.
“Wah, seru dong kalau begitu” ucap Rico.
“Yoi..” balas Daffa.
“Terus selama di sekolah, pacarku yang cantik ini gak macam-macam kan?” tanya Joshua sambil melihat ke arah Keisha.
“Apaan sih sayang. Aku gak macam-macam kok..” jawab Keisha malu-malu.
“Iya Joshua, pacarmu ini gak macam-macam di sekolah. Lagian mana cowok yang mendekati pacarmu ini..” jelas Mutia.
“Loh kok gitu..?” tanya Joshua penasaran.
“Soalnya pacarmu ini di sekolah galak dan juteknya minta ampun. Jika ada cowok yang berani mendekatinya, maka pacarmu ini bakal marah dan jutek banget” jawab Yeslin.
“Makanya gak ada satupun cowok yang berani mendekati Keisha” timpal Mutia.
“Hahaha, pacarku ini memang hebat. Kamu emang paling bisa menjaga hatimu untukku sayang..”puji Joshua membuat pipi Keisha menjadi merah merona.
“Tapi kamu juga gak macam-macam kan disana? Kamu gak dekatin cewek-cewek disana kan?” tanya Keisha sambil memicingkan mata curiga.
“Ya enggaklah sayang..Hatiku kan cuma untuk kamu. Lagian cewek manapun gak bisa merebut hatiku. Kamu tahu gak kenapa?” tanya Joshua sambil menatap lembut Keisha.
“Gak. Emangnya kenapa?” ucap Keisha sambil menggelengkan kepala.
“Karena hati dan pikiranku isinya cuma kamu sayang. Cuma Keisha pemilik hati ini. Bahkan hati ini sudah berlabelkan namamu sayang. Berarti hati ini cuma milik Keisha seorang” balas Joshua membuat Keisha merasa bahagia dan pipinya menjadi semakin merah merona.
“Gombal..” ucap Keisha malu-malu.
“Aku gak gombal sayang. Itu emang kenyataannya” balas Joshua. Melihat Keisha dan Joshua yang asyik bermesraan, membuat Daffa berdehem sambil menatap mereka berdua jengah.
“Kalian berdua kalau mau bermesraan jangan disini. Gak tahu apa, kalau disini masih ada orang” ucap Daffa sambil berdecak kesal.
“Tahu nih kalian berdua. Aku sama Yeslin aja gak kayak kalian. Kami itu tahu tempat dan waktu” timpal Rico.
“Iya kan sayang..?” ucap Rico sambil melirik Yeslin tersenyum.
“Iya sayang” balas Yeslin sambil tersenyum.
“Kita tahu kalau kalian lagi kangen-kangenan, tapi kalian harus lihat tempat dan waktu dong. Ini lagi waktunya makan. Kalian pikir yang mau kangen-kangenan itu Cuma kalian berdua doing? Aku sama Mutia juga mau kangen-kangenan sama pacar kita, Mario dan Raditya. Tapi kita tahu tempat dan waktu” ucap Anna kesal.
“Yee, bilang aja kalian sirik. Ya kan?” balas Keisha santai.
“Siapa juga sih yang sirik sama kalian berdua? Kita juga bisa seperti itu kan sayang?” sanggah Raditya sambil melirik Mutia.
“Iya dong sayang..” balas Mutia yang tak mau kalah.
“Sudah-sudah. Kalian semua jangan pada ribut. Kita ini lagi makan malam” leraiku. Akhirnya mereka semua pun terdiam dan kembali melanjutkan makan. Setelah selesai makan, kami semua pun berkumpul di ruang tamu sambil berbincang-bincang.
“Joshua, Mario, Rico dan Raditya...Cerita dong gimana tentang sekolah dan rumah baru kalian” tanyaku pada keempat sahabat cowok kami.
“Benar tuh bro, gimana pengalaman kalian disana?” timpal Daffa.
“Kalau aku sih biasa-biasa saja” jawab Rico.
“Sama aku juga merasa biasa-biasa saja. Gak ada yang istimewa” timpal Joshua.
“Aku juga sama. Bahkan aku terkadang bosan, soalnya orang-orang disana pada cuek dan sibuk dengan urusannya sendiri” ucap Raditya.
“Bener tuh. Gak kayak disini yang ramai, kocak dan seru dan pokoknya happy terus” sambung Mario.
“Terkadang jadi kangen waktu kita masih sama-sama dan ngumpul bareng” timpal Joshua.
“Sama aku juga kangen saat kita masih ngumpul bareng” ucap Daffa.
“Aaaah.. Jadi kangen” teriak Keisha.
“Iya, jadi kangen deh” timpal Anna.
“Tapi kan sekarang kita udah ngumpul bareng lagi. Dan kita harus manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Ya walaupun yang kita miliki terbatas” ucapku.
__ADS_1
“Benar yang kamu bilang Din.. Kita harus manfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin” balas Keisha tersenyum.
“Oh iya, ngomong-ngomong Diana udah punya pacar?” tanya Raditya. Mendengar hal itu, aku jadi tersedak karena terkejut.