I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)

I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)
25


__ADS_3

Setelah membuat para pereman itu terkapar, Adira pun segera menghubungi David untuk membereskan para pereman itu, setelahnya dia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Beberapa saat kemudian dia telah sampai di mansion, kebetulan saat dirinya masuk dia berpapasan dengan Aderald.


"Baru pulang?"tanya Aderald.


"Hm."Adira menundukan dirinya di sopa dan diikuti oleh Aderald.


"Bagaimana pertemuan mu dengan Revan?"


"Begitulah, dia tidak mengenaliku Rald."


"Bagus dong, jadi kamu bisa masuk kedalam kehidupannya tanpa dia tau kalau kamu itu adalah Adira."


"Kau benar Rald, aku harus segera masuk kedalam kehidupan dia. Aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan keluarga Revanga dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliku."


"Aku akan membantumu supaya kamu bisa segera masuk kedalam keluarga itu."


"Caranya?"


"Kamu lihat saja nanti."


"Ya, kamu atur saja. Aku mandi dulu, bay,"Adira melangkah pergi meninggalkan Aderald menuju kamarnya.


Malam sudah semakin larut, Adira hanya berguling-guling saja, dia tidak bisa tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar saja. Dia keluar hanya memakai jeans setengah paha dan juga kaos putih polos yang dilapisi oleh switer.

__ADS_1


"Mau kemana?"saat melewati ruang tengah ternyata disana ada Aderald.


"Aku tidak bisa tidur Rald, jadi aku mau keluar saja untuk mencari udara segar."Jawab Adira.


"Bagaimana jika kamu ikut dalam penyerangan malam ini?"tawar Aderald.


"Klan mafia mana yang akan kamu serang malam ini?"


"Black Taurus, kita akan menyerang klan mafia itu. Karna dia ingin merebut daerah kekuasaan BBD."


"Baiklah, aku akan ikut. Sepertinya aku juga butuh pelampiasan untuk melampiaskan amarah ku."


"Cepatlah bersiap, sebentar lagi kita akan berangkat."


Beberapa saat kemudian mereka telah siap untuk berangkat. Adira menggunakan pakaian setelan serba hitam dengan jubah yang berlambang Quin BBD, begitu juga dengan Aderald sang King BBD, dia terlihat sangat gagah dan juga tampan.


Anggota yang ikut dalam penyerangan kali ini tidaklah banyak hanya sekitaran dua ratus orang saja, mereka membawa berbagai senjata kumplit tak lupa juga berbagai racun bius dan juga pelumpuh. Sedangkan Adira dia hanya membawa pistol emas kesayangannya dan juga katana tajam dan runcing yang ia selipkan di balik punggungnya. Dia juga membawa pisau lipat yang tak pernah ia lupakan kemana pun ia pergi.


Mereka semua berangkat dengan beberapa mobil khusus yang selalu mereka gunakan saat penyerangan mobil itu terbuat dari baja anti pluru, mobil itu juga telah di lengkapi dengan berbagai senjata dan juga peledak. Mobil itu bisa menembak secara otomatis jika ada musuh di belakang mereka.


"Markas Black taurus berada di kaki gunung. Disana banyak sekali ranjau dan juga jebakan. Jadi kita semua harus berhati-hati jangan sampai kita terkena ranjau racun dan jebakan mematikan."ucap Aderald setelah mereka sampai di sebuah hutan yang sangat lebat,


"Baik King."


"Dave, kau harus meretas seluruh CCTV markas itu dalam waktu lima belas menit."Aderald menatap David.

__ADS_1


"Siap King."


"Tim A, kalian serang para anggota yang berjaga di gerbang masuk."


"Tim B, kalian masuk kedalam markas dan serang seluruh anggota yang berada di dalam sana, ingat hati-hati dengan ranjau racun yang bertebaran disana. Apa kalian mengerti?"


"Mengerti King."


"Baiklah, aku dan Quin akan mencari ruangan ketua BT, tangan kanannya juga pasti berada disana."


"Penyerangan di mulai, laksanakan apa perintahku tadi. Dalam satu jam kita semua sudah harus berkumpul disini."


"Baik King."mereka pun bubar dan pergi melaksanakan tugas.


"Ingat Dave, lima belas menit."ucap Aderald yang di acungi jempol oleh David.


"Waktunya kita beraksi Quin."


"Siap King."


Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak yang akan menuju ke markas BT, mereka berjalan dengan sangat pelan dan juga hati-hati. Setelah sampai disana ternyata tim A sudah menyerang di bagian gerbang. Mereka pun menyelinap masuk kedalam markas yang belum terjadi peperangan karna mereka sedang menunggu aba-aba dari David yang tengah meretas CCTV bagian dalam markas.


"Sip,"David memberi kode lewat earphonenya.


Tim B pun langsung saja melakukan penyerangan di dalam markas dengan sangat hati-hati karna disana banyak sekali ranjau.

__ADS_1


__ADS_2