I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)

I'M A Wife Not A Maid (Aku Tidak Lemah)
33


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan itu, Adira segera bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu dia merias wajah cantiknya seperti biasa.


"Aku sudah mendapatkan semua surat-surat penting itu, aku akan segera membalik nama menjadi atas namaku, setelah itu aku akan mengurus surat pisah ku dengan lelaki bajingan itu."gumam Adira sembari menatap pantulan dirinya di cermin.


"Sekarang pasti dia sedang kebingungan mencari ibu dan juga kakaknya."sambun Adira.


Sebelum dirinya pergi membawa kedua wanita itu, dirinya telah lebih dahulu memerintah David untuk menghapus semua jejak rekaman CCTV tentang kejadian hari ini. Tak lupa juga dia menyuruh anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang telah dia buat di rumah itu, dari mulai ruang kerja Revan sampai di bawah tangga yang terdapat cukup banyak darah.


Untuk Maudy, wanita itu tidak ada di rumah saat kejadian. Karna setelah di usir dari kamar oleh Revan dia pergi entah kemana. Sebelumnya Adira juga telah memberikan suntikan penghapus ingatan beberapa jam kebelakang kepada Revan. Agar dia tidak mengingat kejadian saat dirinya berkunjung kerumah. Jadi di ingatan Revan terakhir dia bertemu dengan Adira saat mereka jalan berdua bukan saat Adira berkunjung kerumah Revan, jadi hilangnya ibu dan juga kakaknya tidak akan Revan sangkut pautkan dengan kedatangan Adira.


"Hay, sedang memikirkan apa?"Aderald masuk kedalam kamar Adira tanpa mengetuk pintu.


"Tidak ada,"jawab Adira.


"Jangan berbohong. Aku tau kau membawa ibu mertua dan juga kakak iparmu keruang penyiksaan."ucap Aderald yang berdiri di belakang Adira.


"Ya, kau memang selalu tau semuanya."cebik Adira.


"Tentu saja, aku akan selalu tau apapun tentang dirimu."Aderald mengelus lembut kepala Adira.

__ADS_1


"Kecuali hatiku."Adira mendongkak untuk menatap Revan.


"Ya, itu yang sangat sulit aku ketahui."Aderald membalas tatapan Adira dengan begitu dalam dan penuh cinta.


"Apa yang ingin kau tau dari dalam hatiku?"tanya Adira.


"Siapakah orang yang saat ini menempati tahta yang ada di dalam hatimu?"Aderald semakin mendekat pada wajah Adira.


"Pastinya seorang pria."ujar Adira yang wajahnya begitu dekat dengan Aderald bahkan hidung mereka sudah bersentuhan.


Cup,


Aderald mengecup lembut bibir Adira, entah mendapat dorongan darimana dia bisa selancang itu mengecup bibir Adira, tak hanya mengecup dia juga mulai menggerakan bibirnya untuk menyapu bibir Adira. Dari ciuman kaku yang Aderald lakukan Adira yakin jika Aderald belum pernah berciuman, karna dia tidak naif dia juga merindukan aktipitas itu dia pun mulai mengambil alih ciuman itu, dia mencium Aderald dengan begitu rakus dan juga pasih dengan tangan yang ia kalungkan pada leher Aderald.


"Em, maaf Dir, aku kelepasan."ucap Aderald saat tautan bibir mereka terlepas.


"It's ok, no problem."Adira tersenyum hangat.


"Apa kamu tidak marah?"tanya Aderald.

__ADS_1


"Tidak, justru aku menikmatinya."Adira bangkit dari duduknya kemudian dia melangkah melewati Aderald.


"I love you."Aderald langsung memeluk Adira dari belakang saat Adira melewatinya.


Tubuh Adira serasa membeku saat dia mendengar kata itu terucap dari mulut pria dingin itu. Apakah ini mimpi? batin Adira bertanya. Tapi ini nyata dan apa tadi Aderald mencintainya, hati Adira langsung menghangat ketika mengingat kata itu.


"I love you."ucap Aderald sekali lagi.


"Kamu serius dengan ucapan mu?"tanya Adira.


"Sangat serius, aku mencintai mu Adira Malikashafiya. Sangat mencintai mu. Aku tau rasa ini salah, aku tak seharusnya mencintai istri orang. Tapi aku tidak bisa menahan rasa ini yang semakin hari semakin membesar."ujar Aderald bersungguh-sungguh.


"I love you too Aderald."balas Dira.


"Apa aku tidak salah dengar?"Aderald langsung membalikan tubuh Adira.


"Tidak, aku tidak tau sejak kapan rasa ini hadir. Padahal aku sudah menutup rapat-rapat hatiku, aku tidak ingin mengenal yang namanya cinta lagi. Tapi bersama mu membuat aku nyaman dan perlahan-lahan aku telah melupakan dia juga menghapusnya dari sini, yang sekarang telas tergantikan oleh nama mu."Jelas Adira.


"Aku janji, aku tidak akan menyakiti mu seperti bajingan itu. Jadi ku mohon berikan aku kesempatan untuk tetap mengisi hatimu dan juga hidup mu."ucap Aderald.

__ADS_1


"Tapi aku harus menyelesaikan masalahku dengan Revan terlebih dahulu. Aku juga belum berpisah darinya dan rencananya secepat mungkin aku akan menggugat cerai dia."ujar Adira.


"Aku akan menunggu mu."Aderald kembali meraup bibir seksi Adira yang mulai saat ini akan menjadi candu bagi dirinya.


__ADS_2