I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)

I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)
26


__ADS_3

Adira dan juga Aderald mengendap-ngendap untuk mencari ruangan ketua BT, saat mereka sudah menemukan ruangan itu ternyata disana ada beberapa anggota yang berjaga.


"PENYUSUP."teriak salah satu anggota,


Blass.


Adira langsung menebas kepala anggota BT yang berteriak tadi sehingga kepalanya terlepas dan menggelinding di lantai dengan darah yang bercucuran, tubuhnya juga ambruk seketika dengan mengenaskan karna tanpa kepala.


"Kau duluan saja masuk, biar aku yang membereskan para cecurut ini."ujar Adira pada Aderald.


"Ok."


Braakkk.


Aderald menendang pintu ruangan ketua BT dengan sekali tendangan dan pintu itu langsung roboh, dia pun langsung saja masuk,


Dugghhh,


Bughhh,


Adira menendang dua anggota BT yang hendak menghalangi Aderald.


"Sialan,"umpat salah satu anggota.


Dia pun langsung menyerang Adira dengan menggunakan sebilah belatti tajam.


Adira memutarkan tubuhnya untuk menghindari serangan itu, kemudian dia menendang anggota itu dengan kuat sehingga dia terpental dan belatti yang dia pegang terlepas dari tangannya.

__ADS_1


Blasss.


Adira langsung berbalik dan menebas kepala anggota yang hendak menusuknya dari belakang setelah itu dia kembali menatap anggota yang terbaring meringis di hadapannya, tanpa basa-basi Adira langsung saja mengarahkan katananya tepat pada bagian jantung anggota itu kemudian dia menancapkannya disana dengan kuat sebanyak tiga kali sehingga membuat anggota itu mati seketika.


"Rupanya masih ada tiga penghalang lagi."Adira berlari menerjang ketiga pria yang hendak menyerangnya, dia melompat dengan indahnya kemudian dia berputar di udara untuk menebas kepala tiga pria itu sekaligus.


Darah bercucuran dari leher tanpa kepala ketiga pria itu yang kini telah tumbang di lantai dengan kepala yang menggelinding, lantai yang di injak oleh Adira kini telah dibanjiri oleh darah yang begitu amis menyengat di indra penciumannya.


"Aku suka bau ini."ucap Adira kemudian dia masuk kedalam ruangan sang ketua BT untuk menyusul Aderald.


Di dalam sana dia melihat Aderald tengah bertarung dengan dua pria yang tak mengenakan pakaian sama sekali alias polos, seprtinya mereka sedang bercinta dengan para gadis yang tengah menangis ketakutan di pojok ranjang yang ada di ruangan itu ketika Aderald menyergap mereka.


Tanpa basa-basi Adira langsung saja menimbrung dalam perkelahian sengit ketiga pria itu, dia mengambil alih salah satu pria itu untuk berduel dengannya. Alhasil Aderald melawan ketua BT sedangkan Adira melawan tangan kanannya.


"Hais, paralon mu sungguh membuat mata ku sakit."ucap Adira saar dirinya berduel dengan tangan kanan BT yang selang alaminya masih berdiri tegak macam keadilan.


"Kenapa? kau tergoda nona manis?"pria itu memandang Adira dengan bernafsu.


"Kau."marah pria itu yang kembali menyerang Adira dengan menggunakan sebuah katana.


Trengg,


Trengg,


Trengg,


Pertarungan Adira dengan pria itu begitu sengit, mereka sama-sama mengeluarkan seluruh kemampuanya.

__ADS_1


Blass.


Adira menebas cantik selang alami yang masih berdiri tegak itu sehingga membuat si empunya berteriak kesakitan dengan darah yang terus mengalir dari selang alaminya yang sudah datar karna selang alaminya sudah terputus darisana.


"AHKKK, SIALL. KURANG AJAR KAU. SAKIIITT."teriak pria itu begitu menggema.


"Oow, sakit ya? maaf aku sengaja."Adira tertawa penuh kemenangan.


Setelah itu dia kembali mengangkat katananya kemudian dia arahkan kembali kepada pria yang tengah mengerang kesakitan itu.


Blass,


Blass,


Adira menebas kedua tangan pria itu yang tengah memegangi bekas selang alaminya yang terputus.


"AKHHH, SAKIIIT. SIALAN KAU, DASAR IBLIS. AKHHHH."pria itu semakin berteriak histeris.


"Ck, banyak bacot. Mati saja kau."Adira langsung membelah pria yang tengah tertunduk itu menjadi dua bagian.


Adira membelahnya dari atas kepala hingga kedasar perut, sehingga bermacam isian seperti otak, jantung, usus dll terburai ke lantai dengan di lumuri oleh darah segar yang begitu kental dan pekat, jangan lupakan bau amis yang memenuhi ruangan itu.


"Ck, kau terlalu lelet dalam melawan musuh."Adira menghampiri Aderald yang masih baku hantam dengan ketua BT.


Blasss,


Adira menebas kepala ketua itu dari belakang sehingga kepala itu terlepas dan menggelinding ke lantai.

__ADS_1


"Bereskan?"Adira menatap Aderald dengan tersenyum lebar.


"Sadis."Aderald membalas senyuman Adira dengan begitu tipis.


__ADS_2