
Sesampainya di kelas, kami kembali duduk di kursi masing-masing. Para Sahabatku yang tadi kami tinggalkan pun menyusul kami. Lalu duduk di kursi karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Tak lama kemudian bel pun berbunyi dan pelajaran kembali dilanjutkan. Setelah tiga jam lamanya, pelajaran pun usai dan guru pun meninggalkan ruangan kelas.
"Akhirnya....pulang juga" ucap Daffa sambil menghela nafas lega.
"Iya, udah mumet banget nih kepalaku. Memusingkan banget pelajaran fisika tadi. Gak ngerti aku. Apalagi soal rumus-rumusnya. Gak ada satupun yang Aku ingat dan menempel di otakku ini" timpal Keisha.
"Yee....itu mah kamu aja yang malas. Kan kamu emang gak suka pelajaran fisika makanya pusing kepala setiap ada pelajaran fisika" sahut Anna.
"Hehehe... Betul sekali Anna" Keisha pun membalas Anna sambil nyengir.
Ya karena memang diantara kami semua cuma Keisha yang paling tidak suka dengan pelajaran Fisika.
"Ya udah kalau begitu ayo kita pulang" ajak Yeslin.
"Hmm....kalian duluan aja pulangnya" tolakku membuat mereka menatapku bingung dan heran.
"Loh, kenapa gak bareng seperti biasanya? Emangnya kamu mau kemana Din ?" tanya Mutia penasaran.
"Yaelah kalian gimana sih ? Kalian ini lupa ya? Kan hari ini aku kan udah janji mau menemani Daffa ke toko buku. Makanya aku minta kalian pulang duluan" jawabku menjelaskan sehingga membuat sahabat-sahabatku mengangguk mengerti.
"Hehehe..iya lupa" balas Keisha sambil menyengir.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya Diana" ucap Yeslin sambil memelukku. Kemudian disusul oleh Keisha, Anna dan Mutia. Lalu Yeslin pun beralih menatap Daffa yang berada disampingku tajam.
__ADS_1
"Dan buat kamu, Daffa....jagain Diana baik-baik ya. Awas kalau sampai kenapa-napa, kau berurusan dengan kami" ucap Yeslin sambil menatap tajam Daffa.
"Tenang aja, aku pasti jagain Diana baik-baik kok. Aku gak bakal biarin siapapun menyakiti Diana. Aku akan selalu melindungi dan menjaganya baik-baik. Jadi, kalian semua tenang aja" balas Daffa. Aku tersenyum mendengar penjelasan Daffa. Aku senang karena dia begitu menyayangi diriku ini.
"Awas aja ya kalau sampai Diana sampai kenapa-napa. Jangan salahkan aku kalau akan tonjok mukamu sampai benjol dan babak belur" ucap Anna sambil menatap tajam Daffa.
"Iya, iya aku tau...." balas Daffa sambil menatap malas pada para sahabatnya itu.
"Ya udah kalau begitu kami pulang dulu ya Daf, Din...." pamit Yeslin. Lalu mereka pun pulang dan kini tinggallah aku dan Daffa.
"Ayo Din, kita ke toko buku" ajak Daffa sambil menggandeng tanganku. Seketika aku merasa terkejut dengan tindakan Daffa ini.
"Ishk Daffa....bisa gak jangan gandeng-gandeng tanganku ?" ucapku yang merasa risih saat Daffa menggandengku.
"Iya aku tahu. Tapi kan aku malu dilihatin banyak orang disini. Nanti yang ada mereka malah salah paham melihat kita bergandengan tangan. Bagaimana tanggapan orang-orang disini saat melihat kita?" rengekku sambil memanyunkan bibirku.
"Gak ada tapi-tapian Diana....Lagian gak usah pedulikan apa tanggapan orang sekitar, anggap aja angin lalu. Kalaupun mereka bergosip tentang kita ya biarkan saja. Tidak usah dipikirkan. Kan yang tahu apa yang terjadi sebenarnya cuma kita. Mereka itu gak tau apa-apa. Jadi kamu tenang saja" ucap Daffa tegas dan aku hanya bisa mengangguk pasrah mendengar ucapannya. Karena apa yang dikatakan Daffa ada benarnya juga.
Lalu akhirnya aku dan Daffa pun pergi ke toko buku dengan menggunakan mobil Daffa. Di dalam mobil, kami hanya diam dan sibuk dengan urusan masing-masing. Aku sibuk dengan Handphone, sedangkan Daffa fokus menyetir. Aku sedang asyik melihat foto-foto kami waktu zaman SMP.
"Lagi lihat apaan sih Din? Sibuk banget daritadi sambil melihat ponsel. Apalagi aku lihat kamu malah senyum-senyum gitu. Ada apa sih." tanya Daffa penasaran. Lalu aku pun menoleh ke arah Daffa dan tersenyum. Melihat aku yang hanya tersenyum membuat Daffa bingung.
"Din....serius dong. Lagi lihat apaan sih? Kamu bukannya menjawab malah senyum-senyum ke aku. Kasih tau dong Din.... Jangan buat semakin penasaran. Soalnya aku udah penasaran banget nih" rengek Daffa.
__ADS_1
"Apaan sih Daffa....Berisik tau. Gangguin aku aja. Udah kamu fokus aja menyetir" balasku dengan ekspresi wajah pura-pura kesal. Karena aku ingin membuat Daffa jadi kesal.
"Ishk....Kamu sih pakai rahasia-rahasiaan segala. Aku kan penasaran.... Ayolah beritahu aku" ucap Daffa sambil berdecak kesal. Akhirnya aku berhasil juga buat Daffa kesal. Hahahaha..., menyenangkan sekali.
"Hehe....iya deh. Karena kamu yang udah penasaran banget, aku bakal kasih tau deh apa yang lagi dilihat" balasku sambil tersenyum.
"Sebenarnya aku itu lagi lihat foto-foto kita waktu SMP. Dimana muka kita masih lucu-lucunya" ucapku memberitahu Daffa apa yang sedang kulihat.
"Coba mana aku mau lihat" pinta Daffa.
"Baiklah, tapi kamu harus tetap hati-hati menyetir mobilnya. Nih foto-foto yang aku maksud Daffa" ucapku sambil mengarahkan hpku agar Daffa bisa melihat foto-foto yang ku maksud.
"Lucu-lucu banget ya kita waktu SMP...." ucap Daffa sambil tersenyum ke arahku lalu fokus lagi menyetir.
"Iya benar yang kamu bilang. Apalagi dulu kamu itu chubby banget pipinya. Jadinya menggemaskan sekali" balasku sambil tersenyum.
"Itu kan dulu Din....Sekarang aku kan udah jadi laki-laki yang tampan dan kece badai" ucap Daffa pede.
"Yee....kamu itu kepedean banget ya" ledekku.
"Siapa yang kepedean ? Aku itu bicara sesuai kenyataan tau. Buktinya banyak cewek-cewek yang dekatin aku" balas Daffa tak mau kalah.
"Memang aku akui, Daffa memang tampan. Memiliki wajah campuran Indo-Amerika membuatnya begitu berkharisma dan mempesona. Selain itu, Daffa juga memiliki badan yang tegap dan berotot yang menambah ketampanannya. Maka tak heranlah jika dia sering didekati oleh para cewek. Dia juga adalah laki-laki yang perhatian kepada keluarga terutama kepadaku. Dia selalu bisa buat aku nyaman bersamanya. Juga merupakan laki-laki yang humoris yang selalu bisa membuat aku ceria dan bahagia. Dan entah kenapa akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang beda ketika bersamanya. Entah kenapa jantungku berdegup kencang setiap kali melihatnya. Apakah aku....? Gak mungkin. Ini gak mungkin. Ini gak boleh terjadi. Ini gak boleh terjadi. Aku gak boleh jatuh cinta sama Daffa. Ingat ! Dia hanya cinta sama oranglain. Pokoknya kamu gak boleh jatuh cinta sama dia" ucapku dalam hati.
__ADS_1