I Love My Best Friend

I Love My Best Friend
Episode 9


__ADS_3

Tiga Jam Kemudian….


“Hoammh….” Aku membuka mata terbangun dari tidurku.


“Udah jam berapa sih ini?” ucapku sambil sambil melirik jam weker yang ada di atas meja riasku.


“Apa?? Udah jam 7 malam… Ya ampun aku ketiduran. Ini kan waktunya makan malam. Papa pasti udah nungguin aku” teriakku kaget karena waktu sudah menunjukkan malam hari ternyata.


Lalu aku pun segera menuju kamar mandi karena sedari tadi aku belum juga mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian dengan pakaian favoritku yaitu piyama bergambar Teddy Bear. Selesai berpakaian, aku pun keluar dari kamar menuju meja makan. Sesampainya di ruang meja makan, aku melihat papa yang sudah menungguku.


“Malam papaku sayang..” sapaku pada papa.


“Malam sayang…Ayo duduk. Biar kita segera makan malam” ucap papa. Lalu aku berjalan kea rah papa dan duduk di kursi yang berhadapan dengan papa.


“Putri papa ini kok lama turun dari kamar? Papa sudah menunggumu dari tadi” tanya papa.


“Emmm…Anu pa, tadi Diana ketiduran. Hehehe…” cengirku.


“Ya sudah kalau begitu mari kita makan” ajak papa dan aku pun mengangguk setuju. Sembari makan aku pun mengobrol dengan papa.


“Oh ya pa, bang Hendra dan Renata mana ? Apa mereka belum kembali dari rumah tante ?” tanyaku penasaran yang sedari tadi belum melihat abang dan adikku.


“Belum..Tadi tante kamu menelepon papa dan bilang kalau besok pagi-pagi mereka akan pulang. Karena tantemu masih mau mengobrol dengan abangmu. Katanya masih kangen” jawab papa.


“Ooh” balasku singkat.


Setelah selesai makan, aku pun pamit pada papa untuk kembali ke kamarku.


“Pa..Diana ke kamar dulu ya. Udah ngantuk nih” ucapku sambil mencium kedua pipi papaku.


“Baiklah, selamat malam putri papa yang cantik” balas papa sambil mengecup keningku.


“Iya pa, selamat malam juga” timpalku mulai beranjak dari kursi. Namun baru beberapa langkah berjalan, papa memanggilku.


“Oh iya Diana, tunggu dulu nak..” panggil papa.


“Iya ada apa pa?” ucapku sambil berbalik menghadap papa.


“Kamu jangan lupa ya..” ucap papa.

__ADS_1


“Lupa? Lupa untuk apa pa?” tanyaku penasaran.


“Jangan lupa memberitahu Daffa kalau keluarga kita mengajak keluarga mereka untuk makan malam dirumah” jawab papa.


"Ooh., oke pa..." balasku sambil tersenyum.


Lalu aku pun kembali ke kamar. Sesampainya di dalam kamar, aku pun duduk di tepi tempat tidurku. Kemudian mengambil handphone yang ada di atas meja dan menelepon Daffa.


"Hallo Daffa.." (ucapku)


"Hallo Diana, ada apa malam-malam begini menelepon aku ? Kangen ya sama aku ? "(goda Daffa)


"Pede banget sih kamu.."(balasku)


"Terus kalau gak kangen, jadi ngapain dong kamu menelepon aku ?"(tanya Daffa)


"Aku mau bilang kalau..."(ucapku namun terhenti karena Daffa menyela pembicaraanku)


"Mau bilang kalau aku ini begitu tampan ya..?" (balas Daffa yang langsung membuatku kesal)


"Aissshh..Jangan menyela pembicaraanku Daffa.."(ucapku kesal)


"Aku mau bilang kalau papa udah pulang dari Paris. Terus papa mengundang kamu, mama Cecilia dan papa Andre untuk makan malam besok dirumah.."(Jelasku)


"Apa ?? Papa udah pulang..? Seriusan kamu kan sayang..?" (tanya Daffa kaget. Hahaha...aku sudah menduga Daffa akan kaget setelah mendengar papa pulang)


"Iya aku serius Daffa, papa udah pulang.." (jawabku berusaha menyakinkan Daffa)


"Oke baiklah kalau begitu sayang, akan kusampaikan berita gembira ini sama mama dan papa. Terus buat kamu sayang, selamat malam dan semoga mimpi indah.." (ucap Daffa girang)


"Iya, selamat malam juga Daffa.." (balasku)


"Jangan lupa untuk memimpikan aku ya sayang.." (ucap Daffa lagi)


"Enak a..."(ucapku kesal namun terhenti karena Daffa langsung menutup teleponnya)


"Aisshh..Nyebelin banget sih. Kebiasaan banget tuh anak. Aku belum selesai ngomong, eh udah dimatiin aja tuh handphone..." (ucapku kesal)


Setelah menelepon Daffa, aku pun mulai berbaring di tempat tidur. Tak lama kemudian, aku pun segera tertidur.

__ADS_1


DAFFA MERLIN PUTRA POV (ON)


"Aaaaaa..senangnya. Akhirnya papa pulang juga. Udah kangen banget sama papa. Oh iya, aku harus beritahu kabar gembira ini sama mama dan papa" ucapku senang saat Diana memberitahu kalau papa sudah pulang. Lalu aku pun segera menuju ruang santai. Sesampainya di ruang santai, aku langsung menghampiri mama dan papa.


"Ma..Pa.." panggilku saat menghampiri mama dan papa.


"Loh anak mama ini belum tidur..?" tanya mama kaget karena melihat aku belum tidur.


"Ada apa sih anak papa yang ganteng ini..? Kok kelihatannya senang banget..?" timpal papa yang juga bertanya.


"Daffa punya berita gembira buat kalian" ucapku tersenyum.


"Berita gembira ? Berita apa ?" tanya mama dan papa bersamaan.


"Tadi Diana menelepon Daffa dan bilang kau papa Julius udah pulang dari Paris" jawabku.


"Benarkah ? Julius sudah pulang ?" ucap papa tidak percaya.


"Iya pa..." balasku.


"Akhirnya Julius pulang juga. Udah 2 tahun kita gak bertemu Julius" ucap papa senang.


"Iya pa, udah 2 tahun lamanya kita gak bertemu dia.." timpal mama.


"Bener pa..Daffa juga udah kangen banget sama papa Julius" ucapku senang.


"Sama nak...Papa juga kangen sama Julius" balas papa.


"Oh iya ma, pa...Diana juga tadi bilang kalau besok papa mengundang kita untuk makan malam besok" ucapku lagi.


"Benarkah ? Baiklah kalau begitu kita harus datang besok" balas papa.


"Ya udah kalau gitu Daffa kembali ke kamar ya. Daffa mau tidur karena sudah mulai mengantuk" pamitku pada mama dan papa.


"Ya sudah kalau begitu, kembalilah ke kamarmu nak..Selamat malam anakku" balas mama sambil mencium keningku.


"Oke..Mama dan papa juga ya. Selamat malam dan selamat beristirahat.." balasku dan mulai beranjak ke kamarku. Kemudian aku masuk ke kamar lalu duduk di tepi ranjang sambil memegang foto. Ya fotoku dan Diana.


“Diana…andai saja kamu tahu aku cinta dan sayang sama kamu. Maafkan aku kalau akhir-akhir ini sikapku agak aneh sama kamu. Aku ingin mengatakan semuanya, tapi aku ragu. Aku belum siap menerima kenyataan kalau cintaku bertepuk sebelah tangan lagi. Cukup hanya Jelita yang membuat aku terluka. Awalnya kupikir dia mencintaiku. Namun aku salah, ternyata dia hanya mempermainkan perasaanku. Sekarang aku hanya ingin memastikan perasaanmu padaku. Maaf kalau aku membuat kamu menjadi bingung. Tetapi percayalah suatu saat nanti aku akan memberitahukan semua padamu. Aku harap kamu memiliki perasaan yang sama denganku” gumamku seolah-olah aku sedang berbicara dengan gadisku.

__ADS_1


Lalu aku meletakkan foto itu kembali ke tempatnya. Kemudian aku pun mulai merebahkan tubuhku di ranjang. Tak lama setelah itu aku pun terlelap ke alam mimpi.


__ADS_2