
Hari ini Revan membawa Adira berkunjung ke rumahnya untuk dia kenalkan pada sang ibu dan juga kakaknya. Revan ingin membuktikan bahwa ia benar-benar serius terhadap Adira yang ia kenal sebagai Lika.
Adira memandang bangunan tinggi menjulang yang berada dihadapannya, sudah lama sekali dia tidak menginjakan kakinya di tempat terkutuk itu dan sekarang dirinya kembali kesana dengan wujud yang berbeda dia bukan lagi Adira yang lemah dan mudah di tindas, Adira yang sekarang adalah Adira si wanita kuat juga mengerikan dengan dendam yang membara.
Revan membawa Adira melangkah masuk kedalam rumah, hati Adira kembali berdenyut sakit saat memasuki rumah itu, dia mengingat semua kenangan yang ia lewati bersama dengan kedua anaknya. Apalagi saat dirinya menatap kearah tangga, hatinya perih sekali bak teriris sembilu. Dia menerawang jauh kebelakang saat dimana kedua anaknya meregang nyawa di tangga itu dan semua itu di sebabkan oleh kedua iblis jahat yang akan di temuinya. Adira bergumam dalam hatinya, andai saja dulu ia tidak lemah, andai saja dia bisa melawan. Mungkin kedua anaknya masih hidup, tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, tiada gunanya lagi Adira menyesal. Yang harus ia lakukan sekarang adalah membalas kematian kedua anaknya kedua iblus itu harus mati ditangannya dengan lebih mengenaskan.
"Revan kamu sudah pulang? ini yang kamu bawa siapa?"Tamara menghampiri mereka yang tengah duduk di ruang tamu.
"Iya bu dan kenalkan ini namanya Lika, rekan bisnis sekaligus pacar baru Revan."ujar Revan.
"Wau, berati pemilik perusahaan dong?"ucap Tamara antusias.
"Wanita karir ya, hebat. Kamu pinter Van nyari pacar."Renata datang dan langsung duduk di samping Tamara.
"Dia pemimpin dari kantor cabang Laleigh Company bu."jawab Revan.
__ADS_1
"Laleigh Company yang terkenal di seluruh dunia itu?"kaget Tamara.
"Iya bu."
"Hebat-hebat. Ibu benar-benar tidak menyangka kamu mempunyai pacar sehebat ini."bangga Tamara.
"Kamu bawa siapa Mas?"tanya Maudy yang baru saja tiba di ruang tamu.
"Pacar baruku."Jawab Revan enteng.
"Sadar kok, sangat sadar sekali. Aku mencintai dia, memangnya kenapa? toh dulu waktu aku memacari mu hingga menikahi mu aku masih mempunyai istri lalu sekarang salahnya dimana?"ucap Revan santai.
"Kamu bedebah Revan. Pokonya aku tidak mau tau, kau harus memutuskan wanita ini."sengit Maudy.
"Aku tidak mau, karna aku mencintainya."
__ADS_1
"Jahat kamu Revan, aku ini sedang mengandung anak mu Revan. Kamu tega-teganya menghianati aku."
"Aku tidak peduli."
"Hey Maudy, kamu ngaca dong. Kamu itu tidak pantas bersanding dengan Revab, kamu itu hanyalah seorang sekretaris. Sedangkan Lika, dia adalah pemimpin perusahaan besar, dia yang lebih pantas bersanding dengan seorang Revan Erlangga."sahut Tamara yang sedari tadi hanya menyimak saja.
"Kamu hanyalah seorang pelakor Maudy, Revan hanyalah hasil rebutan mu dari wanita lain. Jadi cepat atau lambat Revan akan di rebut kembali oleh wanita lain."timpal Renata.
"Kenapa kalian jadi memihak wanita itu, bukan kah dulu kalian begitu mendukung saat aku akan menikah dengan Revan."Maudy menatap dua wanita itu sengit.
"Karna Lika lebih segala-galanya dari kamu yang hanya remahan sampah. Dia lebih cantik, kaya dan juga terhormat."Jawab Tamara sinis.
Sementara Adira hanya tersenyum menyeringai, ternyata harta bisa menaklukan mereka, harta juga bisa membuatnya mudah untuk masuk lebih dalam lagi pada keluarga ini, jadi sebentar lagi tujuannya akan segera tercapai.
Adira tidak mau ikut campur, dia hanya menonton perdebatan sengit satu keluarga itu, dia begitu senang melihat penderitaan Maudy yang di pojokan oleh kedua iblis itu dan tidak mendapat belaan sama sekali dari Revan. Akhirnya Maudy merasakan apa yang dia rasakan dulu, tapi itu belum seberapa, dia masih harus merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan dari pada ini. Dia akan membuat wanita itu memilih mati daripada hidup di dunia yang seperti neraka dan dialah yang akan menciptakan neraka dunia itu.
__ADS_1