
"Bagaimana hasilnya?"Revan menatap seorang pria bertato yang berada di hadapannya.
"Black Blod Devil."Jawab pria itu singkat.
"Maksudmu."
"Mafia itulah yang telah membunuh Ibu dan juga kakak mu."ujar pria yang bernama Thomas itu.
Thomas adalah ketua Mafia Black Hole, dia adalah penerus Black Hole setelah sang Ayah mati terbunuh. Revan memerintahkannya untuk mencari tau dalang di balik kematian Ibu dan juga kakaknya.
"Bukan kah Mafia itu adalah Mafia terkuat no satu di dunia?"tanya Revan.
"Ya, kau benar. Mafia itu adalah Mafia terkuat dan juga ter sadis. Mereka akan membunuh musuh dengan sangat keji dan juga tiada ampun bagi mereka yang berhianat."Jelas Thomas.
"Kenapa mereka membunuh Ibu dan juga adiku? kami tidak punya masalah apapun dengan Mafia itu."bingung Revan.
"Sepertinya mereka punya dendam terselubung terhadap keluarga mu."ucap Thomas yakin.
"Maksudnya?"Revan tidak mengerti,
"Tidak mungkin bukan, jika mereka membunuh tanpa alasan. Karna setau ku, Mafia itu akan membunuh orang yang bersalah saja. Kemungkinan besar keluarga Revanga pernah mengusiknya di masalalu."ujar Thomas.
"Mungkin, tapi aku tidak peduli tentang itu semua. Yang ku iginkan sekarang adalah menghancurkan Mafia itu."ucap Revan emosi.
"Kamu ingin menyerang BBD?"tanya Thomas.
__ADS_1
"Kita, kita yang akan menyerang Mafia itu."Revan menatap Thomas dengan serius.
"Aku tidak bisa, klan Mafia itu begitu kuat, aku tidak sanggup untuk menghadapinya. Itu sama saja aku menantang maut."tolak Thomas.
"Kamu harus mau, ingat semua jasa-jasa ku selama ini terhadap mu. Malam ini juga kita harus menyerang klan itu, mereka harus mati dengan mengenaskan seperti Ibu dan juga kakak ku."Revan menatap Thomas dengan begitu tajam.
'Baiklah, kita serang BBD malam ini."pasrah Thoms,
Merekapun berdiskusi dengan begitu serius, mereka membahas tentang penyerangan yang akan dilakukan nanti malam. Sebenarnya Thomas sangat enggan menyerang Mafia itu, mengingat semua Mafia yang pernah menyerang BBD semuanya terbunuh dengan mengenaskan dalam peperangan itu, tiada yang selamat termasuk ketua dan juga tangan kanannya, mereka ikut lenyap bersamaan dengan markas mereka yang di ratakan dengan tanah oleh para anggota BBD. Tapi menolakpun dia tidak bisa karna keluarga Revang sudah banyak berjasa untuk hidupnya.
***********
Markas BBD.
"Baguslah, jadi kita tidak perlu repot-repot mendatangi markas mereka."ujar Aderald.
"Tapi ada satu inpormasi lagi."
"Apa?"Aderald menatap David.
"Revan akan ikut serta dalam peperangan ini."Jelas David.
"Biarkan saja, biar Adira ku yang akan melawan bajingan itu."Aderald tersenyum simpul.
"Sepertinya aku mencium bau-bau bucin."ucap David meledek.
__ADS_1
"Apa itu bucin?"bingung Aderald.
"Budak cinta, gitu aja kamu tidak tau."cebik David.
"Oh singkatan, ada-ada saja. Memangnya siapa yang akan di perbudak oleh cinta?"tanya Aderald.
"Buaya yang ada di kandang sebelah."David bangkit dari duduknya kemudian melangkah pergi.
"Aku pikir manusia, ternyata hanya Buaya."Aderald menyandarkan punggungnya di sopa.
Sorepun telah tiba, Aderald bangkit dari duduknya kemudian dia melangkah pergi untuk menemui Adira yang telah resmi jadi kekasihnya itu. Dia berjalan dengan wajah yang ceria senyuman manis juga tersungging di bibir tebalnya.
Setelah sampai di depan pintu kamar Adira, Aderald pun langsung saja masuk seperti biasanya. Dia melihat Adira tengah berbaring santai sembari bermain ponsel, dia pun langsung saja ikut berbaring di sebelah Adira, dia mulai bercerita tentang penyerangan Mafia Black Hole yang akan di lakukan nanti malam. Tak lupa juga Aderald menceritakan tentang Revan yang akan ikut serta dalam peperangan itu. Adira menanggapinya dengan tersenyum menyeringai, entah apa yang akan ia lakukan pada mantan suaminya itu.
"Awas jangan sampai jatuh cinta lagi padanya."peringat Aderald.
"Itu tidak akan terjadi. Karna di hatiku sudah terisi penuh oleh nama mu, Aderald Lisander."Adira membalikan tubuhnya untuk menatap manik mata sang kekasih.
"Awas saja kalau kamu sampai jatuh cinta lagi padanya By, aku akan membuat mu tidak bisa berjalan."ancam Aderald.
"Uhuu, seramnya kekasih ku ini."Adira mencubit pipi Aderald sedikit kuat.
"Aku akan sangat menyeramkan jika ada orang yang mengusik apalagi mengambil apa yang telah menjadi miliku."Aderal mendekat pada Adira.
Kemudian dia meraup bibir seksi Adira dengan sedikit kasar tapi cukup membuat Adira terbuai.
__ADS_1